Langsung ke konten utama

Akhirnya Diarenya Sembuh Juga


Setelah hampir seminggu buang air tak berhenti-henti, alhamdulillah sekarang saya sudah tak lagi diare. Tubuh juga sudah selemah sebelumnya. Makan juga sudah normal. Untuk sementara saya menjauhi mie instant. Mungkin memang lebih baik tak makan mie instant sama sekali. Dulu sih untuk menghindari makan mie instant saya biasanya tidak membelinya di swalayan. Sehingga mie instant tak tersedia di rumah. Dengan demikian mie instant tidak menjadi pilihan ketika lapar melanda.

Dari banyak diare yang pernah saya alami rasanya diare kali ini paling parah. Ditambah lagi saya muntah beberapa kali dalam sehari. Paling sering terjadi malam hari saat akan tidur. Kalau belum muntah belum bisa tidur. Minum Pocari Sweat beberapa liter dalam sehari baru tubuh saya lumayan kuat untuk beraktivitas. Istirahat penuh selama beberapa hari ini memang sangat efektif. Untungnya saya bukan orang yang suka beraktivitas di luar rumah. Jadi saat harus menghabiskan waktu berhari-hari hanya berada di dalam rumah bukan masalah bagi saya.

Saat diare kemaren ujung anus rasanya mau keluar dari pantat. Sampai-sampai saya harus menahan rasa sakitnya setiap habis buang air besar yang isinya lebih banyak air. Serasa ambeien. Itu sangat menyiksa. Saya pernah ambeien dulunya dan sangat tidak enak jika harus duduk lama. Saya pikir saya akan ambeien lagi kemaren. Ternyata itu hanya gara-gara terlalu sering buang air besar saja.

Saya sebelum akhirnya sembuh sudah minum beberapa jenis obat diare untuk menghentikan buang airnya. Sebab saya sudah kelelahan sekali harus buang air dan tenaga saya hampir habis karena berkali-kali bolak-balik kamar ke toilet. Tak ada obat yang mempan. Mungkin memang bakteri diarenya masih ada di dalam perut saya sehingga minta dikeluarin terus. Jadi madu saya minum tanpa henti. Setiap kali buang air saya akan minum sesendok madu.


Buat teman-teman yang sekarang sedang diare juga, semoga cepat sembuh ya!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan