Langsung ke konten utama

Menjadi Ibu Kos Profesional


Tahun ini saya terus berdoa agar kos yang akan saya jaga itu segera berdiri dan saya bisa segera membuka warung untuk anak-anak kos tersebut nantinya. Selain itu saya akan mencari seorang asisten rumah tangga yang akan menjadi asisten ibu kos. Berharapnya sih asisten ini mengerti teknologi. Setidaknya memahami caranya menggunakan komputer dan berinternetan. Sehingga saya bisa memintanya untuk ngeblog. Jadi menuliskan tentang banyak hal yang terjadi di dalam kos.

Terpikir juga untuk memberikan setiap guest ID untuk anak kos yang ingin memasukkan tulisan atau fotonya ke dalam blog yang akan segera launching kalau kosnya sudah beroperasi. Anak kos yang rajin mengisinya akan diberikan hadiah. Entah berupa gratis biaya kos 50%-kah atau dapat hadiah yang lain. Saya sudah mulai memikirkan untuk memberikan hadiah buat anak kos yang suka menulis di blog dan mau berbagi cerita tentang kosnya di blog tersebut.

Setidaknya ini usaha saya untuk menjadi seorang ibu kos profesional. Sebab dengan adanya blog yang menjadi wadah untuk anak-anak kos bercerita, kita bisa mencari tahu perasaan mereka sebagai anak kos di rumah kos yang kita buka. Syukur-syukur pada akhirnya akan lebih banyak lagi kos-kosan yang bisa go online. Menjadikan blog sebagai 'rumah kos' mereka yang kedua. Terpikir juga untuk membuat grup whatsapp atau BBM bersama mereka nantinya. Sehingga komunikasi menjadi lebih mudah dan lancar.


Yuk menjadi ibu kos profesional.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan