14 Oktober 2013

Someday




You and our future baby.

Kanzashi Flower



















Ini contoh-contoh bunga yang akan saya contek buat prakarya saya nantinya. Doakan bisa seindah ini ya!

Hello November, Suprise Me!




Masih lamaaaaa... eh belasan hari lagi kok.

Maaf, Aku Tak Bisa Menunggu


Saya tak bisa bertanya banyak pada orang yang akhirnya saya tinggalkan. Tetapi tentu saja sebelum saya bertemu dengan orang yang baru. Saya bukanlah orang yang bisa bermain baik di dua permainan sekaligus. Saya meninggalkan permainan sebelumnya karena permainannya tak punya peraturan yang bisa menyatakan bahwa permainan usai. Apa tolak ukurnya? Apa target yang ingin kita dapatkan di dalam permainan tersebut.

Begitu juga di dalam hubungan percintaan. Ketika dua orang manusia yang saling mencintai seharusnya, ini pendapat saya pribadi, punya target untuk kedepannya bagi kehidupan mereka berdua. Bukan masalah hidup satu individu lagi. Bagaimana kalau ceritanya malah ada pihak yang seharusnya memberikan kepastian malah tak membuat keputusan jangka panjang sama sekali? Apakah salah jika pihak yang tak mendapatkan kepastian ini meninggalkannya dan mencari sesuatu yang lebih pasti.


Hidup itu singkat. Kita tidak tahu seberapa lama lagi batas waktu yang kita miliki. Bagaimana kalau kita hanya punya sehari? Haruskah kita habiskan hanya untuk menunggu? Maaf kalau saya memiliki pemikiran seperti itu yang membuat beberapa orang di dunia ini menjadi terluka.

Terharu


Sesungguhnya judul tulisan ini bukanlah konspirasi sinetron Tersanjung atau sinetron ‘ter-‘ lainnya. Melainkan sebuah perasaan yang sekarang saya rasakan. Biasanya saat lebaran menjelang saya akan menjadi orang yang paling bingung di antara orang-orang yang saya kenal. Bingung mau ngapain. Mau ke mana. Bingunglah pokoknya. Karena memang saya tak punya rumah untuk pulang lagi.

Tetapi tahun ini saya sudah punya sebuah keluarga besar yang menerima saya dengan tangan terbuka. Saya tak hentinya menangis karena terharu mendapatkan hadiah sebesar ini dari Tuhan. Saya yang biasanya berusaha melupakan bahwa malam nanti adalah malam lebaran sekarang malah sudah tak sabar ingin berkumpul bersama orang-orang baru yang bisa saya sebut keluarga. Mereka menerima saya tanpa banyak cing-cong. Tak pernah melihat latar belakang saya terlalu mendetil.


Bahkan kemarin kami membuat ketupat bersama-sama. Bagaimana saya tidak senang. Dada saya sesak. Saya merasa kebahagiaan begitu banyak memenuhi kehidupan saya yang selama ini sendirian bertahan di dunia ini. Alhamdulillah…

Ini Hidupmu Lakukan Apa yang Kamu Suka


Kita hidup setiap hari dan hanya mati sekali di dunia ini. Kira-kira sudah punya jadwal apa saja yang ingin kamu lakukan di dalam kehidupanmu? Katakanlah target. Biasanya cewek-cewek suka membuat target yang mendetil dan banyak ragamnya. Banyak kepengennya sih ya. Hehehehe…

Tapi kalau memang memikirkan bahwa kita hidup setiap hari dan setiap kali kita bangun dari tidur jatah kehidupan kita terus berkurang, saya rasa saya hanya ingin melakukan satu hal di dunia ini. Melakukan apa yang saya suka. Apa pun itu. Selama bukan tindakan kriminal rasanya tak mengapa dilakukan bukan? Sementara orang lain menggadaikan kebebasan di dalam kehidupannya untuk beberapa hal yang tidak mereka sukai, saya sendiri harus membuat pengorbanan yang lain agar selalu bisa melakukan hal yang saya suka.

Hidup adalah soal pilihan. Sekarang saya sedang menjalani kehidupan seperti yang saya sukai. Untungnya, saya beruntung sekali, kedua orang tua yang saya miliki tak pernah menuntut apa-apa dari saya. Tentu saja setiap pilihan selalu punya risiko di dalamnya dan semua akibatnya harus berani saya tanggung sendiri. Selama saya bisa menjalani kehidupan seperti yang saya mau setiap harinya rasanya tak mengapa. Saya senang bisa melakukan apa pun yang saya sukai di dalam kehidupan saya setiap harinya.


Bagaimana dengan hidupmu?

Kembali Membuat Prakarya




Hobi yang satu ini ternyata tak pernah hilang dari diri saya. Selain suka menyulam, menjahit, saya juga suka belajar membuat prakarya yang lain. Tapi suka bukan berarti saya berbakat atau bikinannya bagus banget sampai mengalahkan seisi dunia. Bukan. Biasanya hasil karya saya yang acak-kadut itu akan dengan bangganya saya gantung di paku dinding rumah Uwan yang suka menyembul entah bekas menggantung apa. Kalau tak ada paku nganggur saya akan segera menemukan paku dan palu yang disimpan Aki.

Di rumah dari semua saudara saya bahkan termasuk sepupu, saya memang yang paling ‘kreatif’. Kalau dibelikan mainan elektronik atau benda yang ada sekrupnya saya dengan senang hati mencari obeng, masih milik Aki, dan mulai membongkar isinya. Saya pintar sekali membuka semua sekrup itu, tapi jangan harap saya bisa membuatnya kembali seperti semula. Untungnya hobi saya bermain dengan ‘kerativitas’ tingkat dewi itu tidak membuat saya dimarahi. Saya tetap saja bermain dan membengkel sendiri. Ada-ada saja yang saya bongkar hingga akhirnya saya tidak dibelikan mainan yang ada sekrupnya. Hahaha…

 


Tapi kalau tidak karena hobi tersebut siapa lagi yang akan dimintai tolong untuk membetulkan peralatan listrik yang ada di rumah. Misalnya kabel yang lepas dari tempat colokan atau memasang lampu. Sekarang sih sudah jarang main dengan alat elektronik. Sekarang saya lebih suka membuat prakarya. Semacam bros atau bunga buat jilbab. Seperti yang tadi malam saya pelajari. Seharusnya saya menggunakan pinset agar hasilnya lebih rapi. Butuh latihan panjang sepertinya supaya bentuknya benar-benar rapi dan indah. Siap-siap saya spam di instagram foto prakarya saya lewat. Hehehe…

Daun Kesum dan Daun Kunyit Kuncinya Bubor Paddas


Bubor paddas, makanan khas dari Kabupaten Sambas tetapi lebih dikenal di luar Kalimantan Barat sebagai makanan khas Pontianak. Tak mengapalah, sama saja dengan jeruk Tebas yang terkenal sebagai jeruk Pontianak.

Siapa warga Kalimantan Barat yang tak tahu dengan makanan yang satu ini? Bubor Paddas. Makanan yang sangat menyehatkan karena terdiri dari beragam sayuran dan juga bumbu-bumbu aneka rasa. Termasuk bumbu beras di dalamnya. Tapi ada dua daun yang wajib ada di dalam bubor paddas, berbeda dengan sayuran yang fleksibel kecuali tak boleh tak ada pakis. Selain itu sayurannya bisa digunakan apa saja yang ada. Misalnya kecambah kadang diganti dengan kol. Kacang tanah diganti dengan jagung. Masih banyak lagi sayuran yang diganti dengan sayuran yang lain untuk tetap mempertahankan keanekaragaman sayuran di dalamnya.


Daun kesum dan daun kunyit adalah dua kunci utama di dalam pembuatan bubor paddas karena bubor paddas tanpa daun kesum dan daun kunyit tentunya bukan bubor paddas. Untuk mendapatka daun ini paling banyak memang di Sambas. Di Pontianak sendiri tak  banyak orang yang menyediakan daun ini untuk diperjualbelikan. Sehingga bubor paddas di Pontianak akan sangat berbeda rasanya dengan bubor paddas yang ada di Sambas.

Lecet, Bernanah, Infeksi, Jatuh dari Motor, Luka, Supaya Cepat Kering Gunakan Madu Saja


Siapa yang tak pernah jatuh di dunia ini? Sepertinya agak mustahil ada manusia yang tak pernah jatuh. Baik itu saat berjalan, berlari, atau sedang berkendara kendaraan roda dua. Sepeda motor misalnya. Nah biasanya juga kalau jatuh dari sepeda motor lecet adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Susahnya itu kalau lecet yang kita dapat letaknya di bagian yang sensitif.

Misalnya di lutut ada luka menganga yang lumayan besar. Pertolongan pertama setelah dibersihkan lukanya tentu saja diperban apabila sudah diberi obat luka. Kalau agak ribet dan ingin melindungi lukanya tentu saja dengan menambahkan kapas sebelum dibalut dengan perban. Tujuannya supaya darahnya berhenti dan lukanya tidak semakin perih karena kena kain celana atau rok yang dikenakan.

Masalahnya untuk luka lecet memberinya kapas memang seperti buah simalakama. Tidak diberi kapas lukanya bisa kena kain celana atau rok yang menambah perih karena pergesekannya. Meletakkan kapas di sana sama saja menambah problema yang baru. Karena kapas ini nantinya akan sulit dilepaskan. Kapas yang menempel di luka lecet akan membuat luka tersebut sulit untuk kering dan sembuh.

Kapas yang menempel juga sulit untuk diangkat karena penderita akan kesakitan saat kapas yang terlanjur menempel erat di luka itu ditarik-tarik. Tapi kalau memang ingin melepaskan kapas yang sudah terlanjur menempel di luka yang disebut mengering tidak juga tapi sudah ada bagian-bagian yang menutup bisa kok tanpa terlalu kesakitan karena sulit menarik kapasnya. Sebab kapasnya sudah menyatu dengan bagian luka yang mulai kering tersebut.

Usahakan ini dilakukan di rumah saja. Jangan keluar dari rumah. Luka-luka yang tadinya sudah ditempeli kapas diolesi dengan Zambuk atau obat oles lainnya seperti salep. Sehingga lukanya menjadi agak lembab. Tutup dengan perban yang bersih. Biarkan sampai perban tersebut terlihat menyerap cairan dari luka. Perlahan-lahan buka perban, lepaskan dari luka. Semua bagian yang tadinya sulit dilepaskan dan ada kapasnya sekarang sudah lepas.

Jadi jangan bingung untuk melepaskan kapas dari luka lecet yang sudah infeksi dan bahkan bernanah dengan mudah.

Sekarang untuk menyembuhkannya juga gampang kok dengan menggunakan madu. Luka lebih cepat sembuh dan mongering. Tapi perihnya madu yang masuk ke luka memang mengalahkan segala jenis obat merah yang ada. Minum dulu obat penahan sakit sehingga nantinya saat dioleskan madu tak perlu sampai berurai air mata. Biarkan luka terbuka jangan ditutup supaya luka cepat mongering. Supaya tidak kena debu beristirahatlah di rumah satu dua hari sampai lukanya kering. Kalau sudah kering bisa bergesekan dengan kain tanpa takut lukanya semakin melebar kok.


Selamat mencoba.

Tentang Alun-Alun Kapuas Pontianak

Foto oleh Heni.

Di Pontianak sebelumnya orang lebih banyak menyebutnya Korem. Karena memang lokasi Alun-Alun Kapuas berhadapan langsung dengan Korem. Sekarang sih bukan korem lagi kalau tidak salah. Tapi jangan Tanya apa namanya sebab saya kurang memperhatikan.

Saya ingat sekali kalau Alun-Alun Kapuas ini dulunya menjadi tempat gaul yang sedikit ‘remang-remang’. Banyak perempuan yang menawarkan kencan singkat bertebaran. Belum lagi pondok-pondok asmara yang tanpa penerangan. Tetapi kita yang berjalan-jalan berkeliling akan melihat bagaimana siluet sepasang manusia yang memadu kasih dengan asyik mahsyuknya tanpa peduli dengan keadaan sekitar. Paling-paling hanya bisa memalingkan muka jangan sampai menemukan ada yang melempar dalamannya tanpa sadar ke tempat yang terang. *ulalala


Namun sekarang Alun-Alun Kapuas sudah jauh dari anggapan tempat remang-remang. Pembangunan alun-alun membuatnya dipoles total. Tak ada lagi tempat yang remang-remang. Pondok-pondok asmara juga sudah dimusnahkan. Bahkan ada air mancur yang akan menyala pada malam hari membuat suasana semakin menyenangkan. Kalau kurang puas dengan pemandangan bisa berkeliling di Sungai Kapuas dengan membayar 10.000IDR/orang untuk café terapung yang akan membawa kita hingga ke dekat Jembatan Kapuas 1 yang sekarang masih tertutup untuk kendaraan roda empat sejak ditabrak tiangnya dari sungai.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design