28 Desember 2013

Bagaimana Kalau Bikin Cerpen Lagi?


Rasanya saya memang lebih tertarik untuk membuat novel, menggiurkan kalau bisa diterbitkan dan laris lagi. Beda dengan cerpen yang satu buahnya tak bisa dijadikan buku. Paling tidak harus bikin 20 cerpen dulu supaya punya modal buat dicetak. Sebenarnya dulu saya sering menulis cerpen. Banyak sekali cerpen yang saya buat. Ada yang akhirnya menjadi novelet. Agak lebih panjang dari cerpen tapi tak sepanjang novel.

Setelah Juara 1 di Tulis Nusantara 2013 kemarin untuk kategori cerpen saya jadi berpikir lagi. Jangan-jangan kekuatan saya memang lebih pada cerpen. Apalagi seorang dosen mengomentari karya saya dengan mengatakan, banyak-banyaklah menulis cerpen. Kekuatan kamu di situ. Nanti kalau kamu sudah bisa menulis cerpen dengan banyak variasi baru dilatih ke novel, ternyata latihan 19 tahun ini belum cukup untuk membuat saya. Masih harus latihan lagi yang keras.

Tapi tentu saja saya tak akan menelan mentah-mentah ucapan dosen tersebut. Sebab banyak lomba novel yang harus saya ikuti. Mau tak mau harus menulis novel lagi. Walaupun dibilang kekuatan saya dicerpen. Ini sesuatu yang tak dapat ditolak. Mau menang atau kalah, sayang kalau harus dilewatkan. Cerbung barangkali yang akan lebih saya kurangi.

Padahal cerbung adalah tulisan yang lumayan bagus untuk sebuah blog. Membuat pengunjung menunggu lanjutannya dan akan kembali lagi besok. Lumayan kan menambah jumlah visitor dan menaikkan ranking alexa. Meskipun bukan hal yang terlalu penting, buat menghasilkan uang dari blog alexa tentu saja berperan cukup besar untuk mendatangkan pengiklan. Hehehehe...

Berdiam beberapa saat, menemukan ide kecil untuk dituliskan dalam bentuk cerpen ternyata sulit juga ya? Beda dengan novel yang lebih panjang tentunya ceritanya gampang dibikin kompleks. Nantikan ya cerpen saya selanjutnya. Buat yang sekarang sedang menulis cerpen juga, jangan repot-repot mengubah cerpen yang kita buat hanya gara-gara ada yang komentar. Dibandingkan mengubah saya lebih suka mencoba menulis ulang. Biarkan saja yang sudah jadi.


Tulisan itu masalah selera. Ada yang suka ada yang nggak suka. Relatiflah. Menulis terus saja tanpa henti. Kecuali sudah mati.

@honeylizious

Followers