25 Desember 2013

Vacation

Akhirnya liburan lagi, katakanlah honeymoon kedua. Kali ini tujuannya Jawai dan dapat dipastikan jaringan internet di smartphone tak akan begitu mumpuni. Sepertinya akan lebih banyak ngutang tulisan di blog.

Bersaing di Mesin Pencari


Honeylizious.com – Saya bukan master SEO yang paham betul dengan penaklukan mesin pencari. Apalagi memahami yang namanya optimasi. Bahkan tak jarang saya menulis sesuatu yang sulit ditemukan di blog lain. Misalnya menjelaskan tentang desa-desa yang ada di Jawai. Siapa yang benar-benar akan menuliskan hal tersebut sampai blognya penuh dengan tulisan? Apalagi yang ditulis adalah desa-desa yang tak ada tempat wisatanya dan berada di dalam pelosok negeri.

Tapi kalau memang ada yang mencari tentang desa yang saya tuliskan dapat dipastikan tulisan saya akan muncul paling atas. Bahkan beberapa tulisan lainnya yang memuat kata yang sama walaupun tidak menjelaskan dengan lengkap seperti postingan yang judulnya sudah sesuai dengan kata kunci tersebut.

Saya bukan orang yang paham cara bersaing di mesin pencari tapi kalau memang ada yang mencari tentang Jawai dan Jawai Selatan saya yakin saya hampir tak punya saingan. Sebab tak banyak orang Jawai yang ngeblog. Yang benar-benar serius ngeblog sampai sekarang yang saya kenal bukan dari Jawai meskipun sama-sama dari Kalimantan Barat.


Kalimantan Barat sangat luas. Jika kita fokus pada satu hal saya yakin kita bisa membangun branding bagi blog kita sendiri. :)

Sarilaba B, Sarilaba B, Sarilaba B


Honeylizious.com – Tak jauh dari Nunok ada sebuah desa yang menjadi tempat Mas Yono membesarkan anak-anaknya dan membina rumah tangga. Sarilaba B. Ada juga Sarilaba A. Di sini untuk menyeberang ke Tebas menggunakan feri lebih dekat. Jadi lebih mudah bagi Mas Yono untuk menyeberang dan membeli BBM ke SPBU yang ada di sana.

Usaha yang ditekuni Mas Yono adalah bisnis keluarga kami juga. Jadi Mas Yono ini adalah rekan bisnis Abah di bidang BBM. Dulunya dia menjual bakso dan mie ayam di depan rumah kami. Namun karena di Jawai dan Jawai Selatan tak ada SPBU dan harus menyeberang untuk membeli BBM, usaha menjadi agen minyak pun sangat menjanjikan keuntungan yang besar. Sebab dua hari sekali Mas Yono bisa menghabiskan 1-2 ton BBM. Terdiri dari solar, premium, dan minyak tanah.


Setiap datang ke Jawai saya selalu menyempatkan diri untuk mampir ke Sarilaba B dan main ke rumah Mas Yono dan istrinya.

Nunok


Honeylizious.com – Masih ngomongin soal desa yang ada di Jawai. Baik Jawai atau Jawai Selatan. Tak begitu jauh kok jarak dua kecamatan itu. Mengingat rumah kami terletak di Matang Suri (Matang Terap) yang jaraknya ke Desa Dungun Laut hanya 10 menit menggunakan sepeda motor. Padahal beda kecamatan.

Bibi saya yang saya panggil Mak Cik tinggal di desa yang lumayan pelosok. Jalannya juga hancur. Becek dan nggak ada ojekkk...

Nama desanya Nunok. Saya tak tahu kapan tepatnya mereka tinggal di sana. Yang jelas sudah lama sekali. Waktu anaknya masih dua kalau tidak salah. Sekarang anaknya sudah empat. Bahkan anak sulungnya sudah duduk di kelas 1 SMP. Desa Nunok ini adalah desa yang paling lengkap sekolahnya sebelum akhirnya di Matang Suri berdiri SMP dan SMK.

Sewaktu masih berstatus bagian dari Jawai. Bukan pemekaran menjadi Jawai Selatan. SMP dan SMA di Nunok urutannya menjadi SMP 2 dan SMA 2. sekarang berubah menjadi SMP 1 dan SMA 1. Sedangkan SMP baru yang berdiri di dekat SD tempat Umak mengajar menjadi SMP 2. dulunya SMP itu belum ada. Mungkin karena kebutuhan sekolah semakin tinggi dan sekolah yang sudah ada tak mampu menampung lebih banyak murid lagi. Makanya sekolah baru bermunculan. Apalagi SMP 1 di Nunok jaraknya jauh dari Matang Suri. Jadinya banyak yang enggan sekolah di sana. Lebih banyak yang memilih sekolah di SMP Negeri 1 Dungun Laut seperti saya. Karena jalannya mulus dan lebih dekat. Berbeda dengan SMP di Nunok.


Semoga suatu saat saya mampir ke Nunok jalannya sudah berubah menjadi lebih mulus dibandingkan sekarang.

Semperiuk (Semperiok)


Honeylizious.com – Di dekat Pasar Matang Suri ada jalan yang menuju ke sebuah desa yang lebih pelosok alias lebih pedalaman lagi. Jalannya juga tidak semulus jalan aspal. Masih terdapat banyak batu dan tanah yang menggumpal. Kalau hujan tiba dapat dipastikan jalanan akan semakin sulit untuk dilewati. Tapi selama masih bisa dijalani masyarakat tak banyak mengeluh.

Mengingat desa memang jauh sekali dari kabupaten.

Di sana terdapat sebuah desa yang disebut dengan Desa Semperiuk. Kami jarang sekali ke desa ini. Selain medannya kurang bersahabat saya juga lebih banyak berteman dengan teman sekolah yang rumahnya di Pasar Matang Suri. Waktu SMP saya memang berteman dengan banyak anak-anak Tionghoa yang punya toko di Pasar Matang Suri.


Walaupun jarang ke Desa Semperiuk saya tak pernah lupa di Jawai Selatan ada desa ini.

Minum Prenagen Juice Aaaah Biar Cepat Hamil

Honeylizious.com – Sudah dua bulan menikah. Belum ada tanda-tanda hamil. Bahkan sudah dua kali pula saya datang bulan dan tentunya tanda pasti saya belum hamil juga, berharap segera mendapatkan momongan. Jadi bisa memberikan cucu pertama pada kedua orang tua saya.

Mulailah berkonsultasi dengan beberapa teman. Walaupun sebenarnya banyak teman yang mengatakan wajar dua bulan belum hamil. Tapi ada orang yang langsung isi juga kan dibulan pertama pernikahannya? Ternyata dia sebelum menikah sempat minum produk dari Prenagen. Kalau tidak salah Prenagan Esensis. Katanya dia sih bisa buat meningkatkan kesuburan. Memang sih cocok untuk ibu-ibu yang sedang mempersiapkan kehamilan dan mengandung asam folat.

Karena sekarang sudah ada Prenagen Juice yang bisa dibawa ke mana-mana dan dikemas dalam botol praktis. Saya rasa saya lebih memilih untuk minum Prenagen Juice saja untuk mempersiapkan kehamilan. Apalagi bentuk dan rasanya berbeda dengan susu. Jadi buat yang sudah minum susu di rumah tetap bisa ngemil Prenagen Juice. Sebab ini sama sekali bukan pengganti susu. Walaupun sama-sama mengandung asam folat.


Sekarang rutin minum Prenagen Juice untuk meningkatkan kesuburan. Siapa tahu dengan meminum ini saya menjadi lebih subur dan bisa lebih cepat hamil dan mendapatkan momongan.

Minum Prenagen Juice Sambil Ngeblog

Honeylizious.com – Kalau dulu saya harus bikin minuman dingin dulu sebelum ngeblog. Letakkan di daerah yang gampang dijangkau. Sebab kalau terlalu jauh repot juga mengambilnya. Tapi yang menyebalkan adalah saya suka lupa kalau saya sudah menyiapkan minuman. Sehingga suka bergerak terlalu lincah saat ngeblog dan tak jarang minuman yang saya buat tumpah. Untung hanya membasahi lantai bukan komputer yang saya gunakan.

Paling buruk yang saya kenai minuman manis itu adalah papan ketik favorit saya ini. Sehingga akhirnya saya lebih suka tidak membuat minuman apa-apa ketika ngeblog. Kalau haus minum dulu atau ngeblog dulu, nanti saat harus baru ke dapur untuk mengambil minuman. Biasanya saya harus membuat minuman berupa segelas sirup dingin supaya ngeblognya tetap semangat. Tapi saya sendiri tak tahu kandungan nutrisi di dalam minuman yang saya teguk tersebut. Padahal bisa saja tak ada nutrisinya selain gula dan mineral.

Namun sekarang saya punya minuman yang sangat praktis buat ngeblog. Tidak takut tumpah. Bahkan saat botolnya tersenggol tetap aman. Yang penting ditutup rapat saja. Saya punya cemilan sehat buat ngeblog. Prenagen Juice. Mengandung asam folat dan vitamin C yang tinggi. Cocok buat ibu hamil atau ibu yang sedang merencanakan kehamilan seperti saya.

Jadi sekarang cemilan untuk ngeblognya sehat dari Prenagen Juice. Menghilangkan haus dan rasanya nikmat banget. Apalagi kalau diminum saat dingin. Tak perlu repot-repot membuat jus lagi di rumah. Soalnya kalau sudah keasyikan ngeblog pengennya minum yang praktis-praktis. Apalagi kalau di depan komputer, tak ingin pekerjaan kota tertunda gara-gara ada minuman yang membasahi komputer bukan?


Walaupun bukan pengganti susu dan sama sekali bukan susu, kandungan asam folat dan vitamin C-nya tinggi dan bermanfaat buat kita. Yuk ngemilnya Prenagen Juice aja!

Matang Suri (Matang Terap)


Honeylizious.com – Desa Matang Terap atau yang lebih sering disebut orang Matang Suri khusus untuk lokasi yang berada di pasar. Kalau Matang yang lebih jauh dari pasar baru disebut Matang Terap. Padahal di papan toko jelas tertulis nama desanya sebagai Desa Matang Terap. Tapi tetap saja disebut sebagai Matang Suri.

Di Pasar Matang Suri yang paling dominan memang orang Tionghoa yang membuka toko. Hampir semua toko milik orang Tionghoa. Termasuk di pasar sayur. Apalagi pasar daging babi. Semuanya pasti orang Tionghoa. Di Matang Suri memang ada pasar khusus menjual daging babi. Berbeda dengan desa yang lain. Kebanyakan pedagang yang menjual daging babi adalah pedagang keliling dari desa ke desa, bukan yang membuka lapak seperti yang di Matang Suri.

Setiap hari lapak daging babi ini selalu buka. Jarang sekali tutup. Setiap harinya mereka memotong satu sampai dua ekor babi. Bahkan lebih. Soal harga karena tak pernah membelinya saya kurang tahu. Banyak orang Tionghoa yang datang ke pasar ini untuk membeli daging babi yang bisa dijadikan lauk atau dibuat minyak babi. Yap! Pembuatan minyak babi adalah dengan mengambil lemak pada daging babi yang saat dipanaskan akan berubah menjadi minyak.

Di Matang Suri ini pemilik ruko yang berada di pinggir jalan negara hampir semuanya Tionghoa kecuali rumah kami. Sebab orang tua saya membeli ruko milik seorang Tionghoa dan hingga sekarang menempatinya. Bangunannya juga masih tak banyak berubah. Masih terlihat seperti ruko orang Tionghoa pada umumnya. Rumah kami usianya sudah 42 tahun, 2014 nanti. Berdiri sejak tahun 1961. Bahkan lebih tua dari ibu saya.

Di rumah ini saya belajar paling banyak mengenai bahasa Tionghoa karena banyak anak tetangga yang seumuran dengan saya yang kurang lancar bahasa melayu dan bahasa Indonesianya. Sehingga mau tak mau kami berkomunikasi dalam bahasa Tionghoa. Di Jawai, mayoritas menggunakan bahasa khek.


Jika ada waktu, teman-teman mampir dong ke sini. Ke Matang Suri.

Jawai Selatan


Honeylizious.com – Jawai Selatan adalah kecamatan baru di Jawai. Pemekaran dan dinamai dengan Jawai Selatan. Dulunya hanya Jawai. Sekarang memisahkan diri dengan Jawai yang ibukota kecamatannya adalah Sentebang.

Saya ingat betul waktu Kecamatan Jawai mengalami pemekaran. Mau tak mau saya harus membuat KTP baru karena KTP saya tak bisa lagi digunakan. Padahal masa aktif KTP-nya masih beberapa tahun lagi baru habis. Di Jawai Selatan inilah orang tua saya tinggal dan menua. Tanpa saya berada di sisi mereka. Hanya bisa sesekali pulang dan menemui mereka.

Harapan saya sih suatu hari nanti bisa membawa mereka untuk hidup di Pontianak bersama kami. Sehingga masa tua mereka bisa dinikmati hingga akhir hayatnya di tengah keluarga dan anak-anaknya. Apalagi adik-adik saya masih ada dua yang masih kecil. Kadang tak tega melihat ibu saya harus mengurus mereka. Ingin kembali menjaga mereka seperti saat dulu mereka masih bayi.


Jawai Selatan...

Ramayadi


Honeylizious.com – Saya sendiri tak ingat dengan jelas apakah saya pernah ke desa ini atau belum. Rasanya sih memang belum. Desa ini tak begitu juah dari rumah orang tua saya. Tapi karena di sini tak ada sanak keluarga jadinya kami tidak pernah mendatanginya. Kalau orang tua saya sih saya rasa sudah pernah ke sana.

Mak De, istrinya Pak De rasanya sudah pernah ke sana. Dulunya desa ini didominasi oleh satu etnis yang sekarang sudah tak ada lagi di Jawai. Sampai sekarang saya tak bisa menggambarkan keadaan Desa Ramayadi. Sebab untuk datang ke sana harus melewati jalanan menuju Pantai Ramayadi. Jadi desanya tidak berada di jalan umum yang biasanya saya lewati untuk datang ke rumah.


Berarti suatu saat saya harus datang ke sini bersama suami.

Sentebang


Honeylizious.com – Desa Sentebang pernah menjadi primadona. Sebab desa ini adalah kecamatan. Sehingga desa yang paling maju ya Sentebang ini. Apalagi PLN ada di sini lebih dulu dibandingkan desa yang lain. Saat desa yang lain masih belum ada listriknya, Desa Sentebang sudah terang-benderang. Bahkan di sinilah letak pabrik es Jawai terbesar.

Desa yang listriknya selalu menyala dan tak pernah mati lampu secara bergilir. Kalaupun terjadi pemadaman dapat dipastikan karena ada mesin yang rusak atau kejadian tak terduga dan itu sangat jarang. Setahun sekali juga jarang.

Satu paman saya kecantol dengan perempuan dari Sentebang. Pak De saya, sekarang sudah punya tiga anak. Perempuan yang dia nikahi saya panggil dengan Mak De. Aturannya memang demikian. Panggilan istri menyesuaikan panggilan suami kalau di keluarga suami. Begitu sebaliknya. Karena Mak De panggilannya Mak Su di keluarganya, Pak De ikut dipanggil Pak Su oleh anggota keluarga Mak De.

Saya waktu itu masih sangat kecil waktu masih sering main ke Sentebang. Saya bahkan punya orang tua angkat di sana. Masih sanak familinya Mak De juga. Sampai sekarang setiap ke Sentebang dan bertemu dengan Mak Surya dan Pak Inan saya tetap menganggap mereka sebagai orang tua saya.


Sentebang tunggu aku kembali.

Bakau


Honeylizious.com – Tak banyak yang tahu saya lahir di sebuah desa kecil di Jawai. Kebanyakan orang berpikir bahwa Bakau yang tertera di KTP sekarang e-KTP saya adalah Bakau yang ada di Mempawah. Padahal itu sama sekali bukan Bakau yang dimaksud. Saya lahir di Bakau, sebuah desa yang ada di Jawai. Jaraknya dari rumah orang tua saya 10km.

Di rumah Uwan dan Aki yang sebelumnya tinggal di Parit Setia. Lalu beberapa tahun setelah tinggal di Parit Setia mereka memutuskan untuk pindah ke Bakau. Akhirnya di desa inilah kami, cucu-cucunya lahir ke dunia. Ada pula yang lahir di Sentebang, desa tetangga yang tak seberapa jauh dari rumah Uwan.

Kakak Sulung saya dan saya memang lahir di Bakau. Di rumah Uwan. Bidan dipanggil ke rumah untuk membantu proses persalinan. Saya sendiri dilahirkan tengah malam buta. Saat kedua bibi saya yang masih remaja ingin pergi menonton pertunjukan musik kampung namun batal. Sebab mereka diminta mengangkut air untuk membantu proses persalinan.


Bakau, tak akan pernah terlupakan nama desa tersebut. Sebab sampai saya meninggal nanti tetap akan abadi menjadi tempat saya dilahirkan dan dibesarkan.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design