Langsung ke konten utama

Newstar di Kompas TV


Selama ini setiap mendengar yang namanya infotainment yang ada di dalam kepala kita sebagai penonton tentunya sudah membayangkan acara gosip yang menayangkan hal yang tak mendidik. Jauh sekali dari yang namanya 'berita'. Selain dari ngomongin hal yang sama sekali tak bermanfaat kita jadi ikut-ikutan mengonsumsi info yang jadinya ngomongin orang lain yang manfaatnya buat kita nggak ada apalagi buat orang yang kita omongin. Kecuali orang yang kita diomongin diinfotainment, dan akhirnya jadi bahan omongan kita ke orang lain, memang ingin menjadi bahan omongan. Alasannya tentu popularitas.

Tapi tadi pagi tak sengaja menyalakan televisi dan masih mengarah ke Kompas TV dan bagiannya di Pontianak adalah Khatulistiwa TV. Baru kali ini saya menonton infotaiment yang isinya memang info. Bukan hanya 'sampah'. Cara mengemasnya juga beda jauh dari infotaiment biasanya. Isinya kadang hal kecil. Misalnya berbagi infomasi soal wig yang dipunyai artis A dan tidak membahas hal yang lebih privasi yang tentunya tidak nyaman untuk dibahas.

Seperti kemarin di sebuah stasiun TV. Masa' mereka berusaha membongkar aib seorang artis yang kabarnya menikah dalam keadaan berbadan dua. Tak tega melihat wajah orang tua sang artis yang berusaha menjawab dengan tenang. Tapi saya tahu pasti dia marah kehidupan pribadi anaknya menjadi konsumsi publik. Hanya gara-gara anaknya terkenal lalu semuanya harus dibagi pada masyarakat.

Kalau kita menerima begitu saja info ini dan menjadikannya konsumsi sehari-hari tentunya kita menganggap membongkar aib orang lain adalah hal yang biasa. Berbeda dengan Newstar di Kompas TV. Tadi pagi berita yang masuk membahas juga tentang film. Itu baru infotainment. Seharusnya yang dibagikan adalah hal-hal seperti ini. Informasi yang memang wajar dan baik untuk diketahui oleh publik.

Miris kadang melihat tayangan infotaiment di banyak televisi. Mendingan ngeblog jika memang tak menemukan acara televisi yang baik untuk ditonton.

Selamat ngeblog teman-teman.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan