18 Februari 2014

Antara Meminta dan Diberi


Sebenarnya sejak kecil saya selalu diajarkan oleh Umak (ibu saya) untuk berbagi dengan orang lain. Jadi ketika mendapatkan rezeki lebih dari yang diharapkan atau lebih dari cukup saya memang suka sekali membaginya dengan orang lain. Istilahnya kalau dapat sedikit ya baginya sedikit. Kalau dapat banyak maka banyaklah yang akan saya bagi dengan orang lain. Terutama saudara.

Tetapi anehnya di dalam diri saya ini adalah saya kurang suka diminta. Apalagi jika memintanya itu bagi saya tidak pantas dilakukan. Misalnya kita membuat sesuatu lalu sesuatu tersebut menghasilkan rezeki. Lalu tiba-tiba muncul orang-orang yang ingin meminta bagiannya. Walaupun hubungan sudah dekat atau katakanlah keluarga rasanya tetap tak pantas meminta jerih payah orang lain. Kecuali yang punya jerih payah itu anak atau ibu sendiri. Jadi kalau nantinya saya dapat rezeki tiba-tiba ibu saya meminta, bagi saya itu sangat wajar atau nanti saat sudah punya anak, anak saya yang meminta sesuatu bagi saya juga wajar. Termasuk suami. Namun di luar itu. Siapa pun orangnya rasanya kalau tak ikut andil dalam menyumbangkan pikiran atau tenaganya untuk sesuatu yang kita usahakan lalu kemudian meminta bagiannya, saya tak akan bisa menerimanya.

Meskipun sebenarnya saya akan memberikan, sejumlah yang saya ikhlas pada mereka, tetapi ketika sebelum kita sendiri memberikan sudah diminta. Itu entah mengapa merusak keinginan saya untuk berbagi lebih dengan orang-orang ini. Dimintai. Saya lebih suka memberi tanpa diminta sebab itu datang dari lubuk hati kita yang paling dalam. Kalau diminta sebelum memberi itu kesannya kita memberi karena terpaksa. Sebab diminta. Makanya kita mau memberi.

Syukur-syukur kalau mood saya sebelumnya untuk berbagi itu tidak rusak. Tapi bisa saja karena diminta saya jadi mengurungkan niat saya untuk membagi rezeki saya dengan orang yang meminta tersebut lalu membaginya dengan orang lain yang tak meminta. Jangan minta sesuatu dengan saya karena memang saya tidak suka diminta-mintai. Sebab peminta-minta itu biasanya ada di lampu merah sedang menadahkan mangkuknya menunggu kita menebarkan uang receh. Padahal kalau dia mau bisa jadi tanpa meminta orang dengan ikhlas memberikan rezeki untuknya yang membutuhkan. Jika memang dirinya benar-benar fakir miskin. Bahkan tak menutup kemungkinan rezeki yang dia terima dari pemberian orang akan jauh lebih banyak dari yang dia dapatkan dengan meminta-minta.


Ah semoga saja orang yang saya maksud membaca apa yang saya tuliskan di sini.

@honeylizious

Followers