9 Desember 2013

Bersabar...


Jika kita tak mampu bersyukur di dalam musibah, bersabarlah.


Rohani Syawaliah, 27 tahun, teringat kecelakaan Bintaro.

Ternyata Dia


Honeylizious.com – Dulu, beberapa tahun, beberapa bulan, kita mungkin masih sendiri. Belum menjadi istri atau suami seseorang. Kemudian saat galau itu berakhir dan kemudian kita dipersunting atau mempersunting orang yang akhirnya menjadi pasangan kita apakah kita kemudian berpikir 'oh ternyata dia jodoh saya?'.

Desember Hampir Berakhir


Tinggal 3 mingguan lagi dan tantangan menulis ini selesai.


Rohani Syawaliah, 27 tahun, terseok-seok menulis 12 postingan setiap hari selama bulan Desember.

Suara Dengkuranmu


Suatu hari saya akan sangat merindukan dengkuranmu, jadi saat sekarang masih bisa mendengarnya dengan jelas, akan saya nikmati dengan senang.


Rohani Syawaliah, 27 tahun, suaminya selalu mendengkur saat tidur, sama dengan dirinya.

Banyaknya Lomba


Setelah blogwalking baru saya sadari bahwa banyak sekali lomba di luar sana yang siap untuk diburu.

Rohani Syawaliah, 27 tahun, hidup dari hadiah lomba.

Terseok-Seok


Honeylizious.com – Menyebalkannya menunda melanjutkan tulisan fiksi yang bersambung di blog adalah suka bingung sebenarnya arahnya sebelum cerita itu terhenti sejenak mau dibawa ke mana. Sebab memang saya sendiri jarang menuliskan kerangka karangan. Pernah membuat kerangka karangan sebelum menulis tapi pada akhirnya ceritanya berbeda sekali dengan kerangka yang saya buat.


Jadinya dua cerbung yang sekarang saya tulis menjadi terseok-seok. Tulisan pun masih belum begitu bagus. Untungnya saya cukup percaya diri untuk terus menulis di blog ini.

Galaxy Express (Bagian 10)


Rita berdiri di luar toko. Celemeknya belum dia kenakan. Wajahnya keruh. Aku yang sedang menangis menghapus air mataku. Berusaha menyembunyikan air mataku sendiri. Dia yang tadinya menatapku dingin sekarang menarik tanganku dan memelukku erat.

Kamu kenapa, Sofia?”

Sisca...” hanya nama itu yang bisa aku sebut tanpa bisa aku jelaskan lebih banyak pada Rita.

Ya sudah kita hari ini libur saja. Kita habiskan waktu di luar buat bersenang-senang.”

Aku mengaduk es jeruk yang berdiri di depanku. Tinggal setengah dan es batu di dalamnya sudah mulai mencair. Agak tawar sekarang rasanya. Sedang gelas minum Rita sudah habis sejak tadi.

Dia mengatakan padaku dia menyukai orang lain.”

Orang lain?”

Aku berusaha menunjukkan wajah terkejut walaupun sebenarnya aku sudah menebak hari ini akan benar-benar datang. Saat Rita akan mengetahui semuanya sedang aku belum siap untuk menjelaskannya.

Kamu tak ingin mengatakannya dengan jujur padaku, Sofi?”

Rita membuat segalanya jadi serba salah. Dia menunjukkan wajahnya yang manis itu dan menanyakan pertanyaan yang tak pernah aku sangka akan datang secepat ini.

Iya, dia memang mengatakan tentang perasaannya padaku. Dia bilang dia mencintaiku.”

Aku mengakuinya dengan rasa bersalah. Harusnya aku memang mengatakannya sejak awal. Sebelum Rita menyatakan perasaannya pada laki-laki itu.

Selama ini kita selalu membagi semuanya berdua. Tak pernah ada rahasia di antara kita Sofia. Sekarang aku bingung apakah aku harus tetap percaya padamu atau lebih baik kita tak usah bertemu lagi?”

Persahabatan kita adalah segalanya buatku Rita, makanya aku tak mengatakannya padamu. Toh aku tak berniat mengambil Renno darimu.”

Dia bukan milikku, Sofia. Siapa pun boleh mencintainya.”


Rita bangkit setelah meninggalkan beberapa lembar uang di meja. Aku juga tertinggal di sini. Bingung harus ke mana.

Bunuh (2)


TIDAKKKK!”

Tubuh Rhea terguncang hebat. Keringatnya membasahi pakaian yang dia kenakan. Aku bisa melihat keringat itu keluar dari pori-pori di keningnya yang putih. Bulu-bulu halus di wajahnya juga banjir oleh keringat. Aku mendekap kepalanya di dadaku. Perlahan dia membuka matanya. Mata kami saling menatap dalam terang.

Aku bermimpi buruk lagi.”

Dia terisak. Aku menyeringai. Aku sudah menebak itu. Dia selalu mengalami mimpi buruk. Sedang aku menikmati ketakutan yang dia keluarkan setiap kali mimpi-mimpi itu muncul di dalam tidurnya. Aku sendiri tak pernah memimpikan hari naas itu. Aku mencoba mengingatnya dan memasukkannya ke dalam mimpi. Walaupun aku mengingatnya dengan sangat jelas. Tetap saja tak ada yang bisa aku mimpikan.

Gelap akan melindungimu.”

Aku takut.”

Tenang.”

Aku bergerak mendekati dinding lalu mematikan semua lampu di dalam kamar. Dalam kegelapan aku tetap tak kesulitan menemukan Rhea yang terbungkus selimut dengan tubuh bergetar. Getarannya masih sama seperti saat teriakan-teriakan bunuh itu terdengar. Gelap seperti ini menyenangkan.

Aku takut.”

Tenanglah. Ada aku di sini.”

Mereka akan datang membunuh kita Claudia.”

Tidak akan, mereka tak berani Rhea.”

Kegelapan menakutkan.”

Nikmatilah Rhea.”

Percayalah, kegelapan ini yang melindungi kita.”

Aku tidur dengan sangat nyenyak di dalam kegelapan ini hingga matahari yang terang membangunkanku. Dia menjamahku dengan cahaya yang menelusup lewat tirai jendela yang tertiup angin. Ah seharusnya jendela jangan ke arah timur. Selesai sudah bercintaku dengan semua kegelapan tadi malam. Aku tak menemukan Rhe di sampingku. Perlahan aku turun dari tempat tidur dan membuka pintu kamar.

Kakiku yang baru saja menginjak lantai di luar kamar terasa dingin. Basah dan lengket. Aku menunduk dan memperhatikan telapak kakiku yang tergenang cairan berwarna merah. Seringaianku muncul tanpa aku minta. Mereka sudah datang. Mereka datang lagi menjemput nyawa-nyawa yang tak berlindung dalam kegelapan.

Rhea?”

Aku menemukannya terisak di lantai. Memegangi tangan kakak perempuannya yang sudah tak bernyawa.

Dia mati Claudia! Dia mati!”

Setiap yang hidup sudah pasti mati Rhea.”

Mereka membunuhnya.”


Aku tersenyum. Menyeringai. Mereka mendengar ketakutan di dalam kamar yang terang. Mereka membiarkanku yang berada di dalam kegelapan bersama Rhea.

Hey Lomba Menulis Novel 'Home Sweet Home'


Honeylizious.com – Sekarang kayaknya ada kesiapan menjelang kekalahan saat mengikuti lomba. Apalagi lomba novel. Kadang kalau ingat dengan novel yang beberapa biji tak saya selesaikan dan akhirnya selesai menjadi cerbung di blog, jadinya saya merasa bahwa motivasi menulis novel fiksi saya sekarang tak sekuat dulu. Sebab ngeblog memang tak melulu soal fiksi. Karena itu saya butuh lomba lagi buat menyelesaikan tulisan-tulisan tersebut. Eh ada lomba yang 'Honeylizious Banget' pokoknya. Ini dia lombanya.

Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, terkadang kita dihadapkan pada pilihan untuk melangkah dan meninggalkan apa yang selama ini kita miliki. Kita memang tidak pernah tahu apa yang akan kita hadapi nanti, tapi jika tetap bertahan, maka hidup akan selalu sama entah sampai kapan.

Merantau dan traveling adalah pilihan yang sudah sangat lazim untuk menemukan sesuatu yang berbeda. Kita tidak pernah tahu seberapa lama kita akan merantau atau sejauh apa kita akan menghabiskan waktu untuk traveling.

Setelah pergi begitu lama dan begitu jauh, akan ada saat kita merindukan rumah. And it’s time to come back home. Bertemu kembali dengan orang-orang yang kita rindukan, melihat rumah tempat kita dibesarkan, menghirup udara yang tidak lagi sama seperti sekian waktu lalu.

Nah, tema “kembali” inilah yang akan diangkat dalam lomba novel Home Sweet Home. Silakan menonjolkan 2 poin di sini, yaitu kehidupan saat berada di tempat yang baru selama sekian waktu hingga proses hingga mengambil keputusan untuk menengok atau bahkan kembali ke kampung halaman. Apa hal-hal yang menarik yang dicari di kampung halaman dan tidak ditemui di tempat yang baru. Silakan ditampilkan dalam konflik yang kuat. Penceritaannya boleh menggunakan metode flash back. Kisah ini boleh berdasarkan kisah nyata atau sepenuhnya fiktif.

Lomba akan dibuka mulai 1 Oktober 2013 dan ditutup 31 Maret 2014, pukul 14.00 WIB.

Ketentuan peserta:

Peserta berusia minimal 18 tahun dan sudah mendapatkan izin orang tua untuk melaksanakan ibadah umrah, berangkat dari Yogyakarta. (info tanggal dan bulan pemberangkatan menyusul).

Ketentuan naskah:

  1. Ketebalan naskah 200-250 hlm MS Word, font Times New Roman, size 12, spasi 2, justified/rata kiri dan kanan, margin 4cm (atas/kiri) 3cm
    (kanan/bawah), ukuran kertas A4
  2. Segmen remaja dan dewasa
  3. Naskah adalah karya perseorangan
  4. Gunakan gaya bahasa yang ringan
  5. Menonjolkan detail karakter/penokohan dengan spesifik, misalnya karakter seseorang dari daerah tertentu, atau ciri yang dikreasikan sendiri hingga pembaca bisa membayangkan tokohnya seperti apa.
  6. Setting cerita bebas dan tidak lepas dari detail yang unik
  7. Memberikan pesan moral (boleh tersirat/tersurat)
  8. Silakan mengirimkan naskah via email: hshdivapress@gmail.com dengan format judul/subject: Nama penulis (judul naskah)
  9. Format nama file: Nama penulis (judul naskah)
  10. Bodi email dibiarkan kosong saja.
  11. Lengkapi dengan biodata narasi, no. HP, twitter, facebook, blog, dan sinopsis lengkap keseluruhan cerita (terpisah dari naskah novel)
  12. Setiap peserta silakan LIKE fanpage: Penerbit DIVA Press & de TEENS atau follow @divapress01 & @de_teens
Hadiah

Juara 1:

  1. 1 paket umrah (Hadiah ini bisa diwakilkan kepada kerabat dekat dan tidak bisa diuangkan. Paspor dan uang saku ditanggung penerbit)
  2. 2 kontrak penerbitan (1 karya yang diikutkan lomba ini dan 1 karya layak terbit lainnya)
  3. Sertifikat keikutsertaan
  4. Sampel buku
  5. 5 nominator masing-masing akan mendapatkan:
  6. 2 kontrak penerbitan (1 karya yang diikutkan lomba ini dan 1 karya layak terbit lainnya)
  7. Sertifikat keikutsertaan
  8. Sampel buku

Lomba ini dipersembahkan oleh DIVA Press Group

Penyemangat Ngeblog


Honeylizious.com – Sebenarnya angka statistik di dashboard memang selalu menunjukkan bahwa blog ini ada pembacanya. Berapa orang pun itu. Tetapi karena memang sudah terbiasa mendapati angkanya tak pernah nol. Entah itu pembaca yang datang dari mesin pencari atau sosial media, barangkali juga datang dari orang-orang yang sudah tahu alamat blog saya dan menemukannya di kotak komentar blog teman yang tersemat tautan ke blog ini.

Namun dari banyak hal itu kadang mood booster buat ngeblog itu tak perlu banyak kok. Tak perlu ribuan atau puluhan ribu pengunjung blog dalam sehari. Kadang saya hanya butuh satu orang yang sering membaca blog saya lalu tiba-tiba muncul di whatsapp atau facebook chat dan mengatakan dia membaca blog saya. Alih-alih memuji sebenarnya saya akan lebih senang lagi jika dia mengatakan dia mendapatkan manfaat dari membaca tulisan-tulisan di blog ini.

Memang blog ini sekarang ladang uang buat saya sendiri. Pengiklan datang silih berganti. Lomba ada yang kalah dan ada menang. Hadiah datang dan pergi. Itu semua juga penyemangat buat ngeblog. Walaupun penyemangat ngeblog tetap yang terbaik adalah diri sendiri yang setiap hari selalu merasa tulisannya masih banyak kekurangan. Butuh waktu lagi untuk mengasahnya.


Belum lagi tata bahasanya yang rasanya tak banyak variasi, belum benar-benar bisa dikatakan bagus memang. Namun saya senang ada yang membacanya dan berbagi kebahagiaan lewat tulisan. Itu sebabnya sekarang saya berusaha untuk menyimpan banyak keluhan di luar ngeblog. Sebab sekarang ada sepasang telinga lain yang siap menampung keluh kesah saya di kehidupan nyata.

