12 November 2013

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (4) Truk Terbalik di Jalan Antara Sosok dan Batang Tarang

Foto oleh August

Saatnya membahas satu persatu korban yang berjatuhan akibat jalanan di wilayah timur Kalimantan Barat yang rusak parah alias hancur lebur. Satu di antaranya truk yang membawa muatan yang melewati jalan antara Sosok dan Batang Tarang. Di mana? Ya di Kalimantan Baratlah, masih wilayah timur. Masih bicara soal jalanan yang rusak itu dengan jutaan lubang yang menganga di tengah jalan. Belum lagi tanah yang membuat jalana licin saat hujan tiba. Sekarang memang sedang seringnya hujan turun di wilayah timur Kalimantan Barat. Parahnya lagi hujan turun malam hari. Jadi kendaraan yang melewati jalanan malam hari dihadang oleh banyaknya lubang yang menganga. Tanah yang membuat jalanan tersebut licin. Di tengah hujan pula. Wajar saja jika banyak kendaraan yang menjadi korban jalan tersebut.

Khusus untuk kasus yang ini jalan macet kurang lebih 2km. Jalanan memang sempir sekali. Sudah sempir rusak parah pula. Jadi saat ada kendaraan yang tumbang karena jalanan yang rusak tersebut dapat dipastikan lagi musibah berikutnya adalah kemacetan yang parah. Tak ada pilihan jalan yang lain biasanya. Hanya jalan ini satu-satunya. Sisanya hutan dan ladang. Tak mungkin diterobos bukan? Kalau mengendarai kendaraan roda dua masih memungkinkan untuk melewati jalan yang sebagian sudah tertutup oleh badan kendaraan yang tumbang. Beda cerita dengan bus atau truk yang ukurannya hampir sama dengan yang tumbang tersebut.


Tulisan-tulisan yang berjudul serupa memang seakan sedang mengeluh tetapi harapan saya adalah akan lebih banyak orang yang tahu dan mau mendukung Gerakan Rp1.000 untuk Jalan Sanggau sehingga sesegera mungkin jalanan ini bisa diperbaiki dan tak ada lagi korban yang berjatuhan karena jalan yang rusak ini. Semoga.

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (3) Korban di Timur Kalimantan Barat
















Tak adil rasanya kalau hanya mengeluhkan jalanan dan memperlihatkan foto jalanan yang berlubang. Buat yang tak pernah mendatangi tempat ini secara langsung barangkali ada rasa tak percaya bahwa di wilayah timur Kalimantan Barat yang kaya dengan sumber daya alamnya yang beragam, kebun kelapa sawit dan karet yang memenuhi tanahnya, masih sangat mundur perkembangan jalannya.


Entah apa yang dilakukan oleh pejabat pemerintah yang seharusnya bisa melakukan sesuatu untuk mengubah jalanan wilayah timur Kalimantan Barat menjadi lebih baik lagi. Jalanan ini sudah lama rusaknya. Sebelum saya datang ke Sintang rusaknya memang sudah parah. Masyarakat yang ingin keluar kota misalnya ke Pontianak tentu lebih memilih naik pesawat dibandingkan jalan darat. Itu kalau punya uang lebih. Sebab harga tiket pesawat dari Putussibau atau Sintang ke Pontianak jauh lebih mahal dibandingkan harga tiket pesawat Pontianak – Jakarta. Jangan tanya mengapa.

Sekarang di postingan ini saya akan menunjukkan banyaknya korban yang sudah dirugikan oleh kerusakan jalan wilayah timur Kalimantan Barat. Kebanyakan memang truk bermuatan yang terbalik. Saya sendiri jadi mikir, yang mengendarai truk kan supir, yang punya barang orang lain. Kalau barangnya rusak atau tak bisa digunakan lagi karena truknya amblas atau tumbang, siapa yang akan menggantinya? Negara? Sebab yang menjadi asal muasal musibah tersebut adalah JALAN NEGARA yang hancur lebur dan kalau sudah turun hujan bukan lagi hancur lebur melainkan hancur lebur menjadi bubur.


Inilah yang menyebabkan harga barang di wilayah timur Kalimantan Barat harganya bisa berkali-kali lipat dibandingkan di Kota Pontianak. Itu sebabnya banyak masyarakat wilayah timur Kalimantan Barat yang lebih memilih berbelanja di negara tetangga. Selain lebih dekat harganya juga jauh lebih murah dibandingkan produk dalam negeri. Kadang barang dalam negeri juga sering kehabisan sebab sulit untuk didatangkan dari Pontianak. Jadi kita tak bisa pula menyalahkan masyarakat wilayah timur Kalimantan Barat yang banyak menggunakan produk Malaysia.



Korban-korban dalam foto ini baru sebagian sebab tak setiap musibah bisa diabadikan oleh orang di sekitarnya. Sampai kapan supir-supir ini harus menderita saat mengantar barang ke wilayah timur Kalimantan Barat.


PS: sumber foto dari grup Gerakan Rp1.000 untuk Jalan Sanggau

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (2) Selamat Datang di Kabupaten Sanggau


Heyho... biasanya kita akan senang sekali saat mendekati gerbang selamat datang di sebuah tempat baru yang kita datangi. Apalagi jika tempat tersebut baru pertama kali kita temui. Tapi bagaimana ceritanya jika gerbang ucapan selamat datang tersebut kontras sekali keadaan jalanan yang ikut menyambut kita?

Selamat datang di Kabupaten Sanggau. Terlihat megah sekali gerbangnya. Foto pejabat yang ikut menghiasinya juga indah. Indah sekali jika kita tak segera merasakan indahnya lubang di jalanan yang akan mengguncang kendaraan dan sekalian dengan penumpang yang ikut berada di dalamnya. Jangan langsung kecewa dengan jalanan yang ada di depan kita yang baru saja kita lihat di dekat gerbang penyambutan orang yang baru tiba di Kabupaten Sanggau sebab lubang-lubang tersebut masih banyak sekali jumlahnya. Setiap lubang yang kita lewati bukan akhir dari hancur leburnya jalanan yang kita jalani. Sebab itu baru awal. Baru pembukaan. Belum ada apa-apanya dengan jalan selanjutnya yang akan kita lintasi.

Selamat datang di Kabupaten Sanggau yang akan membuat kendaraan kita seperti roller coaster, salah kemudi bisa-bisa kendaraan yang kita naiki terpeleset masuk jurang atau terperosok amblas ke dalam lubang. Kalau sudah seperti itu barulah kita benar-benar disambut oleh semua lubang yang ada di jalanannya. Jalan ini, percaya atau tidak percaya, adalah jalan negara. Sekali lagi saya tekankan pakai huruf kapital. JALAN NEGARA. Namun hingga tulisan ini diterbitkan, keadaan JALAN NEGARA tersebut masih seburuk itu. Masih penuh lubang. Kemudian yang menjadi masalah bukan hanya lubang-lubangnya. Tetapi licinnya jalanan yang berlubang tersebut karena banyak tanah kuning dan air. Sebab sekarang memang sedang musim penghujan. Sering kali daerah wilayah timur Kalimantan Barat ini diguyur hujan pada malam hari dan membuat jalanan menjadi medan yang sangat berbahaya.

Tetapi perjalanan tak bisa dihentikan. Jangan harap kita bisa berhenti begitu saja saat menemukan jalanan yang buruk. Selain penuh lubang jalanan juga sempit. Hanya bisa dilalui satu kendaraan di sisi kiri dan satu lagi di sisi kanan. Kalau ada kendaraan yang berhenti di satu sisinya dapat dipastikan ini akan membuat masalah baru. Macet. Sebab jalanan yang rusak parah ini adalah jalanan yang selalu dilewati oleh banyak kendaraan. Baik kendaraan umum atau pribadi.

Tak ingin bertemu dengan jalanan yang banyak lubang berbahaya ini? Pilihan satu-satunya untuk ke wilayah timur Kalimantan Barat hanyalah naik pesawat. Itupun hanya dua wilayah yang bisa didatangi dengan kendaraan udara. Putussibau dan Sintang. Sisanya? Tetap menggunakan jalur darat. Sebab jalur air tidak ada kendaraan umumnya. Hanya ada angkutan air untuk mengangkut barang. Itupun saat air pasang saja bisa digunakan. Kalau surut? Jalur darat lagi yang menjadi pilihan satu-satunya. Yah ujung-ujungnya jalan darat yang paling mudah untuk dipilih tapi bukan dijalani. Karena sama saja kita masuk ke lubang buaya kalau sudah berada di jalanan yang berlubang dan licin tersebut. Lubang yang menganga juga tak bisa kita prediksikan ke dalamannya kalau sudah penuh oleh air dan lumpur.


Buat yang ke wilayah timur Kalimantan Barat, hati-hati saja ya! Semoga selamat sampai tujuan.

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (1) Gerakan Rp1.000 Untuk Jalan Kabupaten Sanggau







Seperti yang sudah teman-teman ketahui bahwa setelah acara pernikahan kemarin kami memang datang ke Sintang untuk liburan. Jarak dari Pontianak ke Sintang sebenarnya sekitar 400km saja. Tak begitu jauh sebenarnya. Sebab dari Pontianak ke Sambas hanya 200km. Jadi normalnya waktu yang dibutuhkan untuk ke Sintang adalah dua kali waktu yang dibutuhkan untuk ke Sambas atau bisa jadi juga dari Pontianak – Sambas- Pontianak lagi sudah sama waktunya dengan dari Pontianak ke Sintang.

Kalau dari Pontianak ke Sambas biasanya hanya butuh 4 jam. Jadi seharusnya ke Sintang butuh waktu 8 jam. Bahkan 8 jam itu sudah termasuk istirahat makan dan tidur sejenak untuk supir. Tetapi pada faktanya kami membutuhkan paling tidak 12 jam untuk tiba di Sintang. Bahkan pulang dari Sintang menuju Pontianak kami menghabiskan hampir 15 jam. Dengan jarak yang sama. Jalan yang sama.


Semuanya disebabkan oleh jalanan yang harus kami lewati dari Pontianak menuju Sintang dan sebaliknya rusak parah. Serusak apa? Aduh sudah berapa postingan yang saya tulis hanya untuk menjelaskan betapa parahnya kerusakan di jalanan di wilayah timur Kalimantan Barat ini. Bahkan akan menuju beberapa postingan lanjutan untuk menunjukkan kerusakan yang terjadi.

Di postingan yang ini saya hanya ingin mengajak teman-teman mendukung Gerakan Rp1.000 untuk jalan Kabupaten Sanggau. Sebab apabila jalanan tersebut terus dibiarkan rusak yang dirugikan tentu saja masyarakat banyak. Sebab yang menjadi korban adalah masyarakat yang melewati jalanan tersebut.

Selama ini kita pastinya sudah terbiasa memberikan Rp1.000 untuk pengamen atau tukang parkir. Jumlah yang sangat kecil bukan? Kalau dipikir-pikir Rp1.000 di jaman seperti ini bisanya dapat apa sih? Paling kalau permen dapat 5-8 biji saja. Es teh saja sudah tak dapat dibeli dengan uang Rp1.000 kecuali es teh yang ada di kantin sekolah dan menggunakan pemanis buatan. Sebab sekarang saja harga gula sudah mencapai harga Rp14.000. Dapat dipastikan harga es teh juga naik. Harga Rp14.000 ini untuk gula ilegal. Kalau gula yang legal sudah mencapai Rp18.000 untuk satu kilo gramnya.

Kalau Rp1.000 yang kita sumbangkan beramai-ramai dapat mengubah jalanan di wilayah timur Kalimantan Barat lebih baik dan lebih mulus lagi tentunya kita sendiri yang akan mendapatkan manfaatnya. Untuk penggunanya akan lebih selamat berada di jalan raya, buat yang mengirim barang ke daerah timur Kalimantan Barat seperti Kapuas Hulu, Sekadau, Sintang, Melawi, Sanggau, dan sekitarnya lebih mudah la


Jika satu orang menyumbang Rp1.000 saja, akan bisa mencapai 1Milyar jika yang menyumbang genap 1 juta orang. Itu kalau kita benar-benar memberikan uang Rp1.000. Tapi kalau kita menyumbang lebih banyak lagi tentu lebih banyak yang yang bisa dikumpulkan untuk mmeperbaiki jalanan di wilayah timur Kalimantan Barat. Kalau dipikir-pikir ke mana pemerintah yang seharusnya menangani jalanan ini, saya sudah tak punya jawaban apa-apa. Karena jalanan ini tentu rusak bukan dalam waktu sehari dua hari. Pasti sudah berlangsung lama makanya kerusakannya semakin parah.


Kita yang sekarang punya kesempatan untuk mengubahnya bersama-sama masyarakat yang peduli dengan jalan di wilayahnya. Lupakan saja pemerintah yang tutup mata dengan persoalan ini. Dukung yuk Gerakan Rp1.000 untuk jalan Kabupaten Sanggau. Gabung di grupnya di facebook dengan mengklik tautan ini.

Manisnya Cempedak di Sintang


Sebelumnya saya hanya membagikan foto sang suami dengan sebuah cenpedak yang berhasil dia ambil dari pohonnya. Kami waktu itu berada di rumah Mak Cik di Sintang. Tak seberapa jauh dari rumah Atok dan Nenek. Beda dengan biasanya ya saya menyebutnya. Kalau biasanya saya akan menyebut kakek sebagai Aki dan nenek sebagai Uwan. Kebetulan ini memang Atok dan Nenek baru yang saya dapatkan dari pihak suami. Setelah acara pernikahan kemarin memang tempat pertama yang ingin kami datangi adalah Sintang. Sebab keluarga besar Putra berada di sana.

Di Sintang banyak sekali penduduk yang menanam buah-buahan di pekarangan mereka yang memang luas. Apalagi tanah pegunungan seperti Sintang tentunya subur dan membuat banyak tanaman bisa tumbuh dengan mudahnya. Satu di antaranya buah Cenpedak. Dulunya selalu mendapatkan buah ini dari pedagang buah yang ada di pasar dan biasanya buahnya tak lagi segar. Kulitnya sudah agak layu dan buahnya tak sesegar kalau matang di pohon.

Untuk pertama kalinya bisa merasakan manisnya cempedak yang matang di pohon dan langsung dimakan beberapa saat setelah diambil. Di rumah Mak Cik memang banyak pohon buah-buahan. Sebelumnya saya sudah menunjukkan pula foto Putra mengambil buah rambutan dari pohon rambutan yang tumbuh di samping rumah. Masih di pekarangan yang sama. Cempedak yang kami makan ini daging buahnya tebal dan bijinya tak seberapa besar. Kulitnya juga tak begitu tebal. Rasanya manis sekali. Masih sangat segar.

Menyenangkan apabila suatu hari bisa memanen buah cempedak seperti ini lagi. Walaupun tak banyak tapi kesegaran buah yang terjaga membuat buah tersebut terasa sangat istimewa. Itu sebabnya saya mencoba membawa beberapa bijinya untuk dijadikan bibit. Semoga bisa tumbuh subur di Pontianak dan menghasilkan buah yang banyak. Jadi kapan-kapan kalau mau makan cempedak lagi tinggal ambil saja buahnya dari pohon yang sudah ditanam.

Dulunya sih paling sering makan buah pisang yang matang di pohon. Sebab Aki di Jawai selalu menanam pisang di dekat pematang sawahnya. Selain itu kadang juga makan kelapa muda yang diambil dari kebun. Aki tak punya pohon rambutan atau cempedak. Hanya pisang dan kelapa.


Kamu, punya pohon apa di pekarang rumahmu?

Gua Maria, Wisata Rohani Sintang Kalimantan Barat


Di Sintang, sebelum kita tiba di Bukit Kelam kita akan bertemu dengan Wisata Rohani. Di depannya ada patung Yesus dan beberapa anak kecil. Ada tulisan di sisi lain pintu gerbangnya 'Wisata Rohani'. Serasa dipanggil untuk masuk ke dalam tempat wisata tersebut. Sebenarnya dulu saya memang pernah datang ke Sintang tetapi waktu itu memang tidak masuk ke tempat wisata ini. Kalau tidak salah saya juga tidak tahu ada tempat Wisata Rohani di sana.

Di Sintang waktu itu cuacanya panas sekali. Bahkan pulang dari sana pun saya masih merasa dehidrasi sehingga beberapa kali harus minum air putih dalam jumlah banyak. Karena cuaca yang sangat panas waktu menuju ke Bukit Kelam, salah sendiri datang ke sana sekitar pukul 11 yang tentu saja matahari sedang garang-garangnya. Belum lagi di sisi kiri kanan jalan beberapa kali tak menemukan pohon yang rindang. Saat sudah memasuki kawasan wisata Bukit Kelam barulah suasananya agak sejuk.

Lokasi Wisata Rohani memang masih banyak sekali pepohonan yang melindungi kita yang berada di dalamnya. Untuk masuk waktu itu kebetulan tak perlu tiket atau membayar. Jadi kami langsung masuk saja dan menemukan beberapa tempat wisata di dalamnya. Paling menarik minat saya sebenarnya Gua Maria. Penasaran sih bagaimana sebenarnya Gua Maria yang ada di Sintang, Kalimantan Barat. Bagaimana bisa disebut sebagai Gua Maria dan apakah memang dulunya tempat tersebut sudah berupa gua atau kemudian dibuat sebuah gua di dalamnya. Tetapi untuk masuk dan melihat Gua Maria tersebut bukanlah hal yang mudah. Karena kami sendiri dikejar waktu untuk segera pulang dan belum tiba di Bukit Kelam, saya juga mengenakan wedges yang sangat tidak sesuai untuk dikenakan selama berpetualang menuju Gua Maria yang sepertinya banyak bebatuannya.

Jadi saya hanya berhenti di depan papan penanda Gua Maria. Menjepretnya lalu keluar dari lokasi tersebut. Kebetulan kami datang ke sana hari Selasa, tempatnya jadi tak begitu ramai dari pengunjung yang berwisata ke sana. Semoga saja ada kesempatan untuk datang ke Wisata Rohani ini dan melihat langsung Gua Maria yang dimaksud dan mengabadikannya di dalam blog. Urung masuk selain alasan yang sudah saya katakan sebelumnya, Putra juga mengatakan banyak orang yang jatuh saat akan berwisata ke Gua Maria tersebut. Sedikit seram mendengarnya.


Barangkali kalau kapan-kapan ingin datang dan melihatnya harus mengenakan sandal atau sepatu yang lebih nyaman untuk mendaki bebatuan yang ada di sana. Kalau memang ada teman-teman yang sudah pernah ke sana boleh saja berbagi informasi di kotak komentar blog ini. 

Cermat Memilih Mesin Cuci Bersama Keluarga

Cermat Memilih Mesin Cuci Bersama Keluarga

Mesin cuci sudah menjadi salah satu kebutuhan utama untuk keluarga. Selain dapat menghemat waktu,  mesin cuci juga dapat dengan mudah membersihkan berbagai jenis bahan pakaian dengan menekan beberapa tombol saja. Dengan perkembangan teknologi yang cepat, banyak pilihan mesin cuci dan berbeda-beda menurut jenisnya sehingga terkadang cukup membingungkan. Ajaklah pasangan kita saat memilih mesin cuci dan diskusikan bersama kelebihan dan kekurangan dari berbagai jenis mesin cuci untuk mendapatkan keputusan terbaik bagi keluarga.

Luangkan Waktu untuk Memilih Mesin Cuci
Dengan kesibukan pasangan di kantor dan Ibu mengurus anak atau juga bekerja, sangat wajar jika kita menginginkan akhir pekan hanya untuk beristirahat. Namun kita bisa meluangkan sedikit waktu untuk memilih perabotan rumah tangga kita untuk mendapatkan hasil terbaik. Akan lebih baik jika kita mencari informasi model dan harga pasaran dari berbagai mesin cuci melalui situs-situs yang kini sudah banyak jumlahnya. Hal ini akan menghemat waktu, sehingga kita dapat menikmati sisa waktu pekan untuk makan malam bersama keluarga atau mengajak si kecil pergi ke taman bermain.

Sesuaikan Anggaran dan Kebutuhan Anda
Walaupun kita memiliki anggaran yang cukup, bukan berarti kita harus membeli mesin cuci model terbaru berukuran besar dengan warna yang menarik. Bayangkan jika kita membeli mesin model terbaru berukuran besar dan akhirnya tidak bisa dipakai karena ruangan di rumah tidak cukup.
·       Mesin cuci untuk apartemen: apartemen tipe studio atau dengan satu kamar biasanya tidak menyisakan terlalu banyak ruang untuk menaruh mesin cuci. Selain itu, terkadang tidak ada saluran air yang memadai untuk menguras air dari mesin cuci dan memerlukan renovasi yang mengeluarkan biaya tidak sedikit. Pilih jenis mesin cuci mini atau portabel untuk apartemen berukuran kecil. Untuk apartemen yang besar, kita bisa memilih mesin cuci bukaan depan untuk lebih menghemat tempat.
·       Mesin cuci untuk rumah: sesuaikan dengan anggaran kebutuhan keluarga kita. Mesin cuci bukaan depan dengan opsi pengering cocok untuk keluarga besar dengan cucian yang banyak dan membutuhkan waktu pengeringan yang cepat. Untuk keluarga dengan anggaran lebih kecil, mesin cuci bukaan atas biasanya dapat diperoleh dengan harga yang lebih rendah.

Dimana Sebaiknya Menaruh Mesin Cuci?
Saat menaruh mesin cuci,. pastikan letak sumber air tidak terlalu jauh dari mesin cuci. Ini untuk menghindari selang yang terlalu panjang dan memakan tempat. Untuk apartemen, biasanya kita bisa menaruh mesin cuci di dapur. Di rumah yang berukuran lebih besar, kita bisa menaruhnya di ruangan khusus di bagian belakang rumah. Menaruh mesin cuci di kamar mandi mungkin bukan ide yang baik. Karena lantai yang sering basah, bisa jadi arus listrik tidak sengaja bersentuhan dengan air dan menyebabkan aliran pendek. Selalu pakai alas kaki saat mengoperasikan mesin cuci.
Saatnya Mencoba Mesin Cuci
Tiba saatnya mencoba mesin cuci yang baru kita beli. Selalu merujuk ke label perawatan pakaian untuk tips mencuci dengan mesin cuci yang disarankan oleh produsen. Simpan buku manual dengan baik, mungkin sewaktu-waktu kita membutuhkannya. Pada umumnya kita menggunakan siklus pencucian normal untuk mencuci pakaian sehari-hari dan tombol-tombol di mesin cuci sudah sangat membantu. Namun, untuk pakaian-pakaian dengan bahan tertentu membutuhkan siklus pencucian yang berbeda. Di buku panduan juga akan terdapat informasi merawat mesin cuci kita agar tetap tahan lama.

Dengan mengajak keluarga kita bersama-sama memilih perabotan rumah tangga,  mungkin mereka akan tertarik membantu pekerjaan kita nantinya. Dari hal kecil seperti memilah baju kotor hingga berbagi tugas mengoperasikan mesin cuci, pekerjaan akan lebih ringan jika dikerjakan bersama.

Berwisata Sambil Berteriak-teriak Ke Sintang Saja!


Selama ini barangkali kita akan lebih memilih Bali atau Lombok sebagai tempat wisata. Tetapi tak banyak tempat wisata yang bisa menawarkan seperti yang akan kita alami saat mendatangi Sintang. Buat yang suka memincu adrenalinnya selama berwisata tampaknya lebih baik membatalkan pilihan untuk ke Bali atau Lombok sebab Sintang adalah tempat yang paling tepat untuk itu semua. Jangankan Sintangnya, perjalanan menuju Sintang dapat dipastikan akan membuat kita yang tak terbiasa dengan jalannya akan berteriak-teriak.

Sudah pernah naik roller coaster? Rata-rata roller coaster yang disediakan oleh dunia fantasi atau taman bermain sudah dilengkapi dengan keamanan yang benar-benar aman. Kita tidak akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan selama naik roller coaster tersebut. Kalau pun tetap akan mengalami musibah selama bermain roller coaster tentunya itu sudah beda kasusnya.

Selama naik bus yang menuju Sintang kita akan diajak seperti bermain roller coaster tanpa pengaman. Tak ada jaminan bahwa bus tidak akan masuk jurang atau terbalik. Semuanya bergantung kemampuan supir membawa bus tersebut selamat sampai tujuan dan tentu saja kehendak Yang Maha Kuasa. Kalau sudah demikian yang dapat dilakukan hanyalah berdoa supaya bus tidak mengalami musibah yang tidak kita inginkan.

Tarik selimut, pejamkan mata, lalu berdoa dalam hati. Berdoa yang banyak. Nikmati semua goncangannya. Kalau sudah percaya sama Yang Maha Kuasa pastinya kita akan tenang selama perjalanan walaupun bus berguncang sangat hebatnya selama perjalanan. Terutama di Kabupaten Sanggau. Jalanan di Kabupaten Sanggau memang sedang rusak parah. Parah sekali. Layaknya kubangan kerbau. Dapat dibayangkan bagaimana akibatnya jika bus seukuran panjang 12 meter atau Damri melewatinya?

Belum lagi jalanan ada yang menurun dan menanjak. Sisi kiri kadang hutan dan kanannya jurang. Tanpa pengaman apa pun penumpang dan supir berada di dalam bus. Kalau bus tersangkut dan mogok sih sudah banyak kejadiannya. Kebanyakan yang terbalik biasanya adalah truk yang memiliki muatan. Ditambah lagi jalanan yang berlubang tersebut sangat sempit. Dua kendaraan yang berlawanan arah saat berpapasan harus bergerak dengan hati-hati kalau tak ingin saling menyenggol.

Buat yang tak terbiasa dengan jalanan seperti ini dan kendaraan yang terus berguncang sepanjang perjalanan, dapat saya pastikan akan berteriak histeris. Karena setiap guncangan rasanya bus akan segera terbalik. Kalau penumpang yang melambung-lambung di atas tempat duduknya sudah tak dapat dihitung dengan jari lagi berapa kali kejadiannya.


Jangan tanya saya ngapain selama perjalanan, yang jelas saya sudah pergi dan pulang dengan selamat tanpa berteriak sama sekali. Nikmati saja. Anggap sedang berada di dufan dan naik roller coaster.

Cempedak Sintang Kalimantan Barat

Sintang Mirip Solo

Kalo jalan-jalan di Sintang dan menemukan turunan atau tanjakan yang curam jadi ingat masa-masa di Solo beberapa bulan yang lalu. Ingat sekali jalanan menuju Asrama Mahasiswa UNS yang saya tempati beberapa malam. Belum lagi suhu udaranya sama-sama panas. Gerah. Beda sekali dengan Pontianak yang memang garang mataharinya tapi tak sepanas di Sintang.

Rasanya kulit saya tambah gelap selama di Sintang. Untuk sejenak merindukan Pontianak dan ingin segera berada di rumah kami. Memasak untuk suami yang akan segera pulang kerja.

Di Sintang yang membedakannya dengan Solo tentu saja jalanannya. Jalanan di Sintang hancur lebur. Masih bisa dimaklumi jalanan di Solo yang tak sehancur di Sintang. Apalagi pembangunan di Jawa pastinya lebih cepat dibandingkan di Kalimantan. Jadi jalanan di Jawa cepat diperbaiki sebelum benar-benar hancur.

Oh iya di Sintang harga barang sangat tinggi dibandingkan dengan Jawa. Jangan kaget kalau harga barang di Jawa yang hanya 5.000 di Sintang bisa 7.000 bahkan 10.000.

Dejavu rasanya saat berada di Sintang. Serasa di Solo.

Ngeblog Itu Mudah

Dulunya waktu tak bisa memasukkan gambar ke dalam postingan dan tidak tahu bahwa banyak sekali tutorial yang bertebaran menjelaskan tentang hal tersebut, rasanya ngeblog itu susah. Hanya bisa memosting tulisan setiap hari ke blog.

Mengingat beberapa tahun yang lalu saat masih di blog gratisan di blogspot, waktu itu saya mengunggah tulisan ke blog langsung dari word. Seingat saya waktu itu memang ada pilihan log in ke blog melalui word. Jadi saat kita mengklik sudut kiri atas, biasanya ada pilihan save dan save as, di sana ada juga pilihan 'publish as blogpost'. Kalau tidak salah memang demikian bunyi kalimatnya. Nah kita bisa langsung log in ke blog kita melalui 'option' tersebut. Waktu itu memang menggunakan 'blogspot', kalo menggunakan 'wordpress' saya kurang tahu juga.

Jadi saat dipublish melalui word, pengaturan yang kita gunakan di word akan berlaku di dalam postingan tersebut. Jadi membacanya seperti membaca tulisan dari word. Sekarang tidak pernah mencoba untuk mempublish tulisan dengan cara demikian. Postingan sekarang dimasukkan dari word yang dicopas ke kotak postingan. Gambar juga sudah bisa diunggah ke dalam postingan. Ternyata mudah, pikir saya saat mengetahui hal tersebut.

Ngeblog itu mudah sebenarnya asal kita mau belajar dan konsisten. Kalau merasa ngeblog sulit karena harus menulis, sepertinya harus memeriksa beberapa postingan pada hari-hari terakhir di blog ini. Banyak sekali postingan yang isinya hanya gambar. Ada pula postingan-postingan yang isinya hanya suara dari soundcloud. Kadang video ada Youtube.

Setiap orang punya passionnya sendiri. Ada yang suka menulis. Ada yang suka menjepret. Ada yang suka membuat video. Ada yang suka merekam suara. Temukan passionmu untuk ngeblog. Jadikan ngeblog itu mudah.

 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design