16 Desember 2013

Jadilah Penulis yang Hebat atau Penulis yang Berbeda


Honeylizious.com – Barangkali setiap pembaca yang mampir ke blog ini akan merasakan hal yang sama. Bahwa apa yang saya tuliskan adalah hal yang biasa. Hal sehari-hari yang teman-teman juga bisa mengalaminya. Bahkan cara menulis saya juga tidak seperti kebanyakan penulis lain yang bisa menghasilkan rangkaian kata dengan indahnya. Penuh dengan kalimat pekat yang akan membuat teman-teman terkagum-kagum.

Saya sudah pasti bukan penulis semacam itu. Sebab saya menulis hanya dengan harapan orang bisa menikmatinya. Siapa saja, bukan hanya anak-anak sastra atau orang yang sudah terbiasa dengan bahasa yang gelap dan pekat. Bahasa saya cair. Saya suka menyebutnya demikian. Karena saya yakin anak SMP yang baca tulisan ini juga akan paham dengan informasi yang ingin saya sampaikan.

Saya tak punya kosakata dan diksi yang mendayu-dayu. Hanya seorang penulis biasa yang suka menulis. Tetapi alih-alih menjadi seorang penulis yang hebat saya lebih suka menjadi seorang penulis yang berbeda. Misalnya dengan menghadirkan tulisan di blog ini setiap hari. Kebanyakan orang barangkali lebih memilih menulis sedikit dengan mengatakan 'saya lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas'. Ada pula yang mengatakan lebih baik menulis sebulan sekali dengan mengendapkan idenya lebih lama di kepala. Membuat revisi berulang-ulang barulah memostingnya di blog.

Kalau melihat dari jumlah postingan di blog ini dalam waktu kurang dari tiga tahun teman-teman sudah pasti bisa menebak saya bukan penulis yang seperti itu. Menjadi penulis yang hebat memang impian semua orang. Walaupun kita sendiri tak tahu dengan pasti ukuran hebat itu sebenarnya seperti apa. Dibandingkan bingung mendefinisikan yang namanya hebat saya lebih memilih menjadi penulis yang berbeda.


Menjadi blogger yang berbeda dengan blogger lainnya. :)

#Hijab Motif Olive


Honeylizious.com – Waktu membeli hijab atau jilbab beberapa waktu yang lalu saya sebenarnya tak menyadari bahwa motif di jilbab tersebut adalah gambar Olive. Pacarnya Popeye. Saya kebetulan suka dengan bagian pinggirnya yang memang lucu. Jadi saat dikenakan seakan-akan sedang mengenakan dua kerudung. Lebar dan panjangnya juga pas sekali. Menutup hingga dada. Warnanya juga cocok dengan kulit saya.

Walaupun ternyata baru satu kali pakai sudah ada yang berminat untuk memilikinya. Sebenarnya saya suka-suka aja mengenakan jilbab dan memotret wajah saya saat mengenakan jilbab tersebut. Ternyata ada yang naksir berat dengan jilbabnya. Karena naksir dengan yang baru saya pakai itu ya sudah akan saya jual saya kepada beliau. Toh saya masih punya banyak jilbab yang lain.

Jualan jilbab bukan hal yang baru buat saya. Dulunya saya suka sekali menjahit pinggiran jilbab paris dan menjualnya dengan harga lebih tinggi dari yang ada di pasaran sebab sudah saya buat desain sendiri yang tentu saja tidak pasaran. Sekarang mulai terpikir lagi buat dagang jilbab sambilan siaran dan menulis di rumah. Bukan hal yang sulit sih sebab sekarang bisa berdagang sambil online di rumah.


Sekarang sedang menunggu jilbab lain yang saya pesan dengan seorang teman dan akan segera dikirimkan. Mudah-mudahan dua tiga hari sudah sampai di sini dan bisa saya pajang di instagram dan blog. Kalau kebetulan ada yang suka tinggal jual saja dan beli lagi yang baru. :)

What You Pay Is What You Get


Honeylizious.com – Barangkali banyak yang akan mengatakan betapa gilanya menulis setiap hari tanpa dibayar dan jumlahnya sekarang bukan satu lagi, melainkan 12. Selusin tulisan yang saya hadirkan di blog ini setiap hari selama bulan Desember 2013 dan akan selesai tantangan ini dipenghujung tahun. Saat tahun 2014 nanti saya akan menulis dengan lebih normal, satu atau dua artikel setiap hari. Kalau memang sedang banyak hal yang ingin dibagikan barangkali akan menulis lebih banyak. Bergantung apa yang ingin saya tuliskan hari itu.

Namun memang sejak awal saya tidak menulis untuk mengejar uang. Saya hanya suka menulis. Uang adalah bonus yang kemudian saya dapatkan di belakang. Kemudian tanpa saya sadari ternyata usaha keras saya menulis belasan artikel setiap hari akan terbayar. Ada yang menyadari bahwa saya menulis sekian banyak dan bisa menyelesaikannya dalam waktu lebih singkat dari orang lain. Awalnya memang saya kesulitan menulis cepat. Apalagi mengetik menggunakan beberapa jemari saja bukan hal yang mudah untuk mengetik cepat.


Sekarang banyak orang yang ingin saya menulis untuk mereka. Dibayar pula. Ternyata benar pepatah yang mengatakan bahwa 'kita akan mendapatkan sesuai dengan yang kita bayar'. Saya berusaha sekeras mungkin untuk menulis lebih banyak setiap hari dan sekarang saya akan menerima manfaat dari semua yang sudah saya lakukan. Tuhan tidak pernah tidur dan kadang kita tidak pernah menyangka dari mana Dia akan memberikan rezeki untuk kita.

Membumbui Ayam Goreng


Honeylizious.com – Membeli ayam segar biasanya saya lebih memilih bagian dada. Suami suka soalnya. Belinya sih tak banyak. Paling satu kilo dan itu bisa buat persediakan dua sampai tiga hari. Untuk bumbunya saya paling suka menggunakan bumbu racik instant yang tinggal dimasukkan dalam air rebusan ayam. Satu bungkus bisa buat semua ayam yang saya beli itu.

Potong-potong, cuci, lalu rebus dengan bumbu sampai airnya tinggal sedikit. Setelah itu ayam yang tadinya dibumbui dengan bumbu racik ayam goreng saya masukkan dalam kulkas di bagian bawah kulkas yang bertepatan dengan bawah freezer. Setelah itu saat akan memasaknya menjadi ayam goreng tinggal panaskan minyak lalu goreng deh.

Sangat gampang dan tidak ribet menyediakan ayam goreng buat teman makan nasi suami. Apalagi sekarang masak nasi tinggal colok. Masak sayurnya juga yang gampang. Tinggal tumis. Lauknya digoreng. Sederhana tapi untungnya suami tidak ribet soal makanan. Paling sih jangan ikan yang dia tidak suka. Dia tak begitu suka ikan. Kalau ada ikan yang dia suka ya ikan nila itu. Rencananya akan berburu ikan nila di Pasar Flamboyan yang harganya jauh lebih murah.


Untuk bocoran nih ya, harga ikan nila segar yang masih hidup di Pasar Flamboyan hanya Rp25.000/kg-nya dan yang sudah tidak hidup tapi masih segar juga Rp18.000/kg. Murah bukan? Padahal di Pasar Dahlia Sungai Jawai harganya mencapai Rp30.000/kg. Hidup atau mati.

Serawe Durian


Honeylizious.com – Sebenarnya saya sudah pernah menceritakan tentang nasi ketan yang ditemani dengan kuah santan ini. Namun ada campuran yang bisa kita masukkan dalam kuah santan tersebut. Yaitu durian. Pasti penyuka durian akan senang sekali makan serawe ini. Serawe itu, mengingatkan kembali, adalah nasi ketan yang diberi kuah santan.

Waktu tinggal di rumah Uwan, beliau sering membuat Serawe saat ada buah durian atau saat tak ada panganan di rumah. Sebab buah durian yang dibeli biasanya tidak banyak. Untuk membaginya rata ya dengan memasukkannya dalam kuah kolak atau kuah Serawe seperti ini. Sehingga semua orang bisa kebagian rasa duriannya walaupun tak banyak daging durian yang di dapat dalam satu mangkok.

Saat menuliskan ini saya jadi kepengen makan durian. Hahaha...

Nah kalau Serawe yang ini saya makan di rumah Mak Dare, mertua tercinta yang tak diragukan lagi kemampuan memasaknya. Selera makan saya memang mudah ketebak. Ibu mertua tahu saja saya akan suka dengan makanan yang satu ini. Sebab saya tinggal dengan nenek sejak kecil dan kebanyakan yang tahu resep makanan ini memang orang tua jaman dulu.

Membuatnya juga mudah kok. Nasi ketan ditanak hingga menjadi nasi. Beras ketan yang digunakan juga tak mesti beras ketan putih. Kalau di rumah memang ada ketan hitam juga bisa digunakan. Lalu masak santan dengan daun pandan, kalau punya durian bisa dijadikan teman buat kuah santannya. Jangan lupa saat sudah hampir matang campurkan gula secukupnya. Bisa gula tebu atau gula merah. Kalau di rumah nenek menggunakan gula merah yang memang harganya lebih murah di kampung. Jadi lebih hemat biaya.


Cara memakannya lebih gampang lagi. Masukkan nasi Serawe di dalam mangkuk lalu kuahnya di mangkuk yang lain. Nanti kuahnya bisa dicedok dan dimasukkan dalam mangkuk nasi sesuai selera kita. Mau sebanyak apa kuahnya. Siap disantap.

Capcay Saori Saus Tiram


Honeylizious.com – Sayuran di rumah memang tak banyak variasinya. Baby corn, buncis, brokoli, dan kadang ada kembang kol. Cara memasaknya juga kurang lebih sama. Ditumis dan dicampurkan semuanya serba sedikit untuk mencapai dua porsi. Suami suka sih memang dengan sayuran tersebut. Tapi takut juga kalau suami bosan dengan masakan sayurnya. Jadinya beberapa waktu lalu membeli Saori Saus Tiram untuk memberikan rasa yang berbeda pada sayuran tumis tersebut.

Ternyata memang hasilnya jadi beda. Bukan seperti tumisan biasanya. Memasak satu mangkok dan habis untuk satu kali makan. Ternyata begini rasanya saat memasak dan dihargai dengan dihabiskan. Senang sekali. Apalagi saat melihat suami dengan lahapnya makan sayap ayam goreng yang saya masak. Walaupun dia terlihat kelelahan tetapi dia makan dengan bersemangat sampai semua sayap ayam dan nasinya habis.

Untungnya sekarang tidak seribet jaman dulu kalau ingin memasak. Banyak bumbu yang dijual sudah dihaluskan dan diberi label itu bumbu untuk apa. Sehingga tak ada cerita deh menelpon ibu atau ibu mertua hanya untuk menanyakan bumbu untuk ayam. Apalagi buat ibu-ibu baru yang ingin memasak lebih praktis. Tidak perlu tumbuk sana-sini.

Membuat capcaynya juga sangat mudah. Saya hanya menggunakan sayuran yang ada, dipotong-potong sesuai selera. Bawang putih cincang, bawang merah iris, dan bumbu jamur atau masako rasa sapi, kalau suka bisa menggunakan Saori Saus Tiram. Tumis bumbu dan saat sudah harum masukan sayuran dan tambahkan sedikit air. Baru masukkan Saori Saus Tiram. Jangan masak sampai lembek sayurnya. Lima menit dalam air mendidih lalu angkat.


Selamat mencoba.

Resep di Balik Kemasan


Honeylizious.com – Memasak sekarang tentunya sudah bukan hal yang aneh lagi buat saya lakukan setiap hari. Berbeda dengan sebelum menikah, saya selalu membeli makan siang dan makan malam di warung terdekat. Sekarang semuanya dimasak di rumah bersama suami. Kalau kebetulan yang saya masak adalah lauk favoritnya dia akan membantu dengan semangat.

Kemarin suami memilih tepung bumbu untuk ayam goreng dan ternyata ada resep memasak di belakang kemasan tersebut. Bahannya juga ada di rumah. Jadinya saya memutuskan untuk membuat sesuai dengan resep yang ada di belakang kemasan. Bakso goreng ayam. Bumbunya juga tak banyak. Sebenarnya yang dibutuhkan adalah daging ayam yang masih segar, daun bawang, dan tepung bumbu tersebut.

Karena daging ayamnya sudah terlanjur saya rebus dengan bumbu mau tak mau saya menambahkan telur supaya tepung bumbunya bisa lebih nempel pada daging ayam yang sudah matang itu yang sudah saya cincang. Daun bawang diiris kecil. Lalu daun bawang dan daging ayam saya campur dengan kocokan telur. Baru saya beri tepung.


Sebenarnya adonan ingin saya bentuk menjadi adonan bulat tetapi karena suami sudah tak sabar ingin makan jadinya saya buat mirip dengan perkedel atau bakwan kali ya? Langsung digoreng begitu saja dan digoreng hingga kecoklatan. Ternyata rasanya enak dan suami suka sekali makan perkedel ayam itu dengan cocolan sambal botolan. Alhamdulillah...

Kelelahan


Honeylizious.com – Selama ini memang saya sudah memikirkan untuk tidak mengambil jadwal siaran terlalu banyak setelah menikah. Berusaha menjaga kesehatan tubuh dan beristirahat lebih banyak. Namun dasar tubuh saya kurang kuat untuk diajak beraktivitas terlalu sibuk di luar rumah dan terlalu banyak bepergian, akhirnya saya drop. Saya kelelahan dan sakit kepala berkepanjangan.

Hari ini saya menghabiskan sekian jam dari sore hingga hampir tengah malam hanya untuk tidur. Tak ada kepikiran lagi buat makan atau minum. Benar-benar ingin istirahat saja. Kalau sudah begini saya bingung apa yang seharusnya saya lalukan supaya tidak terlalu lelah lagi. Saya hanya mendapat jadwal 3 kali dalam seminggu untuk bersiaran dan itu sudah maksimal buat saya yang sekarang bertugas sebagai istri di rumah.

Mendapat permintaan untuk menggantikan satu kali saja perut saya langsung bereaksi. Saya diare. Padahal saya tidak salah makan atau apa. Tetapi saya paham sekali kalau sudah kelelahan. Migrain. Mengantuk. Diare. Flu. Itu adalah hal-hal yang akan saya alami selanjutnya jika kelelahan. Berbeda dengan kelelahan saat menulis. Karena di rumah kelelahannya tak akan terasa seperti kelelahan berkegiatan di luar rumah.


Sampai-sampai dapat dilihat di blog ini saya keteteran menulis. Padahal tantangannya tinggal dua mingguan lagi. Job menulis juga sudah menunggu untuk dikerjakan. Saya butuh istirahat dan ingin menulis saja di dalam rumah. 

Paling Keteteran


Honeylizious.com – Dari banyak bulan tantangan yang saya jalani memang ada banyak yang keteteran. Paling keteteran memang bulan ini. Kesibukan menulis dan mengurus rumah tangga adalah dua hal yang tak bisa saya tinggalkan. Sama-sama penting dan saya tak ingin kalah pada tantangan yang saya buat sendiri. Namun mengurus rumah adalah sesuatu yang tak bisa saya tinggalkan. Jadinya saya harus menjalani keduanya sekaligus.

Jadinya banyak hari yang bolong-bolong. Maksudnya bolong-bolong sih tulisannya tidak genap 12 jumlahnya. Jadinya dihari yang lain harus diisi kekurangannya atau saya akan kalah dengan diri saya sendiri yang sebelumnya sudah menyelesaikan tantangan 11 postingan selama November lalu. Padahal November itu saya sibuk bulan madu bersama suami dan juga ikut lomba. Ternyata saya bisa menyelesaikan banyak postingan buat blog. Walaupun tak sedikit yang mau tak mau saya isi dengan postingan berbentuk foto saja.

Bulan Desember ini ingin memperbaiki diri dengan mengisi blog dengan lebih banyak tulisan. Tak peduli pendek atau panjang. Tetap harus diisi dengan tulisan. Cuma ya itu, menuliskan lebih dari belasan ide dalam satu hari juga bukan hal yang mudah. Namun di sinilah tantangannya. Bagaimana saya menyelesaikan semua tantangan tersebut dan pada hari terakhir nanti bisa mengatakan bahwa saya sudah menyelesaikan semua tulisan yang dibutuhkan untuk tantangan tersebut.


Sampai hari ini masih terus menyemangati diri sendiri. Untung ada tambahan semangat dari suami yang setia mendampingi.

Telur Dadar Istimewa


Honeylizious.com – Sejak kecil saya melihat Uwan (nenek saya) membuat telur dadar dengan cara yang sama. Memotong bawang merah dan putih. Lalu dimasukkan dalam telur yang sudah beri sedikit garam. Lalu dikocok sebentar baru digoreng.

Bedanya telur mata sapi dan telur dadar adalah hasil akhirnya. Di rumah Uwan memang lebih sering membuat telur dadar dibandingkan telur mata sapi. Sebab dengan dua atau tiga telur yang dibuat menjadi telur dadar bisa dibagikan ke banyak anggota keluarga. Jadi lebih hemat. Kalau ada ikan teri biasanya Uwan juga menggunakan ikan teri saat membuat telur dadar. Telur yang digunakan ya telur ayam biasa.

Sekarang saya sendiri menjadi koki di rumah. Karena tak tahu akan masak apa lagi dan ayam yang biasanya sudah saya bumbui habis. Tinggal stok telur yang masih banyak. Jadi saya kadang membuat telur mata sapi atau telur dadar. Kalau sedang ingin membuat telur berkuah ya telur dimasak dengan kuah kecap.

Dulu saya juga selalu membuat telur dadar sesuai dengan resep Uwan. Bawang putih, bawang merah, dan garam. Cukup sebagai bumbunya. Sekarang sudah berubah. Sebab suami penyuka bawang bombay. Jadi saya membuat telur dadar yang lebih istimewa. Tak ada bawang merah dan bawang putihnya. Melainkan bawang bombay yang saya gunakan untuk campuran telur dadarnya. Biasa saya campurkan sedikit masako atau bumbu jamur yang gurih.


Setelah dikocok sebentar, telurnya langsung digoreng. Praktis dan lebih enak dibandingkan telur dadar biasa yang saya buat.

Bakso Ayam


Honeylizious.com – Beberapa hari yang lalu membeli sekantong bakso ayam yang sudah beku di sebuah swalayan yang memang isinya banyak daging dan barang olahan dari daging. Baik yang di daratan maupun dari lautan. Karena kami berdua, saya dan suami, suka sekali mencoba makanan baru yang dijual di sana. Akhirnya satu persatu bakso yang dijual itu kami beli sekantong. Hampir setiap minggu ada makanan baru yang kami bawa pulang.

Dan minggu ini kulkas diisi dengan bakso ayam. Setelah sebelumnya bakso udang dan kepiting yang kami beli. Harganya saya lupa. Hanya membeli sekitar 500gram. Kemudian digunakan untuk masak mie atau digoreng begitu saja. Dari banyak bakso yang sudah kami cicipi suami ternyata paling suka bakso ayam.

Setiap dia lapar dan ingin ganjel perutnya dengan sesuatu dia akan mengambil sebungkus mie instant lalu memasaknya dengan bakso ayam. Kebetulan kalau saya sedang menulis dia tak akan mengganggu dan akan menyiapkan makanannya sendiri di sore atau malam hari setelah melewati jadwal makan.


Saya sendiri suka makan bakso ayam yang digoreng dan dimakan dengan sepiring nasi hangat. Itu juga kalau sedang tak ada cemilan dan saya lapar ingin mengunyah sesuatu. Hehehe...

Mari Membayar Hutang


Honeylizious.com – Membuat banyak postingan dalam satu hari demi menyelesaikan perhutang-piutangan yang terjadi di dalam blog memang sesuatu hal yang harus dipaksa pada diri sendiri. Sebab kalau hutang artikelnya numpuk itu rasanya suka kepikiran. Saat selesai ada rasa lega sudah memenuhi kekurangan tulisan pada hari sebelumnya.

Mengetik cepat harus dilakukan. Memundurkan tanggal postingan tersebut dibuat. Lalu menerbitkannya sebagai tulisan adalah rutinitas sejak Mei kemarin. Berbeda dengan Maret dan April. Tiga empat postingan sehari ternyata hal yang cukup ringan. Sebab saya bisa menyediakan banyak draft sebagai persediaan kalau-kalau saya tak punya waktu untuk menulis atau jatuh sakit.

Saat meningkat menjadi 5 postingan sehari barulah terasa tantangan yang sebenarnya. Menuliskan 5-12 postingan sehari adalah hal yang membuat saya belajar menulis lebih keras setiap hari. Saya benar-benar menulis setiap hari. Berbeda dengan bulan Maret dan April. Saya menulis sehari buat dua tiga hari ke depan dan besok lusanya kadang libur menulis.



Karena ada hari-hari yang keteteran. Saya harus ekstra menulisnya. Bukan hanya 12 postingan sehari, melainkan 20 bahkan pernah sampai 30 postingan hanya untuk membayar hutang postingan di blog. Semakin mendekati akhir semakin bersemangat untuk menyelesaikannya.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design