Ah Debat Kusir


Honeylizious.com – Sebenarnya dibandingkan berada di dalam lingkaran debat kusir, saya lebih suka hanya menjadi penonton di belakang dan berusaha untuk tidak terlibat. Sebab debat kusir itu melelahkan. Makan energi dan tenaga tetapi hasilnya? Sebab sekarang ini debat kusir lebih banyak terjadi di sosial media. Belum lagi saat debat kusir jarang kita temukan orang yang mau menerima pendapat orang lain. Kalaupun ada barangkali itu ditunjukkan sebagai jalan untuk menghentikan debat kusirnya. Orang yang melakukan debat kusir sejak awal sudah punya pendapat pribadi masing-masing.

Tentunya pendapat tersebut dia yakini sebagai yang paling benar. Kita sendiri juga bisa jadi adalah orang yang seperti itu. Beranggapan bahwa pendapat kita adalah yang paling benar. Paling bahaya ketika bertemu orang yang sama-sama ngotot sama pendapatnya masing-masing di sosial media. Dapat dipastikan akan terjadi debat kusir yang tak ada habisnya. Lebih parah lagi bila terjadi yang namanya 'twit war'. Sebab kalau sudah gondok banget sama orang yang memiliki pendapat berbeda ya pada akhirnya emosi bisa terpancing. Dari debat kusir menjadi twitwar. Itu juga sangat melelahkan.

Kecuali untuk orang-orang yang twitwar untuk menyatakan fakta yang sebenarnya, saya lebih respek, tapi beda cerita kalau hanya memaksakan pendapat pribadi. Lebih baik sih menuangkannya dalam bentuk tulisan panjang di blog dibandingkan menuliskannya di sosial media yang tentunya punya ruang batas, apalagi jika dilakukan di twitter. Parahnya debat kusir banyak terjadi di twitter yang berubah menjadi twitwar.

Daripada capek maksain pendapat sendiri pada orang yang sudah memiliki pendapat 'benar' versi dia mendingan sih memang dituliskan di blog panjang lebar sehingga lebih mudah dipahami. Sebab debat kusir kadang sudah tak jelas mana ujung pangkalnya. Dengan menuliskan pendapat yang kita yakini sebagai kebenaran setidaknya orang lain, yang belum punya pendapat atau bahkan tak tahu apa-apa setidaknya mendapatkan informasi baru bagi dirinya.


Ah debat kusir, melelahkan.

Tentang Anak Dare Tue dan Viera


Honeylizious.com – Anak Dare Tue, cerpen yang akhirnya menjadi Juara 1 di Tulis Nusantara 2013 sebenarnya tulisan yang muncul mendadak di kepala. Hanya itu satu-satunya ide yang muncul dan dijadikan tulisan pendek dalam bentuk cerpen. Kalau mengingat kembali bagaimana sebenarnya cerita itu bisa lahir, saya teringat dengan sebuah blog. Blog milik Viera.

Tapi bukan berarti temanya 'Anak Dare Tue' alias perawan tua berasal dari sosok si Viera. Tak ada maksud mengatakan demikian. Saya pernah membaca sebuah cerita di blognya yang menggunakan obrolan mengambang yang isinya kata 'jadi'. Beberapa dialog di dalam Anak Dare Tue juga menggunakan cara yang sama. Kalimat singkat yang tak begitu jelas. Membiarkan pembaca berimajinasi sendiri tentang intonasi yang digunakan oleh tokoh di dalam cerita tersebut.

Saya tak menyangka, gara-gara membaca cerita pendek di blognya membuat sebuah perubahan yang sangat besar. Membuat saya menghasilkan cerita yang menyabet Juara 1 tersebut. Siapa yang menyangka. Alih-alih membaca cerpen yang Juara 1 tahun 2012 lalu. Saya malah membaca cerpen 'Air Akar' itu setelah pulang dari Jakarta, menghadiri malam penghargaan Tulis Nusantara.

Anak Dare Tue yang menjadi judul cerpen itu berasal dari film masa kecil yang pernah saya tonton. Waktu itu di dalam film tersebut mereka membuat gelar 'Andartu'. Andartu sendiri adalah kependekan dari anak dare tue. Bisa juga disebut anak dara tua. Sama saja maknanya.

Melalui postingan ini saya hanya ingin menyampaikan terima kasih buat Viera yang telah menulis cerita pendek di blognya yang membuat saya tersentuh sekali saat membacanya dan tentu saja semuanya tak lepas dari seseorang yang sekarang selalu berada di samping saya untuk menyemangati saya setiap kali akan ikut lomba.


Go for it!
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design