Langsung ke konten utama

Ngomongin Soal Hasilkan Uang dari Blog (2)


Honeylizious.com – Blog ini sekilas terlihat seperti sudah tua usianya, tulisan dimulai dari tahun 2010 walaupun sebenarnya itu adalah tulisan lama dari blog gratisan yang pernah saya buat dulunya. Waktu itu masih berbasis wordpress. Kemudian seorang teman menghadiahkan blog ini buat saya. Memulainya dari postingan angka nol. Tak ada tulisan apa-apa sama sekali waktu itu di blog ini. Mengambil tulisan yang saya pikir layak buat dimuat di blog ini dari blog lama. Beberapa blog lama sebenarnya.

Pasti sampai di bagian ini teman-teman yang mampir buat mencari cara menghasilkan uang dari blog bertanya-tanya, jadi cara mencari uangnya gimana? Kalau mau bersabar menyelesaikan tulisan berikutnya saya yakin teman-teman pada akhirnya akan menemukan sendiri cara untuk menghasilkan uang dari blog teman-teman.

Walaupun harus saya tegaskan, waktu pertama kali memutuskan saya harus latihan menulis, saya sama sekali tidak berniat untuk menjadikan menulis sebagai sumber penghasilan. Saya hanya suka melakukannya. Berada di dalam imajinasi memang sesuatu hal yang sangat menyenangkan. Sebab selama ini saya memang suka berkhayal tentang kehidupan yang saya inginkan dan saya buat tokoh-tokoh di dalamnya.

Dulu memang saya hanya menulis tentang fiksi. Sekarang saya lebih banyak menulis artikel untuk blog. Rencananya kembali ke fiksi lagi setelah semuanya lebih tenang dan sudah membuat target baru untuk menulis novel dan cerpen berikutnya. Setelah banyak yang dialami akhirnya saya sadar bahwa tak perlu repot membaca komentar orang yang tidak suka dengan karya kita. Biarkan saja dan terus saja menulis.


Hari ini, saat saya menuliskan ini memang saya selalu mendapatkan penghasilan dari blog ini setiap bulannya. Baik itu job menulis, iklan, dan juga dagangan saya yang laris di luar Kalimantan Barat.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan