27 Desember 2013

Pergi (7)


Aku sudah sampai di parkiran dan aku benar mengenai kamu tak akan menyusulku. Aku sudah tahu ini akan terjadi akhirnya. Pada akhirnya kita akan berpisah. Aku pergi dari kehidupanmu karena semuanya sudah tak sesuai dengan yang kita inginkan. Kamu selalu seperti itu. Padahal aku percaya kamu orang yang akan terus aku cintai sampai akhir dan meminangku. Menjadikan istrimu.

Ternyata kamu berubah seiring waktu. Walaupun aku tahu memang akan banyak perubahan yang akan terjadi di dalam kehidupan kita. Membuat kita berbeda dari sebelumnya. Tapi setidaknya jangan seperti ini berubahnya. Aku tak mau berpisah darimu. Apalagi sampai aku yang pergi. Namun aku tak punya pilihan lagi. Orang tua jauh lebih berharga dari perasaanku sendiri.

Aku harus ke rumah sakit. Melihat keadaan ibuku yang pastinya sudah lelah menghadapi keadaan yang mungkin akan merenggut orang yang paling dia cintai di dunia ini. Ibu menikah dengan orang yang dia cintai. Aku iri. Mobilku melaju. Rumah sakit tempat ayahku dirawat tak jauh dari sini. Hanya butuh beberapa menit untuk tiba di sana. Aku memarkir mobilku dan tak segera keluar. Aku ingin duduk dengan tenang di dalam mobil ini. Meredakan amarahku yang sempat menggila menghadapi kamu.

Kamu yang sudah kupilih untuk menjaga hatiku yang rapuh. Aku kecewa dan kamu tahu aku memang sangat kecewa. Itu yang lebih membuatku kecewa lagi. Aku menatap ke depan dan terkejut melihat mobil yang sangat aku kenal. Mobilmu. Berharap kamu keluar dari mobil itu dengan seorang perempuan agar aku punya alasan untuk membencimu. Agar kamu juga punya alasan untuk menolak menikahiku. Ada yang lain dalam kehidupanmu. Tapi aku salah. Kamu keluar sendiri.

Eh bisa saja kamu datang ke sini untuk menjenguk perempuan itu bukan? Aku membiarkanmu agak jauh sebelum keluar dari mobil. Mengikutimu dari jarak yang lumayan jauh. Aku penasaran siapa yang kamu jenguk di rumah sakit ini. Tak pernah sekalipun kamu bercerita tentang sahabat dekat atau keluarga yang masuk rumah sakit. Lalu mengapa kamu datang sendirian?


Aku menggenggam smartphoneku erat-erat. Menahan diriku sendiri yang rasanya ingin meledak saja.

@honeylizious

Followers