19 Oktober 2013

Telur Mata Sapi Blueband

Yummmeeehhh


Ikut Sekarang atau Tidak Sama Sekali

Menunda menulis sebuah tulisan untuk lomba kadang sukses membuat saya gagal mengikuti lomba tersebut.

Jatuh Cinta

Seberapa sering kamu jatuh cinta pada orang yang sama setiap hari? Bagaimana rasanya satu orang itu bisa membuatmu jatuh cinta berkali-kali. Bahkan pada saat kamu sedang menikmati rasa cinta yang sedang kamu rasakan, dia berhasil membuatmu jatuh lagi dan lagi.


Jatuh cinta memang menyenangkan saat mendapatkan balasan. Tapi dulu waktu pertama kali jatuh cinta debarannya sedemikian kencang. Membuat jantung terdengar akan copot dari tempat dia berada. Barangkali semakin dewasa diri kita, kita semakin bisa mengendalikan perasaan kita sendiri mengenai sesuatu yang kita sebut cinta.

Berbicara dengan Hati











Kadangkala kita tak punya tempat untuk mengadu. Saat kita sendiri tak bisa mengeluarkan kata-kata yang paling sesuai untuk menceritakannya dengan orang lain. Saat itulah kita akan menyadari satu-satunya benda yang bisa kita ajak untuk bicara hanya hati. Bicara dengan hati kita sendiri. Karena hati kita tak akan berbohong. Dia akan jujur dengan diri kita sendiri. Kadang di lubuk yang paling dalam kita akan menemukan kedamaian dan jawaban untuk semua keresahan yang kita alami.

Tak ada salahnya untuk menyimpan di dalam hati. Tak perlu dengan kata-kata. Ada yang akan mendengar itu semua, Dzat Maha Mendengar, akan selalu ada untuk kita. Dia tak pernah menulikan pendengarannya. Tak peduli kita taat atau pun ingkar. Dia selalu mendengar. Tetapi apakah dia akan mewujudkan semua permintaan yang didengar-Nya atau tidak itu yang akan menjadi pertanyaan berikutnya.


Berbicaralah dengan hatimu. Karena Allah Maha Mendengar.

Apa yang Saya Lakukan Ketika Jari Mengeras


Kecepatan mengetik dan terlalu cepat menulis bukan tak ada dampak buruknya. Tentu saja ada ketika jemari terus-menerus diajak menari di atas papan ketik. Apalagi menggunakan sebagian jemari saja. Padahal seharusnya mengetik menggunakan 10 jari. Setidaknya 7-8 sudah cukup baik. Sedangkan saya sendiri jangan ditanya. Saya hanya mampu menggunakan sekitar 4-5 jari saja. Jauh sekali dari yang namanya mampu mengetik 10 jari bukan? Padahal mengetik dengan 10 jari itu bisa membuat kesalahan pengetikan menjadi lebih sedikit. Sayangnya masih belum mampu menggunakan semuanya secara maksimal dan meminimalkan kesalahan pengetikan alias typo.

Sehingga sering sekali saya harus menekan tombol 'backspace' untuk menghapus kesalahan penulisan yang terjadi. Padahal sebaiknya tidak terlalu banyak menggunakan 'backspace'. Selain membuang waktu itu bisa membuat kita kehilangan ide yang sedang kita tuangkan pada tulisan kita. Lanjutkan saja ke kalimat selanjutnya. Tetapi saya mengalami gangguan yang cukup serius kalau melihat ada kalimat yang salah ketik kata-katanya tanpa saya benarkan terlebih dahulu.


Terlalu cepat menulis membuat jemari saya cepat menjadi kaku. Untuk melemaskannya mau tidak mau harus mengistirahatkannya dan menekan beberapa bagian untuk 'membunyikannya'. Tetapi kalau memang sudah terlalu banyak kesalahan yang saya lakukan biasanya saya mau tidak mau akan berbaring dan berhenti menulis sejenak. Kita butuh itu juga kok untuk mengembalikan stamina yang hilang dari jari kita. Kalau saya sendiri suka kesal sekali saat menulis dengan cepat jemari mulai mengeras dan terjadi banyak sekali kesalahan di sana. Bisa-bisa saya ingin membanting papan ketik yang saya gunakan.

Butuh Template yang Ringan

WeHeartIt

Setelah mengukur kecepatan loading blog Honeylizious memang saya pikir blog ini butuh template yang baru. Template yang tak hanya bikin nyaman semua pengunjung. Baik yang menggunakan jaringan internet yang paling cepat atau bahkan yang paling lambat sekalipun. Sebab saat mengukur kecepatan loadingnya memang masih lambat sekali. Belum lagi tampilan templatenya yang memang gratisan kurang atraktif ya. Duh saya bingung ingin mendesain template yang seperti apa lagi. Mana kemampuan mendesainnya sedikit sekali. Masih sangat cetek dibandingkan desainer template blog lainnya.


