Langsung ke konten utama

Akhirnya Tiba di Rumah

Tak ada yang lebih indah dibandingkan bisa tiba di rumah yang juga merupakan tempat kerja, tempat istirahat, dan tempat membina rumah tangga.

Saat berada di dalamnya dan bisa meletakkan segala lelah di bantal yang lembek dan tentu saja setelah menyalakan kipas angin dan televisi, smartphone pun otomatis tersambung ke wifi WIGO WIMAX. Walaupun itu artinya saya lagi-lagi jauh dari orang tua. Sekarang sih bedanya bisa berdua bersama suami tercinta. Tak hanya sendirian turun dari bus dari Pemangkat sana dan menemukan dinding kamar yang beku. Tak ada siapa-siapa.

Tiada lagi hari yang seperti itu. Sekarang rumah lebih terasa benar-benar rumah. Karena ada seseorang yang menunggu saya di sana. Menanti dengan sabar. Orang yang akan marah jika saya tak menjawab telponnya atau membiarkan hape tak menyala berjam-jam. Orang yang akan berusaha menemukan saya di mana pun saya berada.

Inilah kehidupan yang saya jalani berdua dengannya. Orang yang saya sebut rumah. Karena kepadanya saya akan pulang setiap kali bepergian.

Rumah juga tempat yang tak akan membuat saya mati gaya karena jaringan internetnya yang mumpuni di sini. Saat berada di Jawai Selatan saya memang harus mensyukuri semua anugerah yang saya dapatkan di kehidupan yang saya jalani di Pontianak. Saya memiliki semua yang saya butuhkan bahkan beberapa yang saya inginkan.

Pulang ke Jawai Selatan. Saat harus berhadapan dengan jaringan internet yang jauh dari bisa tersambung otomatis saya benar-benar tak bisa menyebut android saya smartphone. Sebab hanya bisa sms nelpon saja. Jangan harap bisa ngeblog di sana kalau tak mampir ke warnet. Untungnya masih ada warnet.

Sebab bekerja sebagai penulis online membuat jam kerja saya tak menentu. Deadline kejar-kejaran. Begitulah kehidupan saya sekarang. Saya tahu tulisan ini tak jelas ke mana arahnya. Saya hanya tak tahu harus mengatakan apalagi.
Sampai ketemu di postingan selanjutnya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…