5 Februari 2014

Labu Air Favorit


Kayaknya bakalan lebih banyak postingan mengenai makanan dibandingkan traveling sebab memang lebih banyak masak-masak dibandingkan jalan-jalan. Paling kalau jalan-jalan pun masih tempat-tempat yang sudah saya tuliskan. Memang berbeda sekarang kondisinya dengan sebelum menikah yang memungkinkan saya pergi ke mana pun yang saya suka sendiri atau bersama teman-teman. Sekarang lebih berpikir untuk menghabiskan waktu di rumah bersama suami. Bercerita tentang banyak hal atau sekadar menonton televisi bersama.

Hari ini saya memasak sayur yang saya simpan dalam kulkas dua hari yang lalu. Menyenangkan bisa makan labu air yang saya suka. Dari banyak jenis labu atau sejenisnya, memang labu air yang paling saya suka. Memasaknya sih tak perlu cara yang susah. Apalagi buat emak-emak pemula seperti saya. Saya sejak dulu memang tak begitu meminati masakan yang rumit untuk dimasak. Apalagi kalau bumbunya bermacam ragam. Di rumah yang sekarang pun bumbu di dapur dapat dihitung dengan jari.

Saya hanya memotong-motong labu sesuai selera lalu direbus. Sambil merebus saya tambahkan bumbu jamur dan masako. Supaya asin dan gurihnya terasa. Lalu saya potong bawang merah dan putih. Saya goreng. Agak kecokelatan bawangnya. Kemudian saya masukkan dalam rebusan labu air yang sudah gurih tersebut. Setelah matang, tinggal diangkat. Mudah sekali bukan? Cara memasak ini biasa saya terapkan pula saat memasak mentimun. Pokoknya yang sejenis dengan labu begini cara masaknya ya demikian kalau saya pribadi.

Kuahnya yang agak dibanyakin. Soalnya saya suka sekali makan nasi dengan sayur labu air yang kuahnya banyak. Jadi nasi di dalam piring dapat dipastikan berenang bebas ke sana kemari.

Di dalam kulkas masih ada banyak bagian labu air yang belum saya masak. Masih bisa untuk 3-4 kali masak lagi. Sebab saya di rumah memang hanya berdua dengan suami. Tak begitu butuh banyak sayuran untuk berdua. Bahkan biasa kalau saya kebanyakan beli sayur bisa saja sayuran yang tak sempat dimasak sudah keburu berubah. Entah itu agak kering atau malah membusuk. Itu sebabnya saya jarang membeli sayuran yang ada daunnya. Seperti sawi atau bayam. Apalagi kangkung. Kecuali saya langsung memasaknya hari itu juga.

Sayuran wajib yang ada di dalam kulkas biasanya kentang, wortel, kol, kembang kol, dan brokoli. Sebab semuanya bisa disimpan agak lama di dalam lemari pendingin.


Sebenarnya saya bisa saya menemukan resep masakan di blog emak-emak yang lain tapi ya terkadang saya sudah semangat memasaknya ternyata makanannya yang tak habis dinikmati. Maklum cuma berdua. Ujung-ujungnya saya daur ulang menjadi masakan yang lain atau saya buang saja. Padahal sayang kalau harus membuang makanan.  

@honeylizious

Followers