27 Desember 2013

Pergi (4)


Aku pikir kamu akan selalu mencintaiku.”

Kamu menatapku dengan tatapan penuh amarah. Aku ingin marah tapi terlalu lelah dengan semua keadaan yang harus aku hadapi. Melihat wajah tua ibuku, ayahku. Wajah mereka terus terbayang di benakku. Sekarang kamu ingin marah padaku?

Aku selalu mencintaimu, Nick. Tapi bukan berarti aku harus terus menunggumu. Orang tuaku butuh aku. Mereka ingin aku menikah. Satu-satunya permintaan yang belum aku tunaikan.”

Kamu pernah menunggu lima tahun, Elana.”

Nada suaramu meninggi. Aku tahu laki-laki mana pun tak suka didesak. Begitu pula denganmu. Aku tak pernah mendesakmu lima tahun ini. Meskipun aku sering bertanya kapan kita akan menikah. Bukan hal baru lagi jika sekarang aku juga bertanya kepastiannya.

Aku sudah menunggu lima tahun, Nick.”

Tunggulah sebentar lagi.”

Aku sudah 32 tahun, kamu bahkan sudah 38 tahun. Bukankah kita sudah terlalu lama membiarkan diri kita tanpa ikatan pernikahan?”

Kalau aku tak menikahimu minggu depan kamu akan menikah dengan siapa?”

Aku belum memikirkan itu karena aku pikir kamu tak akan meninggalkanku. Kamu akan menikahku kan? Aku selalu percaya itu. Lima tahun aku percaya dan tak ada salahnya untuk percaya terus sampai minggu depan.”


Kamu mendengus. Geram. Aku membuang muka ke jendela. Muak dengan semua ini. Kamu selalu ingin menang. Tak ingin mengalah sekali pun.

@honeylizious

Followers