Langsung ke konten utama

Blogger Borneo Network dan Komunitas Blogger Pontianak


Sekarang ada dua wadah yang saya ikuti. Tapi seperti biasanya, saya bukan orang yang sangat aktif di dalam komunitas. Paling sering saya datang. Duduk dan dengar. Kalau duduk dekat orang yang bisa diajak ngobrol saya juga ngobrol berdua biasanya. Sejak sekolah dulu memang saya kurang percaya diri untuk berada di dalam komunitas. Rasanya ada yang salah dengan diri saya dan tak bisa berada di komunitas tersebut. Apalagi kalau di dalam komunitas ada silang pendapat yang membuat komunitas menjadi panas. Saya kurang suka yang seperti itu.

Hidup ini pendek. Berbahagialah. Jangan terlalu dipusingkan hal yang tak membuat kita bahagia. Itu yang selalu saya jadikan patokan. Terdengar egois memang. Namun karena Blogger Borneo Network dan Komunitas Blogger Pontianak kebanyakan isinya pria alias lelaki memang lebih mudah untuk berinteraksi. Sebab saya jarang bertemu laki-laki di Pontianak ini yang gampang tersinggung dengan ucapan saya. Jadi tak akan ada orang yang memusuhi saya di komunitas yang isinya kebanyakan laki-laki.

Bicara soal orang yang berada di dalamnya, sebenarnya dua wadah ini orangnya sama aja sih. Blogger yang ada di Komunitas Blogger Pontianak ada juga di Blogger Borneo Network. Namun di Blogger Borneo Network sendiri lebih suka tidak menyebut wadah tersebut sebagai komunitas. Sebab ditakutkan akan seperti komunitas sebelumnya yang sekarang kami tinggalkan. Beberapa orang dari komunitas tersebut memang sekarang bergabung dengan Komunitas Blogger Pontianak dan Blogger Borneo Network.

Perpecahan di dalam komunitas memang tak menyenangkan. Itu yang tidak saya inginkan. Pengennya sih sesama anggota komunitas kompak dan mau berbagi suka dan duka. Jangan sampai ada yang menusuk dari belakang. Untuk sementara ini saya merasa nyaman berada di dua wadah kumpul-kumpul ini. Setiap bulannya ada pertemuan yang memang dijadwalkan oleh teman-teman yang berbaik hati membuat inisiatif. Dapat dipastikan itu bukan saya. Sebab saya lebih suka datang dan mengikuti jadwal yang diberikan saja.


Kamu gabung di komunitas blogger apa di kotamu?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan