20 Oktober 2013

Sementara Menulis dengan Pulpen dan Kertas




Ada lomba menulis novel yang deadlinenya kurang dari satu bulan. Sementara kesibukan sudah meraja-lela dan saya sendiri masih tak bisa duduk diam berjam-jam hingga berhari-hari berada di dalam kamar terbaik saya yang selama ini saya tempati sudah lebih dari setahun di Radio Volare. Saya tidur dan hidup di sebuah ruangan kecil yang penuh sesak dengan banyak barang yang berantakan di dalamnya. Saya sangat senang menghabiskan banyak waktu di sini. Cuma sekarang saat masih masa peralihan menuju kehidupan baru PC dan kamar ini selalu saya tinggalkan. Padahal dua kombinasi ini adalah hal yang sangat saya butuhkan untuk menulis novel dan postingan di blog.


Ada rasa kesal yang mendalam saat membiarkan PC ini terdiam membeku di dalam kamar sendirian tanpa menemukan sosok saya yang meringkuk di tilam sendirian. Semua waktu saya sebagian besar habis di luar kamar ini dan jauh dari PC yang selama ini memanjakan saya dengan tampilannya yang meraksasa, beda jauh dengan netbook 10 inchi yang selama ini saya gunakan.


Deadline novel sudah menunggu. Tapi PC jauh dari jangkauan dan saya tak bisa lagi mempertanyakan mengapa ada sebagian orang yang tak memilikinya di rumahnya. Barangkali memang komputer menjadi barang yang sama sekali belum berguna buat mereka. Ini sangat mengganggu saya yang bisa menemukan PC begitu saja di dalam kamar. Sekarang saya harus meluangkan waktu untuk singgah ke kamar saya sebentar, seperti seseorang yang mendatangi warnet untuk mengupdate blognya atau mengikuti perlombaan. Jujur saya sebal dengan keadaan ini. Kalau saja PC ini bisa saya tempelkan di tubuh saya tentu akan sangat menyenangkan. Saya tinggal mengetik kapan pun saya mau.


Mau tak mau, saya sementara jauh dari PC menulis dengan kertas dulu. Padahal jiwa bersaing saya sedang ON banget. Tetapi keadaan benar-benar tak memungkinkan bagi saya melakukannya di kamar di depan PC saya.

Macbook Baru


Wih ada kontes yang hadiahnya MacBook saudara-saudara. Kalau disuruh beli laptop sih saya memang tak akan membeli MacBook untuk saat ini. Dibandingkan membeli MacBook yang harganya tak ada di bawah 5 juta saya akan memilih untuk membeli netbook yang lain. Selama masih bisa digunakan untuk menulis saya tak akan keberatan untuk membeli netbook yang harganya jauh lebih murah.

Sekarang memang laptop dan segala gadget lainnya yang bisa digunakan untuk internetan tak hanya menjadi kebutuhan seseorang. Melainkan sudah banyak yang menggunakannya untuk menaikkan status sosial atau sebagai gaya hidup. Sama seperti fashion yang dikenakan banyak orang. Perhiasan dan semacamnya. Gadget seperti smartphone, laptop, tablet, dan masih banyak lagi yang lainnya yang akan panjang sekali daftarnya jika dituliskan di satu postingan ini, memang sangat lekat dengan kehidupan orang sekarang. Walaupun masih banyak sebenarnya yang jangankan untuk membeli smartphone, buat makan saja belum tentu dia punya uang.

MacBook yang hadir dengan harga sekian juta tentu menjadi benda yang lumayan menyentil sisi gengsi seseorang yang ingin menunjukkan status sosialnya sebagai seseorang yang mampu membeli 'MacBook'. Walaupun tak jarang juga pengguna MacBook yang mengatakan bahwa mereka memang membutuhkan benda dengan logo apel tergigit tersebut.

Terlepas dari butuh atau sekadar gengsi, rasanya memenangkan MacBook dari sebuah kontes adalah impian banyak orang dan saya satu di antaranya. Dibandingkan harus beli laptop supaya lebih gampang menulis. Tak ada salahnya mendapatkan MacBook secara gratis bukan? Hehehehe... mohon doanya ya!

Membuat Makanan Cantik


Tak ada yang mustahil di dunia ini selama kita mau belajar. Melewati prosesnya. Jatuh bangun di atasnya dan tetap mencoba kembali. Tak peduli dengan luka bakar yang akan singgah di jemari. Ah saya butuh sebuah oven untuk membuat kue. Mixer untuk membuat adonannya. Beberapa cetakan kue yang lucu. Kemudian pewarna yang bisa membuatnya menjadi cantik. Jangan lupa hiasan-hiasan kue yang akan membuat kue tersebut mendapatkan kaliman: “Cantik sekali kuenya, sayang mau dimakan.”

Walaupun pada akhirnya akan tetap dimakan juga sih. Kalau saya sendiri yang namanya makanan, apalagi kalau saya suka rasanya, akan tetap saya makan. Saya ingin menjadi pembuat kue/pastry yang bisa membuat kue-kue yang cantik. Tidak hanya enak dimakan tetapi juga bisa diabadikan dalam bentuk foto yang mengagumkan. Bayangkan apa yang akan terjadi jika saya membuat kue cantik-cantik tersebut ke dalam bentuk kenyataan. Rasanya itu akan menjadi hal yang paling menyenangkan.


Banyak hal yang akan saya rombak di dalam diri saya untuk mencapai itu semua. Tak ada yang tak mungkin selama kita mau mencoba bukan? Walaupun saya tak pernah bisa menebak dipercobaan yang keberapa saya akan benar-benar berhasil membuat makanan seperti yang ada di dalam gambar tersebut.

Smartphone Baru


Ah ini entah sudah tulisan ke berapa yang menyatakan saya butuh smartphone baru. Dengan kamera yang lebih mumpuni, karena banyak sekali video yang ingin saya berikan dan semuanya hasil karya saya sendiri. Saya sudah memperhitungkan untuk membuat tutorial dalam bentuk video. Mulai memikirkan 'kaki' untuk smartphone tersebut sehingga bisa berubah menjadi kamera video. Daripada saya beli banyak benda dan harganya akan jauh lebih mahal memang saya pikir mengoneksikan kamera smartphone ke PC dan menjadikannya webcam akan jauh lebih baik.

Apalagi smartphone akan saya bawa ke mana pun saya pergi. Tapi setelah menghitung uang sepertinya uang saya belum cukup untuk membeli smartphone yang saya butuhkan. Hahaha.. tetapi bukan berarti saya tak akan mendapatkan smartphone baru bukan? Sekarang sedang mengintai-intai beberapa kontes yang berhadiah smartphone. Siapa tahu saya yang beruntung mendapatkannya. Hahahaha...

Kadang kalau diminta menghabiskan uang sekian juta untuk membeli smartphone suka kepikiran. Kalau uang ini digunakan untuk orang tua atau berbagi dengan orang lain bukankah akan jauh lebih bermanfaat? Makanya saya suka mikir berkali-kali mau beli smartphone yang harganya di atas 3 juta. Tetapi melihat fitur-fiturnya sih memang mumpuni ya. Oleh karena itu saya lebih suka mengejar lomba yang hadiahnya smartphone dengan harga selangit dibandingkan harus membelinya.


Ah kakak Hani memang hobi nyari yang gratisan ya!

One Account, All of Google


Merestart Hari Anda

WeHeartIt

Jika semuanya rasanya kurang menyenangkan hari itu, tak ada salahnya merestart hari dengan tidur sebentar.

Membuat hari yang kita miliki setiap harinya menjadi potongan-potongan kecil adalah hal yang menyenangkan. Karena itu sama saja kita melakukan potongan-potongan hal besar dalam bentuk yang kecil. Karena setiap potongan itu akan menjadi bagian yang utuh saat kita menyelesaikan semuanya. Mood yang rusak adalah hal yang lumrah terjadi. Tapi tentunya kita tak ingin mood kita bertahan pada level 'rusak' tersebut seharian.

Ada hal-hal yang memang tak akan berjalan seperti yang kita mau di waktu yang kita inginkan. Berhentilah sejenak. Sisihkan waktu untuk beristirahat dan memejamkan mata 15-20 menit. Barangkali dengan demikian kita akan menemukan cara yang lain utnuk melanjutkan hari tersebut. Merestart kembali satu hari yang tadinya bisa jadi akan kita jalani dengan cara kurang menyenangkan karena mood yang rusak. Hal-hal yang tak diinginkan malah terjadi dan hal yang sangat kita inginkan malah tertunda. Tak ada salahnya untuk menghentikan semua kegiatan dan berikan jeda untuk diri sendiri.


Bagaimana hari ini? Sudah merestart hari yang hampir ngehang?

Enaknya Cokelat Stroberi


Siapa yang tidak suka cokelat? Banyak orang yang suka cokelat tapi saya mengenal beberapa orang yang memang tak menyukainya. Alasan klasiknya takut gemuk. Padahal sebenarnya yang harus ditakuti bukan cokelatnya melainkan kandungan gula yang ada di dalam cokelat tersebut. Karena yang membuat gemuk itu gulanya. Jadi aneh aja kalau ada yang beranggapan cokelat bisa membuat orang jadi gemuk. Kadang yang lebih lucu lagi orang yang takut gemuk setelah makan cokelat ini tidak takut makan makanan yang manis-manis.

Nah sekarang ingin memberikan sebuah kuliner yang gampang sekali untuk dibuat di rumah. Kalau takut gemuk jangan gunakan gula di dalamnya. Bisa menggunakan madu sedikit atau kalau ingin menikmati sensasi cokelat tanpa gula juga tak masalah. Bahannya hanya cokelat dan stroberi. Jadi stroberi dicelupkan pada cokelat yang sudah dicairkan. Mau ditambah bahan yang lain sebenarnya tak apa. Setelah itu semua stroberi yang sudah dibaluri dengan cokelat bisa didinginkan di dalam kulkas. Bisa dinikmati sambil mencelupkannya dalam madu atau menaburkan tepung gula kalau memang cokelatnya belum ditambahkan apa-apa. Suka krimer? Bisa juga diberi krimer di atasnya.


Ah cemilan seperti ini yang mudah sekali untuk dibuat dan terlihat cantik sekali. Anak-anak pasti suka makan cokelat stroberi yang didinginkan di dalam kulkas. Apalagi kalau ada segelas sirup senkit khas Pontianak yang asem, manis, dan agak asin.

FishEye I Need You

WeHeartIt

Melihat hasil jepretan teman-teman yang menggunakan kamera yang ditambahkan lensa 'fisheye' rasanya membuat saya cemburu. Hasil jepretannya menjadi lebih unik dan indah. Karena memang dengan menggunakan 'fisheye' akan mengubah foto yang biasa menjadi seperti 'membulat'. Jika saya boleh menyebutnya demikian. Tetapi dengan kamera 5MP yang tak ada flashnya rasanya tak begitu menggoda saya untuk menambahkan lensa 'fisheye' untuk jepretan saya nantinya.

Tetapi lain cerita kalau memenangkan smartphone baru dari akun mypeople saya. Hahahaha... sebab mereka memang sedang membagikan banyak sekali hadiah untuk orang yang menggunakan aplikasi tersebut. Jangan lupa untuk add ID #mypeople saya ya 'honeylizious'.


Wah kalau punya kamera yang lebih mumpuni dibandingkan yang sekarang tentunya akan sangat menyenangkan bisa menggunakannya beserta dengan lensa fisheye. Selain hasilnya lebih to-the-max tentunya lebih menarik. Sudah ada yang menggunakan lensa fisheye? Bagaimana rasanya menggunakannya bersama kamera yang kita miliki?

Membuat Cupcake


Melihat banyaknya orang yang bisa membuat makanan yang penuh dengan seni. Membuat makan tersebut tak hanya sekadar enak melainkan juga menjadi sesuatu yang indah dan bisa memanjakan mata orang yang melihatnya tentu akan memberikan kepuasan tersendiri untuk banyak orang. Rasanya saya sudah tak sabar ingin mempersiapkan 'kantor' baru saya dan membuat jadwal kerja di sana. Sebenarnya sih saya sekarang sedang mempersiapkan diri untuk berkantor di rumah baru kami.

Saya sebut kami karena memang beberapa hari lagi saya akan melepas masa lajang dan tinggal bersama di sebuah rumah mungil di Pontianak. Jaraknya sekitar 5km dari Radio Volare. Tak seberapa jauh mengingat Kota Pontianak bukanlah tempat yang selalu dipadati oleh kendaraan pribadi dan umum. Sesekali memang macet tapi belum pernah saya terjebak macet hingga berjam-jam bahkan berhari-hari. Wiiih seram juga ya kalau sampai terjebak berhari-hari di jalanan gara-gara saking macetnya jalanan tersebut.

Balik lagi ke cupcake. Sebenarnya adonan apa pun saya rasa tak akan masalah digunakan untuk membuat cupcake ini. Tetapi yang akan menjadi masalah utama adalah bahan yang digunakan untuk menghiasinya. Kalau di Jakarta dengan mudahnya mendapatkan semua yang kita butuhkan untuk menghiasi sebuah kue. Beda jauh dengan di Pontianak yang tentunya butuh perjuangan dan mesti tanya sana-sini supaya menemukan bahan hiasan yang cocok untuk cupcake ini.


Ah ini saya hanya sedang menuliskan tentang impian saya berikutnya, membuat cupcake yang indah untuk dinikmati mata dan enak di mulut. Karena memang nantinya saya akan mengatur jadwal kehidupan saya untuk melakukan semua hal yang saya sukai dan terus berada di rumah. Menyenangkan sekali bukan? Mengatur semuanya hanya dari rumah dan tak perlu punya kantor yang jauh dari kamar tidur.

AKU SEKSI DITENGAH DEADLINE


Ditengah pergulatan menyelesaikan tugas akhir di salah satu perguruan tinggi tertua di Sumatera, ada bebrapa bagian kisah yang masih terpatri didalam memoriku. Kalau dihubungkan dengan tema swap blog pada bulan Oktober, I’m sexy and I Know it, mungkin bisa dijadikan suatu korelasi (emang agak dipaksain biar nyambung). Tidak tahu apa yang ada dipikiran host kali ini, Tukang Minggat, hingga mencetuskan tema seperti diatas. Bagaimanapun ini telah menjadi suatu rutinas bulanan, walaupun sudah 2 bulan ini aku mati gaya dalam menulis (dikarenakan virus malas yang bertubi-tubi), kugerakkan juga jemari-jemari lentikku diatas keyboard.  Terimakasih buat swap partnerku mbak hani, sehingga aku bisa berekspresi di blognya.

Kembali lagi ditahun 2010,ditengah pergulatanku menyelasaikan tugas akhir. tugas akhirku menggunaknan research, kukumpulkan data-data berdasarkan questionare yang telah kusebarkan, kuinterview beberapa informan untuk memperkuat data-. Sungguh tugas yang sangat melelahkan dikala itu, karena semangat untuk segera menyelasaikan tugas akhir sangat menggebu-gebu, namun seperti biasa, virus malas tetap menghantuiku. Virus menunda-nunda pekerjaan. Tapi aku tidak mau dibuat terlena oleh virus ini, maka kukuatkan diri. Tetapi sesekali disetiap sore dikala itu pasti akan kusempatkan diri bercengkrama dikantin kampus. Kami para mahasiwa menyebutnya barak. Barak tempat kami mengganjal isi perut.

Sore itu aku selesai mengikuti kegiatan ekstra kurikuler di kampus. Aku mengikuti kelas bahasa korea, mumpung ada beberapa mahasiswa korea yang memberikan kursus bahasanya. Jadi memang menarik. Namun sampai saat ini cuma saranghe yang masih kuingat dengan tepat. Dikelas ini tidak hanya pelajar dari indonsia, tetapi juga pelajar dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Korea, Jepang dan beberapa negara di Afrika. Selesai belajar kami duduk dan berseloroh di barak. Aku tetap ikut walaupun sibuk berkutat dengan beberapa questionaire yang kubagikan, dan menghitung hasil berdasarkan standarisasi questionaire yang kugunakan. Aku tetap menyimak dan tetap fokus dengan laptopku. Sampai salah Seorang pemuda dari salah satu negara di Afrika menyapa dan duduk dihadapanku, sehingga menghentikan pekerjaanku barang sejenak. Kami terlibat dalam sebuah percapakan ringan. Tak ada salahnya berhenti sejenak dari kesibukanku dengan rutinitas tugas akhir. Dia cukup ramah dan begitu tertarik dengan Indonesia. dengan senang hati, aku menjelaskan tentang indonseia dan provinsiku. Ini akan menjadi tempat dia tinggal untuk setahun kedepan. Jadi tidak ada salahnya memberikan penjelasan budaya dan alam kepadanya. Aku paham pasti dia juga ingin beradaptasi dengan lingkuangan yang baru.

Singkat cerita pertemuan sore itu sangat menyenangkan. Dia pun ingin berguru bahasa indonesia padaku, dan aku ingin berguru bahasa perancis padanya. Dia meminta nomor telpon gengamku agar bisa berkomunikasi lewat pesan singkat dalam bahasa. Tidak keberatan aku dengan hal tersebut. Berselang empat jam kemudian, sebauh pesan singkat kuterima.

Halo, apa kabar? Saya xxx, nice to meet you

Kubalas pesan sigkat itu ” baik.nice to meet you too

Aku tidak bertanya lagi. Karena aku bukanlah sms oriented person. Paling tidak suka sms-an. Lagian aku memang sibuk dengan tugas akhir. Kata-kata TA memang menghantuiku belakangan. Jadi memegang telpon genggam hanya akan menunda-nunda perkerjaanku bersama TA. Tetapi dia bertanya lagi, dan aku menjawab singkat. Aku membalas demi kesopanan, dan tidak enak hati. Ini salah satu sifat ketimuranku yang masih susah hilang sampai sekarang, suka tidak enakan dengan orang lain. terkadang tetap berinteraksi demi kesopanan. Masih susah bagiku untuk berkata tidak ketika itu. Sms demi sms tetap mengalir. Salahku juga sih, demi bersikap tetap ramah. Hingga samapi lah sms nya padaku menanyakan. “is it your bou friend fat?”. Dia menanyakan tentang pacarku. Dia ingin tahu pacarku. Sampailah kepada kata-kata pamungkas para pria, dia menembakku pada saat itu. Aku shock kaget dan terpental. Kurang 1x24 jam langsung menyatakan suka padaku. Bagiku yang masih menjalani budaya ketimuran, masih sangat tabu dengan reaksi secepat  kilat itu.

Wanita denga tubuh gemuk (dibaca#agak berisi) ternyata adalah simbol keseksian di beberapa negara tertentu. mungkin karena itulah dia tidak ingin menyia-nyikan kesempatan dekat denganku. Kukatakan tidak dengan sopan, dan kukambing hitamkan TA sehingga aku tidak ingin dekat denagn pria manapun saat itu. Aku ingin fokus dengan TA. Demi kesopanan kukatakan hal tersebut, aku memang perlu belajar mengatakan  “tidak” kalau aku memang tidak menyukai seorag pria, baik dia atau pria manapun. Lagi-lagi aku tidak suka enakan menolak orang lain. takut dia tersinggung, atau takut dia merasa jelek karena tidak diterima olehku. Aku takut seseorang patah hati karenaku.



Tak selang seminggu kemudian, disaat aktifitas memuncak dengan TA dan batas tenggat waktu untuk mendaftar sidang semakin mepet. Oleh karena itu aku harus berburu pembimbing sampai kerumah beliau. Untung sekali beliau tidak keberatan meluangkan waktunya memberikan bimbingan di rumah. Karena di kampus pun jadwal mengajar beliau sangat padat. Dengan tekad dan semangat membara aku bergadang di depan laptop menyelesaikan perbaikan-perbaikan yang dianjurkan beliau. Malam itu aku harus kerumahnya, ojek langganan yang biasa aku telpon pun tak bisa mengantar malam ini. Anaknya sedang sakit. Terpaksa, kupergi ke pangkalan ojek dimana biasa ada ojek-ojek lain sedang mangkal. Tapi sial bagiku tak satupun ojek sedang mangkal. Dirumah pun tidak ada yang bisa mengantarkanku kerumah pembimbing, dan bodohnya lagi, aku tidak bisa membawa motor. 




“Kak lagi nunggu siapa?” dua orang pemuda yang bisa nongkrong disebuah toko didekat dirumahku menyapa. Mereka mengagetkan aku, mereka adalah anak-anak komunitas vespa ekstrim. Mereka sering menyapa ketika aku lewat didepan toko tersebut. Bagaimanpun juga, aku tetap tersenyum. Karena pada dasarnya aku ramah pada siapa saja. Lagian wajahku memang selalu seperti orang yang sedang tersenyum (karena senyum diwajahku, dosen penah memanggilku kedepan kelas dan marah, dia pikir aku lagi meledeknya dengan senyumanku). Aku mengatakan kesulitanku menemukan ojek pada mereka. Salah satu diantara mereka yang mengenalkan diri sebagai YYY, mau berbaik hati mengantarku. Dia mengatakan kalau aku tidak keberatan di bonceng dengan vespa ekstremnya dia, dia akan senang mengantarku. Aku juga bingung, antara menolak atau menerima. Aku sangat butuh tumpangan ketempat pembimbing dan disatu sisi aku tidak mungkin pergi dengan dia. Orang dirumah bisa kaget kalau aku pergi dengan dia. Vespa mereka benar benar ekstrim, dan aku tidak tahu mereka mendapatkan imajinasi dari mana untuk memodifikasinya. Penampilan YYY juga jauh dari penampilan anak baik-baik (ada streotype tersendiri tentang prilaku seseorang berdasarkan penampilan). Dari tato ditangannya, piercing di hidung maupun telinganya serta eyeliner yang mempertegas matanya, orang pasti berfikiran dia freeman (alias preman).

Aku berpikir seribu kali. Tapi kemudian dia menyeletuk, “ Mungkin kamu ngak mau saya bonceng dengan vespa ini ya, cewek baik seperti kamu pasti ngak mau?”. Karena tidak ingin menyinggung perasannya yang telah berbaik  hati  berniat mau membantuku. Aku tidak ingin dianggap orang yang menilai sesuatu dari penampilannya saja. Akhirnya aku terima bantuan YYY, kubujuk dia menggunakan vespa yang lebih  normal, tidak yang terlalu ekstrim, walaupun masih dengan suara yang sangat memekakkan telinga. Entahlah apa yang ada dipikiranku disaat itu, yang pasti aku ingin sampai ditempat pembimbing malam itu juga, deadline sidang didepan mata. Dia menjemputku agak jauh dari rumahku, karenaku tidak ingin orang rumah mengintrogasi dengan siapa aku pergi. Jalan ceritanya bisa lebih ribet, karena mereka akan terheran-heran aku mengenal YYY dari mana.

YYY mengantarkanku ketempat pembimbing dengan selamat. Ternyata seru juga naik vespa yang berbeda. Tapi aku minta  diturunkan agak jauh dari rumah pembimbing. Karena sumpah banget, vespanya berisik sekali, aku ngak mau pembimbing tahu kalau aku yang naik vespa yang menggoncangkan keheningan malam dikompleksnya. Bisa-bisa beliau menolak bimbingan hari itu. Dua jam setengah YYY menungguku selesai bimbingan. Maklum aku datang agak telat, dan sudah ada beberapa mahasiswa lain yang sedang bimbingan. Jadi aku harus menuggu giliran. Ketika pulang, diatas vespa dia mengatakan sesuatu padaku. Ditengah pergulatan otakku memikirkan perbaikan TA sekembalinya dari rumah pembimbing, ia menyatakan suka padaku. Aku hampir saja terpental dari vespa mendengarkan curahan hati YYY padaku. Serangan penembakan disaat deadine TA.

Ini lebih mengejutkan dari ditembak pria dari salah satu negara di benua Afrika. Ini lebih cepat. Kurang dari empat jam kami kenalan tadi. Dan sepertinya dia tidak mau kehilangan kesempatan untuk menyatakan cinta padaku. Kamu tahu tidak kawan kenapa dia jatuh cinta padaku? Katanya dia sudah lama melihatku, sudah lama memperhatikanku, karena kalau aku pulang kerumah biasanya berjalan melewati tempat anak komunitas vespa ekstrim sering berkumpul. Suatu ketika dia melihatku menyebrangkan seorang nenek di jalan raya. Pada saat itu lah ia jatuh hati padaku. Dia mengatakan aku seperti seorang bidadari yang baik hati. Dia mengatakan bahwa aku seksi dengan badan berisi, aku seksi karena ramah pada teman-teman dikomunitasnya. Otakku hanya melayang-layang bersama dinginnya angin malam, tidak paham dimana ia bisa tertarik padaku. Kalau aku flash back ketika melewati jalan dari pasar kerumah, tidak pernah sekalipun kugunakan baju bagus. Hanya t-shirt kusam dan terkadang bolong digigit binantang pemangsa dibagian bawah serta celana sedengkul,sehingga baju seperti ini lebih nyaman dan memudahkanku bergerak dipasar. Karena dipasar biasanya aku membantu menimbang gula, minyak ataupun tepung. Jadi tak akan pernah kugunkan baju yang berlagak ke pasar. Percuma saja, karena rutinitas dipasar sangat membuat pakaian kotor.

-------------------------------------

Kalau ingat dua kejadian  tersebut ketika aku sedang sibuk-sibuknya berkutat dengan puluhan jurnal, buku teori, rentetan perbaikan tugas akhir baik dari segi teori maupun tata bahasa serta deadline. Mungkin disaat-saat itulah aura seksiku semakin memancar menyinari jagat raya. Aku hanya tersenyum kecil saja didalam hati, buktinya pria-pria tersebut berlomba-lomba merebut hatiku. Bagi mereka aku seksi karena berisi (tubuh dan otakku sama-sama berisi loh). Aku seksi karena aku ramah. Aku seksi karena aku menjadi diri sendiri. Aku seksi karena karena. Aku seksi karana aku tahu itu. Jadi para wanita-wanita diluar sana yang merasa harus seksi dengan berpakaian serba minim untuk menarik lawan jenisnya. Sungguh suatu ironi. Keseksian bukan lah hanya penampilan luar semata, bukanlah sesuatu yang harus dipamerkan hanya sebatas fisik semata. Ketika kamu pintar dan bisa menjadi lawan bicara yang hebat bagi pasanganmu, kamu pastilah seksi dan pintar dimatanya. Jika kamu jago masak dan bisa mengguncang seleranya, kamu juga seksi. Setiap wanita itu seksi dengan caranya masing-masing, mulai dari yang glamor, elegan sampai murahan.

Silahkan mampir ke blogku

Tulisan ini terinspirasi ditengah kegalauan dan deadline untuk menyelesaikan Tugas Akhir kuliah. Momen-momen disaat otak mumet meleleh  menjadikan cerita kenangan tersendiri bagi penulis.

October-november 2010, Padang,

Pictures:

 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design