16 Februari 2014

Bekam Oh Bekam


Sudah lama sekali seharusnya saya menuliskan ini. Menceritakan tentang proses bekam yang saya lakukan beberapa waktu lalu. Penyebabnya sih karena mengalami gangguan tidur dan nyeri punggung. Tak hilang-hilang walaupun sudah berusaha istirahat yang cukup. Apakah semua pengantin baru mengalami hal yang sama? Ahahahaha... abaikan pertanyaan tersebut.

Jadi karena ada seorang teman yang telah berbekam saya jadi tertarik untuk melakukannya juga. Tapi bukan bekam kering seperti yang biasanya saya lakukan. Sebab bekam yang ini yang basah. Bekam yang keluar darah itu lo....

Teringat bertahun-tahun yang lalu saat Aki (kakek) masih hidup. Beliau sangat suka berbekam. Tapi tidak sampai seluruh punggung dibekam. Melainkan hanya bagian kepala dan leher. Biasanya kalau dia sakit kepala dan tak tertahankan lagi, bekam adalah pilihan paling manjur. Aki yang menderita darah tinggi sangat berisiko terkena stroke berat atau ringan. Tapi saya rasa gara-gara sering dibekam Aki hanya mengalami stroke satu kali dan hanya berlangsung 3 hari.

Waktu itu saya masih SMP. Seperti biasanya dia tidak suka makan pun harus disuapi apalagi kalau kita sampai mencoba merawatnya dengan meletakkan kompres di kepalanya. Maklum dia terlihat demam dan tak bisa bergerak. Dia selalu berusaha untuk menunjukkan dirinya kuat pada semua orang. Walaupun pada akhirnya dia menyerah tiga hari itu. Tak bisa menggerakkan tubuhnya. Semuanya harus dibantu.

Kemudian dia meninggal pun karena jantungnya lemah dan berhenti berdetak. Tak ada hari-hari dia menderita stroke seperti yang dialami banyak orang.

Balik lagi ke pembahasan bekam yang saya lakukan beberapa waktu sebelumnya. Waktu itu karena saya memang sudah tak betah dengan penyakit saya, saya pun memanggil tukang bekamnya ke rumah. Sebenarnya saya sudah berdebar membayangkan saya akan membiarkan orang asing melukai punggung saya dan menyedot darah kotornya. Apalagi saya memang takut dengan darah dan tak ingin ditusuk-tusuk jarum. Namun karena beberapa teman meyakinkan bahwa saya akan baik-baik saja dan rasanya enak, akhirnya saya memberanikan diri.

Ternyata benar. Sakitnya sedikit aja pas penusukan jarum secara cepat. Saya sih yang memang gampang kesakitan orangnya. Makanya terasa sakit. Buat yang lebih tahan sakit mungkin bilang bekam itu tidak sakit. Untung saya memberanikan diri dan memanggilnya ke rumah. Pelayanannya juga menyenangkan.

Bekam basah pertama kali yang saya lakukan sukses. Buat teman-teman yang ada di Pontianak dan sekitarnya yang membutuhkan tukang bekam. Pria dan wanita. Bisa lo memanggilnya ke rumah. Waktu itu saya dikenai Rp120.000 untuk satu kali pelayanan. Banyak yang mahal tapi saya rasa saya puas dengan pelayanannya dan sekarang tubuh saya ringan dan tak susah tidur lagi. Saya paksakan untuk tetap menyala matanya saat tengah malam supaya bisa menyelesaikan tulisan pun susah. Sekarang gampang tidur dan tak merasakan nyeri di punggung lagi.

Hubungi 085822047425.

@honeylizious

Followers