1 November 2013

New Bracelet


Kisah Seekor Sapi


Tak pernah terbayangkan dalam pikiran saya bahwa pernikahan yang akan saya jalani menjadi hari yang sangat besar. Sebab saya sejak awal hanya menginginkan sebuah pernikahan yang sederhana. Kalau perlu cukup di KUA saja. Namun memang yang menjadi kenyataan sangat indah jika kita mau bersabar lebih lama menunggu seseorang yang diciptakan Tuhan untuk kita menjadi jodoh seumur hidup kita.

Pagi tadi seekor sapi pun menjadi korban meriahnya pesta pernikahan ini. Sapi tersebut dipotong dan akan diambil dagingnya untuk lauk yang disediakan pada hari resepsi. Begitu sempurna jalan yang Tuhan berikan untuk membuat saya semakin bersyukur. Merasa selalu menjadi perempuan yang paling beruntung di dunia ini.

Kalau masih saja saya meragukan kasih sayang Allah untuk saya, memang sangat keterlaluan. Semua hal yang saya miliki dan tak saya miliki selalu berhasil membuat saya bahagia. Bersyukur lebih banyak. Tuhan punya cara untuk menambah kenikmatan-Nya.

Nasi Ambang


Ada nasi yang disediakan pada saat menjalankan tradisi sebelum pernikahan. Nasi yang diletakkan dalam nyiru yang sebelumnya telah dilapisi dengan daun pisang. Lauk-pauknya sederhana saja. Ada tempe goreng, sambal teri kacang,  peyek, dan masih banyak lagi termasuk sayuran.

Nasi ini akan dibagikan kepada orang yang hadir pada saat upacara bepappas. Menyenangkan bisa melihat orang-orang datang untuk memakan nasi ini. Meskipun sedikit mereka seakan-akan senang dengan kenikmatan yang kami bagi. Mereka juga mengatakan ‘sedang mengambil berkat’. Barangkali memang masih banyak orang di luar sana yang menginginkan sebuah pernikahan untuknya sendiri, tetapi hingga hari ini masih saja belum ditunjukkan jalannya oleh Tuhan.


Saya dan Putra harus makan nasi ini dulu sebelum nasinya boleh dimakan oleh orang lain. Pernah makan nasi ini sebelumnya?

Bepappas


Sejak kecil saya senang sekali melihat acara bepappas. Sebenarnya acara bepappas ini mirip dengan acara selamatan. Bukan hanya untuk orang yang akan melangsungkan pernikahan. Bepappas dimaksudkan untuk mendoakan orang yang dipappas. Bisa dikatakan acara untuk menolak bala dan memberikan restu pada orang yang akan melakukan sesuatu. Misalnya melangsungkan pernikahan.

Tentu saja bepappas menjadi bagian yang sangat penting dalam prosesi pernikahan. Di sini kedua calon mempelai akan duduk berdampingan menunggu para tetua dari keluarga kedua belah pihak untuk memappas. Alat yang digunakan untuk bepappas sederhana. Tepung beras yang dicampur air. Ada yang mencampurnya dengan kunyit. Lalu untuk mappaskan tepung cair tersebut menggunakan daun-daun yang memang selalu digunakan untuk bepappas.


Mulai dari kepala, tangan, dan kaki. Di Kalimantan Barat bepappas masih terus dilestarikan oleh masyarakatnya. Di tempatmu bagaimana?

Hidup adalah Perjalanan Terbesar


Perjalanan terbesar kita di dunia ini adalah menjalani kehidupan yang diberikan Tuhan untuk kita yang masih memiliki nyawa di dunia ini. Setiap jalan yang kita lewati punya rambu-rambu, tanda-tanda yang bisa kita patuhi, jadikan pelajaran atau lewati begitu saja. Sebab seperti yang selalu saya katakan bahwa kehidupan juga menawarkan banyak sekali pilihan.

Kita melangkah terus setiap detik. Bisa sendirian. Bisa bersama orang-orang yang akhirnya menjadi bagian dari perjalanan terbesar dan terpanjang itu nantinya. Kita juga tak bisa menyalahkan diri sendiri untuk semua hal yang terjadi tak sesuai dengan harapan kita. kehidupan memang demikian isinya. Tak selamanya kita akan berbahagia, ada kalanya kita akan kecewa lalu menangis tersedu-sedu.

Kehidupan punya roda. Berputar, sesekali akan berada di atas, sesekali juga di bawah. Tak ada yang benar-benar abadi di dunia ini. Sebab sesuatu yang abadi itu hanya di akhirat nanti. Saat kita semua sudah mati dan meninggalkan dunia ini. Kehidupan fana. Kematian selamanya.


Sudah siap dengan bekal selama perjalanan nantinya?

Radang Tenggorokan


Akhirnya saya terkena radang tenggorokan lagi. Rasanya memang sering sekali saya terkena penyakit yang satu ini. Apalagi kalau malam hari saya meminum es yang terlalu manis. Setidaknya sehari dua hari tenggorokan akan menjadi sangat tidak nyaman. Radang dan membuat saya batuk penuh dengan dahak.

Beberapa hari yang lalu saya memang kehujanan. Dua atau tiga hari berturut-turut dan memang sangat mengkhawatirkan akan terkena radang tenggorokan. Ternyata benar. Tiga hari yang lalu tenggorokan saya radang. Saya batuk dan flu. Saya selalu yakin madu adalah obat yang terbaik untuk radang tenggorokan yang saya alami. Sehingga beberapa kali saya meminum madu supaya radang tenggorokan saya mereda.

Memang pada akhirnya dahak akan keluar banyak sekali dan membuat batuk saya terdengar lebih parah. Sebab batuknya tak akan berhenti sampai semua dahak itu berhasil dikeluarkan. Radang tenggorokan ini sampai membuat suara saya hampir hilang. Cukup mengkhawatirkan untuk seseorang yang besok akan melangsungkan pernikahan. Bagaimana ceritanya saya menggunakan bahasa tanpa suara?

Masuk angin sudah selesai, radang tenggorokan yang masih menggila. Jadi tadi subuh saya pun mencari cara untuk meredakan radang tenggorokan ini. Supaya suara saya yang indah dan merdu itu bisa kembali terdengar. Sekarang saya terdengar sangat aneh dengan suara yang sedemikian seraknya.


Lalu ada resep teh jahe yang bisa dibuat untuk meredakan radang tenggorokan. Nanti habis menulis ini saya bisa meminta seseorang di dapur untuk membuatkannya. Kalau memang berhasil meredakan radang tenggorokan yang saya derita akan saya bagikan di blog ini. Teh jahenya juga akan saya beri sedikit madu supaya ada rasa manisnya dan membuat radang tenggorokan ini bisa segera teratasi.

Kisah Sepasang High Heels


Selama ini memang saya berpikir bahwa high heels itu milik perempuan yang anggun dan cantik. Sedangkan saya sendiri tak merasa menjadi satu di antara bagian tersebut. Saya hanya perempuan biasa. Wajah biasa saja. Sehingga sejak dulu hingga sekarang saya tak berusaha untuk memiliki high heels. Apalagi berusaha mengenakannya untuk berjalan dengan anggunnya di atas dunia ini.

High heels itu rasanya bukan sahabat saya. Malah bisa dikatakan musuh. Saya selalu takut bahwa suatu hari nanti saya mengenakannya dan saya jatuh terjengkang. Kaki keseleo. Paling buruk lagi sepatu tersebut menusuk wajah saya. High heels terlihat begitu menakutkan. Dengan tumitnya yang runcing dan panjang.

Tetapi sekarang di dalam kotak seserahan ada sepasang high heels yang sebenarnya tak begitu tinggi ukurannya. Cukup mengancam saya yang lebih sering mengenakan sepatu flat. Memang menyenangkan mengenakan sepatu yang tebal dan datar. Rasanya kaki menjadi lebih aman. Berbeda dengan high heels. Tak bisa saya bayangkan saya mengenakan high heels saat mengendarai kendaraan bermotor. Lalu saya kepelecok. Bukankah itu akan sangat berbahaya bagi diri saya. Berbahaya buat orang lain juga.

Waktu jatuh dari motor beberapa minggu yang lalu pun sebenarnya saya sangat beruntung mengenakan sepatu lukis yang tebal. Sehingga kaki saya tidak terluka dan terlindungi dengan aman. Hanya bagian sepatu tersebut yang sedikit cacat. Dibandingkan kaki saya yang sobek. Akan jauh lebih baik sepatunya yang sobek. Hanya lutut yang kemudian binasa.

Tak terbayangkan bagaimana jika saat itu saya mengenakan high heels. Kaki saya tak terlindungi dengan sempurna. Lagi pula high heels menambah bahaya lain. Keseimbangan tubuh menjadi berkurang. Bisa-bisa membahayakan sekali saat dikenakan sambil berkendara.
  

Kamu punya kisah apa dengan high heels yang rasanya lebih cocok dikenakan orang yang mengendarai mobil dibandingkan sepeda motor seperti saya.

A Baby Boo


Memikirkan akan menikah dan memiliki keturunan memang sesuatu yang menyenangkan. Bagaimana melihat seorang anak membesar dan dirinya merupakan bagian dari darah dan daging kita. Tentunya akan sangat menyenangkan mendengar suaranya. Memeluk suaranya. Menggendong tubuhnya setinggi mungkin. Lalu dia akan tertawa terbahak-bahak.

Dulu memang itu yang dilakukan Aki saat membesarkan saya. Dia yang dengan penuh kasih sayang membesarkan cucunya yang gendut dan hitam. Bahkan dengan rambut yang sedikit sekali di kepalanya. Tetap saja mengenakan tutu dress yang paling disukainya. Aki yang menggendong dengan napasnya yang kadang memendek karena dirinya asma.

Dia melihat saya sebagai bagian dirinya yang akan menjadi penerus keluarga besar yang dia jaga. Aki yang selalu menjadi laki-laki yang paling mencintai saya. Hari ini, saat menuliskan postingan ini, betapa saya ingin dia berada di sini. Di samping saya yang segera akan membuat sebuah keluarga yang baru. Memulai sebuah kehidupan yang baru bersama laki-laki yang mencintai saya. Walaupun saya tahu tak akan ada satu orang pun laki-laki di dunia ini yang punya cara mencintai sedalam Aki mencintai saya.

Sebelas tahun sudah berlalu sejak saya melihat wajahnya untuk terakhir kalinya dan tak akan ada lagi wajah itu saya temukan saat saya merindukannya. Suaranya masih terdengar jelas di telinga saya. Memanggil-manggil ketika dia membutuhkan sesuatu. Stroke yang menyerangnya untuk pertama kali. Matanya yang kadang dihiasi sebuah kaca mata yang usang saat dia membaca. Tubuhnya yang kurus dan hitam terbakar matahari karena berjibaku dengan tanah dan lumpur di sawah.

Dia laki-laki terhebat yang akan selalu menjadi penguat hari-hari saya selanjutnya.

Dari laki-laki itu saya belajar banyak hal. Belajar untuk menghargai seseorang yang akan menjadi bagian dari diri saya suatu hari nanti dan memanggil saya dengan sebutan ‘Umak’. Selalu ingin dipanggil seperti saya memanggil ibu saya. Umak. Bukan bunda atau mama yang selalu digunakan oleh orang kota. Saya tetap orang kampung yang bangga sebagai orang kampung dan tak ingin dia memanggil saya dengan panggilan yang lebih ‘modern’.


A baby boo, come to my life, and I will love you!

Tutu Dress


Kayaknya sekarang memang lagi musim banyak yang berdagang tutu dress. Saya sendiri bahkan tak sadar telah membelinya beberapa bulan yang lalu sebelum lebaran. Saya tak tahu itu sebenarnya tutu dress tetapi saya memang suka sekali dengan modelnya. Walaupun tak begitu mengembang seperti tutu yang dikenakan oleh penari balet. Tetapi memang dress tersebut terinspirasi dari roknya penari balet yang dilapisi dengan kain yang sedikit tembus pandang bagian luarnya.

Bagian dalam sendiri sudah ada pelindungnya yang membuat kaki kita tersembunyi. Kalau memang kurang nyaman dan merasa roknya terlalu tipis kita juga bisa mengenakan legging di bagian dalam. Tutu dress sangat lucu jika dikenakan oleh anak-anak. Kalau tahu dua anak yang terkenal dengan tutu dressnya, Sophia Grace and Rosie pasti tahu sekali bagaimana bentuk tutu dress yang dikenakan keduanya.

Terlihat seperti dua puteri yang cantik. Apalagi mereka mengenakan tiara kala bepergian. Sangat lucu. Walaupun saya sendiri tidak akan seribet itu untuk mengenakan tutu dress. Tetapi tutu dress kayaknya menjadi satu di antara banyak dress yang wajib dimiliki oleh perempuan yang suka dengan sisi ‘cute’ dirinya. Selain ingin belajar membuat dress tentu saja saya ingin sekali membuat tutu dress limited edition karya saya sendiri.

Setidaknya bisa dikenakan oleh anak saya nanti kalau tutu dressnya terlalu lucu untuk saya kenakan sendiri. Saya menemukan banyak sekali tutorial membuat tutu dress di internet yang bisa dijadikan acuan untuk membuat tutu dress yang saya inginkan. Ah banyak sekali yang ingin saya lakukan dan pelajari dalam waktu yang singkat setiap harinya.

Belajar membuat sesuatu yang masuk kategori ‘prakarya’ memang menyenangkan. Apalagi kalau merupakan pakaian dan dress. Dulu masih ingat sekali waktu kecil saya suka membuatkan pakaian untuk boneka barbie milik saya. Termasuk memodel-modelkan rambutnya supaya terlihat lebih cantik jelita.


Kamu suka tutu dress?

Belajar Membuat Dress


Yuk belajar membuat dress!

Sepertinya memang saya harus belajar membuat dress. Sebab banyak sekali model pakaian yang saya inginkan di dunia ini dan terkadang untuk memilikinya butuh uang yang tak sedikit. Padahal saya ingin sekali punya pakaian tersebut dan membuka sebuah usaha butik online dengan hasil jahitan saya. Hmmm sepertinya rumah baru saya nanti akan membutuhkan sebuah mesin jahit. Mesin jahit listrik akan terasa menyenangkan untuk dimiliki.

Balik lagi ngomongin soal dress yang saya suka. Saya banyak sekali menyukai dress yang dikenakan oleh Taylor Swift. Contohnya seperti gambar dalam postingan ini. Ah warnanya dan modelnya keren sekali. Sepertinya tidak terlalu rumit untuk dibuat. Namun kemampuan saya membuat pola memang belum pernah dites. Seumur hidup saya tak pernah belajar membuat pola pakaian apalagi benar-benar membuat polanya. Tapi tentu saja itu bukan sesuatu yang sulit selama kita mau belajar.

Saya yakin akan banyak sekali video tutorial membuat pola pakaian terutamanya dress. Tinggal mencari bahan dan membuatnya menjadi seperti yang kita inginkan.  Itu sebabnya memang saya sulit bertahan berjam-jam di ruangan ber-AC dan menjadi seorang ‘karyawan’. Sebab banyak sekali hal yang ingin saya pelajari selain bertugas menjadi seorang karyawan kantoran.

Hari-hari akan menjadi menyenangkan apabila bisa mempelajari hal-hal baru yang sebelumnya bukan menjadi keterampilan kita. kalau hanya menjahit tak perlu lagi saya pelajari sebab saya sudah menggunakan mesin jahit sejak bertahun-tahun yang lalu. Itu hal yang sangat gampang dibandingkan membuat pola pakaian.

Membuat dress sendiri untuk dikenakan juga membuat dress kita akan berbeda dari semua dress yang ada di muka bumi ini. Kecuali kita sendiri berusaha ‘menyontek’ desain orang lain dengan bahan yang serupa. Ah tapi kalau samaannya dengan artis akan sangat menyenangkan kali ya? Hahahaha...

Saya suka sekali dengan dress selutut yang bisa dikenakan dengan nyaman tanpa takut ada bagian belakang yang mengintip saat kita bergerak ke sana kemari. Sepatu yang lucu juga bisa jadi tambahan untuk melengkapkan penampilan kita. walaupun saya juga tak bisa melupakan bagaimana menyenangkannya terlihat lebih anggun dengan dress panjang hingga kaki.

Belajar membuat dress adalah target saya selanjutnya saat saya sudah menjadi seorang istri. Apalagi kalau nanti memiliki anak perempuan. Bisa sekalian belajar membuat dress untuknya. Wah rasanya sudah tidak sabar menjadi seorang ibu yang bisa membuat dress untuk dirinya sendiri dan juga untuk buah hatinya. Adarencana juga sih mau buka usaha menjadi seorang desainer dress. Jadi tetap menjadi perempuan yang menghasilkan uang dari rumah. Tak perlu duduk di depan meja kerja di sebuah kantor dari pagi hingga sore dan meninggalkan keluarga dengan asisten rumah tangga.

Saya tidak ingin menjadi perempuan yang itu. Saya ingin berada di rumah dan menjadi istri lalu ibu siaga. Siap melayani suami dan anak-anaknya. Ah saya ingin sekali belajar membuat dress sendiri. Sudah beberapa kali saya memesan dress pada seorang teman yang harus menunggu sedemikian lama untuk penyelesaiannya. Saya memang bukan tukang jahit tapi kadang saya bingung, apakah memang butuh waktu sedemikian panjang untuk menyelesaikan sebuah pakaian?


Makanya lebih baik membuat sendiri saja. Selain tidak keluar biaya untuk penjahitnya, kita juga bisa menentukan sendiri kapan akan menyelesaikannya. Kamu bisa bikin dress sendiri juga?

Beib, It’s November


Tanggal 1 November sebagai pertanda baru bahwa hari ini akan menjadi hari pertama saya harus menyelesaikan tantangan menulis 11 postingan dalam sehari. Itu pertanda juga bahwa tantangan menulisnya hampir selesai. Bahwa bulan depan saat saya menyelesaikan 12 postingan di hari terakhir di bulan Desember saya telah menang. Memenangkan tantangan yang sudah saya buat sendiri. Bagaimana jatuh bangunnya saya menyelesaikan tantangan dan berapa banyak lomba yang juga menjadi bagian dari tantangan itu sendiri.

Saat mengayuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Kalau masalah betapa sibuknya akhirnya Oktober dan awal November ini, bisa cek timeline facebook dan twitter saya. Sebab di sana terlihat berapa banyak hal yang saya bagikan di instagram. Sesuatu yang beberapa tahun ke depan akan menjadi sebuah sejarah yang tak akan pernah terlupakan. Saat kehidupan dua orang manusia ditentukan untuk berjalan beriringan bersama.

Sibuk sekaligus menyenangkan. Saya tak pernah mengira bahwa inilah jalan yang akhirnya saya jalani dan ada tangan yang selanjutnya akan saya genggam. November. Awal yang baru bukan hanya untuk blog ini tetapi untuk pemilik blognya sendiri. Seandainya saya tahu akan begini indahnya, pastinya tak pernah ada galau yang melanda. Sebab semua memang akan indah pada waktunya. Jalan yang dipilihkan Tuhan tak akan pernah salah.

Saat mengingat bahwa tantangan bulan ini semakin berat. Semakin banyak postingan yang harus ditulis saya harus menyebut diri saya sendiri dengan perasaan sayang. Supaya bisa lebih kuat. Lebih konsisten untuk menulis dan menyelesaikan tantangan. Terlalu sayang untuk menyerah sekarang. Sudah terlalu jauh perjalanan yang saya tempuh untuk berada pada tantangan 11 postingan ini, tinggal 60 hari lagi dan semuanya akan selesai. Lalu saya bisa mengatakan pada diri saya bahwa saya sudah menang.

Memang yang akan menjadi kesulitan adalah bagaimana saya membuat 11 postingan tersebut? Menemukan satu ide saja setiap hari sudah sangat baik. Bagaimana ceritanya harus menuliskan 11 postingan dengan jumlah kata paling tidak sekitar 300-500 kata. Setiap mengetik memang saya selalu memperhatikan jumlah kata yang saya tuliskan. Inginnya sih menulis 500 kata perpostingan walaupun terkadang jemari ini sudah terlalu kaku untuk mengetikkan tulisan lagi.

Atau leher saya terlalu kaku untuk memandang monitor komputer yang ada di depan saya. Semangat yang tak pernah padam untuk mengalahkan diri sendiri satu-satunya pisau yang bisa saya gunakan untuk memotong semua halangan yang ada di depan.

Meyakinkan diri bahwa tantangan ini akan bisa saya selesaikan. Saya bisa dan saya akan mengakhirinya dengan kemenangan. Meskipun banyak orang akan menganggap ini sebuah kerja gila. Tak ada hadiahnya. Saya berjalan sendirian. Tak mengapa. Bagi saya sudah lebih dari cukup saya bisa mengalahkan diri saya sendiri pada 31 Desember 2013 nanti. Lalu saya bisa membuat tantangan yang lain lagi. Tantangan yang lebih berani lagi.

Sehingga konsistensi menulis saya tidak akan padam. Menyala seperti obor dengan minyak abadi yang membuat sekitarnya menjadi lebih terang. Memberikan cahaya untuk setiap langkah yang menjalani jalan yang sama. Orang-orang berikutnya yang berada di belakang akan menjadi lebih terbantu dibuatnya. Saya belum bisa seperti orang lain yang bisa membuat desain yang memikat. Bukan pula orang yang menulis 1 tulisan sebulan dan tetap mendapatkan pengunjung tetap yang setia menunggu tulisan berikutnya dibulan depan.


Saya hanya blogger biasa yang harus menulis lebih banyak dibandingkan sebelumnya untuk membuat blog ini berbeda.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design