Langsung ke konten utama

Kamu Enak Banget Ya!


Sudah pernah dapat komentar seperti itu dari orang di sekitarmu? Ketika mendengar hal-hal yang membanggakan tentang kita atau terlihat oleh orang di luar sana kehidupan kita sekarang lebih nyaman 'kayaknya' dari kehidupan mereka, dengan mudah sekali orang akan mengatakan 'kamu enak banget ya!' atau 'iih pengen deh kayak kamu' atau bisa jadi juga 'kamu selalu beruntung ya?'. Masih banyak sih jenis kalimat yang bernada serupa.

Oke harus saya akui saya memang kebanjiran job menulis akhir-akhir ini. Tepatnya setelah menikah. Sampai-sampai harus melibatkan beberapa orang untuk membantu saya menyelesaikan job tersebut tepat waktu. Lebih tepatnya lagi mendahului tenggat waktu yang diberikan. Target saya sih mengejar job yang lain. Kalau bisa cepat selesai kenapa harus menunggu lama bukan?

Blog ini memang adalah awal segalanya. Bermula di sini. Waktu itu beberapa tahun yang lalu. Bahkan belum genap 3 tahun sebenarnya. Masih 4 bulan lagi sampai blog ini berusia 3 tahun. Tapi apakah semuanya memang seenak yang orang kira? Mendapatkan penghasilan. Menang lomba ini itu. Jalan-jalan keliling Indonesia. Makan gratis di mana-mana? Dapat sepeda. Dapat motor. Dapat uang. Dapat suami. Oopsss...

Semua hal di dunia ini ada enaknya ada enggaknya kok. Percaya deh. Cuma karena saya suka menulis saya tak peduli banget dengan bagian nggak enaknya itu. Saya suka. Jadi saya jalani saja. Apalagi mengingat saya harus meninggalkan jejak saya buat anak cucu saya nantinya. Saat saya sudah tak ada biarlah tulisan-tulisan di blog ini yang berbicara pada mereka.

Saya menulis setiap hari mengisinya. Mau saya sakit. Pusing. Lelah. Atau apa pun masalahnya saya selalu berusaha mengisinya setiap hari. Kalau perlu sebanyak mungkin. Untuk membuat blog ini dikenal orang banyak supaya dilirik pengiklan juga butuh usaha. Blogwalking ke banyak blog setiap harinya selama setahun penuh. Meninggalkan komentar untuk berkenalan dengan blogger di luar Kalimantan. Membaca tulisan-tulisan mereka. Ikut lomba yang diadakan blogger lain. Itu proses yang sangat panjang. Belum lagi membagikan alamat blog ini di sosmed. Itu juga kadang buat saya cukup melelahkan.

Pengennya menulis saja. Tapi butuh kerja keras untuk menghasilkan uang dari blog bukan? Untuk mendapatkan ilmu dari banyak orang. Jangan tanya berapa ratus blog yang saya datangi. Berapa komentar yang saya tinggalkan untuk tiap blog. Berapa postingan yang saya baca. Saya dulu bisa menghabiskan 8-10 jam sehari hanya untuk blogwalking dan membaca tulisan orang. Namun sekarang semuanya sudah terbayar. Sekarang saya tinggal memetik hasilnya tanpa kerja sekeras dulu. Satu dua jam sehari untuk menulis dan membagikannya di sosial media sudah lebih dari cukup sekarang.


Mesin pencari juga sudah berbaik hati membantu orang menemukan kita. Tak ada orang yang hidupnya lebih enak dari orang lain. Ada yang lebih bersyukur dan bersabar saja untuk bekerja keras.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…