Langsung ke konten utama

Putus Cinta Minum Madu Aja!


Madu, minuman yang selalu saya inginkan ada di rumah. Di dalam kulkas. Paling sering saya minum madu kalau sedang diare atau batuk-batuk. Madu banyak sekali manfaatnya. Saya juga pernah punya luka lecet di lutut yang sulit kering, eh pas dikasih madu ternyata lukanya cepat sekali kering. Terus kalau kehabisan masker buat wajah, madu juga bahan yang paling gampang digunakan sebagai penggantinya. Tinggal panasin terus oles ke muka. Selesai.

Masih banyak lagi manfaat madu bagi manusia. Istimewanya lagi madu adalah makanan tanpa pengawet yang paling awet di dunia. Sebab madu tak bisa membusuk. Hebat kan? Ciptaan Allah memang hebat-hebat.

Saya jadi kepikiran soal anak muda jaman sekarang yang pacaran sana-sini. Terluka oleh banyak lelaki. Bagaimana kalau mereka putus cinta obati sakit hati yang terluka dengan madu saja. Siapa tahu bisa cepat kering lukanya dan sembuh seketika. Apalagi madu kan rasanya enak dan menyehatkan. Tentu saja yang diminum harus madu yang asli. Supaya khasiatnya benar-benar bisa didapatkan.

Itu hanya pemikiran saya sih. Siapa tahu memang manjur dan membuat banyak orang yang tadinya galau karena cinta yang patah menjadi bersemangat kembali untuk menemukan cinta sejati yang lebih hakiki. Saya sudah menghabiskan hampir setengah botol madu di rumah karena diare tak kunjung berhenti. Ketika menuliskan ini saya sudah lumayan sehat walaupun diarenya masih berlangsung. Memang sedang musim diare sih di Pontianak sini. Kakak ipar saya aja ada yang lagi diare juga.


Putus cinta atau tidak, jika teman-teman sedang diare ada baiknya minum madu. Saya pernah baca tuh Rasulullah yang menyarankan diare diobati dengan madu. Memang nggak langsung berhenti buang air besarnya. Sebab buang air itu untuk mengeluarkan bakteri penyebab diare. Jika bakterinya sudah keluar semua diarenye berhenti kok. Jadi madu membantu tubuh kita mengeluarkan semua bakteri itu.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan