28 Maret 2014

Dear Anakku di Masa Depan


Assalamualaikum kesayangan Umak
Ya anakku di masa depan yang sampai sekarang belum berputik di rahim Umak, kamu akan memanggil perempuan yang suatu hari berjuang mengeluarkanmu dari perutnya ini dengan panggilan Umak. Bukan Bunda, Mama, Mami, apalagi Ibu. Cukup Umak saja. Jika kamu menanyakan alasannya mengapa, Umak memang memanggil perempuan yang melahirkan diri Umak ini dengan panggilan Umak juga. Dia juga memanggil ibunya dengan panggilan serupa. Sederhananya ini warisan panggilan turun-temurun. Untuk menunjukkan darah kita dari mana.

Darah yang mengalir di tubuhmu nanti adalah darah putra/putri Sambas. Walaupun Abahnya Umak berasal dari Banjarmasin. Umak lahir dan membesar di tanah Sambas dan menggunakan bahasa Sambas sejak kecil. Kamu akan Umak lahirkan di Pontianak. Di rumah sakit terdekat. Dengan pendampingan dari Ayahmu tentunya.

Kamu tahu nggak anakku (di masa depan) sudah banyak yang menanyakan kehadiranmu. Mempertanyakan kamu sudah masuk perut Umak atau belum. Sampai surat ini Umak tulis pun kamu belum ada. Setetes darah pun belum. Tak ada di perut Umak. Umak sama Ayah sih santai aja. Soalnya masih mau pacaran dulu. Apalagi mengingat Umak menikah dengan Ayahmu tak lama setelah kenalan. Hanya beberapa minggu persiapannya. Sekarang saatnya buat mengenal lebih banyak tentang Ayahmu. Lebih dalam. Kalau kamu buru-buru ada, gimana mau pacaran? *eh

Bukan itu juga sih sebenarnya. Umak mau kuliah tahun ini. Mungkin itu sebabnya Tuhan belum mendatangkan kamu di dalam keluarga kecil kita nanti. Walaupun ada juga keinginan untuk mengandungmu dan melahirkanmu ke muka bumi. Lucu kali ya kalau perut Umak membesar. Kamu jangan takut Nak, saat waktunya tiba, kamu tak akan sendirian lagi. Kita akan dipertemukan.

Kamu akan memanggil perempuan ini Umak. Kita akan menjelajahi dunia ini bersama-sama. Sudah banyak cinta menantimu di sini. Jangan takut untuk mengenal dunia. Umak dan Ayah akan sabar menantimu. Cucu pertama untuk Umak dan Abah-nya Umak. Mereka pasti senang mendapatkan cucu sepertimu. Mau perempuan atau laki-laki nantinya tak masalah. Meskipun Umak kepengen anaknya cewek, supaya kita bisa bermain dandan-dandanan sama-sama. Kamu mau?

Ini surat pertama Umak buatmu setelah Umak menjadi istri Ayahmu. Kita memang belum bertemu. Namun Umak yakin kamu akan membaca surat-surat ini suatu hari nanti. Saat kamu benar-benar sudah ada di muka bumi ini,


Peluk cium

Umak

2 komentar:

@honeylizious

Followers