Langsung ke konten utama

Pergi (2)



Aku mengaduk-ngaduk kopiku yang tinggal seperempat. Tak tahu harus melakukan apa. Tepatnya aku tak tega meninggalkanmu. Tapi juga tak bisa terus menunggu. Desakan orang tuaku. Mereka ingin aku segera menikah. Tak peduli denganmu atau dengan siapa saja. Mereka sudah tua. Apalagi yang bisa kulakukan untuk membalas kebaikan mereka selama ini.

Aku punya orang tua, Nick. Mereka tak memberikan waktu lagi untukku.”

Aku juga punya, sayang. Come on, mungkin kamu bisa memberikan waktu setidaknya 6 bulan.”

Enam bulan? Vonis dokter mengenai penyakit ayahku kurang dari enam bulan. Walaupun aku tahu itu hanya prakiraan. Dokter tak punya hak untuk menentukan hidup mati seseorang. Terbayang lagi di kepalaku bagaimana histerisnya ibuku mendengar suaminya ditetapkan kematiannya seperti itu. Bahkan tangan ibuku sempat mampir ke pipi sang dokter yang tetap tenang menghadapi kami.

Aku anak tunggal, Nick. Berbeda denganmu. Saudara-saudaramu bisa mengotakkan keinginan orang tuamu untuk melihat anaknya menikah. Sedangkan aku? Aku tak bisa.”

Kalaupun kamu ingin cepat jangan sekarang, jangan minggu ini.”

Aku hanya minta kita menikah di KUA, maharnya satu dua gram saja sudah cukup. Walinya ayahku. Pamanku bisa jadi saksi. Begitu juga pamanmu atau saudaramu yang lain.”

Kamu terdiam. Beku. Tatapanmu membuatku ikut beku. Aku tahu kamu marah. Bukan padaku. Pada keadaan yang akhirnya menyudutkan kita berdua pada situasi yang tak pernah kita inginkan.

Minggu ini ya?”

Iya, minggu ini.” Penegasanku membuatmu menggigit bibir. Kebiasaan yang selalu kamu lakukan jika kamu sedang bingung.


Aku berharap kamu mengiyakan. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma