29 Oktober 2013

Jembatan Antibar


Pantai Kijing


Bepelam


Setelah betangas, kedua mempelai tak boleh lagi meninggalkan rumah. Apalagi sampai mengendarai kendaraan bermotor. Setiap hari hanya berada di rumah sampai tiba hari H. Sama seperti dipingit istilahnya. Tetapi semakin lama waktu orang untuk bepelam semakin singkat. Kalau dulunya ada yang sampai satu bulan dipelam, sekarang ada yang hanya satu minggu saja. Bahkan untuk beberapa kasus hanya dipelam tiga sampai empat hari.

Biasanya karena kedua mempelai sibuk dengan pekerjaannya sehingga tak bisa menghabiskan banyak waktu untuk bepelam ini. Sebenarnya tujuan bepelam ini baik. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan menimpa calon pengantin. Walaupun sebenarnya musibah bisa datang kapan saja dan di mana saja. Tak peduli orang tersebut hanya menghabiskan waktunya di dalam rumah dan tidak melakukan apa-apa. Namun memang dengan dipelam hanya usaha yang dilakukan oleh banyak orang untuk menghindari musibah seperti kecelakaan di jalan raya.

Sebab bukan cerita baru lagi banyak yang batal menikah gara-gara pasangannya meninggal dunia saat mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Terlibat kecelakaan maut dan meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Tetapi saya pikir itu karena mereka memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Mereka bukan jodoh yang disiapkan oleh Tuhan. Makanya Tuhan punya cara untuk mengambilnya.

Bepelam saya lakukan hanya untuk menyenangkan orang tua kedua belah pihak. Supaya semuanya menjadi lebih tenang karena kedua bintang utama pesta pernikahan ini terlihat 24 jam berada di rumah. Tidak disibukkan oleh hal-hal yang diluar rencana pernikahan ini. Menghindari pertengkaran yang tak berarti karena akan sibuk sekali menjalani persyaratan menuju pernikahan.

Tak semua orang bisa menjalani bepelam dengan tenang sebab tak semua orang suka berada di rumah terlalu lama. Apalagi kalau sudah terbiasa berada di tempat kongkow-kongkow. Berbeda dengan saya sendiri yang sangat nyaman diminta berada di rumah saja, sebab itu artinya saya akan punya banyak sekali waktu luang untuk menulis dan menyelesaikan tantangan ngeblog di blog ini.

Semua orang punya pilihan. Ada yang suka menjalankan perintah orang tua jaman dulu ada pula yang keberatan. Namun yang harus diingat adalah menikah (semoga) hanya satu kali seumur hidup. Tak ada salahnya menyenangkan orang tua dengan mengikuti semua yang mereka perintahkan. Selama tidak bertentangan dengan agama, tak ada masalahlah.


Buat semua orang yang sedang mempersiapkan pernikahannya, selamat bepelam. Enjoy your holiday.

Betangas


Akhirnya betangas juga. Malam ini menjadi betangas yang pertama untuk calon pengantin yang akan segera melangsungkan pernikahan tanggal 2 November nanti. Betangas itu sebenarnya istilah yang digunakan oleh masyarakat Melayu Kalimantan Barat untuk kegiatan sauna yang memang dikhususkan untuk calon pengantin. Berbeda dengan sauna modern yang sering kita lihat di dalam film.

Kalau sauna yang modern pastinya akan ada sebuah ruangan yang kedap suhu. Lalu orang yang sudah membuka pakaian akan masuk ke dalam ruangan tersebut dengan berbekalkan sebuah handuk. Kemudian ada alat pemanas yang bisa disiram dengan air supaya ruangan dipenuhi oleh uap yang panas. Orang yang berada di dalam akan mulai keluar keringatnya. Ada juga yang sudah menggunakan alat pemanas otomatis yang tinggal dinyalakan saat orang berada di dalam ruangan tersebut.

Sedangkan kalau betangas sangat tradisional. Tumbuh-tumbuhan yang mengeluarkan aroma harum dan termasuk rempah akan direbus sampai mendidih. Lalu sang calon pengantin akan dilulur. Setelah itu masuk ke dalam tikar pandan yang dibentuk membulat melingkari sang calon pengantin. Kemudian di dalamnya juga dimasukkan periuk yang digunakan untuk merebus rempah wangi tadi. Uap panasnya akan memenuhi ruangan yang tertutup dengan tikar dan juga selimut tersebut. Orang yang di dalamnya akan mengaduk isi periuk dan merasakan hawa panas di dalam tikar tersebut. Dilakukan dua kali dalam sehari sampai tiba hari pernikahan.

Tujuan betangas sendiri adalah untuk membuang bau badan sang calon pengantin. Supaya baju pengantin nantinya tidak akan bau dengan keringat pengantin. Ini supaya mak penganten tidak mengomel saat mendapati baju pengantin miliknya menjadi bau keringat pengantin. Tetapi tujuan utamanya tentu saja untuk menyenangkan malam pertama kedua mempelai setelah akad nikah dilangsungkan. Tentunya semua orang ingin malam pertamanya sempurna. Suami istri yang baru akan memulai kehidupan barunya dan tubuh yang lebih harum dan terawat. Ini juga penting untuk kelangsungan sebuah pernikahan.

Betangas mengajari mempelai perempuan tentang pentingnya menjaga tubuh untuk suaminya supaya pernikahannya awet sampai tua nanti. Anehnya betangas malam ini saya sedikit sekali mengeluarkan keringat. Padahal saya sudah berusaha untuk lebih lama barada di dalam tikar pandan tersebut. Barangkali karena malam ini hujan melanda Pontianak dan dingin sekali di luar sana.

Saya ingat sekali waktu saya betangas saat masih kecil dulu. Keringat saya banyak sekali yang keluar. Dulunya memang hanya ingin membuat bau badan lebih harum. Sayangnya dulu terlalu sering betangas menggunakan air rebusan daun pandan yang membuat tubuh saya malah baunya mirip dengan bau musang yang aroma tubuhnya mirip dengan bau pandan.


Kali ini saya merasakan aroma tubuh saya penuh dengan rempah dan wewangian. Bagaimana teman-teman? Sudah pernah betangas sebelumnya?

Mak Penganten


Mak Penganten adalah istilah yang digunakan banyak orang untuk tukang rias yang bertugas merias pengantin dan tentunya menyediakan baju termasuk pelaminan berserta segala kelengkapannya. Mak penganten dulunya orang-orang tua yang memang memiliki pengalaman untuk merias pengantin. Sedangkan sekarang sudah berkembang menjadi banyak yang menggeluti usaha menjadi 'mak penganten' yang memang menjanjikan penghasilan yang lumayan. Apalagi kalau sedang musim banyak yang menikah.

Ada juga waria yang menjadi 'mak penganten'. Biasanya waria ini belajar merias dari sesama tukang rias yang juga merupakan waria juga. Namun saya sendiri kurang sreg dengan tukang rias waria. Bagaimana pun juga dia tetap laki-laki. Tak peduli bentuknya sudah dipermak di mana-mana. Jadi saya merasa sangat tidak nyaman harus dipakaikan pakaian pengantin oleh waria ini. Apalagi saya sering melihat waria yang terlalu suka mencukur alis sang pengantin. Padahal saya sendiri tidak ingin ada pencukuran alis saat menikah nanti.

Mak penganten yang akan menjadi mak penganten saya adalah Mak Lena. Pengusaha dibidang ini yang menamai tempat usahanya dengan Annisa. Harga yang ditawarkan juga tak begitu mahal untuk satu paket pakaian pengantin, pelaminan, dan baju besan juga pagar ayu. Sudah termasuk meja makanan dan meja penyambutan tamu.


Saya memilih sepasang pakaian pengantin untuk resepsi. Sedangkan calon suami saya sendiri memilih sepasang pakaian pengantin untuk akad nikah pagi harinya. Semoga Mak Pengantennya bisa membuat saya tampil luar biasa saat hari H. Mohon doa dan restunya.

Another Pokok Telok


Masih ingat dengan bunga telur yang pernah saya ceritakan? Di Pontianak sendiri masih banyak yang menyediakan hiasan makanan ini untuk pesta pernikahan. Jika sebelumnya jumlah bunga yang akan dirangkai menjadi pokok telok (pohon telur) hanya puluhan, tadi pagi ternyata jumlahnya sudah bertambah menjadi sekitar 100 batang bunga telur.

Tambahannya terbuat dari kain flanel. Sebenarnya di kampung saya lebih sederhana lagi bentuk bunga telur ini. Hanya lidi yang dihiasi dengan kertas hias yang biasanya dibuat untuk bunga manggar dan bagian ujungnya diberi sebutir telur yang kulitnya diwarnai dan ditusuk dengan lidi tersebut. Kalau ada yang bertanya pada saya bagaimana cara membuatnya, mohon maaf sekali sebab saya belum pernah membuatnya sama sekali.

Ini buatan adik calon mertua saya yang memang senang sekali membuat bunga. Apalagi dia memang membuka usaha membuat pokok telok (pohon telur/bunga telur). Banyak sekali bunga buatan yang dipersiapkan untuk pernikahan saya. Wajar rasanya saya merasa sangat terharu. Padahal saya pikir saya hanya akan menjalani pernikahan biasa seperti yang saya harapkan. Lalu hidup berumah tangga dengan laki-laki yang saya cintai dan mencintai saya balik.

Sekarang saya merasa penyambutan semua orang seakan-akan saya adalah seorang puteri yang harus mendapatkan semua yang ada sekarang. Mengharukan rasanya mendapatkan sedemikian banyak kenikmatan yang tak pernah saya duga sebelumnya. Bunga-bunga telur itu akan menjadi saksi yang akan menjadi pengingat betapa bahagianya diri saya yang pada akhirnya resmi menjadi seorang istri.

Bunga itu berwarna kuning dan merah. Dengan tangkai hijau yang terbuat dari kawat dan bambu. Daun-daunnya yang berwarna hijau tua sangat terasa hidup dan membuat saya tak bosan memandangnya. Nanti satu demi satu bunga telur itu akan diberikan pada anak-anak dari tamu yang hadir. Tak semua tamu akan mendapatkannya. Melainkan hanya tamu-tamu dari keluarga dekat yang akan mendapat bagian. Atau setidaknya orang-orang yang dihormati.

Masyarakat Melayu memang sudah terbiasa menyediakan bunga telur setiap mengadakan pesta pernikahan. Entah memang adat seperti ini hanya ada pada pernikahan di Kalimantan Barat atau ada juga yang memiliki tradisi yang sama. Sejak kecil saya selalu menantikan bunga telur yang Aki dapatkan dari pesta pernikahan yang dia hadiri. Aki memang selalu mendapatkan bagian bunga telur pengantin setiap kali diundang pada pesta pernikahan. Sebab Aki orang yang dituakan di kampungnya.


Entah siapa saja yang beruntung mendapatkan bunga telur ini untuk dibawa pulang sebagai kenangan. Saya juga tidak tahu apakah nantinya ada nasi ketan yang dijadikan pondasi bunga telur ini di dalam Perahu Lancang Kuning yang digunakan sebagai tempat menampung bunga telur ini. Nanti saya akan cerita lebih banyak lagi ya!

Kartu Pos Sudah Punah di Pontianak


Ah ternyata saya tidak menemukan satu kartu pos pun yang bisa dikirimkan buat teman-teman yang suka mengoleksi kartu pos. Untungnya saya membuat desain undangan pernikahan yang berbentuk kartu pos. Sehingga ini bisa menjadi pengganti buat teman-teman yang memang ingin memiliki kartu pos dari Pontianak. Walaupun ini bukan kartu pos yang sebenarnya. Namun tetap saja ini bisa menjadi pilihan bagi teman-teman yang ingin mendapatkan kartu pos dari Kalimantan Barat.

Saat saya menanyakan tentang kartu pos di sebuah toko buku yang ternama di Pontianak saja saya mendapatkan tatapan yang aneh. Seakan-akan mereka ingin mengatakan: 'What? Hari gini masih nyari kartu pos?'. Anggap saja saya kampungan dan norak. Tak mengapa. Sebab bagi saya penting menemukan kartu pos buat teman-teman saya. Sayangnya memang kartu pos dari Pontianak, Kalimantan Barat sudah tak ada.

Padahal kantor pos masih berdiri dengan gagahnya. Walaupun fungsinya sudah mulai beralih. Tidak hanya tempat mengirimkan surat sebab orang sudah jarang sekali berkomunikasi dengan surat. Tak ada lagi kita dengar tren sahabat pena atau mengoleksi prangko. Padahal dulunya banyak orang yang dengan bangga memamerkan surat yang dia dapatkan dari pulau yang lain. Mengumpulkan prangko dengan corak yang berbeda juga seakan-akan menjadi sisi prestasi yang lain.

Sekarang kebanyakan orang datang ke kantor pos untuk membayar tagihan kredit, tagihan telpon, tagihan listrik, dan tagihan air. Walaupun tetap ada yang mengirimkan paket atau surat melalui pos. Itu pastinya sesuatu yang memang tak ada pilihan lain. Harus menggunakan kantor pos.

Sepertinya ini bisa menjadi lahan usaha yang baru. Membuat desain kartu pos yang unik yang menggambarkan Pontianak atau Kalimantan Barat. Di Kalimantan Barat kan banyak sekali kabupatennya. Tiap kabupaten punya tempat wisata masing-masing dan ciri khas yang berbeda antara satu sama lain. Walaupun tak banyak yang akan mencari kartu pos tapi barangkali ada yang bisa membuar kartu pos mulai digunakan oleh banyak orang lagi.

Saya tak tahu apakah di Pontianak ada yang masih bertahan mengoleksi kartu pos. Saya sendiri? Tak pernah sekalipun mengoleksinya. Satu-satunya kartu pos yang saya miliki adalah kartu pos dari Hendra Fu yang berada di Lampung. Sekarang saya hanya bisa membalasnya dengan kartu pos yang tercetak sebagai undangan pernikahan saya.

Sebagai pengganti kartu pos saya hanya bisa menyisipkan hadiah kecil lainnya seperti souvenir pernikahan, gelang, dan gantungan kunci dari Kalimantan Barat. Semoga saja itu bisa menjadi kenangan tersendiri buat teman-teman yang memang suka mengoleksi kartu pos dan tentu saja kartu pos ini akan sangat berbeda dengan semua kartu pos yang mereka koleksi sebelumnya.


Siapa pun warga Pontianak yang membaca ini. Bikin kartu pos yuk. Setidaknya desain online yang bisa dicetak sendiri nantinya. Ah saya ingin sekali sebenarnya mengirimkan kartu pos yang asli. Bukan undangan dalam bentuk kartu pos ini. Ya sudahlah tak boleh mengeluh terlalu panjang. Saya hanya bisa mengatakan bahwa kartu pos di Pontianak sudah punah.

Semakin Bersyukur


Sejak kecil saya selalu diajari untuk selalu mensyukuri semua yang saya miliki dan juga tak saya miliki. Sebab memang hanya itu yang bisa saya lakukan untuk menjalani kehidupan dengan tenang. Risau dengan banyak hal yang tak saya miliki hanya membuat saya galau dan pada akhirnya resah. Mau banyak atau sedikit yang diberikan Tuhan kita memang wajib untuk bersyukur.

Bersyukurlah untuk oksigen yang tak pernah lupa Tuhan berikan untuk kita di dunia ini. Terbayangkankah oleh kita saat Tuhan menghentikan pasokan oksigen di bumi untuk 10 detik saja atau 10 menit? Apa yang akan terjadi dengan dunia dan segala isinya? Jangan-jangan kita sering lupa mensyukuri keberadaan oksigen yang secara sadar dan tak sadar terus kita hirup setiap hari.

Saat jatuh dari sepeda motor beberapa minggu yang lalu saya juga sadar betapa Tuhan telah memberikan sepasang kaki yang patut untuk disyukuri. Sulitnya berjalan dengan kaki yang terluka membuat saya sadar bahwa kaki ini adalah rezeki dari Tuhan yang tak akan saya tukar dengan uang berapa pun jumlahnya. Bayangkan kalau kita lahir tanpa kaki? Tentunya jauh lebih sulit lagi. Tetapi mengapa banyak orang yang memiliki ketidaksempurnaan seperti manusia normal lainnya masih bisa hidup dengan baik dan tetap bersyukur. Saya malu kalau harus meminta lebih banyak lagi dari Tuhan sebab dia sudah memberikan banyak sekali anugerah di dunia ini untuk kita semua. Tanpa kita minta pun Dia tak pernah alpa memberikan rezeki dalam bentuk kesehatan bagi kita semua. Sayang jika kita melupakan caranya untuk bersyukur atas semua anugerah yang telah dia berikan.

Bukankah Dia sudah mengatakan bahwa Dia akan menambah rezeki bagi hambanya yang mau bersyukur. Namun mesti kita ingat pula bahwa ketika kita ingkar dengan semua nikmat-Nya azab yang akan dia berikan tentunya sangat pedih.

Saat itulah saya sadar bahwa apa pun yang diberikan Tuhan wajib kita syukuri. Jangankan berupa nikmat. Sesuatu yang menurut orang lain merupakan musibah bisa jadi berkah untuk kita. Misalnya penyakit yang dia berikan. Saat kita merasakan sakitnya tubuh kita bersyukurlah sebab bisa jadi Tuhan ingin kita lebih banyak beristirahat dan memberikan hak pada tubuh kita untuk menghentikan semua kegiatan yang menyita tenaga kita.

Makanya ketika jatuh dari motor kemarin saya rasa Tuhan sedang memberikan nikmat yang harus saya syukuri. Bagaimana saya melihat orang-orang di sekitar saya menjadi lebih memperhatikan saya saat kaki saya terluka. Walaupun sebenarnya tak ada seorang pun yang ingin sakit atau terluka, begitu juga dengan saya. Tetapi mengalaminya sesekali bukanlah hal yang buruk. Sebab kita akan melihat dunia dan segala isinya dengan cara yang berbeda.

Itu baru satu contoh. Masih banyak lagi contoh yang bisa membuat kita bersyukur atas takdir yang Dia berikan. Tuhan selalu dan akan selalu dan selalu menjadi yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Apa yang kita butuhkan di dunia ini. Dia akan tahu caranya memberikan semuanya untuk kita.


Cukuplah bersyukur atas semua nikmat yang diberikan dan bersabar pada musibah yang terjadi. Sebab Tuhan akan menambah semua nikmat yang telah dia berikan sebelumnya. Seperti kita yang bersedekah pada seseorang yang membutuhkan. Apakah kita tidak tertarik untuk menambah sedekah kita saat melihat bagaimana orang tersebut mensyukuri sedekah yang kita berikan? Begitulah cara Tuhan menyayangi kita sebagai hamba-Nya.

Jodoh Itu Rahasia Allah


Jangan tanya soal pernah tidaknya saya galau masalah yang satu ini. Saya juga pernah menjadi orang yang paling galau sedunia dengan segala macam drama dan kekesalan karena tak kunjung menemukan sang pujaan hati untuk selamanya di dalam mahligai pernikahan. Jangan tanya berapa kali saya menangis dan menanyakan pada Tuhan mengapa tak kunjung pula Dia mempertemukan saya dengan jodoh yang sudah Dia persiapkan sejak lama.

Ada seorang teman. Tahun 2001 dia membuat seorang lelaki jatuh cinta. Laki-laki itu mengejar-ngejarnya dan tentu saja menyatakan perasaannya pada sang perempuan. Perempuan ini memang banyak sekali yang suka. Banyak orang yang ingin menjadi kekasihnya. Dia sahabat saya. Waktu itu dia masih terlalu muda untuk meramalkan masa depan dan memikirkan soal pernikahan. Jadi tentu saja tolak ukur untuk menerima seorang lelaki dalam hidupnya masih standar anak remaja yang ingin dapat kekasih yang bisa dipamerkan keindahannya.

Lelaki yang mencintainya ini pun ditolak. Karena kurang indah. Indah menurut sahabat saya ini adalah si dia harus memiliki kulit yang putih. Kebetulan memang sang lelaki kulitnya hitam. Bisa dikatakan lumayan pekat. Namun sebenarnya menurut saya sendiri, dia lelaki yang cukup manis dan menarik. Sayangnya tak membuat sahabat saya jatuh hati padanya.

Seiring berjalannya waktu, lelaki yang patah hati meneruskan hidupnya. Tetapi tanpa kekasih. Dia sudah terlanjur cinta pada sang perempuan. Lalu sang perempuan berganti-ganti kekasih beberapa kali hingga akhirnya gagal lagi dalam percintaan. Dia dikecewakan oleh lelaki yang dia cintai. Dia galau. Tetapi dia tetap meneruskan kehidupannya. Hingga kuliahnya pun selesai.

Sang lelaki yang dulu pernah ditolak cintanya juga menyelesaikan kuliahnya di Pulau Jawa. Kembali ke kabupaten yang sama dengan sang perempuan. Lalu mendekatinya kembali. Kali ini, sang perempuan sudah lebih dewasa. Dia tak lagi memandang sang lelaki dari warna kulitnya. Dia memikirkan masa depannya. Karena orang tuanya juga melihat kemungkinan masa depan sang lelaki memang lebih cerah dari banyak mantan anak perempuan sulungnya sebelumnya.

Sang lelaki yang beberapa tahun yang lalu ditolak ini diterima dengan hangat oleh kedua orang tuanya. Sang perempuan luluh hatinya. Lalu menikah setahun yang lalu dan sekarang mereka sudah mendapatkan seorang momongan yang lucu.

Begitu pelik rahasia yang Tuhan persiapkan. Belasan tahun yang lalu. Lelaki itu yang ternyata jodohnya pernah ditolak mentah-mentah cintanya oleh sang perempuan. Tetapi memang demikian jalannya. Barangkali kalau dulu sang perempuan menerima cintanya akan banyak sekali hal yang membuat mereka memutuskan hubungan cinta di tengah jalan. Berbeda dengan mereka yang menjalin hubungan di usia dewasa. Memikirkan masa depan bersama. Tak sulit bagi mereka untuk melangsungkan pernikahan. Karena semua aral telah dilalui sejak tahun 2001 lalu.

Jodoh itu rahasia Tuhan. Tapi saya tak pernah menyesali drama yang pernah terjadi. Patah hati yang saya rasakan. Air mata yang jatuh. Sebab semuanya adalah proses bagi saya sendiri untuk menyadari bahwa jodoh saya ini adalah orang yang patut saya syukuri kehadirannya. Dia yang membuat saya luluh lantak jatuh cinta. Semua galau sirna dan saya merasa dia pantas untuk ditunggu selama 27 tahun.


Dia adalah rahasia yang sudah dipersiapkan dengan indahnya. Tuhan membiarkan saya menjutekinya di awal. Tuhan membiarkan saya tak peduli dengannya sejak pertama. Hingga akhirnya Tuhan buat saya jatuh cinta padanya tanpa melihat latar belakangnya sama sekali. Menerima lamarannya dan akan menjadi istrinya untuk selamanya. Selama masih ada usia dikandung badan.

Home Sweet Home


Sebuah rumah roti dan permen sudah siap meramaikan acara Walimahan kami nantinya. Sebentuk rumah yang berukuran sedang berada di tengah ruang tamu. Menunggu hari besar itu berlangsung dan semua tamu hadir menjadi saksi dua anak manusia dipersatukan dalam pernikahan yang suci.

Home sweet home. Inilah yang paling tepat menamai rumah permen dan roti yang manis ini. Anak-anak akan berebutan mengambil roti dan permennya nanti saat diserahkan. Benda ini menjadi satu di antara banyak barang seserahan yang akan dipajang selama akad nikah dilangsungkan. Selain dengan pokok telok dan banyak barang lainnya. PokokTelok yang dipersiapkan juga sangat indah.

Jujur saya merasa benar-benar menjadi Tuan Puteri yang disambut dengan suka cita oleh keluarga besar Putra ini. Seakan-akan saya benar-benar menjadi orang yang ditunggu oleh mereka. Selama ini saya pikir pernikahan-di-KUA akan menjadi hal yang terbaik yang akan terjadi di dalam kehidupan saya. Namun saat pernikahan itu akan dilangsungkan beberapa hari lagi saya sadar satu hal. Bahwa pesta juga tidak terlalu buruk kok. Meskipun kami tak kebagian gedung yang indah untuk melangsungkannya. Sebab pernikahan yang hanya dipersiapkan selama 6 minggu sudah tak memungkin bagi kami untuk menemukan gedung yang masih bisa disewa.

Kebanyakan orang menyewa gedung setahun sebelum pesta dilangsungkan. Apalagi kami menikah pada lebaran haji. Hari di mana banyak sekali orang yang menikah. Selain kami juga banyak sekali orang yang sibuk menyebarkan undangan.

Saat melihat rumah roti dan permen itu saya merasa saya akan benar-benar menjadi seorang istri dan ibu di rumah yang nyaman bersama suami nantinya. Bersama anak-anak yang akan meramaikan rumah kami. Sudah tak sabar ingin mendapatkan bayi mungil yang bisa saya ajak bermain bersama. Termasuk juga akan saya ajak menulis di blog ini setiap hari.

Dapat dibayangkan di 'home-sweet-home' nantinya, anak kami akan menjadi bagian yang paling penting dan selalu menjadi penyemangat saya setiap hari. Membayangkannya saja saya sudah merasa senang. Apalagi jika benar-benar menimang seorang bayi di pangkuan saya sebenarnya. Bayi yang putih dan lucu. Lalu memanggil saya Umak. Bagian dari diri saya yang menjadi sesosok manusia yang akan sangat saya sayangi.

Lalu saya akan mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang ibu. Banyak yang bilang bahwa kita akan menyadari betapa besar jasa seorang ibu saat kita berada di posisi melahirkan anak kita juga. Lalu Umak akan menjadi seorang nenek. Umak yang sudah berusia 50 tahun memang tak pernah mengatakan betapa dia ingin mendapatkan seorang cucu. Tapi saya mengerti betapa dia ingin kami semua memiliki keturunan yang meneruskan keluarga kecil kami.


Home sweet home. Akhirnya aku akan memilikinya. Bersama seseorang yang sangat menyayangiku. Lalu dengan sabar menghadapi semua drama-dramaku. Dia yang mau memahami dan mendengar. Semakin lama mengenalnya aku merasa aku tak salah jatuh cinta padanya. Dia memang pantas untuk dicintai dengan tulus dan dijadikan suami. Dia yang pada akhirnya akan mengucapkan ijab kabul untukku. Dia yang kupanggil 'suami'.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design