Langsung ke konten utama

Sayur Sop Jamur Hitam


Saya selalu suka dengan jamur. Dulu Uwan (nenek) sering meminta saya mengambil jamur yang tumbuh di kayu-kayu lembab di samping rumah. Warnanya putih susu dan saya selalu membayangkan rasa jamur yang Uwan masak dengan potongan cabai itu. Rasanya sedap sekali. Sayang suami bukan pecinta jamur sehingga dia tak terlalu tertarik untuk meminta saya memasak sayuran jamur di rumah. Tapi tetap saja saya tergoda untuk membeli jamur. Kali ini yang saya beli jamur hitam yang kering.

Jamur kering seperti ini bisa disimpan di rumah lebih lama dibandingkan jamur yang masih basah dan harus segera dimasak. Di dalam kulkas saya menemukan beberapa sayuran lain yang bisa dijadikan teman jamur hitam ini. Saya memasaknya menjadi sop. Sop jamur hitam dengan kentang dan brokoli. Kentang saya potong dadu dan brokoli saya potong sesuai selera saya saja. Jamur dan kentang saya rebus lebih lama sebelum memasukkan brokoli. Supaya kentang dan jamurnya benar-benar masak. Brokolinya juga tetap garing.

Untuk bumbunya saya menyiapkan potongan bawang merah, bawang putih yang saya tumis hingga kecoklatan. Sambil merebus saya memasukkan seujung sendok lada putih. Setelah diberi bumbu jamur yang mengandung garam, saya memasukkan bawang goreng beserta sedikit minyaknya. Diaduk merata lalu diangkat setelah mendidih. Tak ada kaldu ayam yang saya gunakan untuk sayuran sop ini. Tapi ternyata tetap enak dan semua tamu yang datang ke rumah menyukainya. Ini masakan yang sangat sederhana dan saya yakin banyak ibu rumah tangga pemula seperti saya yang bisa menyediakannya. Ini bahkan lebih mudah dari membuat telur sambal yang saya hadirkan sebelumnya. Ini bahkan lebih mudah dari membuat telur sambal yang saya hadirkan sebelumnya.

Selamat mencoba.


Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma