28 Oktober 2013

Aku dan OPPO N1: Oppotographer



Pertama kali melihat OPPO saya merasa itulah smartphone yang akan menjadi smartphone impian sepanjang masa. Saya bahkan sudah mempersiapkan tabungan untuk mendapatkan satu di antaranya, setidaknya yang paling terjangkau di kantong. Sebab harganya memang tidak main-main. Sama dengan kualitas yang ditawarkan smartphone tersebut.

Cinta pada pandangan pertama itu yang tak akan pernah saya lupakan adalah ketika saya melihat iklannya. Sederhana tetapi memikat. Ada seorang lelaki dan perempuan yang berada di sebuah tempat yang sepertinya sebuah hutan. Lalu mereka mengundang kunang-kunang dengan berbekalkan sebuah smartphone.

Kalau sebuah smartphone bisa menipu pandangan mata hewan tentunya benar-benar smart, pikir saya waktu itu dan saya mulai mengingatnya. OPPO. Berkali-kali iklan itu lewat dan saya akan memperhatikannya dengan seksama.

Jika menilik ke belakang sebenarnya OPPO sendiri bukanlah perusahaan yang mengawali kariernya dibidang smartphone. Setelah mengintip Wikipedia saya menemukan awalnya OPPO itu sebenarnya seperti apa.

OPPO Electronics Corp. is an electronics manufacturer based in Dongguan, Guangdong, China. Its major product lines include MP3 players, portable Media players, LCD-TVs, eBooks, DVD/Blu-ray Disc players and mobile phones.[1] Founded in 2004, the company has registered the Oppo brand name in many parts of the world.[2] Its American division is OPPO Digital, Inc.

Ternyata OPPO perusahaan yang berasal dari negara China, tepatnya di Dongguan, Guangdong, China. Padahal selama ini kita tahu sekali saat orang menyebutnya 'ponsel China'. Identik dengan barang murahan, hanya meniru, lalu kualitasnya rendah. Pada akhirnya selama ini banyak yang memberikan label bahwa 'ponsel China' adalah ponsel bawah. Alias produk abal-abal. Sekali pakai langsung buang.

Namun OPPO membuat kita semua harus berpikir ulang. Produk yang ditawarkan bukan smartphone abal-abal dan dari harganya sudah terlihat sekali mereka tidak takut untuk menembus pasar smartphone highclass. Tentunya akan bersaing dengan banyak smartphone lain yang sudah kuat pondasinya lebih dulu. Tapi melihat kehadiran OPPO yang menawarkan kemudahan untuk penggunanya rasanya menembus pasar dan menguasainya bukan hal rumit. Apalagi banyak orang yang sangat menginginkan smartphone yang satu ini. Termasuk saya.

Satu di antara produk yang sudah masuk pasar Indonesia adalah OPPO N1 yang baru beberapa hari yang lalu diluncurkan.

Seperti yang saya kutip dari Kompas.com berikut ini.

Satu bulan setelah peluncuran globalnya di China, Oppo resmi merilis ponsel pintar terbarunya, N1, di Indonesia, Rabu (16/10/2013). Indonesia adalah negara kedua yang dipilih Oppo sebagai tempat peluncuran produk baru ini.Oppo tampak sangat serius dalam mengembangkan N1 ini. Perusahaan asal China ini mampu menyematkan berbagai fitur menarik dalam perangkat N1.

Beberapa contoh, ponsel ini dilengkapi dengan chip imaging hasil pengembangan antara Oppo dengan Fujitsu.Selain itu, lensa dari kamera ini terdiri dari 6 bagian, membuatnya menjadi ponsel Android pertama dengan fitur semacam ini. ‎Lensa tersebut dinamakan N-Lens."N1 merupakan produk pertama kami yang menggunakan N-Lens. Ini merupakan langkah awal untuk seri lensa N yang akan berkelanjutan ke ponsel seri N berikutnya," ujar Effendy, Assistant CEO, PT Indonesia Oppo Electronics.

Keunikan lainnya, kameranya dapat diputar hingga 206 derajat. Dengan sudut seperti itu, kameranya bisa diputar ke belakang dan ke depan sekaligus. Dengan fitur ini, Oppo tidak perlu repot-repot menyediakan dua kamera."Biasanya, jika sebuah perangkat terus diputar, maka perangkat ini akan mudah rusak. Namun, kami sudah menguji kamera tersebut hingga 100.000 kali dan kamera masih dapat berfungsi dengan baik," ujar Effendy.Oppo mempersenjatai bagian panel belakang dengan semacam touchpad yang dinamakan O-touch.

Touchpad ini dapat mengenali sentuhan dan gesture yang dilakukan oleh jari pengguna. Dengan fitur tersebut, pengguna dapat mengoperasikan perangkat langsung melalui bagian belakang.Produk ini dile‎ngkapi dengan layar IPS berukuran 5,9 inci yang mendukung resolusi Full HD 1080P. Tingkat kerapatannya adalah 377 pixel per inci.Spesifikasi hardware Oppo N1 cukup gahar. Ia dipersenjatai dengan prosesor Snapdragon 600 quad-core 1,7 GHZ dari Qualcomm, GPU Adreno 320, RAM 2 GB, dan baterai 3.610 mAh.Untuk sistem operasinya sendiri, Oppo N1 berjalan di Android 4.2 Jelly Bean dengan tampilan buatan Oppo sendiri yang dinamakan ColorOS.
(Kompas.com)

Penasaran dengan spesifikasinya? Ini dia.



Buat pecinta fotografi seperti saya tentunya akan semakin ngiler dengan smartphone yang satu ini. Bagaimana tidak ngiler coba. Kameranya resolusinya gila-gilaan. 13 MP yang bisa digunakan dalam pencahayaan apa pun. Mau terang atau gelap. Tenang saja. Kita tetap bisa menjepret dan tak perlu iri dengan orang yang menggunakan kamera profesional. Kita juga bisa menjadi seorang fotografer profesional dengan kemampuan kamera yang ditawarkan OPPO N1. Belum lagi kameranya sendiri yang bisa diputar kedepan yang membuat OPPO N1 tak perlu menyediakan dua kamera untuk satu ponsel. Jadi kita bisa memanfaatkan kamera yang sama untuk menjadi kamera depan.

Sudah membayangkan akan video call dengan siapa dan membagikan pemandangan atau wajah kita sendiri dengan kualitas video yang jernih dan tentu saja indah?

Selama ini mungkin kita berpikir kamera yang biasa saja sudah cukup untuk mengabadikan momen yang ingin kita simpan dalam bentuk gambar atau video. Tetapi alangkah baiknya jika kenangan tersebut berada dalam kualitas yang sangat baik bukan? Apalagi kalau kita yang tak memiliki kemampuan yang mumpuni dalam dunia fotografi. Didukung dengan kamera yang berkualitas akan membuat kita mampu menghasilkan gambar yang profesional. Sebab tak selamanya kita sempat menyiapkan kamera profesional untuk mengabadikan momen-momen tertentu dalam hidup kita. Sering momen tersebut muncul begitu saja dan satu-satunya benda yang bisa kita gunakan hanya smartphone.

Terkadang ada pula momen yang ingin kita abadikan bersama diri kita dan rasanya hanya O-Click yang akan memungkinkan kita melakukan itu semua. Sebuah 'remote' untuk smartphone kita yang sudah super canggih. Tidak ada gunanya dong kalau punya smartphone tapi tak bisa benar-benar menunjukkan ke-smart-annya. Jadi saat kita sendirian dan kita ingin mengabadikan pemandangan yang ada di tempat tersebut berikut dengan diri kita jangan repot-repot meminta orang lain untuk melakukannya. Karena dengan O-Click kita bisa menjepret bahkan dengan jarak 50 meter antara kita dan OPPO N1.

Pernah membayangkan akan ada smartphone yang seperti itu? Belum lagi yang suka lupa menyimpan OPPO N1-nya di mana, bisa pula menggunakan O-Click untuk menemukan smartphonenya. Kayak kita yang punya mobil dan kunci remotenya.

Memotret di tempat yang pencahayaannya tidak sempurna juga bukan masalah sama sekali buat kita yang menjadi Oppotographer. Sebab kamera OPPO N1 sudah dilengkapi dengan dua LED flash. Kualitas kamera oke, lengkap pula dengan dual LED flash. Kita bukan hanya bisa mengambil foto di tempat yang cahayanya tidak banyak. Bahkan kita bisa mengambil gambar yang indah di tempat yang cahayanya kurang sekalipun.

Buat pecinta fotografi tentunya OPPO N1 ini adalah smartphone yang wajib untuk dimiliki. Tapi bukan berarti Oppotographer saja yang musti punya smartphone yang kece badai ini. Buat yang ingin dimanjakan dengan tampilan jangan ragu untuk menjadikan OPPO N1 sebagai pilihan sebab gambar yang ditampilkan sangat real, karena dilengkapi dengan layar 5.9 inchi Full HD.

Selain itu masih ada lagi, yaitu terdapat Color OS yang merupakan sistem operrasi ekslusif di OPPO N1 berbasis Android. Color OS memiliki 400 peningkatan disain yang unik dan 47 paten untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan perangkat tersebut. Misalnya dengan mengandalkan gesture 1 jari, 2 jari ataupun 3 jari untuk membuka beragam aplikasi langsung dengan sangat mudah.

Oppo N1 memiliki didukung oleh processor 1.7 GHz Qualcomm Snapdragon 600 Quad Core, CPU Krait 300. Untuk grafisnya menggunakan GPU Adreno 320. RAM memorinya sebesar 2GB dan internal memorinya sebesar 16/32GB. OPPO N1 diotaki oleh OS Android v4.2 Jelly Bean.

Masih bingung memilih smartphone yang tepat untuk mendukung kegiatan kamu? Rasanya smartphone OPPO N1 ini sesuatu yang selama ini kita pikir too-good-to-be-true. Ternyata OPPO sendiri bisa mewujudkan sebuah smartphone impian banyak orang. Wajar jika harganya dibanderol sekitar 7juta rupiah. Namun dengan beragam kelebihan yang ditawarkan 7juta bukanlah harga yang terlalu mahal untuk memiliki OPPO N1.


Mau jadi Oppotographer? Mari buruan beralih ke OPPO N1.

Lemukutan, Pulau Impian


Pulau Lemukutan itu adanya di Kalimantan Barat. Tapi jangan tanya apakah saya pernah mendatangi pulau tersebut atau tidak. Sebab jawabannya hingga sekarang masih saja 'belum'. Padahal sama-sama di Kalimantan Barat. Kalau soal keinginan, Pulau Lemukutan menjadi satu di antara banyak tempat yang ada di Kalimantan Barat yang ingin saya kunjungi. Apalagi saat mendengar cerita teman-teman yang sudah ke sana. Akan sangat menyenangkan rasanya bisa berkemah di pulau yang jauh dari bisingnya ibu kota. Walaupun sebenarnya Pontianak tak sebising itu. Apalagi yang tinggalnya bukan di pusat Kota Pontianak. Melainkan agak ke pinggiran kota. Jadi kebisingan itu tak terdengar hingga ke rumah.

Lemukutan sudah masuk ke daftar tempat yang saya impikan untuk didatangi sejak setahun yang lalu. Saya selalu membayangkan akan berbulan madu di sini. Bersama orang yang menikahi saya. Sebenarnya ini bukan keinginan yang muluk sebab Pulau Lemukutan masih di Kalimantan Barat. Tak butuh tiket pesawat untuk ke sana. Memang sih jarak yang membuatnya jadi terasa lebih jauh dibandingkan tempat wisata lainnya. Apalagi belum dikembangkan untuk menjadi pusat wisata yang menjanjikan.

Seharusnya ada orang yang membuka usaha tour and travel di Pontianak. Tujuan wisatanya pulau-pulau yang ada di sini. Karena Pulau Lemukutan hanya satu di antara banyak pulau yang ada di Kalimantan Barat. Selain Pulau Lemukutan teman-teman pasti pernah mendengar Pulau Randayan. Untuk mendatangi tempat ini memang harus menyewa perahu motor. Sebab tak ada kendaraan air umum yang selalu bolak-balik dengan jadwal tertentu. Padahal kalau memang ada yang berani menyediakan angkutan untuk mendatangi pulau ini saya yakin orang-orang akan semakin tertarik untuk mendatanginya.

Pulau Lemukutan, sekarang hanya sebatas impian. Tapi saya yakin saya pada akhirnya akan menjejakkan kaki di pasir tepi pulaunya. Menyelam dan melihat semua yang ada di bawah air walaupun saya tak bisa berenang. Hahahaha.... menyaksikan matahari terbenam yang tentunya akan sangat indah dilihat dari pulau ini. Pulau Lemukutan. Rasanya menjadi orang Kalimantan Barat yang belum pernah datang ke sini akan membuat saya merasa ada bagian yang kosong di dalam dada saya. Rasanya belum lengkap sebagai seorang perempuan Kalimantan Barat.

Malu rasanya sudah menjejakkan kaki ke pulau yang lain di luar Kalimantan Barat tetapi malah belum pernah mendatangi Pulau Lemukutan.


Menuliskan impian ini di sini, untuk mendatangi Pulau Lemukutan suatu hari nanti akan menjadi sesuatu yang akan menyenangkan jika pada akhirnya saya berhasil mewujudkannya. Bersama orang yang saya sayangi. Menikmati hari-hari berdua dengannya. Melihat kelapa yang daunnya bergoyang ditiup angin. Matahari yang bersinar. Tepian pantai. Ah sejuknya angin yang menggoda. Ingin sekali bisa ke sana. 

Manis Itu dari Malaysia


Krisis gula di Kalimantan Barat masih tak berkesudahan. Entah mengapa harus terjadi. Masalahnya sederhana saja. Gula lokal harganya terlalu tinggi dan gula impor ilegal harganya lebih terjangkau. Tidak semua orang bisa membeli gula lokal yang harganya tinggi itu untuk dikonsumsi. Belum lagi para pedagang kue yang pastinya ingin menghemat atau menekan serendah mungkin modal yang dikeluarkan untuk kuenya. Berapa harga yang harus dia patok untuk sepotong kue yang dia jual?

Harga karet yang murah membuat banyak petani karet kesulitan membeli gula. Bayangkan, para petani karet tak akan mampu membayar harga satu kilo gula pasir lokal dengan harga yang didapat dari satu kilo gram karet. Semuanya tak sebanding. Itu yang membuat banyak masyarakat mendukung adanya gula impor ilegal ini. Saya tahu hal ini memang keliru. Tetapi semestinya pemerintah punya solusi untuk masyarakat menengah ke bawah yang tetap ingin menikmati minuman yang mengandung gula. Apalagi masyarakat menengah ke bawah yang dekat dengan perbatasan Indonesia – Malaysia.

Mudahnya mendapatkan gula impor ilegal juga menjadi hal yang paling mendasar membuat warga tetap bisa menikmati gula tersebut. Sebab mendapatkan gula dari petani lokal sangat sulit. Kecuali untuk gula yang dibuat dipabrik besar dan dibanderol dengan harga yang sangat tinggi. Kalau dipikir-pikir sebenarnya alasan masyarakat memilih gula impor ilegal dibandingkan dengan gula lokal sangat sederhana.

Coba bandingkan, harga gula lokal 18-20ribu/kg sedangkan gula impor ilegal 10-11ribu/kg bahkan bisa lebih murah apabila kita mengambil sendiri ke tempat penampungan gula tersebut dalam jumlah besar. Kira-kira, gula mana yang akan lebih dipilih oleh masyarakat? Manisnya sama harganya sangat jauh berbeda. Hampir dua kali lipat bedanya. Gula sendiri adalah kebutuhan pokok bagi semua orang. Kecuali orang yang menderita diabetes.

Apabila pemerintah tak bisa membendung impor ilegal bagaimana kalau impornya lebih ditertibkan dan buatlah harga gula tersebut menjadi masuk akal dan tetap legal. Sehingga pemerintah tidak kehilangan penghasilan dari pajak barang impor yang masuk ke negara Indonesia dan masyarakat tetap bisa menikmati gula yang manis dari negara tetangga. Bukankah lebih baik kita mencari solusi, bagaimana baiknya dibandingkan harus ada penyitaan dan membuat terjadinya krisis gula di Kalimantan Barat.

Ini sangat tidak lucu mengingat Pontianak sendiri merupakan Kota Seribu Warung Kopi. Lama-lama teh es satu gelas bisa 5.000 dan kopi pancung juga akan naik harganya. Padahal selama ini harga teh es hanya 2.000-3.000. kenaikan harga gula akan berimbas pula pada banyak usaha yang melibatkan butiran manis tersebut.

Manis itu dari Malaysia karena selain harganya lebih murah, masyarakat bisa mendapatkannya dengan sangat mudah. Jadi, sampai kapan di Kalimantan Barat akan krisis gula. Bulan haji banyak yang melangsungkan pernikahan dan tentu saja butuh banyak gula.

Tak terbayangkan krisis ini tak kunjung selesai. Masyarakat juga yang akan menderita. Memangnya gula yang disita itu mau diapakan? Dibuang? Dibakar? Kan sayang. Barang yang bisa dimaasukkan dalam minuman seperti itu malah terbuang sia-sia. Cari jalan tengah yang akan menguntungkan kedua belah pihak. Pemerintah dan pengusaha yang menjual gula impor ilegal ini. Sehingga masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan karena kesulitan mencari gula. Bahkan dengan harga yang tinggi sekalipun mencari gula bukan perkara yang mudah. Masihkah krisis gula in dibiarkan?


Saya bingung sebenarnya. Tetapi untungnya, meskipun krisis gula, pernikahan saya tetap akan dilangsungkan dengan modal 20 kilogram gula simpanan ibu saya dari kampung.

Mimpi Buruk


Setiap kali akan tidur saya selalu merasa takut. Karena akhir-akhir ini selalu saja ada mimpi buruk yang mengganggu saya. Mimpinya selalu sama. Ada orang yang membuat saya trauma sejak kecil itu di dalamnya. Bagian yang lebih menyebalkan lagi adalah saya tetap saja takut padanya meskipun sudah berada di dalam mimpi. Ada bagian dirinya yang memang sangat menakutkan.

Saya sangat takut kalau harus bertemu kembali dengannya sebab itu sama saja saya akan membuat diri saya yang ingin segera menghabisi nyawanya terbangun. Sisi kelam yang saya usahakan tetap berada di dalam saja, tertidur lelap dan jangan pernah terbangun. Karena sisi yang itu terlalu menakutkan untuk dibangunkan. Walaupun sebenarnya kadang sisi tersebut mendesak saya untuk melakukan sesuatu yang membuat saya terbebas dari trauma masa lalu dan membuat keluarga kami menjadi lebih normal seperti keluarga lainnya.

Memang setiap keluarga punya masalah. Tapi keluarga mana yang punya satu anak sinting yang membuat saudara-saudaranya merana, iri dengki yang menguasainya membuat kehidupannya sendiri menjadi tak pernah maju-majunya. Dia selalu mundur dan mencoba menyakiti orang-orang yang sebenarnya bagian dari dirinya. Masih berhubungan darah dengannya. Banyak hal yang aneh di dunia ini tapi keirian dan kedengkian yang meraja lela di hati orang ini adalah hal yang memang sangat berlebihan. Apalagi jika perasaannya itu sampai menyengsarakan orang lain.

Dua puluh tujuh tahun bukan waktu yang singkat untuk terus bersabar dengan keadaan. Akhirnya saya hanya bisa berusaha menghindar dan membangun kehidupan baru meskipun sendirian. Sekarang saya bersyukur karena akan ada seseorang yang akan menjadi pendamping hidup saya yang akan ikut menemani kehidupan saya yang baru.

Di dalam mimpi yang buruk itu saya melihat wajahnya yang berusaha meneror saya dan matanya yang menyebalkan. Ingin sekali saya menusuk matanya hingga pecah dan menggunting perutnya. Tapi itu semua hanya saya bayangkan. Tidak ingin saya jadikan kenyataan sebab itu sangat menakutkan untuk dilakukan. Namun kalau memang bisa, saya ingin sekali Tuhan mengambil nyawanya saja. Sebab meresahkan banyak orang yang sebenarnya mau menyayanginya. Bahkan tak peduli sudah sebanyak apa dia menyakiti orang-orang tersebut.

Sayang banyak kesempatan baik untuk memulai kehidupan yang baru itu tak pernah berusaha dia genggam dengan sebenar-benarnya. Ada saja iri dengki yang muncul dan membuat dia menjadi dirinya yang sejak dulu menjahati setiap saudaranya. Bahkan dia tak ragu untuk melakukan apa saja agar keiriannya bisa terpuaskan. Terbalaskan dengan jalan yang menyakiti orang lain.


Malam ini saya begadang dan berharap tidur lebih larut bisa membuat saya tak mengalami mimpi buruk lagi. Entahlah... apakah saya akan mengalaminya lagi atau tidak. Saya hanya bisa berdoa sebelum tidur dan semoga malam ini saya tak memimpikan apa-apa.

Sejak Kapan Ketek Harus Bebas Bulu?

Barangkali ini akan menjadi tulisan terabsurd di antara ribuan tulisan yang banyak membahas mengenai traveling dan kuliner yang ada di Kalimantan Barat. Ini tidak akan membahas makanan apa pun atau tempat wisata mana pun yang terdapat di Kota Pontianak, kota palign bersinar.

Saya hanya mengingat beberapa tahun, sebenarnya belasan tahun yang lalu, beberapa film layar lebar Indonesia yang kemudian ditayangkan di televisi yang membuat saya sedikit heran dengan perubahan jaman sekarang. Dulu waktu Meriam Belina masih sangat muda dan memulai kariernya saya ingat dengan baik bagaimana kondisi ketiak aktris yang terpampang wajahnya di layar kaca. Saat sedang mengenakan bikini atau baju aerobik kita akan bebas melihat ketiak aktris tersebut yang memperlihatkan betapa lebatnya bulu ketiak artis perempuan di dalam film tersebut.

Mereka dengan bangga memperlihatkan betapa lebatnya bulu ketek mereka. Tak ada satu orang pun yang mencukur atau mencabut bulu ketiaknya. Seakan-akan lebatnya bulu ketiak menjadi nilai jual lebih bagi mereka. Apakah memang saat itu produser yang menginginkan mereka memperlihatkan ketiaknya atau memang saat itu bulu ketiak lebat sedang ngetrend? Entahlah saya sendiri tidak tahu karena memang kebetulan saat itu saya sendiri ketiaknya masih belum tumbuh bulu.

Lalu entah bagaimana ceritanya, bulu ketiak perempuan yang menjadi pemain film ini menghilang. Tidak tahu kapan tepatnya tapi memang banyak perempuan berlomba-lomba untuk menghilangkan bulu ketiaknya dengan berbagai cara. Semakin bersih ketiaknya dari bulu semakin tinggi pula tingkat kepercayaan dirinya. Saya juga rasanya waktu itu belum tumbuh bulu ketiak. Semakin lama semakin banyak yang merasa malu apabila ketahuan bulu ketiaknya lebat atau malas membersihkan ketiaknya. Padahal kalau dipikir-pikir, dulu banyak yang dengan percaya diri membuka ketiaknya di depan kamera dan dilihat seisi dunia.

Apakah karena standar ukuran cantik untuk seorang perempuan mulai bergeser?

Jangan-jangan dulunya memang perempuan dengan bulu ketiak yang paling lebat akan dianggap perempuan yang paling cantik? Sekarang malah berbanding terbalik. Kalau memang itu menjadi standar 'cantik' jaman dulu dan sekarang sih. Sebab sekarang malah merasa cantik dengan ketek yang bersih dari bulu. Apakah ini sebuah konspirasi yang melibatkan bulu ketek?

Kalau bertanya pada saya sendiri apakah perempuan harus beres bulu ketiaknya baru bisa disebut sebagai perempuan yang memperhatikan diri sendiri? Saya sendiri tidak terlalu pusing dengan bulu ketiak walaupun saya tetap membersihkannya tapi bukan berarti saya membuat ketek saya bebas sekali dari bulu sampai-sampai tak ada satu bulu pun yang menempel di sana. Saya membersihkan sekadarnya. Cukup jangan ada bau yang tidak enak di sana. Jadi bukan ketek yang benar-benar bebas dari bulu seperti yang ada di dalam iklan pembersih bulu ketek tersebut.

Saya juga tak menggunakan busa khusus untuk ketiak supaya bulu saya bersih hingga ke bagian yang terpendek dan membuat ketiak saya menjadi halus dan bersih. Toh pada akhirnya bulu itu akan tumbuh lagi dan lagi. Capek juga kalau terobsesi dengan ketiak yang bebas dari bulu. Kecuali memang yang bulu ketiaknya tidak begitu lebat pasti tak masalah membersihkan sehabis-habisnya.


Kamu sendiri bagaimana ketiaknya? Apakah sudah bebas bulu atau masih tetap mempertahankan sebuah hutan di sana? Hahaha... benar kan? Pada akhirnya postingan ini menjadi postingan terabsurd sepanjang dua tahun saya ngeblog di sini. Tetapi memang demikian adanya yang selalu mengganggu pikiran saya. Ada yang mengganggu jika sekarang saya tak menuliskannya.

Rumah Adat Ketapang, Kalimantan Barat

Foto oleh Heni Su

Saat di Ketapang dulu sebenarnya kami tak banyak menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan. Banyak sekali kegiatan kampus yang menyita waktu termasuk kegiatan himpunan program studi bersama senior yang memang sangat banyak. Dapat dibayangkan, mahasiswa yang masih dalam masa ospek menjalani kehidupan sebagai mahasiswa PPM alias mahasiswa yang memberikan Pengabdian Pada Masyarakat.

Saya ingat sekali wkatu itu, tahun 2006 awal, kami sekelas, meskipun ada beberapa yang tidak ikut karena berbagai alasan. Satu di antaranya karena alasan tak punya biaya. Padahal ada satu orang yang sama sekali tak memiliki biaya tetap bisa ikutan dan pada akhirnya tidak perlu membayar karena pemerintah Kabupaten Ketapang memberikan uang saku untuk kami semua sampai akhirnya bisa pulang kembali ke Pontianak tanpa tambahan biaya dan tentu saja selama 9 hari bisa makan gratis dua kali sehari. Entah mengapa waktu di sana kami selalu merasa kelaparan sepanjang waktu. Ada saja yang membuat perut kami keroncongan dan makan siang dan malam menjadi masa-masa yang sangat ditunggu oleh semua orang.

Bukan kami semua tak punya uang sebenarnya untuk membeli makanan tambahan, tetapi kami jauh sekali dari pasar dan tak memiliki kendaraan. Kami juga tak diperbolehkan bepergian sembarangan apalagi sendirian. Maklumlah di rantau orang. Harus bisa menjaga sikap dan tata krama. Takutnya ada masyarakat yang terganggu dengan keberadaan kami. Sebab jangankan yang nyata, yang gaib saja lumayan terganggu dengan keberadaan kami.

Beberapa kali ada yang melihat penampakan bahkan sempat menjepret penampakan tersebut dengan kamera ponselnya. Kami semua waktu itu tentu saja sangat merinding. Apalagi kami sebenarnya diinapkan di gedung kosong yang serba guna. Bahkan menurut senior yang berbicara dengan penduduk sekitar, kasur yang kami gunakan sering digunakan pula untuk menampung mayat atau orang sakit. Untungnya kami semua tahu hal tersebut setelah pulang.

Namun sebenarnya dibalik kisah seramnya masih banyak sekali keindahan yang ditawarkan Kabupaten Ketapang. Sepanjang perjalanan menggunakan klotok, sekitar 14-15 jam perjalanan melalui sungai kami disuguhkan pemandangan yang sangat indah. Airnya yang berwarna hitam tetapi tetap bersih seperti menyimpan misteri yang harus digali. Belum lagi banyak tanaman yang kami lihat di pinggiran sungai yang kami lintasi.

Saya sendiri lumayan terganggu dengan teman-teman yang mengaku pusing dan bahkan ada yang muntah-muntah sepanjang perjalanan. Padahal rasanya perjalanan tersebut sangat menyenangkan. Banyak yang bisa dilihat dan dilakukan. Apalagi inilah saatnya kami semua untuk mengenal lebih dekat satu sama lain dengan teman sekelas.

Rumah adat Melayu Ketapang yang ada di dalam gambar postingan ini menjadi daya tarik sendiri bagi saya untuk datang kembali ke sini suatu hari nanti. Menemukan hal-hal baru di sana dan mencicipi lebih banyak makanan khasnya, langsung di kabupatennya. Rumah adatnya mirip dengan keraton tetapi sangat kelihatan kalau rumah ini masih baru dan masih indah sekali. Berbeda dengan keraton yang usianya sudah ratusan tahun dan mau bagaimana merawatnya pun tetap akan kelihatan usianya yang sudah menua.


Rumah adat Melayu Ketapang ini adalah rumah adat Melayu yang kedua yang saya ketahui ada di Kalimantan Barat. Untuk daerah lain sendiri saya belum pernah melihatnya bahkan meskipun dalam bentuk gambar. Memang masyarakat Melayu di Kalimantan Barat merupakan satu di antara tiga suku terbesar yang ada di sini.tak heran apabila ada rumah yang menjadi rumah adat Melayu itu sendiri.

Sekarang Semua Orang Bisa Menjadi Penulis


Saat era digital semakin menjadi gaya hidup dan kebutuhan kita sekarang semuanya menjadi mungkin. Tak ada lagi impian yang tak bisa menjadi kenyataan. Misalnya ingin keliling dunia tapi tak ada uangnya. Tak ada salahnya menggunakan Google Maps untuk mampir ke tempat-tempat yang ingin kita datangi. Melihat seluk-beluk tempat tersebut dengan baik dan membayangkan bahwa suatu hari nanti akan benar-benar menginjakkan kaki di tempat tersebut.

Banyak pula orang yang memiliki gaya fashion yang memikat dan dengan memanfaatkan teknologi mereka bisa menjadi selebfashion di berbagai sosial media. Jadi untuk menjadi penulis sebenarnya bukan hal yang mustahil. Sangat gampang malahan. Tinggal menulis dan bisa langsung diterbitkan di blog. Siapa yang tak bisa melakukannya dengan koneksi internet yang sudah berada dalam genggaman.

Menjadi penulis bukan berarti pula kita harus punya banyak karya yang terbit secara mayor di berbagai penerbit ternama. Sebab dengan memiliki karya berupa tulisan kita sudah merupakan seorang penulis. Tinggal memamerkan semua tulisan di blog atau microblog saja. Percayalah pada akhirnya akan ada yang membaca tulisan kita dan membuat kita memiliki pembaca yang menikmati semua karya yang kita pajang di blog.

Kalau memang merasa bahwa penulis harus punya karya yang dibukukan tenang saja, sudah banyak sekali penulis yang bisa menerbitkan karyanya di penerbitan indie. Tinggal masukan saja naskah kita yang siap cetak dan langsung bisa dijual. Tanpa ada yang namanya seleksi. Sebab tak semua orang bisa menulis sesuai dengan selera pasar. Banyak pula orang yang bertahan dengan idealisme sendiri dan tidak mengejar selera pasar untuk membuat sebuah karya.

Dengan menerbitkannya secara indie kita yang akan menentukan semuanya. Tak ada yang berhak mengedit atau mengacaukan tulisan kita. Bahkan kita sendiri bisa memutuskan cover seperti apa yang ingin kita gunakan untuk buku tersebut. Termasuk hal kecil seperti font apa yang akan digunakan untuk naskah tersebut nantinya. Masih ada yang mengatakan sulit jadi penulis? Duh di era digital seperti ini tak ada yang tak mungkin lagi. Semuanya hanya sejauh jangkauan jari tangan kita.

Internet membuka pintu untuk mencapai impian kita dengan mudah. Menjangkau seluruh dunia dengan koneksi internet saja. Beruntunglah kita yang lahir di era ini. Tak terbayangkan jika kita lahir 100 tahun yang lalu. Jangankan untuk menikmati indahnya mewujudkan impian, mau mengendarai kendaraan bermotor atau mobil seperti banyak remaja sekarang saja rasanya bukan sesuatu yang memungkinkan.

Tak terbayangkan lagi kemudahan yang akan terjadi 50-100 tahun mendatang. Apa yang akan dicapai oleh anak cucu kita nanti. Bagaimana perkembangan teknologi untuk mereka yang memiliki impian-impian besar.

Masih ragu untuk mencapai impian yang sejak lama teman-teman bayangkan? Masih berpikir bahwa segalanya tidak mungkin. Paling penting sebenarnya mewujudkan impian itu menjadi nyata bukan hanya sekadar berpikir yang muluk-muluk mengenai bagaimana bentuknya impian tersebut saat terwujud nantinya. Saat impian yang kita inginkan terwujud rasanya sudah cukup. Begitu juga saat saya menyelesaikan novel pertama saya dan menerbitkannya. Mau nantinya booming atau tidak bukan masalah utama. Paling penting buku tersebut terbit dan bisa dilempar ke pasaran.

Sekarang semuanya berbuah manis. Impian yang terwujud satu demi satu membuat saya merasa bahwa kita harus percaya sama diri kita sendiri dan serahkan pada Tuhan untuk mengeluarkan kemurahan hati-Nya dan memberikan yang terbaik sesuai dengan yang kita butuhkan di dunia ini.

Uh Puhlice: Kantor Pos Pontianak Tak Sediakan Kartu Pos?


Akhirnya saya mendatangi kantor pos setelah membagikan banyak undangan untuk para tamu di pesta pernikahan saya nantinya. Sekarang saatnya untuk membagikan undangan ke teman-teman blogger yang ingin mengoleksi kartu pos. Karena kebetulan desain undangannya mirip dengan kartu pos saya pikir mereka akan ikut suka apabila saya mengirimkannya untuk teman-teman yang mengoleksi kartu pos.

Saya sendiri sebenarnya tidak mengoleksi kartu pos. Jadinya saya tidak begitu memikirkan akan mendapatkan kartu pos atau tidak dari teman-teman yang sering keliling dunia. Sebab hingga hari ini saya masih suka menerima barang yang bisa saya gunakan. Tidak hanya saya simpan di tempat penyimpanan. Dibandingkan kartu pos saya lebih suka gantungan kunci atau bros. Walaupun hanya gantungan kunci kecil biasa, tetap saja saya akan suka menerimanya. Kalau bukan berbentuk barang kecil begitu saya juga suka menerima jenis minuman khas, entah itu teh atau minuman lainnya.

Lalu setelah menerima kartu pos untuk pertama kalinya, sepanjang kehidupan saya yang sudah 27 tahun berlangsung ini, ternyata menyenangkan juga mendapatkannya. Sebab ada orang yang sudah susah payah datang ke sebuah tempat dan menyiapkan kartu pos dari sana untuk dikirimkan pada kita sebagai oleh-oleh.

Kemudian pagi ini saya bangun lebih awal untuk mendatangi kantor pos dan mengirimkan semua undangan yang diminta oleh teman-teman dari berbagai tempat di Indonesia. Maksudnya sekalian aja saya kirimkan kartu post, bukan hanya undangan. Kalau perlu beberapa pernak-pernik dari Kalimantan Barat. Entah gantungan kunci atau gelang. Namun entah mengapa tak ada kartu pos yang tersedia di kantor pos Pontianak, Kalimantan Barat.

Memang sih tak banyak lagi orang yang saling mengirimkan kartu pos tapi bukankah lebih baik menyediakannya setidaknya beberapa lembar sebagai oleh-oleh bagi orang yang sudah terbiasa mengirimkan kartu pos sebagai oleh-oleh dari sebuah tempat. Apalagi saya yakin di Pontianak banyak sekali tempat yang bisa difoto dan dijadikan gambar untuk sebuah kartu pos. Jangan bilang saya harus mencetak kartu pos sendiri dengan menggunakan gambar yang sudah banyak saya ambil di beberapa tempat di Pontianak.

Kata petugasnya sih di sebuah toko buku di Jalan Juanda tersedia kartu pos Pontianak, Kalimantan Barat. Rencananya habis siaran nanti saya akan mencarinya di sana sekalian membeli beberapa lembar amplop untuk mengirimkannya. Kalau memang pada akhirnya tidak saya temukan juga mau tidak mau rencana mengirimkan kartu pos harus dibatalkan. Cukup undangan dan beberapa benda yang bisa saya beli di sini untuk tambahan kiriman tersebut. Sayangjuga kalau kirimannya hanya berisikan undangan pernikahan. Hahaha…

Sedikit kecewa sih mendengar alasan kartu posnya sedang dicetak lagi supaya kantor pos punya stok kartu pos Kalimantan Barat. Padahal di negara lain ternyata banyak sekali yang masih menyediakan kartu pos yang bisa dijadikan oleh-oleh. Ini pekerjaan rumah bagi Kalimantan Barat untuk lebih gencar membuat promosi wisatanya dalam bentuk apa pun, termasuk dalam bentuk kartu pos. tak semua orang bisa datang ke sini dan menjejakkan kaki di Bumi Khatulistiwa. Setidaknya dengan mengoleksi kartu posnya mereka bisa tahu tempat apa saja yang ada di Kalimantan Barat.


Foto yang tersebar di internet tentunya berbeda dengan gambar yang ada di kartu pos dari segi ‘rasa’. Saat foto tersebut bisa disentuh dengan tangan oleh orang yang suka menyimpan kartu pos dari berbagai belahan dunia.

Bertemu Kembali


Sekian lama aku tak melihat alis tebalmu yang menghitam dan membuat wajahmu menjadi lebih jelas garisnya. Senyumanmu dan suaramu menjadi sesuatu yang asing buatku sekarang. Kamu yang dulu pernah menggenggam tanganku sedemikian eratnya dan aku tak akan pernah melupakan air mata perihmu saat aku memutuskan bahwa kita harus berpisah di persimpangan jalan yang itu. Kamu yang dulu paling lama berada di dalam hatiku.

Bertahun-tahun kumundurkan ingatanku dan mengingat bagaimana pertemuan kita berlangsung. Aku yang sangat kurus. Olive. Begitu kamu menyebutku, sebab kurusnya tubuhku yang memang membuat tubuh tinggiku semakin kerempeng. Kamu yang pertama kali membawaku ke konser untuk menonton SLANK. Padahal jelas sekali aku masih fobia dengan segala jenis suara keras. Kamu ingat bagaimana orang menyapaku saat aku masuk denganmu ke tempat konser tersebut akan dilangsungkan. Mereka mengolokku dan menanyakan aku akan pengajian di mana.

Tapi kamu dengan percaya diri berdiri di sampingku. Menjaga jangan sampai ada orang lain yang dengan sengaja mengjahiliku. Perasaanku waktu itu sedikit gugup. Sebab aku ingin bersamamu namun di sisi yang lain aku takut aku akan menangis mendengar semua suara yang menakutkan itu. Suara-suara yang terlampau keras bagiku yang takut dengan segala jenis suara keras. Ternyata ketakutanku berubah menjadi perasaan yang menyenangkan. Saat kamu berada di sampingku aku tak takut apa pun. Aku bahkan rasanya tak mendengar suara apa pun. Aku hanya mendengar suaramu.

Kalau kamu tahu, hingga hari ini aku masih mengingat malam itu. Bagaimana wajahmu menekuk sebab kita diminta segera pulang. Ibuku memintaku untuk pulang karena dia tak ingin aku bersamamu. Bersama orang yang belum dikenalnya sama sekali. Kamu yang baru saja membawaku pergi tiba-tiba harus kembali ke rumah dan memperlihatkan pada orang yang tak ingin kita dekat. Kakakku. Tentu saja itu akan menjadi hal yang paling menyebalkan. Kamu yang sudah mempersiapkan semuanya malah menjadi berantakan gara-gara seseorang yang cemburu pada hubungan yang belum sama sekali terjadi.

Aku memang melihat pijar di matamu yang mengatakan bahwa akulah perempuan yang kamu cari selama ini. Padahal aku tak pernah merasa aku lebih istimewa dari gadis lain yang kamu kenal sebelumnya. Ada banyak sekali kekurangan yang membuatku bahkan jauh di bawah perempuan-perempuan yang aku kenal. Tak banyak yang bisa aku banggakan. Lalu kamu sepertinya menyadari bahwa aku juga merasakan hal yang sama. Ada sesuatu yang menggelitik perutku saat melihatku. Aku menyukaimu sejak pertama kali kita berkenalan. Padahal aku tak percaya dengan cinta pada pandangan pertama.

Sekarang, semuanya hanya menjadi sebuah kenangan yang akan kita simpan sebagai sesuatu yang tak akan terjadi lagi. Kamu sudah bersama yang lain. Begitu pula denganku. Bahkan kamu sudah memiliki buah cinta dengan dia. Aku sendiri saat ini baru akan memulai kehidupan yang sebenarnya bersama orang lain yang akan kusebut sebagai suami. Kamu yang untuk pertama kalinya lagi setelah sekian tahun tak kutemui menyalamiku lagi.


Mengingatkanku pada sentuhan pertamamu waktu kita berkenalan dulu. Rasa itu memang sudah tak bersisa untukmu tapi aku tak bisa mengatakan betapa pentingnya kamu dulu untuk kehidupanku. Bagaimana banyaknya air mata yang keluar karena perpisahan kita. Semua galau itu memang sudah lewat, kamu menyisakan kenangan yang akan kubawa sampai aku menua nantinya.

Cara Membuat Blog di Blogspot


Sepertinya cara membuat blog di blogspot sudah bertaburan di banyak blog lainnya. Sudah banyak sekali yang menuliskan tentang cara membuat blog di blogspot. Apalagi sekarang ini internet bisa dengan mudah diakses di mana-mana. Internet sekarang bukan hanya menjadi barang mewah yang sesekali saja kita gunakan. Sudah berubah menjadi kebutuhan untuk banyak sekali manusia di muka bumi ini. Cepatnya arus informasi yang diberikan melalui internet seperti sosial media menjadi pilihan tersendiri bagi orang untuk lebih banyak berbagi di dunia maya. Juga mencari informasi baru di sana.

Lalu bagaimana sebenarnya membuat blog di blogspot? Cukup ketikkan kata kunci di Google dengan pilihan beberapa kata kunci seperti 'cara membuat blog di blogger' atau 'cara membuat blog di blogspot' atau yang ingin membuat di wordpress akan menggunakan kata kunci 'cara membuat blog di wordpress'. Saya yakin akan banyak sekali artikel yang membahas tentang cara membuat blog tersebut. Tetapi setiap kali ada yang bertanya pada saya bagaimana sebenarnya cara membuat blog di blogspot atau wordpress saya pikir mereka bukan tidak mau mencari caranya di mesin pencari seperti Google. Melainkan yang ingin mereka tanyakan adalah bagaimana caranya membuat blog yang tidak menjadi kuburan maya. Sebab kebanyakan orang bisa membuat blog dalam 5-10 menit, bergantung jaringannya masing-masing, tetapi gagal mempertahankan konsistensi menulisnya hingga 5 minggu ke depan, atau 5 bulan bahkan 5 tahun ke depan.

Setiap kali ada yang bertanya demikian saya selalu menjawabnya dengan mengatakan membuat blog itu sama saja dengan membuat akun di sosial media. Mudahnya membuat blog itu seperti membuat akun facebook. Daftar dengan email yang sudah kita buat sebelumnya. Lalu update status, dalam hal blogging tentu saja update postingan di dalamnya. Kemudian komentar di postingan teman-teman blogger yang lain kalau memang ingin menambah jaringan di dunia maya. Semudah itu. Sebab memperlakukan blog seperti kita memperlakukan facebook atau twitter tentunya tidak terasa berat. Kita saja saking terbiasanya dengan akun sosial media membuat kita merasa aneh kalau tidak membuka satu di antara banyak akun sosial media yang kita miliki.

Nah anggap saja blog itu demikian adanya. Jangan beranggapan bahwa blog itu sesuatu yang butuh tenaga ekstra. Butuh waktu yang panjang setiap hari untuk merawatnya. Sisihkan 15-30 menit setiap harinya untuk membuat satu tulisan baru. Jangan berpikir untuk membuat satu artikel saja dan mendapatkan pengunjung ratusan ribu bahkan jutaan dalam sehari. Sebab ngeblog itu butuh proses. Semuanya butuh proses di dunia ini.

Masih ingin bertanya cara membuat blog di blogspot atau wordpress? Coba googling saja dan jangan lupa untuk mencoba mendaftar sendiri. Sebab kita tak akan pernah tahu caranya kalau kita tak mau mencoba untuk melakukannya. Pertama kali membuat blog saya sendiri juga mendaftar dan bingung kok. Tetapi dengan sering membuka blog tersebut saya jadi tahu komponen apa saja yang ada di dalamnya dan membuat saya perlahan-lahan mengerti bagaimana memperlakukan blog itu sendiri.

Jadi cara membuat blog di blogspot itu mudah saja. Buka blogger.com lalu isi formulirnya. Semudah itu. Apalagi kalau kita memang sudah punya akun di Google. Itu akan mempermudah kita untuk membuat blog dengan akun yang sudah kita miliki. Daripada bertanya-tanya bagaimana caranya membuat sebuah blog di blogspot, lebih baik langsung mencoba saja membuatnya sendiri. Saat menemukan kegagalan, mesin pencari adalah tempat terbaik untuk kita menemukan jawaban yang bisa memberikan pencerahan. Sebab tak selamanya manusia bisa mendengarkan pertanyaan kita lalu menjelaskan jawabannya.


Selamat membuat blog di blogspot.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design