6 November 2013

Sleeping Beauty




Give me the true kiss from a true lover.

Pakai Adat Mana


Ternyata banyak juga yang menanyakan pernikahan kami menggunakan adat daerah mana atau adat suku apa. Karena kami berdua memiliki darah banjar, tionghoa, dan melayu, maka kami menggunakan tiga adat tersebut untuk acara pranikah dan resepsi. Termasuk juga saat akad nikah. Ada yang dilakukan bersamaan, ada pula yang digunakan secara terpisah.

Khusus untuk acara akad nikah kami menggunakan adat banjar dan melayu. Dapat dilihat dari pakaian yang saya kenakan dan tradisi yang kami lalui. Kemudian untuk resepsi sendiri saya mengenakan gaun pengantin yang umumnya dikenakan oleh masyarakat etnis tionghoa.


Sebenarnya saya tak terpikir akan menuliskan postingan tentang ini di blog. Tetapi karena ada yang menanyakan ya jawabnya lebih mudah memang di sini saja. Kalau memang ada yang kurang jelas, silakan tinggalkan komentar di bawah tulisan ini. 

Pembalap Liar


Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak remaja Pontianak yang masih berusia sangat belia, mulai dari SMP hingga SMA yang suka balapan liar. Jangan-jangan ada pula yang masih duduk di sekolah dasar. Saat pulang tengah malam dulunya saya sering berpapasan dengan anak-anak yang membalap di jalanan umum yang memang mulai sepi. Tapi bukan berarti pula jalanan tersebut tak ada orangnya dan bisa digunakan untuk balapan.

Ulah anak -anak yang balapan liar ini memang sangat mengganggu. Apalagi kalau mereka mulai balapan saat jalanan masih cukup ramai. Selain berbahaya untuk dirinya sendiri tentunya juga membahayakan orang lain. Memang ada baiknya dilakukan penertiban yang lebih ketat lagi. Seperti pemberian hukuman yang bisa membuat mereka jera.

Tentunya hukuman yang jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan merendam mereka di dalam parit. Bisa saja kan remaja ini dibina untuk menjadi tukang sapu jalanan selama sebulan penuh atau diminta menanam pohon di sepanjang jalanan Kota Pontianak yang pohonnya tak lagi rindang? Atau menyambangi Sungai Kapuas untuk mengumpulkan sampah-sampah yang dibuang warga ke sana.


Selain bisa memberikan efek, mudah-mudahan efek jera, hukuman tersebut juga memberikan manfaat untuk Kota Pontianak sendiri. Semoga saja ada pemerintah yang membaca tulisan ini dan terketuk hatinya untuk menerapkan hukuman yang baru. Begitu juga untuk pengendara yang masih sibuk dengan ponselnya selama berkendara. Pemberian tilang hanya memberi efek jera sedikit saja. Hukum saja untuk melakukan aksi sosial di masyarakat. Jauh lebih bermanfaat bukan?

Buang Nol Banyak-Banyak


Akhirnya awal tahun depan, 1 Januari 2014 kita semua sudah bisa merasakan punya uang yang tak banyak lagi nolnya. Sehingga penyebutan kurs rupiah dengan mata uang asing pun tak akan terdengar sangat jauh jaraknya. 

Memandang Rumput Tetangga


Terkadang kita suka membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Melihat keberuntungan orang lain lalu merasa hidup kita sendiri belum cukup beruntung untuk disebut sebagai beruntung. Kemudian menjadi lupa untuk bersyukur padahal yang namanya Tuhan akan selalu mengisi 'gelas kehidupan' setiap manusia hingga penuh. Yang membedakan 'gelas kehidupan' kita dengna kehidupan orang lain tentu saja adalah gelas kehidupan tiap orang ada yang besar ada yang kecil. Tapi Tuhan tak pernah lupa untuk mengisinya hingga penuh. Apa pun ukurannya selalu akan diisi hingga gelas kehidupan tersebut tak bisa menampungnya lagi.

Sesekali tak ada salahnya melihat 'rumput tetangga' tapi bukan untuk melihat betapa hijaunya rumput tetangga kita. Kita tak pernah tahu sebelum benar-benar menyentuhnya. Karena barangkali rumput tetangga hanyalah rumput plastik yang selalu akan berwarna hijau dan tak akan pernah layu.


Lihatlah rumput tetangga hanya untuk melihat apakah halamannya sudah punya rumput yang sehijau rumput kita atau tidak. Bukannya kita melihat rumputnya hanya untuk meyakinkan diri kita bahwa rumput kita selalu jauh lebih hijau dari rumput mereka.

Selamat Tahun Baru Hijriyah


Sudah lewat sih ya, tapi tak mengapalah telat mengucapkannya yang paling penting masih bisa mengucapkan selamat tahun baru hijriyah buat teman blogger semua yang merayakannya. Semoga di tahun yang baru ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dibandingkan tahun sebelumnya. 

Candid Photos


Fotografer yang bertugas mengabadikan setiap momen di dalam pernikahan kami kemarin sebenarnya terlihat tak begitu banyak menjepretkan kameranya. Bahkan membidik juga sesekali hingga akhirnya saya harus mengatakan bahwa saya ingin ada foto 'candid' yang diambil olehnya. Setelah mendengar keinginan saya tersebut barulah dia membidik kami banyak sekali dan mengabadikan momen-momen yang tidak ada unsur 'pasang pose'.

Di Wikipedia sendiri dijelaskan bahwa
A candid photograph is a photograph that is captured without creating a posed appearance. This is achieved by avoiding prior preparation of the subject and by either surprising the subject or by not distracting the subject during the process of taking photos. Thus, the candid character of a photo is regardless of the subject's knowledge or consent as to the fact that photos are being taken, and regardless of the subject's permission for subsequent usage such as distribution, but related to the apparent absence of posing. It is distinguished from making secret photography by the photographer usually remaining discernible to the public and not wearing cover.

Bahasa gampangnya sih foto yang diambil tanpa ada unsur kesadaran dari sang objek foto sendiri. Rasanya foto seperti itu jauh lebih artistik dibandingkan foto-foto yang melibatkan pose dan kesadaran sang objek foto. Namun tak semua orang memang menyukai foto yang demikian. Saya sendiri suka mengambil dan diambil secara 'candid' sehingga akan terlihat kealamian seseorang atau diri saya sendiri.

Dari banyak foto yang diambil oleh fotografer pernikahan kami banyak sekali foto candid yang saya sukai. Berbeda dengan foto-foto yang melibatkan pose-pose yang sudah diatur atau dibuat untuk diabadikan.


Kamu suka foto candid juga?

The Jacatra Secret


Rasanya saya ingin mencetak sendiri buku yang satu ini. The Jacatra Secret. Bagaimana tidak? Banyak sekali yang menelpon saya untuk membeli buku saya yang cuma ada satu ini. Pasti yang mencarinya penyuka buku-buku Dan Brown yang memiliki karakteristik serupa. Sayangnya saya sudah berkeliling mencari buku yang satu ini tetapi yang saya dapatkan nihil. Ini pun yang saya pegang hanya untuk koleksi.

Saya sudah mencoba menghubungi pihak pemasaran buku ini tetapi entah mengapa sulit sekali mencarinya. Apabila memang ada teman yang bisa membantu mencarikan buku ini tentu saja saya akan senang sekali menerima bantuan tersebut. Sepertinya saya harus mencoba lagi menghubungi pihak-pihak yang tersebut dalam penerbitan buku ini. Penulisnya saja saya masih tak tahu bisa menemukannya di mana.


The Jacatra Secret memang menuliskan buku yang sangat banyak ingin dibaca orang. Sebab bukunya menceritakan sesuatu yang kita ketahui bersama. Rahasia yang tersimpan di balik benda-benda yang sudah ada di Jakarta bertahun-tahun yang lalu. Seperti membuka kunci jawaban untuk soal-soal yang sudah kita jawab. Tentunya kita ingin tahu jawaban kita benar atau salah. Belum lagi di dalam buku ini menceritakan pula tentang orang-orang yang masuk dalam lingkaran illuminati. Terlepas dari benar atau tidaknya isi buku ini yang jelas banyak fakta yang memang terkait di dalamnya.

Sintang I am Coming


Hari ini, sekitar pukul 7 malam nanti, kami berdua, saya dan suami akan berangkat ke Sintang. Mengunjungi keluarga besar di sana. Terutama Kakek dan Nenek sebelah suami yang memang sudah tua dan tak memungkinkan untuk dibawa bepergian jauh. Jarak dari Pontianak ke Sintang memang terdengar tidak begitu fantastis. Hanya sekitar 400km. Tetapi medan yang harus dilewati jangan ditanya. Jalanan sudah kayak bubur.

Buat yang penasaran dengan daerah hulu Kalimantan Barat, tenang saja. Kalian bertemu dengan blog yang benar untuk melihat keadaan jalanan di sana termasuk daerah tempat wisata yang bisa dikunjungi. Ini kali kedua saya berkunjung ke sana dan tentu saja kali ini akan lebih banyak menulis tentang daerah wisata termasuk kulinernya. Sebab pertama kali dulu belum punya smartphone dan belum punya blog ini.

Sebut saja ini bagian dari yang namanya Honeymoon. Sebab memang kami lakukan dalam masa-masa masih menjadi pengantin baru. Alasannya sederhana, sebab kami berdua mengambil cuti bersamaan bulan November ini. Sayang kalau tidak dihabiskan dengan mengunjungi keluarga yang tidak sempat ditemui saat acara pernikahan kemarin.


Sintang I am coming!

Keluarga


Sekarang tak ada lagi rasa iri melihat keluarga orang lain yang besar dan kompak. Bagaimana mereka menjalani hari-hari sebagai keluarga besar yang saling mendukung. Melakukan kegiatan bersama-sama. Menyenangkannya makan di tengah-tengah orang yang saling memiliki cinta antara satu dengan yang lainnya. Karena sekarang saya juga bagian dari itu semua.

Keluarga suami sekarang adalah keluarga saya juga. Keponakannya juga keponakan saya. Belum lagi kakaknya yang berjumlah 5 orang. Bersama suami-suami mereka. Dulu saya pikir saya tak akan memiliki keluarag seperti yang saya impikan dan inginkan. Tak berharap banyak akan membangun keluarga kecil di tengah-tengah keluarga besar seperti itu. Namun jalan Tuhan selalu indah. Onak duri memang ada, tetapi di bagian akhir saya menemukan sesuatu yang saya pungut sebagai kebahagiaan terbesar yang pernah saya rasakan.


Mereka menerima saya sebagai bagian keluarga pula. Bagaimana hangatnya cara mereka tertawa bersama. Sekarang tawa dan bahagia itu juga bagian dari diri saya. Keluarga.

Honeymoon In The Full Moon


Sebenarnya maksudnya bukan bulan purnama, tapi sebulan penuh. Yap! Bulan madunya memang dilangsungkan selama sebulan penuh. Sebab saya memohon cuti dengan kantor selama bulan November. Walaupun sebenarnya jadwal yang tidak saya isi sekitar12 hari tetapi itu membuat saya bebas selama satu bulan. Benar-benar menjalani kehidupan baru sebagai seorang istri.

Sebagai seorang istri yang baru beberapa hari butuh banyak sekali penyesuaian. Sekarang semuanya tak lagi diputuskan sendirian. Untungnya saya bukan orang yang terlalu ngotot dan cerewet walaupun banyak orang yang akan berpendapat saya sangat ngotot dan cerewet. Lain ceritalah ya kalau sudah menyangkut suami. Apalagi kalau sesuatu yang diputuskan itu soal rumah tangga. Kecuali masalah tulis-menulis. Masih saya putuskan sendiri mau menulis apa dan berapa banyak. Sebab di bagian ini suami memberikan kebebasan penuh untuk saya. Hanya soal waktu yang mesti disesuaikan dan saya harus bertanya dulu apakah saya sudah diizinkan untuk menulis.

Saya tidak tahu apakah cukup mampu melanjutkan tantangan menulis sebanyak 11 tulisan sehari selama bulan November ini. Sebab akan ada hari-hari saya tak akan menyentuh komputer sama sekali. Hanya memegang smartphone yang memang kurang memuaskan hasrat ngeblog saya. Baru satu dua postingan pendek rasanya jemari sudah kaku menggunakan layar usap. Sebab selama bulan November ini saya akan berkeliling untuk liburan berdua bersama suami. Anggap saja bulan madu sambil traveling.


Sekarang saya hanya mencoba untuk menyiapkan draft sebanyak mungkin supaya selama sebulan ini tak begitu banyak hari yang kosong atau tidak genap jumlah tulisannya. 
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design