30 Desember 2013

Menembus Jalan Tikus


Haloooo pecinta Honda Scoopy. Eh teman-teman, tentu saja ini sama sekali bukan postingan yang akan mengiklankan sepeda motor saya yang baru saya miliki beberapa bulan lalu dari LINE. Bukan sama sekali. Sebab saya tak membahas soal hondanya. Melainkan sepeda motor tersebut hingga hari ini masih juga belum ada platnya. Kece badai kan? Padahal sudah 6 bulan. Itu tandanya sepeda motornya selama 6 bulan pula ke mana-mana, keliling Pontianak, bahkan sudah keliling kampung saya tanpa plat.

Alhamdulillah hingga hari ini masih aman sentosa. Belum, kalau bisa jangan sampai, ditilang bapak polisi. Alasan platnya belum ada karena saya belum punya KTP Pontianak dan saya belum meminta lembaran faktur pajak yang baru dari Honda. Sebab di faktur lama tertera tulisan sepeda motor itu menggunakan nama saya dengan alamat lama di kampung. Itu artinya saya harus pergi ratusan kilo meter dari Pontianak hanya untuk membuat plat baru. Padahal pajak motor harus dibayar setiap tahun. Bagaimana ceritanya saya harus bolak-balik Pontianak-Sambas hanya untuk bayar pajak motor.

Walaupun saya ingat omongan seorang teman yang sudah almarhumah yang mengatakan saya lebih baik menggunakan barang yang pajaknya masuk kas Kabupaten Sambas. Demi pembangunan daerah katanya. Tapi kalau merugikan waktu dan tenaga saya sama juga bohong dong ya? Makanya hingga hari ini saya sedang menunggu KTP baru saya jadi. E-KTP tepatnya. Sebab sekarang saya menjadi warga Pontianak setelah menikah.

Cieeeee...


Untuk menghindari penilangan atau razia, saya atau suami akan melewati jalan yang memang tidak dimampiri sama polisi untuk razia. Jalan tikus tentunya. Untuk datang ke Radio Volare saya akan lewat Jalan Selayar, Jalan Karnasosial, kemudian menembus ke Gang Sederhana. Sampai deh di Radio Volare. Kalau mau masuk jalan besar biasanya kami menggunakan sepeda motor tanpa plat ini malam hari. Sudah tak ada razia lagi saat malam hari.

@honeylizious

Followers