Langsung ke konten utama

Menyelesaikan Draft


Setiap kali masukin tulisan baru di blog saya suka mandangin jumlah draft yang semakin bertambah. Mendekati angka 100 sekarang. Itu pun karena banyak di antaranya yang sudah saya selesaikan menjadi tulisan dan dipublikasikan. Makanya sekarang yang harus saya lakukan adalah menulis lebih banyak sesuai dengan draft yang sudah saya sediakan di dashboard. Apalagi banyak di antara draft tersebut hanyalah tulisan yang baru ada judulnya. Daripada saya kemudian lupa dengan isi tulisan tersebut memang saya lebih baik menyelesaikannya saat saya mulai ingat apa yang harus saya masukkan di sana.

Mulai sekarang saya akan menyelesaikan paling tidak satu draft setiap kali memutuskan akan membuat tulisan baru. Supaya tak ada lagi draft yang terbengkalai di sana. Termasuk draft cerbung yang belum saya selesaikan. Kalau berkaitan dengan cerbung biasanya sudah mulai kepikiran soal 'eh bagus nggak sih' atau 'kok gini ya?' bisa jadi juga begini 'iiih apa deh ini yang saya tulis'.

Setiap hari adalah tantangan. Walaupun sekarang tantangannya lebih ringan dari sebelumnya. Targetnya menulis novel belum dilaksanakan. Masih menyusun kesehatan di tubuh yang gampang sekali sakit ini dan masih belum bisa mengurangi jadwal siaran lagi hingga jadi satu minggu satu kali saja supaya bisa lebih fokus menulis novelnya. Nanti kita pertimbangkan lagi soal itu. Kalaupun tidak berarti akan ada hari saya lebih banyak kegiatannya di luar dan di rumah dalam satu hari. Semoga tidak sakit.


Saya yakin banyak blogger di luar sana yang juga memiliki masalah yang sama dengan saya. Punya draft yang tak kunjung diselesaikan dan segera dipublikasikan. Yuk beres-beres isi dashboard.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan