25 November 2013

Kaos Gerakan Rp1.000 Untuk Jalan Kabupaten Sanggau, Mau?


Hati-Hati Halaman Palsu yang Mengatasnamakan 'Rp1.000 Untuk Jalan Sanggau'



Honeylizious.com – Niat baik masyarakat memang tak selamanya berbuah manis, ada-ada saja batu dan duri yang menunggu di depan. Kalau dalam kasus ini lebih cocok lumpur dan lubang yang menanti. Belum sebulan gerakan ini dimulai di facebook sudah ada halaman palsu yang mengatas namakan sebagai halaman Rp1.000 Untuk Jalan Sanggau. Halaman yang asli hanya yang ini.


Tentu saja orang-orang ini tergiur dengan uang yang didapatkan dari sumbangan yang diberikan oleh masyarakat. Baik melalui transfer ataupun melalui posko-posko penerimaan dana sumbangan tersebut. Bahkan perbaikan jalannya sudah dimulai oleh anggota Gerakan Rp1.000 Untuk Jalan Sanggau ini. Semoga saja memang semua jalan yang berlubang bisa segera mulus dan menjadi jalan yang nyaman untuk dilintasi oleh warga.


Jadi hati-hati buat teman-teman yang punya niat baik untuk menyumbang uang pada halaman yang memalsukan gerakan untuk Jalan Sanggau ini. Halaman yang asli hanya yang ini

Bolehkah Memperjualbelikan Burung Hantu?


Honeylizious.com – Di sebuah grup facebook yang isinya banyak orang yang membeli dan menjual ternyata ada yang unik nih? Tapi saya sendiri tidak tahu apakah ini melanggar aturan atau tidak. Sebab yang saya yakin sih memperjualbelikan orang utan yang tidak boleh sebab dia dilindungi dan hampir punah.

Bagaimana dengan burung hantu sendiri? Apakah boleh memperjualbelikan burung yang satu ini? Walaupun sebenarnya lebih baik jangan diperjualbelikan sih. Lebih baik dilepaskan ke alam liar. Pasti burung ini jauh lebih senang hidup bebas di luar sana. Sama seperti kita yang senangnya hidup dalam kebebasan tanpa dikurung dalam kandang seperti burung ini.

Kalau ingat burung yang dikandang saya ingat sekali dengan Aki saya yang hobi menjerat burung tikukur di sawahnya. Apabila dia berhasil membawa burung dan telurnya saya senang bukan kepalang. Sebab Aki akan merebuskan telur burung tikukur tersebut untuk kami makan. Tapi kalau sekarang saya lebih memilih untuk mengembalikan telur tersebut ke sarangnya saja. Sebab tak pantas rasanya menghilangkan nyawa burung tersebut yang bisa jadi akan lahir menjadi burung yang cantik.


Burung hantu ini diperjualbelikan di facebook tanpa ada rasa canggung, entah memang tak ada larangan mengenai penjualan burung hantu, saya juga tidak tahu dengan pasti.

OPS Zebra Kapuas 2013


Honeylizious.com – Teman-teman yang melewati Bundaran Digulis Untan di Jalan A. Yani Pontianak pasti melihat banner yang besar satu ini. Maraknya plat kendaraan yang dimodifikasi membuat polisi akan melakukan penertiban untuk semua kendaraan yang masih tidak mengganti plat kendaraannya dengan tulisan yang standar. Sesuai dengan yang dikeluarkan oleh polisi.

Jadi siap-siap buat pengendara yang masih tidak mengembalikan tampilan platnya ke tampilan 'default' akan segera ditilang. Mulai 28 November 2013 akan dilakukan razia besar-besaran untuk memeriksa kendaraan yang platnya tidak memiliki plat yang standar atau 'default'. Memang sih sebenarnya apa yang dilakukan pihak kepolisian ini benar. Sebab banyak sekali kendaraan yang memodifikasi nomor plat kendaraannya dengan font yang tidak standar.

Selain ini menyulitkan orang untuk membacanya bisa jadi nantinya ketika ada tindakan pelanggaran atau kriminal membuat platnya tidak mudah terbaca atau lebih parah lagi salah baca oleh masyarakat yang menjadi saksi. Dapat dibayangkan jika ada aksi penjambretan atau tabrak lari dan ternyata plat kendaraan pelaku tak terbaca.


Yuk sama-sama kita patuhi aturan dari kepolisian demi kenyamanan kita bersama juga.

Hadir Pol, Gaji Nol


Honeylizious.com – Bukan cerita baru sebenarnya banyak guru yang berada di pedalaman bekerja dengan keras untuk mendidik murid-muridnya dalam keterbatasan tetapi tak mendapatkan upah sebagaimana mestinya. Barangkali memang niat mereka sejak awal bukan untuk mendapatkan uang. Ada perubahan yang ingin dia lakukan yang tujuannya luhur. Mencerdaskan anak bangsa. Tetapi ini menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintah. Di saat pejabat pemerintahan gajinya pol, hadirnya nol.

Bukan rahasia lagi kalau banyak pejabat negara yang sibuk sendiri saat ada pertemuan yang membahas tentang kepentingan rakyat. Bahkan yang lebih mengejutkan ada yang menonton 'BF' (maaf). Belum lagi pejabat yang tertidur. Buat yang tidur bisa digantikan dengan yang lebih muda saja. Siapa tahu memang butuh istirahat dan sudah tak kuat dengan pekerjaan yang harus dikerjakannya sebagai pejabat negara.

Beda jauh ya dengan guru-guru yang berada di pedalaman. Mereka berjuang semampunya tanpa kenal lelah. Tak ada cerita guru di pedalaman bisa tidur nyenyak seperti pejabat negara yang gajinya berlipat-lipat itu. Jangankan mau tidur-tiduran. Mau istirahat saja susah mengingat kadang banyak sekolah yang kekurangan guru.

Tetapi apabila memang mereka tak mendapatkan upah yang layak untuk pengabdian mereka pada masyarakat biarlah Tuhan yang akan membalasnya dengan memenuhkan catatan amalnya.

Nanas Aku Padamu


Honeylizious.com – Nanas memang selalu menjadi buah favorit saya sejak kecil dulu. Selain buah jeruk dan durian, nanas juga menjadi pilihan buat saya yang suka dengan buah yang memiliki rasa sedikit asam. Mangga juga masuk nih ceritanya dalam daftar buat kesukaan. Apalagi mangga muda yang bisa dicocol ke kecap yang dicampur dengan cabai rawit, gula, dan garam. Uhhh nikmat sekali rasanya.

Nanas juga enak sekali dicocol dengan kecap pedas seperti itu. Termasuk pula jambu lobak. Dulu ibu saya heran sekali melihat saya bisa menghabiskan banyak mangga yang asamnya tak terkira hanya dengan bermodalkan kecap, garam, gula, dan cabai rawit. Belum kepedasan belum selesai. Belum habis mangganya masih terus lanjut lagi.

Namun sekarang buah nanas memang buah yang paling sering saya temukan di rumah Mak. Beberapa kali hari Minggu juga menemukan buah yang sama. Jadinya saya senang sekali bisa makan buah nanas beramai-ramai. Cuma sayang waktu itu makannya hanya menggunakan garam. Jadi kurang nikmat rasanya. Tak ada cabainya sih jadi kurang seru.

Saya punya kenangan cukup buruk nih bersama nanas. Jadi waktu kecil saya suka sekali makan nanas. Tetapi entah kenapa waktu kecil dulu lidah saya malah menjadi 'lallas' kalau sudah makan nanas. Lidah menjadi gatal dan agak sakit. Harus dikasih garam dapur supaya tidak 'lallas'. Butuh waktu buat menyembuhkannya. Namun tak ada ceritanya saya jera makan nanas.


Nanas aku padamu.

Mie Goreng Sea Food Raos


Honeylizious.com – Tadi sore, sambil memasak dapat camilan berat dari Ayah (pamannya Putra). Ayah memang sedang menyelesaikan kuliah S2-nya di Untan dan sedang thesis. Beberapa hari dalam seminggu dia akan datang ke Pontianak dari Sintang. Nah, sore tadi dia membelikan kami Mie Goreng Sea Food Raos. Ada beberapa menu di tempat makan Bakmie Raos yang terletak di 'Sepakat Dr. Wahidin' ini yang saya cicipi. Termasuk nasi gorengnya yang ternyata enak sekali.

Sudah dapat ditebak sebenarnya Mie Goreng Sea Foodnya enak. Tapi tak begitu istimewa. Jadi kalau yang istimewa itu biasanya saya akan kepengen makan lagi besok-besok. Ini sekadar enak saja. Enak dimakan hingga habis tapi tidak ada pikiran untuk mampir di sana lagi kapan-kapan. Entah mengapa.

Beda dengan tempat makan di emperan bengkel di depan Pasar Flamboyan yang menjadi langganan saya. Biasanya saya akan datang ke sana paling tidak sekali dalam seminggu. Walaupun akhir-akhir ini lebih sering mampir ke Abang Kepiting Pontianak yang terletak tak jauh dari Hotel Aston. Kapan-kapan mestinya ajak suami ke warung makan langganan saya ini.


Buat penyuka mie goreng, Mie Goreng Sea Food Raos ini bisa menjadi pilihan. Siapa tahu cocok dengan selera teman-teman.

Tugu Pramuka di Pontianak


Honeylizious.com – Tadi siang tak sengaja jadi ikut suami ke tempat kerjanya. Padahal rencananya hari ini mau keliling berbelanja dan setelah itu memasak di rumah. Eh ternyata harus masuk kantor juga. Karena tak banyak yang bisa saya lakukan di sana, saya akhirnya berkeliling halaman dan menjepret halaman kantornya. Selama bertahun-tahun saya mengenal Jalan M. Sohor atau lebih dikenal oleh banyak orang sebagai Jalan Sumatera saya baru sadar bahwa di sini letak Tugu Pramuka.

Itu pun sadarnya tadi siang waktu menjepret halaman belakang kantornya. Tugunya sudah lama ada di tempat tersebut. Bahkan sebelum kantornya pindah ke sana. Jelas sekali sebenarnya tugu ini sebagai Tugu Pramuka. Cuma karena tidak sesuai berada di halaman kantor PDAM ya jadinya agak lucu ya. Bagaimana mungkin di halaman kantor PDAM bisa berdiri Tugu Pramuka? Eh semua itu karena sebelum kantor PDAM berada di situ, tugu tersebut sudah ada lebih dulu.


Tugunya tidak dirobohkan meskipun tak ada kaitannya dengan PDAM. Jadi hingga hari ini masih ada di sana Tugu Pramukanya.

Rendang Ayam Pertama


Honeylizious.com – Sebenarnya saya belum pernah membuat rendang sebelumnya. Apalagi rendang ayam. Karena hari ini memang ada membeli bumbu rendang dan beberapa potong dada ayam, jadinya kepengen mencoba untuk membuat masakan yang belum pernah saya buat sebelumnya. Berbekalkan resep di balik kemasan bumbu yang memang sudah tinggal baca dan gampang sekali mengikuti intruksinya. Hari ini saya bisa membuat semangkuk rendang yang enak. Tentu saja enak, orang bumbunya sudah komplit di dalam satu bungkusan tersebut.

Tapi memang beda sekali dengan bumbu yang dibuat sendiri di rumah. Apalagi bumbu instant kan dibuat dengan takaran tertentu. Belum tentu takaran yang biasanya kita inginkan sesuai dengan takaran yang disediakan dalam kemasan. Tapi buat teman-teman yang masih belajar memasak seperti saya dan ingin merasakan langkah-langkah memasak rendang dengan praktis, tak ada salahnya mencoba bumbu instant yang tersedia di pasaran.

Rendangnya masih beda jauh dengan rendang yang ada di rumah makan padang selain karena menggunakan bumbu instant juga menggunakan santan instant. Maklumlah mau beli kelapa parut dan memerasnya tentu lebih repot. Kelapanya juga tak bisa disimpan lama-lama. Beda dengan santan kemasan yang bisa kita simpan sebelum digunakan.


Selamat memasak rendang ya!

Makan Besar Goes To Pontianak



Honeylizious.com – Acara di Trans 7 ini akhirnya mampir juga ke Kota Khatulistiwa dan memasak makanan khas yang ada di Pontianak. Makanan yang mirip lemper ini disebut juga Pengkang. Sebelumnya saya sudah pernah menceritakannya di sini. Buat teman-teman bisa membaca beberapa tulisan saya mengenai Pengkang dengan mengklik tautan ini.


Saya pikir Makan Besar tak akan mampir ke sini. Eh ternyata mampir juga. Mengambil lokasi di Alun-Alun Kapuas yang sering saya bagikan fotonya dan ceritanya. Jadi buat teman-teman yang selama ini hanya bisa menemukan mengenai Alun-Alun Kapuas di blog ini nanti akan bisa menyaksikannya di Trans 7 ya bersama Makan Besar.

Pengkang yang dibuat tentu saja Pengkang raksasa. Biasanya pengkang berukuran kecil, mirip dengan lemper. Bentuknya saja yang segitiga dan di dalamnya ada udang ebi. Beda dengan lemper yang biasanya diisi daging. Untuk memakannya juga ada sambal kerang untuk cocolannya. Pengkang terbuat dari beras ketan atau pulut. Selengkapnya bisa saksikan saja episode Makan Besar yang memasak pengkang raksasa.


Makan Besar, nyam-nyam-nyam....

Lopes (Lupis)


Honeylizious.com – Pada tahu dengan lupis kan? Makanan yang terbuat dari ketan yang direbus, seperti lontong. Lalu dikasih kuah gula merah dan kelapa. Dulunya saya hanya tahu bentuk lupis itu yang segitiga tapi ternyata ibu mertua punya bentuk yang lebih mirip dengan lontong dan lemang. Kalau sudah buatan Mak (ibu mertua maksudnya) dijamin sedap.

Memang harus diajari ilmunya untuk memasak makanan dengan enak nih sama mertua biar bisa sehebat dia di dapur. Setidaknya setengah ilmunya bisa diserap sudah lumayan. Jauh berbeda dengan Umak yang selain masih muda juga tak sesering Mak memasak di rumah. Apalagi kesibukan Umak dengan Mak memang sangat berbeda. Mak selalu menghabiskan banyak waktunya di dapur. Kalau Umak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja di luar rumah.

Apalagi Umak memang lebih senang melakukan segala sesuatunya dengan lebih praktis. Kalau bisa ambil jalan yang praktis ngapain dibikin ribet bukan? Jadinya ya saya orangnya suka melakukan sesuatu sesimpel mungkin. Jangan pake ribet dan membuat repot sendiri. Namun memang sebenarnya memasak sedikit ribet ada hasilnya seperti Mak akan sangat menyenangkan.

Lupisnya enak sekali. Saya menghabiskan setengah batang lupis yang diberikan Mak kemarin. Jadi teringat dengan lupis Cina yang berwarna kuning. Saya lupa kapan mereka menyediakan lupis tersebut. Tapi rasanya memang serupa. Tampilan warna lupis Cina yang kuning memang lebih menggoda dibandingkan lupis yang biasanya saya temukan di rumah. Lupis Melayu rata-rata berwarna hijau, kalau tidak putih. Bergantung warna pembungkusnya.

Lupis Cina bedanya tidak dimakan dengan kelapa dan gulanya lebih kental dibandingkan lupis Melayu. Biasanya saat hari besar tertentu etnis Tionghoa, saya akan menemukan banyak sekali lupis yang tergantung di dapur mereka. Siapa saja boleh memakannya. Saya sering makan lupis Cina di rumah tetangga saya semasa duduk di sekolah dasar dulu. Apa ya sebutan lupis ini dalam bahasa Khek. Saya lupa.


Hehehehe...
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design