3 Februari 2014

Membahas Tentang Hutang


Ah lagi-lagi ngomongin hutang ya! Sebenarnya kita sebagai pihak yang memberikan hutang sih niatnya baik. Tak tega. Ingin menolong. Kemudian niat baik kita dimanfaatkan orang lain. Sudah banyak pengalaman menghutangi orang yang tak menyenangkan. Bagian paling menyebalkan adalah menagih. Kita menagih berulang-ulang tapi yang punya hutang tak nyadar juga bahwa hutang tersebut semestinya dibayar sesegera mungkin.

Hingga akhirnya sekarang hanya orang-orang tertentu yang akan saya pinjami hutang. Tak peduli ada yang memohon untuk diberikan hutang. Mau menangis berdarah-darah pun lebih baik tak diberikan hutang saja. Daripada menyusahkan kita yang akhirnya sibuk menagih hutang tersebut. Menyebalkannya lagi ketika uang sudah didapat mereka dengan nyamannya meninggalkan kita. Syukur-syukur ingat buat bayar hutang. Tak sedikit yang akhirnya meninggal dunia tanpa sempat membayar hutangnya.

Serem kan?

Jadi sekarang harus kuat tega. Harus kuat menahan diri untuk tidak luluh. Lebih baik memberi sedekah dibandingkan memberikan hutang. Kalau memang jumlahnya sedikit sedekah sajalah. Lebih baik demikian dibanding pusing nantinya menagih hutang dari yang bersangkutan. Kadang kasihan sih sama orang yang minta hutang. Namun ingat-ingat lagi dengan pengalaman sebelumnya. Memang lebih baik menahan diri untuk tidak memberikan hutang.

Setidaknya kalau mau memberikan hutang pun mintalah jaminan sehingga lebih aman. Kita tak perlu repot menagih karena jaminannya tentu lebih besar nilainya dibandingkan hutang yang dia pinjam. Lumayan sekarang saya bisa menolak orang-orang yang ingin dihutangi. Sebab saya rasa saya sudah cukup lelah berhadapan dengan orang yang sepertinya bisa dipercaya ketika sudah berurusan dengan hutang-piutang. Saran juga nih buat yang suka berhutang mendingan menggadaikan barang ke pegadaian. Mengatasi masalah tanpa masalah. Eh bener kan ya taglinenya seperti itu.

@honeylizious

Followers