30 Desember 2013

Mempersiapkan Pernikahan (1)


Baiklah karena akhirnya ada yang menanyakan tentang bagaimana persiapan menikah saya dan suami yang sudah lewat beberapa bulan yang lalu, saya akan menuliskannya melalui postingan ini. Persiapan pernikahan kami hanya membutuhkan waktu 6 minggu tentu saja ini waktu yang lumayan singkat. Mengingat 6 minggu itu hanya 42 hari. Persiapan sama sekali belum ada waktu itu. Sedikit mengingatkan buat teman-teman yang akan mempersiapkan pernikahan dalam waktu 6 minggu. Apalagi jika musim lebaran haji, jangan berharap untuk mendapatkan gedung yang bisa disewa. Jadi usahakan menyewa gedung itu yang dipesan beberapa bulan sebelumnya. Sebab banyak sekali orang yang memesan gedung untuk pernikahannya setahun sebelum pernikahan dilangsungkan.

Terkejut? Saya juga. Jadi ketika banyak gedung sudah penuh saya rasa tak perlu buang waktu untuk berburu gedung yang masih bisa digunakan untuk pesta pernikahan.

Persiapan pertama yang harus dilakukan oleh calon pengantin adalah administrasi. KUA adalah tempat pertama yang harus didatangi sebelum mempersiapkan pernikahan. Sebab kita tak mau kehilangan jadwal penghulu dan tak sempat ikut pembekalan untuk pengantin. Apalagi pengantin perempuan diwajibkan suntik imunisasi tetanus. Karena saya berasal dari kabupaten yang berbeda tentu saja saya harus membawa surat keterangan dari Kabupaten Sambas supaya bisa menikah di Pontianak. Mengikuti suami.


Surat pengantar dari KUA dan puskesmas saya bawa ke Pontianak sehingga saya bisa menikah dan imunisasi tetanus di Pontianak. Jadi kalau teman-teman memang akan menikah dengan orang yang berbeda kabupaten, pilih kabupaten yang akan dijadikan lokasi untuk pernikahan lalu persiapkan surat-menyurat dari kabupaten yang satunya untuk memenuhi persyaratan pernikahan tersebut. Tanpa surat pengantar teman-teman akan kesulitan untuk menikah di kabupaten atau kota yang berbeda karena KTP calon pengantin akan menunjukkan kabupaten domisili dirinya.

@honeylizious

Followers