Langsung ke konten utama

Selebgram oh Selebgram









Selebgram sudah lama sekali saya dengar istilahnya. Kalau dilihat secara sederhana 'selebgram' itu adalah orang yang menjadi 'seleb' di instagram. Entah itu orang yang memang sudah menjadi seleb sejak awal lalu memiliki instagram atau orang yang menjadi seleb gara-gara instagram itu sendiri. 



Jadi bisa juga sebenarnya orang yang tidak benar-benar seleb di awalnya kemudian dengan banyak berbagi foto di instagram menjadi seleb itu sendiri. Tentunya penanda seleb tidaknya sangat sederhana. Banyak follower dan banyak yang ngasih like juga.

Itu sebabnya banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pengikut sebanyak mungkin di instagram dan tidak berniat untuk memberikan 'follow back'. Semakin tak seimbang jumlah orang yang difollownya dengan yang memfollow dirinya, yang mengikuti banyak dan yang diikuti jauh lebih sedikit, bahkan bisa dihitung dengan jari. 


 

Berarti Ibu Ani Yudhoyono yang sudah memblokir akun instagram saya (@honeylizious) itu selebgram dong? Sebenarnya tanpa instagram pun Ibu Ani Yudhoyono yang cantik itu sudah terkenal. Semakin terkenal di dunia maya dengan adanya sosial media instagram. Sayangnya hanya 'keindahan' yang ada di sana. Bukan kenyataan hidup di Indonesia.

Eh kok malah mengomentari akun Ibu Negara ya? Kalau masalah itu barangkali bisa baca tulisan yang ada di sini. Klik saja cerita Ibu Ani Yudhoyono yang memblokir akun instagram saya.

Balik lagi ke selebgram. Biasanya selebgram ini adalah orang-orang yang diburu oleh berbagai onlineshop. Banyak toko online yang bukanya di instagram akan mencari selebgram yang mau menerima barang mereka dan mempromosikannya secara gratis. Tentu saja selebgram juga mendapatkan imbalan barang dagangan sang onlineshop secara gratis pula. Walaupun tak menutup kemungkinan banyak selebgram yang juga bisa mendapatkan bayaran dan barang gratisan. Balik lagi ke sepakatan bersama di awal.

Promosi ini biasanya lebih dikenal dengan 'endorse'. Ngomong-ngomong soal endorse sih sebenarnya pernah juga saya mendapatkan barang gratisan bahkan uang dari sebuah toko online yang sekarang menjadi sponsor tetap blog ini. Bisa lihat banner yang terpajang. Muahahaha...




Tapi waktu itu saya didapuk untuk menjadi bagian dari promosi mereka karena blog ini bukan karena instagram saya terkenal. Jadi saya belum menjadi selebgram walaupun banyak yang bilang follower instagram saya banyak. Entahlah. Tapi yang pasti selebgram followernya lebih banyak dibandingkan yang saya miliki.


Untuk di Indonesia sendiri selebgram kebanyakan hijabers. Muslimah yang berjilbab trendy atau syari banyak yang memang menjadi selebgram. Jangan tanya bagaimana ceritanya mereka menjadi selebgram karena saya belum pernah melakukan investigasi secara khusus. Selebgram di Indonesia kebanyakan sih mempromosikan fashion dan mostly women. Ada yang sudah jadi selebgram? Bagi dong tipsnya! Hahahaha...

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…