6 Maret 2014

Apakah Pembaca Menonton Template?


Apakah template adalah hal yang paling penting untuk diperhatikan blogger saat memiliki sebuah blog? Ada yang beranggapan barangkali template adalah segalanya ada pula yang tak begitu mementingkan tampilan blog. Bagi saya sendiri sebuah template adalah bentuk dukungan untuk membuat pengunjung berada di dalam blog kita dengan nyaman. Template yang ringan dan mudah navigasinya adalah satu hal yang selalu ingin saya pegang ketika memilih sebuah template.

Maklum template di blog ini sudah berganti rupa berkali-kali. Pada akhirnya lumayan lelah menggantinya terus dan jadi banyak kehilangan waktu untuk menulis. Sekarang menggunakan template yang sangat sederhana bikinan Enny Law yang memang sudah lama saya incar buat pasang di blog. Dari banyak template rasanya yang paling sederhana adalah yang ini. Apalagi templatenya memang ringan. Tak menyulitkan pengunjung yang ingin melihat-lihat blog atau membaca tulisan di dalamnya.

Jadi kadang saya menemukan blog yang templatenya dibuat semaksimal mungkin. Banyak sekali hal yang dimasukkan ke dalam template tersebut. Bahkan sampai ada hujan bintang di dalam blognya. Dulu saya merasa itu sangat menakjubkan. Sekarang saat saya sadar bahwa esensi ngeblog adalah mengisinya dengan tulisan dan pada akhirnya yang ingin saya lakukan di blog adalah membaca semua postingan yang dituliskan sang pemilik blog. Tentunya template yang saya harapkan adalah template yang membuat saya nyaman untuk membaca. Tulisan juga tak perlu yang WAW. Bahkan saya merasakan juga pada akhirnya bahwa Times New Roman memang jenis huruf yang sesuai untuk digunakan untuk menulis apa pun. Entah di blog atau membuat tulisan secara offline. Walaupun saya pernah menggunakan banyak sekali jenis huruf di blog sendiri. Apalagi sempat jatuh cinta dengan Garamond.

Apakah pembaca menonton template yang kita buat atau kita pasang di blog kita? Tentu saja tidak. Sebab terkadang saat saya membutuhkan informasi di dalam tulisan sebuah blog tetapi ternyata kesulitan untuk membaca yang disebabkan oleh pemilihan template yang kurang nyaman di mata pembaca, terlepas dari nilai indah tidaknya, atau jenis huruf atau warna yang digunakan, saya akan menekan tombol iReader yang ada di Chromium.

iReader sangat menyelamatkan saya yang memang harus membaca sebuah tulisan. Sebab dengan iReader semua blog akan bisa saya ubah menjadi tampilan hitam putih ala iReader seperti gambar yang ada di dalam postingan ini.


3 komentar:

  1. kalo aku yang penting hurufnya bisa dibaca, loading cepet dan ga gelap backgroundnya. hehe

    BalasHapus
  2. ada namanya estetika desain visual , kalau untuk tulisan , ada namanya readability value. ini erat kaitannya dengan ilmu tipografi ( berkaitan dengan jenis font, ukuran, jarak antar baris , warna , maksimal karakter per baris ) ... dan juga template mesti mendukung. kalau akhirnya membuat pembaca tidak fokus dengan content artikel, berarti ada yang mesti di perbaiki

    BalasHapus
  3. kalau tulisannya bagus dan lucu kalo templatenya berat kayak blognya bang bena kan jadi malas juga :D

    BalasHapus

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers