17 Februari 2014

PC Rosak, Oh No!


Ampun deh hari Minggu kemarin benar-benar melelahkan. Lebih melelahkannya lagi rasanya saya menghabiskan berjam-jam dengan kesia-siaan. Untungnya ada beberapa hal yang tetap menjadi hikmah hari itu. Pasti takdirnya sudah demikian. Sebelum komputer yang saya gunakan rusak beneran Allah telah menegur saya dengan menunjukkan 'kerusakan'. Jadi sebenarnya PC yang saya gunakan sejak setahun lalu tersebut tidak rusak tapi terasa rusak.

Ada bunyi tik-tik yang terdengar pelan dari PC tersebut. Saya pernah dengar seorang teman mengatakan bahwa jika PC berbunyi seperti itu tandanya ada masalah dengan harddisknya dan memang pas dinyalakan tak bisa masuk ke Ubuntu. Monitor langsung hitam dan ada tulisan 'read error' bahkan sempat pula ada tulisan 'bla bla bla hd0 bla bla' saya lupa tepatnya apa. Namun saya meyakini memang masalah pada harddisk dan itu bukan masalah yang baru. Sebab sebelumnya saya sudah pernah merusak netbook Lenovo saya di bagian tersebut.

Karena saya sangat membutuhkan PC untuk bekerja di rumah saya langsung turun bersama keponakan yang akhirnya datang menjemput saya yang ternyata tak bisa membawa PC tersebut sendirian menggunakan Scoopy. Perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan hari itu. Berharap bisa langsung diperbaiki hari itu juga. Tentu saja rata-rata toko tak bisa mewujudkan permintaan saya begitu saja. Teknisinya bilang akan mengecek terlebih dahulu. Begitu dinyalan voila.... PC-nya tidak apa-apa. Jadi bisa langsung dibawa pulang.

Ternyata yang menjadi masalah adalah posisi PC tersebut yang mendatar. Padahal seharusnya posisinya harus berdiri. Karena di kamar tak ada meja komputer dan saya sendiri lebih senang duduk di lantai untuk menulis, meja untuk monitor itu adalah dengan membaringkan CPU dan meletakkan LCD TV di atasnya. Itu keliru buat PC lama seperti milik saya. Jadi sekarang sudah ada meja yang lain untuk LCD dan PC-nya sudah berdiri dengan posisi yang benar.


Alhamdulillah PC-nya nggak jadi rusak. Hehehe...

@honeylizious

Followers