Langsung ke konten utama

Pergi (6)


Aku mencoba meredakan amarahku dengan menaikkan gelas kopi ke bibirku. Menghirup isinya perlahan. Tak ingin terdengar orang lain. Kamu menatapku lekat-lekat. Entah kapan aku tak mengenali diri orang yang aku cintai lagi. Kamu terlihat berbeda, sangat berbeda. Tapi aku tak tahu di bagian mana kamu terlihat lain. Kamu hanya seperti kehilangan cintamu padaku.

Jadi sekarang kamu maunya apa?”

Akhirnya aku yang tak lagi bisa menahan diriku walaupun kucoba untuk menghadapimu dengan sabar.

Beri aku waktu. Jangan satu minggu. Itu terlalu cepat.”

Itu waktu tambahan setelah lima tahun aku menunggu, Nick.”

Kamu yakin tak akan menyesal?”

Aku akan lebih menyesal karena membiarkan aku dibutakan oleh cintaku padamu Nick.”

Kamu menggeleng-gelengkan kepalamu sambil menatapku. Lama sekali rasanya. Tatapanmu memang asing. Kamu berbeda dari sebelumnya, ada yang mengubahmu.

Apakah kamu telah mencintai gadis lain, Nick?”

Tidak, aku selalu mencintai perempuan yang sama. Perempuan yang sekarang ada di hadapanku dan sebentar lagi tak bisa aku miliki.”

Apa maksud ucapanmu itu?”

Aku lebih percaya bahwa hubungan kita akan segera berakhir karena kamu tak bisa memberikan waktu lebih lama untukku.”

Aku memang bodoh telah menunggumu melamarku. Aku tak peduli lagi, Nick. Aku pergi.”

Aku menyambar kunci mobil dan tas di kursi. Bersiap meninggalkanmu. Aku rasa kamu tak akan mengejarku dan segera membiarkanku berlalu. Seperti yang selama ini kamu lakukan.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma