19 November 2013

Membuat Bros Hijab Lagi


Setelah beberapa waktu yang lalu disibukkan dengan membuat bros dari kain buat tambahan oleh-oleh teman-teman di luar Kalimantan Barat yang minta dikirimi kartu pos yang sebenarnya adalah undangan pernikahan. Kali ini membuat bros lagi dari kain batik dan satin. Bedanya cara membuatnya jauh lebih gampang dibandingkan dengan yang sebelumnya. Nanti saya coba deh membuat tutorialnya dan mengunggahnya ke blog. Semoga bisa direkam dan diunggah dalam bentuk video. Bukan hanya foto-foto.

Tak lebih dari satu jam saya bisa membuat lebih dari lima bros yang rencananya akan diberikan buat kakak-kakak ipar yang memang ada lima orang dan juga mertua. Sebenarnya hanya satu kakak ipar yang meminta saya membuat bros dari kain lagi. Tapi kurang adil rasanya jika saya hanya membuatkan satu buat kakak ipar saya. Ada empat lainnya yang mesti saya buatkan juga. Walaupun satu orang hanya mendapatkan satu bagian, sebab bahannya kurang yang penting semua kebagian. Kebetulan.


Ada dua yang terbuat dari kain batik. Satu buat saya dan satu buat mertua. Lalu lima buah yang terbuat dari kain satin buat lima kakak ipar saya. 

Merayakan 3.000 Postingan


Belum kok, masih belum 3.000 postingan jumlahnya. Hanya ingin mengingatkan diri sendiri supaya lebih semangat lagi menulisnya. Sebab saat postingan ini dituliskan, sudah ada 2.890 postingan yang terbit. Jadi setelah postingan ini terbit totalnya menjadi 2.891. Tinggal 109 postingan lagi dan genaplah 3.000 postingan di blog ini.

Tidak tahu harus bagaimana merayakannya. Paling penting sih pastinya bersyukur apabila saya masih diberikan kesehatan untuk mencapai angka 3.000 postingan di blog ini yang belum genap 3 tahun usianya. Rasanya baru kemarin saya mulai memindahkan tulisan dari blog lama ke blog yang ini. Satu demi satu tulisan saya masukkan dan akhirnya lengkaplah semua tulisan masuk ke blog ini.

Ternyata lumayan banyak juga yang sudah saya tulis. Pengunjungnya memang tak ramai seperti blog seleb. Tapi saat melihat statistik dan menemukan masih ada orang yang bersedia mampir ke sini memang menjadi berkah tersendiri. Sebab saya tahu, kesuksesan sebuah blog bukan diukur dari seberapa banyak orang yang mengunjunginya atau bukan seberapa banyak uang yang dia raup dari blog komersilnya. Melainkan seberapa banyak orang yang mendapatkan manfaat dari blog tersebut. Semoga saja, setidaknya 10% dari pengunjung blog ini benar-benar mendapatkan manfaat setelah membaca tulisan di dalamnya.


Terima kasih buat teman-teman yang sudah berkunjung ke sini.

Tempat yang Tepat untuk Bulan Madu


Cieee ngomongnya udah bulan madu aja. But, mau tidak mau, memang habis pernikahan akan ada yang namanya 'bulan madu'. Mengapa disebut sebagai bulan madu? Karena manisnya awet kali ya? Soalnya hitungan bulan di awal pernikahan memang banyak pasangan akan merasakan indahnya kehidupan sebagai pasangan suami istri.

Kalau ditanyakan pada semua orang yang ada di dunia ini yang memang belum menikah dan sangat suka traveling dan bepergian ke mana pun yang mereka suka, akan banyak sekali jawaban mengenai tempat yang tepat buat bulan madu. Di mana? Kapan? Bawa dana berapa? Tempat wisatanya apa saja yang wajib dikunjungi? Makanan apa yang seharusnya kita cicipi di sana.

Tetapi kemudian, ketika kita benar-benar sudah menikah, kita akan menyadari bulan madu sejatinya bukan di mana kita berada. Melainkan dengan siapa kita berada di tempat tersebut. Jadi sekarang, padahal beberapa waktu sebelumnya merasa bahwa wajib mengunjungi 5 pulau kecil yang ada di Kalimantan Barat sekarang malah baik-baik saja setelah mengunjungi Sintang.


Semuanya terasa indah. Di mana pun itu saat berada di dekat pasangan kita. Itu bedanya saat ditanya pilihan bulan madu sebelum menikah dan sesudahnya. Barangkali tak semua orang memiliki pendapat yang sama. Semua orang boleh punya pilihannya masing-masing. Namun sekarang saya hanya bisa mengatakan tempat bulan madu yang tepat hanya di Pontianak. Sebab suami hanya mendapat cuti setengah dari cuti yang saya dapatkan.

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (11) Ini Dia Jalan yang Menjadi Garda Terdepan Indonesia

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (10) Bukan Hanya Malaysia yang Punya Kuala Lumpur

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (9) Truk Pembawa TBS Sawit Bobo Seksi

Trip (7)
Trip (8)



Sebuah Mitsubishi Canter yang bermuatan Tandan Buah Segar (TBS) Sawit tumbang. Truk pengangkutnya tumbang di tengah jalan dengan banyak TBS Sawit berhamburan ke jalan raya. Kondisi jalanan yang licin dan berlubang membuat truk kehilangan kendali dan langsung terkulai di tengah jalan. Katakan saja truk itu sedang bobo siang cantik. Menceritakan tentang jalanan yang ada di wilayah timur Kalimantan Barat yang terus rusak dan hancur memang tak akan ada habisnya.

Kabarnya sih jalan ini memang 'akan' segera diperbaiki dan sudah masuk tendernya. Sudah beberapa bulan yang lalu kabarnya tender tersebut masuk. Tapi hingga sekarang jalannya jangankan dibangun kembali, yang ada semakin rusak. Padahal jalanan wilayah timur Kalimantan Barat ini selain banyak digunakan oleh truk pengangkut perkebunan dan tambang juga menjadi tempat lintasnya kendaraan yang mengangkut penumpang. Baik dalam negeri maupun dari luar negeri. Sebab memang jalan ini jalan terdekat yang menghubungkan Indonesia dan negara tetangga.

Ada jalan lama yang bisa menjadi alternatif. Tetapi jaraknya lebih jauh sekitar 100km dibandingkan jalan yang baru yang sudah rusak parah ini. Belum lagi medan jalan lama yang berliku dan menanjak. Memberikan masalah yang baru buat penggunanya. Apalagi pengguna yang jarang melewatinya bisa celaka.

Truk ini hanya satu di antaranya yang menjadi korban jalanan yang rusak di wilayah timur Kalimantan Barat. Masih banyak lagi truk yang mengangkut barang yang lain yang sudah menjadi korban. Truk tumbang menjadi pemandangan yang biasa dan tak mengagetkan warga lagi. Sebab hal tersebut sama mudahnya dengan kita menemukan kecambah di pasar sayur. Gampang kan?

Apakah jalur lama yang bisa menjadi alternatif dengan jarak tempuh lebih dari 100km? Belum tentu, sebab kerusakan yang harus dihadapi masih ada. Lumayan pendek. Cukup sedikit bagian yang rusak. Tapi buat orang yang mau ke negara tetangga. Kalau menggunakan jalur alternatif ini untuk masuk ke daerah hulu Kalimantan Barat sepertinya bukan hal yang mudah. Sudah lebih jauh, kerusakannya juga masih bisa ditemukan kurang lebih sama apabila kita menempuh jalur baru yang lebih dekat.


Siapkah mendatangi wilayah timur Kalimantan Barat?

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (8) Jangan Lupa Bawa 10 Nyawa



Kalau memang ada rencana akan ke Kalimantan Barat, lalu mendatangi negara Malaysia atau Brunei melalui jalan darat yang terletak di wilayah timur Kalbar sebaiknya teman-teman membawa 10 nyawa untuk bekal di perjalanan. Mengapa saya katakan harus membawa 10 nyawa? Sepertinya gambar yang saya unggah di dalam postingan ini sudah cukup mewakili untuk menyatakan betapa hancurnya jalanan yang akan teman-teman lewati sebelum sampai di jalan mulusnya negara Malaysia atau Brunei.

Memalukan memang. Jalan negara kita yang tercinta ini masih hancur lebur seperti ini. Apalagi jalan ini adalah jalan internasional yang menghubungkan negara kita dengan dua negara lainnya. Jangankan berharap jalannya diperbaiki, jalan yang ini sama sekali terlihat seperti belum diaspal. Sebab tertimbun tanah sewaktu hujan turun. Tak terbayangkan bagaimana berbahayanya jalanan ini saat basah. Tapi jangan harap pula saat jalanan kering kita akan menjadi lebih baik. Sebab debunya ke mana-mana tak kalah bahaya buat pengendara.

Sekali lagi saya katakan bahwa ini jalan internasional yang menghubungkan negara Indonesia dengan Brunei dan Malaysia. Itu sebabnya saya bertanya-tanya, bagaimana kalau Kalimantan Barat jadi milik Malaysia saja. Kalau memang Indonesia tidak sanggup mengubah Kalimantan Barat menjadi lebih baik, mengapa harus terus dipertahankan? Kita tak perlu membandingkan jalanan ini dengan jalanan yang ada di seberang perbatasan. Begitu dekat. Tetapi begitu berbeda. Kita bandingkan saja dengan jalanan yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera.

Ah kalau mengingat betapa dianaktirikannya Kalimantan Barat, sebagai warga Kalimantan Barat bingung juga apakah harus terus mencintai negara kita sendiri Indonesia atau berharap ada yang 'memungut dan mengadopsi' Kalimantan Barat. Menjadikannya 'anak asuh' di negara mereka. Kalimantan Barat tak butuh banyak. Hanya jalan. Jalan saja yang kami perlukan untuk kelangsungan provinsi kami di sini.

Kami tak meminta harga BBM diturunkan. Kami tak mengeluhkan harga BBM, bensin, yang bisa mencapai angka Rp12.000-Rp20.000/liternya di wilayah timur Kalimantan Barat. Bahkan masyarakat Kalimantan Barat yang kesulitan mendapatkan BBM rela BBM yang masuk wilayah mereka adalah BBM tanpa subsidi. Asalkan mereka tak sulit mendapatkannya seperti sekarang. Tapi jangankan mau mendapatkan BBM yang bersubsidi, minta BBM tanpa subsidi saja tak ada yang bisa mengirimkannya. Memang medan yang harus ditempuh untuk mendatangi wilayah timur Kalimantan Barat sangat berbahaya.


Pemerintah yang di atas sana. Apakah Kalimantan Barat memang bukan bagian dari Indonesia? Kalau memang bukan, lepaskan saja. Saya yakin masih banyak negara lain yang memiliki birokrasi yang tidak rumit mau membangun jalannya. Cukup jalannya saja.

Blog Komersil Blog yang Baik?


Sejak pertama memiliki blog ini niat saya hanya ingin menulis. Mencatat semua kisah yang terjadi dalam hidup saya. Beberapa di antaranya adalah 'kenangan'. Banyak sekali kenangan yang kadang kita simpan di dalam memori tetapi terendap karena lama sekali tak kita ingat-ingat. Padahal dia ada di sana. Menjadi serpihan yang barangkali suatu hari kita butuhkan untuk mengenang masa lalu. Katakanlah blog ini adalah catatan harian yang saya buka ke publik untuk dibaca kembali oleh anak-anak saya nantinya.

Syukur-syukur mereka bisa melanjutkan blog ini dan mengisinya dengan kisah mereka sendiri. Lalu saya bisa mengatakan bahwa ini blog 'keluarga besar Honeylizious'. Kapan ya saya akan menyebut blog ini demikian. Butuh waktu dan proses yang panjang sih. Hanya bisa berdoa dan berusaha. Lalu menunggu Tuhan mengabulkannya. Semoga. Amien.

Tak pernah terpikirkan oleh saya untuk membuat blog yang akan menghasilkan uang. Sebut saja blog komersil. Sebab sudah banyak orang yang bisa mendapatkan uang dari internet melalui blognya. Banyak juga yang sudah keliling dunia karena mendapatkan sponsor untuk melakukan traveling dan mencatatnya di blog mereka. Tentu terdengar sangat menyenangkan. Bisa jalan-jalan gratis. Siapa yang akan menolak bukan?

Semua itu tentu butuh proses yang panjang. Bahkan bertahun-tahun. Butuh ratusan bahkan ribuan postingan untuk mewujudkannya. Saya yakin blogger yang lain awalnya juga menulis di blog karena mereka suka menulis. Ada juga yang suka fotografi lalu membuat blog fotografi yang memamerkan hasil jepretannya. Membuat blog menjadi album maya yang bisa dinikmati banyak orang.

Membuat blog komersil dan mendapatkan banyak uang terdengar muluk dan menggiurkan. Namun ketika kita berharap hal tersebut bisa terjadi dalam satu malam, dengan satu postingan, itu pasti mimpi di siang bolong. Tak ada anak kecil yang bisa berjalan tanpa jatuh berkali-kali. Dia akan bangkit dan mencoba melangkahkan kakinya menapaki dunia ini.

Demikian pula yang namanya membuat blog komersil. Blog yang menghasilkan uang. Banyak step by step yang bisa kita lakukan. Tapi tak menghasilkan uang dari blog bukan berarti kita kemudian harus berhenti ngeblog dan mengatakan pada diri kita bahwa mencari uang dari blog itu hal yang sangat sulit. Dalam hidup ini tak ada yang mudah. Hanya kita saja yang bisa memutuskan hal mana yang kesulitannya mau kita hadapi dan mana yang mau kita lewatkan begitu saja.

Masih banyak kok di dunia ini blog yang tetap berjalan tanpa menghasilkan uang. Bahkan menghabiskan uang pemiliknya untuk membayar sewa domainnya tiap tahun. Menghabiskan biaya internet yang tak sedikit untuk mengisinya terus-menerus. Sebab blog yang baik bukan blog komersil. Blog yang baik itu blog yang bisa memberikan manfaat buat banyak orang. Satu di antara manfaatnya jika memang kita berhasil membuat blog komersil tentu saja adalah mendatangkan penghasilan untuk kita sendiri sebagai pemilik blog.

Kemudian haruskah kita membuat blog komersil? Kembali lagi pada diri kita masing-masing sih. Banyak orang yang memulai blognya tanpa ada niat membuatnya menjadi blog komersil. Tetapi tawaran kerja sama yang membuat blog tersebut menjadi blog yang komersil berdatangan. Bisa jadi kita mengawali blog kita dengan tema tertentu, bahkan banyak pula yang mengawali blognya sebagai blog yang temanya random. Mana suka saja. Sebab ini blog kita sendiri. Kita yang menentukan ke mana kita akan membawanya.


Selamat ngeblog!

Foto Pembunuhan di Pemangkat?


Banyak pasti yang berharap saya akan mengunggah satu dua foto yang berkaitan dengan pembunuhan sadis satu keluarga yang menewaskan 5 orang. Tenang, saya tidak akan berbaik hati untuk melakukan itu. Sebab saya yakin keberadaan foto itu hanya akan menambah panjang banyaknya foto kasus pembunuhan yang secara vulgar diunggah ke media.

Masyarakat Kalimantan Barat yang membaca beritanya di sebuah harian lokal yang tak akan saya sebutkan namanya pasti sudah menemukan foto mayat yang bergelimpangan pada berita tersebut. Bagaimana merahnya darah di dalam gambar tersebut. Bahkan lebih jauh saya hanya bisa mengatakan bahwa foto-foto di koran tersebut sama sekali tidak dikaburkan. Entah di mana bagian penyensoran foto yang terbit begitu saja di koran lokal.

Memang, saya memahami bagaimana media berjuang untuk mendapatkan berita. Sebab 'bad news' buat sebagian orang biasanya buat media itu adalah 'good news'. Penjualan koran mereka akan naik, yang tentu saja akan meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Sebenarnya tak ada yang salah dengan menawarkan berita untuk masyarakat luas. Itu bernilai kebaikan. Mengabarkan hal-hal yang terjadi di dunia ini pada banyak orang. Orang yang tak tahu menjadi tahu. Kemudian yang salah kaprah adalah tak memerdulikan perasaan orang yang menjadi berita di koran tersebut dan juga orang yang membaca berita.

Seberapa banyak lagi gambar sadis yang ada di media massa yang akan terus dihadirkan? Jangan sampai kebablasan hanya karena ingin paling cepat memuat beritanya di koran. Masih ingat dengan bom buku yang menyebabkan tangan seorang anggota kepolisian hancur? Karena saling sikut dengan media elektronik lainnya, saat menghadirkan video meledaknya tangan sang polisi, sama sekali tidak tersensor. Untungnya saya sendiri tidak melihat beritanya sehingga tak perlu merasa mual dengan darah yang muncrat karena meledaknya tangan manusia.


Jadi saya tidak akan berbagi foto yang vulgar, bahkan khusus untuk kasus ini saya tidak berniat untuk menampilkan foto apa pun. Apalagi sampai menunjukkan foto yang memampangkan banyak darah dan korban yang bergelimpangan.

Pembunuhan di Pemangkat, Kalimantan Barat (4)


Sekarang saya akan berbagi mengenai kronologi pembunuhan sebuah keluarga di Pemangkat, Kalimantan Barat yang menewaskan 5 orang. Kejadiannya di Jalan Badak Putih Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Hari Sabtu tanggal 16 November 2013. Masih pagi. Masih sangat pagi sebenarnya. Tak ada satu orang pun yang akan mengira bahwa pagi itu adalah pagi terakhir buat 5 orang itu. Lima orang yang tewas dibacok oleh tiga orang pelaku pembunuhan dan perampokan.

Pukul 04.00. Masih dingin. Matahari belum menampakan wajahnya sama sekali. Bahkan azan subuh belum berkumandang. Tetapi sang kepala keluarga sudah memulai harinya. Pergi ke pasar bersama anaknya. Tak ada prasangka buruk mengenai pagi tersebut. Lalu pukul 04.20 diperkirakan terjadi pembunuhan tersebut. Tak butuh waktu lama bagi pelaku untuk menghabisi lima orang korban. Kemudian menjarah seisi rumah. Uang dan perhiasan mereka ambil.

Darah sudah berceceran di mana-mana. Sekitar pukul 04.45 kepala keluarga tersebut pulang dari pasar bersama anaknya. Mereka mengetuk pintu, memanggil penghuni rumah yang ada di dalam. Tak ada jawaban sama sekali. Afo, sang kepala keluarga yang sudah berusia lebih dari setengah abad menghubungi istrinya lewat telpon namun tetap saja tak ada yang membuka pintu. Hingga akhirnya Afo yang sudah memiliki cucu ini menghubungi cucunya Claudia. Cucunya yang mengangkat telpon mengatakan bahwa dia melihat banyak sekali darah di dekat adiknya yang telah tewas.

Resah dan kaget. Laki-laki tua itu akhirnya memutuskan untuk mengetuk rumah tetangga. Meminta tolong untuk melihat kondisi keluarganya bersama-sama. Saat itulah mereka akhirnya bergerak ke bagian belakang rumah. Menemukan pintu belakang sudah dalam kondisi terbuka. Bercak darah di mana-mana. Tak butuh waktu lama. Pukul 05.00 warga heboh dan segera melaporkan kejadian tersebut pada Polsek Pemangkat.

Jarak Jalan Badak Putih ke Polsek Pemangkat memang tak begitu jauh. Sebab SMA 1 Negeri Pemangkat juga berdekatan dengan Polsek ini. Hanya butuh 5 menit mungkin untuk sampai di Polsek tersebut dengan kendaraan bermotor. Pukul 05.15 – 07.30 pihak kepolisian pun melakukan identifikasi kasus kelima korban tewas tersebut.


Pelakunya ada tiga orang. Dua orang pelaku diamankan di rumahnya yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah korban pukul 07.00. Berselang 4 jam, pukul 13.00 pelaku ketiga diamankan. Semua pelaku kemudian diperiksa di Mapolres Sambas, Kalimantan Barat.

Pembunuhan di Pemangkat, Kalimantan Barat (3)


Kalau membaca beritanya di koran mengenai pembunuhan sebuah keluarga di Jalan Badak Putih, Pemangkat Kalimantan Barat, kita akan menemukan bahwa diduga kuat motifnya adalah perampokan. Memang sih tiga pelaku merampok isi rumah tersebut setelah membunuh 5 orang penghuninya. Namun kalau kita bayangkan, apabila kita yang menjadi pelaku, apakah kita akan seterdesak itu untuk merampok sampai harus membunuh 5 orang, termasuk seorang anak kecil berusia 4 tahun.

Makanya saya juga menghadirkan motif lain yang saya dengar dari sepupu saya. Sebab pelaku kabarnya tinggal berdekatan dengan rumah keluarga yang menjadi korban perampokan dan pembunuhan tersebut. Katanya nih, sekali lagi kata sepupu saya yang dia dengar kabarnya dari temannya tersebut bahwa keluarga yang menjadi korban sering menghina pelaku yang memang memiliki kekurangan. Tuna wicara dan tuna rungu.

Barangkali perampokan menjadi hal yang mereka lakukan berikutnya disebabkan adanya kesempatan untuk merampok. Tapi bisa jadi memang sejak awal mereka sudah merencanakan sebuah perampokan setelah menghabisi penghuni rumah naas tersebut. Tapi jika memang motif awalnya adalah karena dendam dihina oleh keluarga korban tentu saja ini menjadi sebuah pelajaran yang sangat penting bagi diri kita sendiri. Bahwa sekecil apa pun hinaan yang kita berikan pada orang lain, apalagi jika orang tersebut rumahnya tak jauh dari rumah kita sendiri. Bukankah tetangga adalah keluarga terdekat kita?


Apa pun motifnya, kasus ini sedang terus berjalan dan akan didalami oleh kepolisian. 
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design