Ingin mengunduh template gratisan lagi sepertinya tidak cukup membantu. Duh saya jadi bingung sendiri. Satu hal yang jelas. Saya butuh template yang ringan. Karena semenarik apa pun template blog kita tentu akan menyulitkan pengunjung yang ingin membaca kalau susah diakses dengan jaringan pas-pasan.

Menulis dengan Cepat

WeHeartIt

Rasanya menulis dengan cepat akhir-akhir ini menjadi senjata yang paling berguna. Semenjak memulainya bulan Maret lalu. Menulis dengan cepat adalah yang terbiasa saya lakukan. Apalagi ketika semuanya mulai melewati angka 5 tulisan sehari. Itu mengetiknya sudah gila-gilaan. Sebab selain harus berpikir dengan cepat, banyak yang harus diselesaikan di luar ngeblog itu sendiri. Hidup kan bukan hanya tentang ngeblog tetapi ngeblog memang tentang kehidupan. Hehehe...

Jurus menulis dengan cepat memang cukup membantu untuk mengejar semua target menulis di setiap tantangan menulis perharinya. Apalagi kalau sedang mengejar lomba menulis yang terus saja bermunculan setiap hari. Nah sekarang ada lomba menulis yang deadlinenya dekat sekali. Tak sampai satu bulan dan ada kategori menulis novel pula. Ini kesempatan besar untuk memperlihatkan karya kita pada juri-juri yang tentunya kompeten di bidangnya. Belum lagi kalau ada penerbit yang suka dengan tulisan kita. Terlepas pada akhirnya menang atau tidak, tetapi kalau dilirik penerbit mayor tentu ini akan menjadi langkah super besar untuk seorang penulis buku indie yang bukunya dicetak sendiri. Distribusi sendiri dan pada akhirnya ya promo dan jualnya juga sendiri.

Menulis dengan cepat sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja bahkan oleh orang yang tak bisa mengetik dengan sepuluh jari seperti saya. Ya harus saya akui impian saya untuk menggunakan semua jari saya untuk mengetik pada akhirnya belum juga terwujud. Tak mengapa, selama saya masih bisa menulis dengan cepat. Hahaha... untuk menulis dengan cepat jurusnya mudah saja. Buat deadline semepet mungkin seurgent mungkin dan dilakukan setiap hari. Sehingga kita terbiasa dengan ritme yang seperti dikejar-kejar deadline.

Setiap hari saya sendiri suka tidak tenang kalau tak menulis satu artikel pun di blog ini. Kalau memang tak memungkinkan untuk menulis menggunakan PC (masih belum punya netbook ceritanya) saya masih ngotot menulis menggunakan smartphone. Walaupun itu kurang menyenangkan. Seandainya PC ini bisa saya bawa ke mana-mana tentu akan sangat menyenangkan. Ah masih punyanya PC konvensional yang tak bisa dimasukkan dalam saku.


Sekarang saya sudah bisa menulis dengan cepat. Bagaimana denganmu?

Terbuka Terhadap Hal yang Baru dan Lihat Apa yang Menunggumu


Di sosial media memang menemukan orang-orang yang sama sekali belum pernah kita kenal sebelumnya adalah hal yang sangat lumrah. Beda pulau, beda negara juga bukan hal yang mustahil. Dengan mudah kita bisa berinteraksi dengan siapa saja. Bahkan saat kita baru saja bangun tidur. Masih belum mencuci muka atau sarapan. Mengenakan baju yang tadi malam kita pakai. Mata yang setengah mengantuk. Tak ada yang mustahil. Semuanya begitu mudah seperti membuka kunci layar smartphone 'layar-usap' milik kita.

Tetapi seberapa banyak orang yang mau membuka diri untuk berkenalan dengan orang lain. Membuka komunikasi antara dirinya dengan orang-orang baru. Tak semua orang akan menyapa kita untuk berkenalan dengan diri kita. Alangkah lebih baiknya kita yang lebih dulu membuka jalan itu sehingga kita bisa mengenal mereka dan mempelajari banyak hal baru yang bisa diajarkan pada kita. Begitu juga kita. Saling berbagi antara satu dengan yang lainnya. Sayang kalau sosial media hanya digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Menghujat orang secara anonim misalnya.

Membuka diri dan menerima hal-hal yang baru yang tentunya bermanfaat buat kita tak akan pernah bisa kita tebak akan membawa apa pada kehidupan kita. Meskipun banyak orang yang mengatakan hati-hati dengan orang yang kita kenal di dunia maya. Tak semuanya bisa dipercaya. Sebenarnya sama saja. Orang di dunia nyata juga demikian. Seorang teman pernah mengatakan pada saya bahwa sebenarnya orang yang paling berpotensi untuk menyakiti kita adalah orang yang dekat dengan kita. Entah itu dekat secara nyata atau dekat secara emosional. Bukan hanya kekasih ya. Keluarga atau sahabat juga bisa.


Tak adalahnya terbuka untuk hal-hal yang baru di sekitar kita. Baik maya ataupun nyata. Karena di balik itu semua ada yang sudah menunggu kita.

Jangan Tanyakan Berapa Gaji yang Saya Mau

WeHeartIt

Siang itu tiba-tiba saja ada yang menyapa saya di Yahoo Messenger. Meskipun sudah banyak sekali aplikasi chat yang terinstal di smartphone. Saya pikir YM tetap tak tergantikan posisinya oleh banyak platform yang menyediakan aplikasi untuk berbagi pesan dan file. Dia menawarkan untuk menulis 50 artikel setiap hari di sebuah web dengan tema tertentu dan harus lolos copyscape. Artinya dia tak mau mendapatkan artikel yang copy paste. Saya pikir menuliskan artikel dengan tema tersebut bukan masalah yang besar apalagi hanya untuk meloloskan tulisan dari copyscape. Dengan gamblang juga dia menjelaskan bahwa kita bisa meminta gaji yang sesuai dengan keinginan kita.

Menggiurkan bukan? 50 artikel dan kita bisa meminta gaji sesuai yang kita inginkan. Tentu saya mengukur harga sesuai dengan artikel yang biasa saya dapatkan dari beberapa penyedia jasa iklan yang biasanya memberikan bayaran 80.000-1.000.000 untuk setiap artikel yang nantinya ditulis. Namun karena ini kerjanya borongan, 50 artikel setiap hari, tentu saya tak bisa menyamakan harganya. Jadi saya perhitungkan saja 25.000/artikel sehingga didapatlah angka 1.250.000 gaji perhari yang saya inginkan. Untuk menulis 50 artikel setiap harinya tanpa copypaste saya rasa 25.000 adalah harga yang sangat murah.


Kemudian yang terjadi adalah mereka menolak tawaran gaji yang saya inginkan karena dana mereka tidak mencukupi. Kalau memang demikian saya rasa seharusnya mereka tidak perlu memberikan penawaran 'berapa-gaji-yang-diinginkan-penulis-artikel?'.

Unduh Materi 'Ngeblog Bikin Happy' GRATIS

@budhipedia

Beberapa blog yang ada di dunia maya ini terus terupdate secara rutin. Ada pula yang angin-anginan. Kadang-kadang update, kadang kudet. Semuanya balik lagi pada pilihan masing-masing. Apakah blognya mau terus dihidupkan dengan memberikannya 'nutrisi' setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, atau ada yang masih mengupdate blognya setahun sekali?

Eh tapi jangan salah, saya yakin di luar sana banyak orang yang mengupdate blognya dengan rentang yang jauh karena memang dia bisa membuat tulisan yang tidak basi selama rentang tersebut berlangsung. Siapa tahu kan memang ada yang bisa membuat satu tulisan setiap tahunnya dan tulisan tersebut 'abadi'. Dibaca setiap tahun pun tidak ada basinya. Selalu ada yang mencari tulisan tersebut setiap hari. Setiap orang punya cara untuk memperbaharui blognya setiap hari.

Namun konsisten memang dibutuhkan saat kita memutuskan untuk ngeblog. Sayang kalau sudah bikin blog ternyata akhirnya menjadi kuburan maya yang tak jelas siapa pemiliknya. Mau diapakan blog itu. Lalu isinya juga semakin lama semakin tenggelam di antara banyaknya kuburan maya lainnya. Makanya sekarang saya membuat tulisan ini untuk membagikan sebuah materi yang bisa teman-teman unduh secara gratis untuk mengetahui cara 'ngeblog bikin happy'. Ini bukan tulisan saya. Melainkan tulisan seorang teman dari twitter yang baru saya kenal.

Saya pikir tak ada salahnya membagikan sesuatu yang ingin dia bagikan pada orang lain. Teman-teman yang sudah mengunduhnya juga jangan ragu untuk memberikannya pada orang-orang terdekat lainnya. Baik diberikan pada yang sudah punya blog dan konsisten pula. Tak ada salahnya juga diberikan pada yang angin-anginan ngeblognya. Paling baik memang diberikan pada orang yang baru mulai menjajah dunia maya dan ingin menjadi bagian dari 'blogger' yang ada di Indonesia dan dunia.


 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design