27 Desember 2013

Pergi (8)


Kamu masuk ke sebuah ruangan yang letaknya berbeda dengan ruangan tempat ayahku diinapkan. Aku mempercepat langkahku. Berharap segera menemukan sebuah pengkhianatan. Aku berharap kamu akan memeluk seorang perempuan di sana. Perempuan yang akan membuatku lebih yakin lagi untuk pergi meninggalkanmu dan kehidupanmu.

Aku menerobos masuk ke kamar yang kamu masuki. Langkahku yang tadinya yakin sekarang terhenti. Bukan seorang perempuan yang aku temukan di sana. Bukan pula sebuah pengkhianatan. Laki-laki yang terbaring di sana sangat aku kenal. Itu wajah Nick. Walaupun lebih kurus dan pucat. Kalau yang terbaring itu Nick, lalu kamu siapa?

Kita bertatapan lama. Akhirnya kamu menarik napas panjang dan menarikku lebih dekat ke laki-laki yang berbaring dengan mata tertutup rapat itu. Di matamu tak ada lagi amarah. Sebuah kelegaan tergambar di sana. Aku bingung.

Dia Nick. Aku Rick, adik kembarnya.”

Ucapanmu sudah cukup menjelaskan semua perubahan drastis yang terjadi pada Nick yang aku kenal. Kamu bukan Nick yang membuatku jatuh cinta selama ini. Aku sebut aku orang yang sangat mencintai Nick tetapi ternyata aku tak benar-benar mengenal laki-laki yang membuatku jatuh cinta.

Nick?”

Aku menyentuh tangan laki-laki yang terbaring di ranjang. Kamu berdiri di belakangku. Helaan napasmu terdengar berat.

Dia kecelakaan empat tahun lalu. Koma. Dia pernah bilang padaku dia punya seorang kekasih yang sangat dicintai. Aku ingin menemuimu waktu itu untuk mengatakan padamu kalau dia sedang terbaring di sini. Tapi melihat wajahmu yang gembira waktu itu melihatku, menganggapku Nick. Aku tak tega.”

Selama empat tahun ini kamu bersandiwara untuk Nick?”

Awalnya kulakukan untukmu dan untuk Nick. Aku berharap dia segera bangun dan mengakhiri semua ini. Tapi hingga hari ini pun dia tak juga terbangun. Sekarang aku bersandiwara karena aku jatuh cinta padamu, Elana.”


Aku melepaskan tangan Nick yang kupegang sejak tadi dan memutar tubuhku. Menemukanmu di sana bersimbah air mata.

@honeylizious

Followers