30 Oktober 2013

Feeling Sexy?


Baru kali ini saya kesulitan menyelesaikan tantang menulis di Swap Blog. Bukan apa, biasanya saya dengan mudah menemukan ide atau membuat ide baru untuk setiap tema yang diberikan. Namun kali ini memang sedikit menyulitkan. Sebab saya tak pernah merasa seksi. Bagaimana ceritanya saya harus mengatakan atau menceritakan keseksian diri saya?

Tetapi tantangan tetap harus diselesaikan dan saya bukan orang yang suka tak menyelesaikan tantangan tersebut. Walaupun terlambat saya tak ingin kalah dengan sebuah tantangan. Tantangan hanyalah sesuatu yang harus saya lewati dan saya yakin saya bisa menyelesaikannya. Sekarang saya sudah mendapatkan ide untuk menyelesaikan tantangan tersebut.

Katakanlah saya akan sangat narsis atau saya akan banyak sekali memuji seseorang untuk hal ini. Belum lagi sisi romantis yang akan membuat semua pembaca merasa saya sebagai perempuan paling lebay sedunia dan siap-siap untuk mual membacanya. Cicil, pasangan swap saya kali ini akan menjadi orang pertama yang muntah-muntah setelah membaca isi postingan saya. Saya yakin itu. Yakin seyakin-yakinnya.

Tak mengapalah saya membuat 7 orang swapper menjadi orang yang mual akhir bulan ini. Paling penting tantangan ini saya selesaikan dengan baik. Hahahaha...


Tentu saja saya seksi. Dilihat dari kaca mata satu orang di dunia ini.

Be Awesome Today


Apakah masih ada yang suka galau menjalani hari-harinya. Emosi memang ada pasang dan surutnya. Tetapi kita punya pilihan untuk menjadi orang yang menjalani harinya dengan menyenangkan atau tidak hari ini. Semua yang sudah terjadi kemarin sudah terjadi. Sudah lewat. Tak bisa kita ulang kembali. Sedangkan yang akan terjadi besok belum terjadi sama sekali. Kita hanya punya hari ini. Saat kita memutuskan untuk menjalaninya dengan galau itu sama saja kita sedang menyia-nyiakan satu-satunya waktu yang kita miliki.

Sebab kita tidak tahu apakah besok masih akan kita jelang atau besok tak akan pernah ada untuk kita. Kehidupan adalah sebuah misteri paling besar yang tak bisa kita tebak akan membawa kita ke mana. Namun Tuhan memberikan 'dayung' untuk kita menjalaninya. Apakah kita akan menggerakkan dayung itu atau membiarkan arus air membawa kita ke mana saja? Tak peduli dengan keinginan kita.

Be awesome today. Hanya itu pilihan satu-satunya untuk kita terus berbahagia. Apa yang terjadi hari ini adalah akibat dari sesuatu yang kita lakukan kemarin. Lalu apa yang akan terjadi besok adalah buah langkah kita hari ini. Kalau kita ingin hari esok lebih menyenangkan dari hari ini, lakukanlah yang terbaik dari diri kita hari ini. Lakukan sesuatu yang menyenangkan. Hari ini hanya ada 24 jam. Tak ada penambahan waktu untuk kita yang ingin menggalau atau bersedih.

Pilihan hidup banyak sekali di dunia ini. Sama banyaknya dengan manusia yang kita temui. Sebanyak persimpangan yang bisa kita pilih. Saat kita melaju di sebuah tikungan jangan pernah menoleh ke belakang. Karena sudah lewat. Apa pun yang ada di belakang sana sudah kita lewati. Seperti sebuah bus yang sudah melewati halte tempat kita berdiri. Bus itu memang sudah lewat tapi kita masih punya kesempatan untuk menunggu kendaraan berikutnya.

Ingat satu hal bahwa tak selamanya kendaraan yang kita tunggu akan menawarkan sesuatu yang lebih baik dari yang sebelumnya. Sama seperti kesempatan baik. Banyak yang bilang kesempatan baik tak akan datang dua kali. Sebenarnya kesempatan baik selalu datang setiap hari. Tetapi kesempatan baik yang datang belum tentu benar-benar sama. Bisa jadi kesempatan yang kita lewatkan lebih baik dari kesempatan yang akan kita ambil. Lagi-lagi ini masalah pilihan.

Hidup punya cara. Cara mana yang ingin kita lakukan. Itu yang akan menentukan kehidupan seperti apa yang akan kita jalani. Jangan meniru kehidupan orang lain. Sebab tak semua orang bisa menjalani kehidupan yang serupa. Kalau memang mau meniru jangan lupa untuk membuat sesuatu yang kita tiru itu lebih baik dari sebelumnya.

Mengapa kita harus 'be awesome today'?


Karena hari ini adalah 24 jam terbaik yang kita miliki untuk dijalani.

Enjoy The Process


Entah mengapa lebih banyak orang yang suka menanyakan bagaimana ceritanya saya bisa memenangkan hadiah-hadiah dari berbagai lomba. Tanpa mau bertanya proses awal dari saya mengikuti semua lomba tersebut. Bagaimana cerita pertamanya saya bisa menjadi seorang blogger. Apa yang harus saya lewati untuk menjadi pemenang berbagai lomba tersebut. Tak pernah pula orang yang bertanya berapa banyak lomba yang saya sudah kalah?

Hidup butuh proses. Tentu saja. Begitu juga dengan bagiand ari kehidupan itu sendiri. Ada proses yang harus dijalani. Banyak sekali proses yang harus kita jalani di dalam kehidupan ini. Sama seperti cerita pernikahan yang akan dilangsungkan 3 hari lagi. Sabtu nanti saya akan menjadi istri dari seseorang yang sudah saya nantikan selama 27 tahun lama.

Apakah ada yang bertanya berapa banyak patah hati yang harus saya rasakan hingga akhirnya kami berdua dipertemukan Tuhan? Mengapa lebih banyak orang bertanya 'bagaimana ceritanya kamu bisa bertemu calon suamimu?'. Proses yang saya lewati untuk bertemu dengannya tak adakah yang ingin tahu? Bagaimana saya berkali-kali jatuh cinta pada orang yang salah. Berkali-kali pula berharap pada seseorang yang ternyata hanya menjadi orang-orang yang kemudian saya sebut 'kenangan' atau lebih kasarnya 'mantan'?

Saya selalu percaya bahwa semua yang terjadi tahun ini adalah proses panjang dari 'butterfly effect' yang sudah terjadi saat saya dan dia pertama dilahirkan ke dunia ini. Ada jalan yang akhirnya mempertemukan kami berdua. Namun di sepanjang perjalanan itu kami dipertemukan dengan banyak orang. Dengan banyak hal. Hal-hal yang membentuk kami menjadi diri kami yang sekarang.

Seperti sebuah bola salju. Awalnya kecil. Menggelinding dari atas. Setiap kali kami 'berputar' ada salju-salju yang menempel pada bola salju kecil itu. Sampai saatnya kami benar-benar menjadi bola salju raksasa yang berusia 27 tahun. Barulah kami berdua 'bertabrakan' di persimpangan yang diciptakan Tuhan. Lalu kami 'menyatu' menjadi sebuah bola salju yang lebih besar lagi.

Ah entah ada yang memahami maksud saya atau tidak. Saya hanya ingin menulis lebih banyak lagi. Lebih panjang lagi. Mencukupkan semua tantangan untuk hari ini. Sedangkan waktu semakin menipis. Kesibukan yang menyita waktu dan saya hampir tak bisa berada di depan komputer sebab memang hari besar itu semakin dekat dan sangat tidak lucu jika saya mengatakan bahwa saya butuh waktu 1-2 jam untuk duduk di depan komputer ini. Bagaimana mungkin saya mengabaikan hal-hal lain yang lebih besar dibandingkan blog ini?

Bukan berarti blog ini tidak penting. Saya hanya ingin blog ini menunggu sebentar. Saat saya bisa duduk dengan tenang menuliskan postingan demi postingan.


Jadi untuk smeua hal besar ada proses kecil yang harus kita jalani hingga membentuk hal besar tersebut. Apa pun hasilnya nikmati proses yang datang untuk kita.

Blackberry Messenger for Android, Pertahanan atau Senjata Makan Tuan?


Blackberry sekarang memang tak sebooming 5 tahun yang lalu. Pokoknya dulu tuh kalau tidak punya blackberry kesannya tidak keren, tidak gaul. Banyak orang berlomba-lomba membeli blackberry untuk memenuhi keingian 'gaul' mereka. Blackberry Messenger alias BBM menjadi sesuatu yang sangat keren pada masa itu. Bagaimana orang saling bertukar PIN. Paling menyebalkan adalah saat kita sendiri tidak terseret arus untuk menggunakan blackberry juga ikut terkena imbasnya. Banyak sekali orang yang menanyakan PIN BBM kita.

Kemunculan android sekarang sangat berhasil menggeser blackberry. Banyak orang yang mulai menukar blackberrynya dengan android. Walaupun demikian ada beberapa orang yang tetap setia dengan BB-nya. Sekarang seperti yang kita tahu BBM for android sudah bisa digunakan dengan lancar. Berbagai jenis android sudah diinstall aplikasi ini. Padahal pembeda satu-satunya blackberry dengan smartphone seperti android atau iOS adalah pada BBM. Walaupun sebenarnya masih banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Bukan hanya BBM.

Cuma memang tarif yang diberlakukan oleh operator lebih murah saat kita menggunakan paket yang hanya bisa BBM-an, twitter, dan facebookan. Sehingga pengguna BB pasti akan menginginkan orang lain bisa berkomunikasi dengannya menggunakan BBM saja. Jadi jangan heran saat demam BBM muncul semua orang mulai mencari yang namanya pengguna BB dan meminta kita untuk bisa memberikan PIN-nya sehingga bisa lebih sering berkomunikasi tanpa biaya tambahan lagi saat dia sudah membeli paket BB yang termurah tersebut. Jadi tak bisa pula kita menyalahkan pengguna blackberry yang tidak menggunakan layanan full service.

Blackberry menyediakan BBM untuk android dan iOS sekarang barangkali, ini hanya tebakan saya, sebenarnya ingin mempertahankan eksistensi Blackberry sendiri. Mungkin mereka berpikir bahwa dengan mengeluarkan BBM for android dan iOS setidaknya membuat pengguna blackberry tetap bertahan menggunakan blackberrynya. Sebab dengan adanya BBM for android dan iOS berarti pengguna blackberry yang sudah lama menggunakan BBM akan tetap menggunakannya. Sebab sekarang mereka bisa menggunakan layanan paling murah yang disediakan operator untuk berlangganan paket blackberry dan tetap bisa berkomunikasi dengan pengguna smartphone seperti android dan iOS tanpa perlu menginstall aplikasi yang lain lagi.

Blackberry sadar betul pasar benar-benar lebih mendukung android dan itu bisa mengancam keberlangsungan mereka. Diharapkan BBM bisa menjadi penyelamatnya sehingga orang tetap bertahan menggunakan blackberry. Setidaknya tidak meninggalkan sama sekali. Mengharapkan pengguna baru sebenarnya memang kurang besar kemungkinannya. Walaupun demikian untuk benar-benar mati dari pasar tentunya butuh waktu lagi.

Tetapi sayangnya, pengguna blackberry lama mengaku bahwa akun BBM mereka yang lama tetap bisa digunakan di smartphone. Sehingga mereka lebih memilih untuk memiliki android dan memasukkan akun BBM mereka ke smartphone tersebut. Jadi pengguna lama juga mulai berpikir ulang untuk menggunakan blackberry mereka lebih lama. Sebab untuk aplikasi sosial media lainnya tentu sudah lengkap tersedia untuk smartphone android dan iOS.


Bagaimana cerita blackberry selanjutnya? Apakah langkah yang mereka lakukan ini sebuah pertahanan atau ujung-ujungnya senjata makan tuan?

The Great Divide: The Great Life Soundtrack


Setelah mencari sekian lama soundtrack yang paling sesuai untuk menulis novel berikutnya yang akan diikutkan pada lomba akhirnya saya menemukannya. Sebenarnya ini bukan lagu baru. Sebab sudah lama ada di smartphone dan komputer saya. Ini sebuah soundtrack film animasi Tinkerbell. Dinyanyikan oleh Mclain Sisters, berjudul The Great Divide.

Lagu ini sangat menggambarkan hubungan yang terjalin antara saya dan Putra. Selama ini saya tak menyadari kehadirannya yang sangat dekat. Lalu saya juga tak menyadari betapa indahnya jalan yang dipersiapkan Tuhan untuk kami berdua. Pertemuan yang pada akhirnya membuat kami berdua hingga hari ini tak terpisahkan sehari pun. Dia yang menunggu di sana. Telah saya temukan.

Saya selalu percaya bahwa terkadang kita terlalu sibuk mengejar cinta yang ada di depan kita padahal cinta yang sebenarnya sedang menunggu kita untuk berhenti sejenak. Mengistirahatkan hati dan jiwa yang lelah karena terluka oleh cinta. Cinta itu bersabar menunggu di sana. Ada kalanya kita harus berhenti. Berhenti mengejar apa yang kita inginkan. Sebab Tuhan telah menyiapkan apa yang kita butuhkan. Ketika kita berhenti sejenak, cinta itu pun datang menemukan kita.

Apakah kamu lebih suka ditemukan atau menemukan cinta yang telah disiapkan Tuhan untukmu?

Lagu ini memang sangat indah. Membuat saya menjadi sangat bersemangat untuk menulis dan tak banyak typo yang terjadi sepanjang pengetikan tulisan-tulisan untuk blog dan semoga demikian juga buat novel nantinya. Memang saya akan menuliskan kisah cinta. Kisah seorang perempuan. Sebenarnya saya lebih suka menulis dari sudut pandang laki-laki walaupun banyak sekali kisah yang saya tulis selalu tokoh perempuan yang menjadi tokoh utamanya. Memang sih akan lebih mudah menyelami sudut pandang kita sendiri dibandingkan sudut pandang lawan jenis kita. Tetapi menuliskan sudut pandang lelaki dari sisi perempuan sebagai penulisnya kadang menghadirkan warna yang berbeda. Bahasa yang terasa lebih pekat.

Saya sedang mempersiapkan dua judul yang paling cocok. Kemungkinan besar adalah Kulminasi. Sebab settingnya nantinya adalah Kota Pontianak. Akan sangat menyenangkan menuliskan tentang kisah cinta yang terjadi di Pontianak beserta semua kebudayaannya. Kebudayaan yang saya lihat setiap hari. Bahasa Melayu yang kental. Warung kopi yang berdiri sepanjang jalan Jalan Gajah Mada.

Menang atau tidak novel itu nantinya, menurut saya yang paling penting adalah bagaimana Pontianak bisa dikenal banyak orang termasuk kebudayaan di dalamnya. Setidaknya mengenalkan Kalimantan Barat ke seluruh Indonesia adalah pekerjaan rumah yang selalu ingin saya rampungkan. Saya tak bisa menunggu orang lain yang mulai untuk menuliskannya sebab sampai sekarang tak banyak orang yang tertarik untuk menulis lebih banyak tentang kotanya sendiri.

Hanya beberapa teman yang saya kenal yang masih menuliskannya hingga hari ini. Pelan-pelan memang langkah yang kami lakukan. Sangat kecil pekerjaan yang kami rampungkan. Namun setidaknya sudah ada yang membuat jalan di tengah hutan belantara ini untuk diteruskan oleh anak cucu nantinya yang juga akan menyelesaikan semuanya.


Kamu menggunakan soundtrack apa untuk novelmu yang sekarang?

WhatsApp Initializing Too Long


Siapa yang suka menghapus history di smartphonenya pasti pernah mengalami hal ini. Saat akan masuk kembali ke akun Whatsapp, ternyata tak bisa masuk padahal sudah berjam-jam 'initializing'. Entah apa yang membuatnya menjadi sedemikian panjang. Padahal dibandingkan LINE dan aplikasi chat lainnya, Whatsapp aplikasi yang sederhana. Tidak banyak hal yang ada di sana. Hal-hal yang tidak perlu memang tidak disematkan di Whatsapp. Namun selalu saja sulit untuk masuk kembali ke akun kita dan hanya tiba di halaman initializing. Entah kenapa.

Ternyata yang mengalaminya bukan hanya saya sendiri. Masih banyak orang di luar sana yang juga mengeluhkan hal yang serupa. Bagaimana sulitnya untuk masuk ke akun setelah kita keluar. Saya ingat sekali dulunya Whatsapp tak sesulit ini untuk masuk. Bahkan di ponsel biasa saya yang nokia. Mudah saja masuk setelah keluar atau menguninstall.

Walaupun sebenarnya banyak aplikasi chat yang lain, saya juga tetap butuh Whatsapp. Sebab tak semua orang menggunakan semua aplikasi yang saya install di android saya. Apakah ini tandanya saya harus mengganti smartphone dengan yang terbaru? Smartphone yang memiliki kemampuan menjepret yang lebih mumpuni dibandingkan smartphone yang saya miliki?

Memang ada rencana sih buat mengganti smartphone tapi sayang sekali jika harus membelinya dengan harga mahal. Lebih baik uangnya ditabung buat persiapan hamil dan melahirkan. Wihi sudah ada rencana ke sana :D

Lomba yang saya ikuti memang ada yang memberikan hadiah smartphone baru yang kemampuannya jauh dibandingkan smartphone yang saya miliki. Melihat hadiah nomor tiga saja saya sudah ngiler. Apalagi sampai mendapatkan hadiah utama. Pengennya sih memang hadiah utamanya sebab kameranya begitu ajaib dan sekarang rasanya semua orang bisa menjadi fotografer profesional dengan smartphone tersebut.

Tapi saya juga membayangkan bagaimana nantinya saat saya menginstall aplikasi Whatsapp di sana. Apakah akan ada lagi 'initializing' yang panjang? Membuat saya tak bisa menggunakan aplikasi tersebut dengan orang-orang di kantor dan juga teman-teman yang ingin saya undang melalui Whatsapp saja. Ah jadi bingung. Saya sudah berusaha mencari cara agar initializing di Whatsapp tidak sepanjang tersebut. Padahal sudah menggunakan wifi tetap saja whatsappnya tak bisa masuk ke chat. Yang ada hanya chat orang yang muncul di notifikasi tapi tak bisa dibaca. Itu lumayan menyebalkan.

Takutnya ada orang yang memang punya kepentingan dengan saya tapi tak bisa saya baca pesannya. Saya juga dagang menggunakan Whatsapp. Jadi ini cukup membuat saya cemas jika whatsapp tersebut tak mau masuk juga. Ada sih keinginan untuk melakukan reset ke setelan pabrik untuk smartphonenya. Sebab sudah sering sekali ngehang dan gagal mengetik. Aih baru saja menggunakannya sekitar 5 bulan, sudah sedemikian parahnya keanehan softwarenya. Walaupun demikian saya bersyukur memiliki smartphone Lenovo A800 tersebut. Sebab melalui smartphone tersebut Tuhan memberikan saya sebuah sepeda motor Scoopy Honda yang masih baru.


Bagaimana dengan teman-teman? Apakah mengalami hal yang sama?

Sudah Update Blog Hari Ini?


Sebenarnya saya berusaha untuk tidak terlalu tenggelam di dalam kamar dan menulis untuk posting blog saya. Meskipun saya sendiri juga sedang tersangkut dengan tantangan yang saya buat sendiri. Sedangkan banyak sekali yang harus saya perhatikan di rumah ini. Ada acara besar yang akan dilangsungkan dan saya merasa sedikit tidak nyaman saat lebih banyak sendirian di dalam kamar dan mengupdate blog sambil mencari lomba yang bisa saya ikuti. Apalagi banyak orang yang ingin bertemu dengan saya. Maklumlah, saya yang akan menjadi Tuan Puterinya untuk semingguan ini.

Tetapi saya beruntung memiliki seseorang yang sedemikian menyayangi saya dan tetap mendukung semua kegiatan saya. Dia akan selalu bertanya apakah saya tidak menulis? Apakah saya tidak akan mengupdate blog? Sudah selesai? Banyak sekali pertanyaan yang akan dia ajukan jika memang saya terlihat sedang tidak melakukan apa-apa seperti biasanya. Dia juga yang dengan rela mengangkut semua peralatan yang saya gunakan untuk menulis. Komputer yang selama ini menjadi soulmate pun sudah ada di rumah yang akan kami tempati selama seminggu ini.

Padahal saya lebih suka mengupdate blog saat semua orang sudah tertidur. Saat itu tak akan ada orang mencari saya. Tak ada yang perlu saya lakukan kecuali tenggelam dalam blog saya sendiri. Menyenangkan bisa punya sedikit me time di tengah malam. Namun bisa-bisa itu membuat lingkaran di bawah mata saya menjadi lebih hitam dibandingkan sebelumnya. Padahal saya harus terlihat sempurna Sabtu nanti. Tetapi update blog itu seperti sebuah hutang yang tetap harus dibayar. Rasanya akan ada yang kurang kalau tidak mengupdatenya sehari saja, meskipun hanya memasukkan sebuah gambar dan memberikan satu dua kata di bawahnya.

Apalagi saya tidak ingin terjebak dalam pembenaran untuk tidak mengupdate blog sehari saja yang pada akhirnya membuat saya sendiri melupakan tujuan ngeblog saya yang ingin membagi sebanyak mungkin informasi yang ada di dalam kepala saya. Sebab seorang teman pernah mengatakan saat kita membuat pembenaran atau memaklumi diri sendiri untuk tidak menulis atau mengupdate blog kita akan membuat pembenaran baru saat kita tidak update blog yang berikutnya. Berulang kali hingga akhirnya hiatus dan muncul lagi satu kuburan maya di dunia perbloggeran ini.

Update blog sama seperti mandi. Mau tidak mau suka tidak suka memang harus tetap dilakukan. Kalau tidak ya badannya akan menjadi bau dan wajahnya menjadi tidak bersih karena kotoran semalaman tidak dihilangkan dengan air yang menyiramnya. Mungkin itu yang membuat banyak blogger kesulitan mengupdate blog sendiri setiap hari. Mencoba mencari pembenaran dibalik tidak updatenya blog tersebut sesuai dengan jadwal yang sudah dia buat sendiri. Lalu lama-lama berhenti ngeblog karena 'sesuatu yang membenarkan' hal tersebut. Tak ada yang mewajibkan seseorang untuk mengupdate blognya memang selain dirinya sendiri. Namun saat kita memilih jadi seorang blogger, jadilah blogger yang sebenarnya. Blogger yang bisa mengupdate blognya sesuai dengan jadwal yang ingin dilakukan.

Ada yang memilih menjadi blogger harian, seperti saya, ada pula yang mingguan, atau bulanan. Kembali ke pilihan masing-masing mau menjadi blogger yang mana. Tetapi blogger tidak bisa disebut blogger kalau tidak update blognya bukan? Atau mau disebut dengan blogger hiatus? Bisa saja demikian pilihannya.


Saya sudah update blog berkali-kali hari ini. Kamu?

Connect To The Real Life


Barangkali banyak orang akan menyadari betapa jarangnya saya mengupdate status di twitter dan facebook. Paling banyak saya hanya membagikan tautan ke blog saya saat selesai menulis. Itupun karena saya menghubungkan twitter dan facebook ke blog menggunakan update otomatis status postingan terbaru. Kalau tidak saya pikir cukup melelahkan harus membagikan semua tautan ke akun sosial media. Sehingga sering sekali saya tidak membagikannya ke komunitas blogger yang saya ikuti.

Sebenarnya saya sedang berusaha berhubungan dengan dunia nyata lebih banyak. Sebab sekarang saya punya kehidupan yang nyata dan orang di sekitar saya juga nyata. Berbeda dengan sekitar satu setengah tahun yang lalu. Saat saya hanya memperbanyak koneksi ke internet dan berhubungan dengan orang di dunia maya. Sebab hampir bisa dikatakan saya tak punya teman dekat satu pun di Pontianak ini. Apalagi keluarga. Semuanya jauh dari sisi saya. Mengusir kesepian hanya dengan membuka dunia maya. Sebab di dunia nyata saya tak tahu harus berbicara dengan siapa.

Barangkali begitu yang dialami banyak orang di dunia ini yang sangat update akun sosial medianya. Banyak hal yang membuat mereka lari ke dunia maya dan tidak banyak berhadapan dengan dunia nyata. Saya beruntung akhirnya menemukan dunia nyata saya yang sebenarnya sekarang. Ada hal-hal yang harus dijalani secara offline. Begitu juga dengan menulis novel. Akan membuat sedikit kesadaran saya untuk mengofflinekan komputer yang saya gunakan menjadi lebih waspada. Bahwa internet itu kebutuhan bukan kehidupan.

Walaupun memang banyak hal yang mendukung kehidupan saya sebenarnya berasal dari dunia maya. Tetapi semuanya hanya dukungan bukan kehidupan saya yang sebenarnya. Saat menuliskan postingan untuk blog saya pikir saya menjadi lebih hidup tapi tanpa blog bukan berarti saya akan mati lebih cepat. Menyukai menulis bukan berarti pula memestikan kita untuk menulis secara online. Dulu, saat masih duduk di bangku sekolah dasar saya setiap hari menulis secara offline di secarik kertas dan tetap bisa menjalani kehidupan dengan menyenangkan.

Memang bedanya menulis offline dan online adalah jumlah pembacanya. Menulis offline hanya sedikit pembaca yang bisa dijangkau sebab naskah asli tulisan tersebut yang akan digunakan untuk dibaca langsung oleh pembaca sedangkan menulis online semua orang bisa langsung membacanya di waktu yang bersamaan. Itu bagian yang menyenangkan dari menulis online. Sebab tak ada batasan ruang dan waktu di antara penulis, tulisan, dan pembacanya.

Terhubung ke dunia nyata lebih banyak membuat saya merasa saya nyata. Diakui keberadaannya oleh orang di sekitar saya. Saya merasa ada. Benar-benar ada. Sebagai seorang manusia. Namun pilihan setiap orang berbeda. Ada yang lebih nyaman lebih banyak terhubung dengan dunia maya dibandingkan dunia nyata. Ada pula yang lebih suka dengan dunia nyata dibandingkan maya.


Satu hal yang akan selalu saya ingat bahwa dunia ini akan berputar. Selalu berputar mau kita memilih apa pun itu. Kehidupan menawarkan pilihannya dan tak ada yang berhak mengatur kehidupan kita selain diri kita sendiri. Tetapi saya sadar sekarang, bahwa saya lebih senang terhubung di dunia nyata lebih banyak dibandingkan dunia maya. Offline always makes me feel alive.

Pilihan Hidup


Kehidupan menawarkan banyak pilihan pada kita. Jalan mana yang akan kita ambil. Bahkan dengan apa kita akan berangkat melalui jalanan itu. Tak ada yang bisa menentukannya kecuali kita sendiri kecuali kita memang setuju dengan pilihan orang lain dan berusaha mengikuti jalan hidup orang lain. Percayalah bahwa setiap kehidupan sudah ada tujuannya masing-masing. Kamu tak punya tujuan yang sama dengan orang lain. Jadi mengapa harus hidup dengan cara yang dipilih orang lain.

Pilihan hidup juga memberikan kita banyak sekali pengalaman. Ada hal-hal yang tak akan terjadi jika kita memilih jalan tertentu. Misalnya kamu memilih jalan A di kehidupanmu, maka yang akan terjadi adalah A1, A2, A3, dan seterusnya. Tidak ada cerita yang terjadi adalah B1, B2, B3, bahkan Z1. Sebab pilihan hidup yang kita jalani akan memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang kita dapatkan pada akhirnya. Gampangnya sih apa yang kamu tanam itu yang akan kamu tuai.

Seperti itu juga di dalam kehidupan. Jika kamu yang ingin menjalaninya kamu harus memilihnya. Tak banyak orang yang dengan berani membuat standar untuk kehidupannya sendiri. Berusaha hidup seperti standar orang pada umumnya. Padahal kalau dipikir-pikir kita hanya memiliki kehidupan yang ini. Seandainya kita tidak puas dengan akhir kehidupan yang kita jalani, Tuhan tak akan mengulang hidup tersebut dari awal.

Semua sudah terjadi dan tak ada yang perlu disesali. Itu kata seorang teman yang akhirnya membuat saya sadar satu hal bahwa kehidupan tetap harus berjalan ke depan. Bukannya malah kita bawa mundur ke titik sebelumnya. Kita tak akan bisa memutar waktu yang sudah lewat. Apa yang sudah berlalu ya berlalu. Begitu juga dengan orang yang kita temui setiap hari. Bisa jadi hanya hari itu kita akan bertemu dengannya dan besok tak ada lagi pertemuan yang sama.

Pilihan hidup adalah sesuatu yang menjadi hak kita pribadi. Tak ada satu orang pun yang berhak mengatur kita harus hidup seperti apa dan menjadi siapa. Walaupun banyak sekali orang yang berpikir bahwa dia baru sukses apabila mencapai sesuatu seperti yang sudah dicapai orang lain atau orang pada umumnya. Padahal bisa jadi dia mampu melakukan lebih dari yang orang lain bisa. Tapi itu pilihannya untuk menggunakan standar yang dimiliki orang lain.

Ada yang cukup bangga dengan dirinya sekarang karena sudah seperti si A atau sudah sesuai dengan kehidupan si B. Mengapa tak melakukan hal yang lebih luar biasa. Jadikan semua standar itu sebagai standar pada umumnya dan kita harus berhasil lebih dari itu semua. Itu sebabnya teman-teman tak perlu heran mengapa di blog ini setiap bulannya ada tulisan yang banyak sekali jumlahnya. Mengalahkan banyak blog lainnya yang sudah malang melintang di dunia maya. Ini pilihan saya. Tantangan saya. Sebab saya yakin saya bisa melakukannya. Melakukan sesuatu yang berbeda dari orang lain. Pilihan hidup dan standar hidup adalah sesuatu yang harus kita buat sendiri. Sebab melelahkan mengejar pilihan dan standar hidup orag lain.

Kamu bisa menjadi seseorang yang sukses pada umumnya atau menjadi seseorang yang lebih luar biasa dari dirimu yang sekarang. Semuanya hanya masalah pilihan. Di dalam kehidupan kita selalu punya waktu untuk memilih dan menentukan kebahagiaan diri kita sendiri. Sebab setelah itu Tuhan yang akan menentukan maut membawa kita ke mana dan bergabung dengan siapa saja. Kita hidup hanya sebentar. Hari ini saja yang kita punya.


Pilihlah sesuatu yang menurutmu terbaik bukan paling baik bagi orang lain. Tak ada yang bisa menentukan cara hidup yang akan kamu jalani. Karena pada akhirnya kamu yang akan menuai apa yang ada di akhir kehidupan itu. Selamat memilih. Ini bukan postingan untuk menggalakkan pemilu di Indonesia. :)

Masuk Angin


Masuk angin dibandingkan sakit diare sebenarnya lebih menyiksa masuk angin. Sebab masuk angin selain ada perasaan tidak nyaman di tubuh, di perut, dan kepala, bawaannya ingin marah saja. Belum lagi muntah-muntah karena ingin mendesak ingin keluar. Tetapi tetap saja saya bisa terkena masuk angin yang ujung-ujungnya membuat saya merasa sangat tidak nyaman seharian. Mau ngapain aja salah rasanya.

Belum lagi mau makan tidak selera. Apalagi menulis. Tak ada yang bisa saya lakukan kecuali tiduran sambil sesekali bangun untuk muntah. Sudah minum banyak sekali obat. Beragam yang masuk ke perut. Untungnya tidak sampai over dosis karena jenis obat yang diminum berbeda-beda. Padahal masih banyak hal yang harus dilakukan. Seperti betangas yang tidak cukup sekali. Harus sampai tiga kali dilakukan.

Dalam keadaan masuk angin semua itu harus saya jalani. Banyak yang bilang sih karena saya melanggar pantang, pas hampir magrib saya turun ke tanah. Padahal saat dipelam, pengantin tidak boleh keluar lagi dari rumah. Ya sudahlah, saya tidak akan meninggalkan rumah ini sama sekali lagi. Bertahan di dalam supaya tetap sehat hingga hari akad nikah akan dilangsungkan.

Sangat tidak lucu jika saya harus bersanding dalam keadaan tidak fit bukan? Selama 3 hari ini sepertinya saya harus mengatur jadwal makan dengan benar. Jangan sampai masuk angin lagi dan buang air besar sebisa mungkin setiap hari. Oh iya saya juga harus makan pisang supaya pencernaan lancar dan tidak masuk angin lagi. Sebab dengan lancarnya pencernaan akan membuat saya lebih lancar kentutnya.


Hahahaaha... inilah postingan curhat seseorang yang masuk angin.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design