27 Desember 2013

Pergi (6)


Aku mencoba meredakan amarahku dengan menaikkan gelas kopi ke bibirku. Menghirup isinya perlahan. Tak ingin terdengar orang lain. Kamu menatapku lekat-lekat. Entah kapan aku tak mengenali diri orang yang aku cintai lagi. Kamu terlihat berbeda, sangat berbeda. Tapi aku tak tahu di bagian mana kamu terlihat lain. Kamu hanya seperti kehilangan cintamu padaku.

Jadi sekarang kamu maunya apa?”

Akhirnya aku yang tak lagi bisa menahan diriku walaupun kucoba untuk menghadapimu dengan sabar.

Beri aku waktu. Jangan satu minggu. Itu terlalu cepat.”

Itu waktu tambahan setelah lima tahun aku menunggu, Nick.”

Kamu yakin tak akan menyesal?”

Aku akan lebih menyesal karena membiarkan aku dibutakan oleh cintaku padamu Nick.”

Kamu menggeleng-gelengkan kepalamu sambil menatapku. Lama sekali rasanya. Tatapanmu memang asing. Kamu berbeda dari sebelumnya, ada yang mengubahmu.

Apakah kamu telah mencintai gadis lain, Nick?”

Tidak, aku selalu mencintai perempuan yang sama. Perempuan yang sekarang ada di hadapanku dan sebentar lagi tak bisa aku miliki.”

Apa maksud ucapanmu itu?”

Aku lebih percaya bahwa hubungan kita akan segera berakhir karena kamu tak bisa memberikan waktu lebih lama untukku.”

Aku memang bodoh telah menunggumu melamarku. Aku tak peduli lagi, Nick. Aku pergi.”

Aku menyambar kunci mobil dan tas di kursi. Bersiap meninggalkanmu. Aku rasa kamu tak akan mengejarku dan segera membiarkanku berlalu. Seperti yang selama ini kamu lakukan.

@honeylizious

Followers