Langsung ke konten utama

Ngomongin Soal Menghasilkan Uang dari Blog (4)


Job pertama tak akan pernah terlupakan. Impian saya akhirnya dikabulkan ditahun yang sama saya berharap mendapatkan job menulis review. Senang bukan kepalang. Rasanya memang saya akan bisa tersenyum seharian. Bersujud syukur. Berkali-kali tak percaya. Ketawa sendiri. Lalu menulis dengan semangat. Senang bukan kepalang.

Lalu saya mulai berburu job review lainnya. Mencari-cari celah untuk menulis dan mendapatkan uang. Sampai akhirnya ada seorang teman yang memesan produk makanan khas Pontianak. Waktu itu saya langsung berpikir, ini bisa dong jadi sumber ladang uang berikutnya. Jadilah saya membuat blog buat memajang dagangan. Oleh-Oleh Pontianak. Masih gratisan. Hehehe...

Walaupun menggunakan blog gratisan alhamdulillah hingga sekarang terus menghasilkan. Buat teman-teman mungkin bisa memikirkan dagangan yang bisa dipamerkan di blog sebagai sumber penghasilan di dunia online. Atau menawarkan untuk menjadi penulis di berbagai web juga bisa. Saya juga menawarkan jasa perpanjangan whatsapp di blog saya yang saya promosikan melalui twitter juga.

Sampai sekarang pelanggan terus bertambah. Paling penting doa dan usaha. Bersabar dan bersyukur juga harus. Sebab tak ada usaha yang tak butuh proses. Ada waktu yang harus dilalui. Ada yang butuh 1 bulan ada yang setahun ada yang lebih dari itu. Jika ingin cepat lakukan usaha yang lebih keras yang bisa dilakukan orang pada umumnya dalam satu tahun. Potong kompas. Tapi butuh energi yang tak kalah besar. Jika gagal jangan berhenti. Sebab kegagalan adalah pembelajaran paling penting bagi kita untuk menghadapi tantangan berikutnya.


Saya pernah rugi. Ditipu. Bahkan bangkrut. Namun saya mengalaminya saat masih menjadi tanggungan orang tua. Ketika saya bangkit dari semua kebangkrutan itu dan dibantu orang tua lagi, saya sudah lebih kuat dan sekarang saatnya untuk memetik semua hasil dari benih yang saya tanam.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan