28 Desember 2013

Tips Dagang: Be Their Friend


Berapa banyak di antara teman-teman yang mendapat pelayanan buruk saat datang ke sebuah tempat sebagai pelanggan? Saya tadi malam sangat kesal dengan pelayanan pegawai Damri yang ada di Jalan Pahlawan Pontianak, Kalimantan Barat. Saya rasa 'senyum' adalah sebuah kewajiban bagi orang yang memberikan jasanya pada orang lain. Terlepas dari orang itu pada akhirnya menggunakan jasa kita atau tidak. Istilah kasarnya bayar atau tidak.

Mengapa kita harus memilih-milih pelanggan untuk diberikan senyuman? Lebih buruk lagi jika kita beranggapan bahwa kita tak perlu memberikan senyuman pada semua pelanggan yang harus kita layani. Jadi ingat beberapa tahun di belakang. Saat itu saya baru tamat SMA. Banyak orang akan menyebut masa kita tidak langsung melanjutkan ke bangku kuliah sebagai menganggur. Benarkah saya waktu itu menganggur selama setahun? Buat sebagian orang iya padahal sebenarnya selama setahun itu saya jualan kue, sekolah bahasa Mandarin, dan jaga toko. Saya menjadi kuli di sebuah toko kelontong. Dan itu akan menjadi pembelajaran penting untuk pondasi saya menjadi seorang pedagang.

Saya selalu dididik untuk tersenyum dengan semua orang yang mampir ke toko. Beli atau tidak. Ada yang datang untuk bertanya saja. Tapi saya tetap akan menebar senyuman padanya. Toh senyuman gratis kok. Nggak perlu bayar untuk menebar senyuman. Kata Uwan sih saya memang selalu suka tersenyum pada siapa saja sejak kecil. Namun bukan berarti orang yang tak bisa senyum pada pelanggannya tak memiliki senyuman. Saya yakin mereka juga bisa tersenyum. Kalau mau.

Perlakukan semua pelanggan kita seperti teman. Ramahlah pada mereka. Kalau perlu berikan pelayanan lebih meskipun tak ada bayaran lebih dari dia. Sebab ketika kita bisa membuat ikatan yang kuat, orang akan bolak-balik belanja sama kita. Percayalah. Saya selalu berusaha untuk ramah baik melalui telpon atau sms. Bahkan ada seorang pelanggan baru yang baru-baru ini berbelanja dan menanyakan apakah saya menjual bingke.

Bingke itu kue khas Kalimantan Barat. Kalau di Kalimantan Selatan namanya bingka. Saya bisa saya membeli di Pontianak kemudian menjualnya. Tetapi kue itu tanpa bahan pengawet dan saya ragu dengan ketahanannya sampai esok hari di perjalanan. Jadinya saya berusaha mendapatkan nomor telpon dan alamat toko bingke tersebut yang dekat dengan lokasi rumah pelanggan baru saya ini.


Padahal kalau saya mau, saya juga tak perlu repot-repot menemukan alamat dan nomor telpon mereka. Saya tidak dibayar. Tapi saya tetap melakukannya. Toh membantu orang adalah sebuah kebaikan bukan? Karena saya yakin Allah punya balasan buat setiap apa yang kita lakukan. Jika yang kita tanam adalah kebaikan, siap-siap memanen hasil kebaikan yang kita tebar tersebut.

@honeylizious

Followers