13 Januari 2014

Sarrap Magreb


Ini pembahasan bahasa daerah di kampung saya. Waktu kecil ‘sarrap magreb’ sering digunakan Uwan (nenek) saya untuk memanggil saya pulang. Sore hari memang saat yang paling menyenangkan untuk bermain di luar rumah. Walaupun sebenarnya saya lebih banyak menghabiskan waktu di depan televisi sambil menulis cerita saat jeda iklan. Anak rumahan banget pokoknya sampai sekarang juga masih. Saya hanya keluar dari rumah kalau memang ada kepentingan tak bisa ditunda.

Setali tiga uang dengan saudara saya yang ke-empat. Dia juga kurang suka meninggalkan rumah kecuali untuk jajan di warung atau sekolah. Dia suka sekali berada di rumah. Bermain bersama game kesayangannya atau belajar.

Kembali lagi ke ‘sarrap magreb’. Sebenarnya apa sih ‘sarrap magreb’ itu? Sarrap magreb itu artinya hampir waktu Maghrib. Sudah jadi kebiasaan di desa anak-anak kalau sudah waktunya salat Maghrib mau tak mau harus pulang dan tak boleh bermain di tanah lagi. Saatnya untuk mengaji dan salat. Berkumpul bersama keluarga juga untuk makan malam.


Jadi kalau Uwan sudah teriak-teriak di depan pintu depan sambil melambaikan tangannya dengan teriakan: ‘Sarrap Magrebbbb!!!!’ Itu adalah teriakan yang tak bisa ditawar-tawar. Harus pulang segera. Mau tak mau.

@honeylizious

Followers