Langsung ke konten utama

Meet Shifa

Sesuai janji kemaren mau ketemu Shifa hari ini pas jam makan siang. Setelah sekian lama hanya kenal melalui akun sosial media dan dia suka baca-baca blog ini juga. Akhirnya bisa ketemu di dunia nyata.

Beberapa waktu lalu sih sempat baca twitnya yang mengatakan dia pergi ke Samarinda, Kalimantan Timur. Nggak nyangka ternyata akhirnya dia mampir ke Kalimantan Barat Pontianak. Ternyata dia selesai kuliah niatnya mau tes CPNS dan kebetulan di Samarinda nggak ada yang sesuai dengan jurusannya. Pas ke Pontianak malah ada. Jadilah dia ke sini dan ikut tes. Alhamdulillah apa yang dia inginkan tercapai dan sekarang sudah bekerja di kantor pemerintahan di Pontianak.

Tadi ketemunya di Matahari Mall di dekat kantor walikota. Teman-teman warga Pontianak pasti tahulah letaknya. Apalagi kalo yang sering ke RRI. Deket juga tuh lokasinya dengan mall tersebut.
Makan siang bareng terus cerita panjang lebar mengenai kehidupan masing-masing. Sebenarnya lebih banyak saya yang cerita.

Hidup kadang memang lucu ya. Ada orang yang hanya kita kenal melalui dunia maya akhirnya benar-benar bisa kita temui di kehidupan yang sebenarnya. Jadi selama bisa berhubungan baik dengan orang di sosial media memang lebih baik dijaga. Siapa tahu akhirnya bisa ketemu di dunia nyata dan berteman baik kan?

Seperti orang luar Kalimantan pada umumnya, keluhan Shifa ya biaya hidup di Pontianak cukup tinggi. Memang demikianlah keadaannya. Buat makan sendiri aja minimal bawa 20.000-30.000. Kalo berdua bawa paling enggak 50.000 baru aman.

Hehehehe...

Semoga lebih banyak lagi teman dunia maya yang saya temui di kehidupan nyata ya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan