5 Oktober 2013

Love Quote #1

Cinta ini telah mengubah duniaku. - Catin (calon pengantin), 27 tahun, habis masak makan siang buat calon suaminya, padahal biasanya tidak masak.


Posted via Blogaway

Menemukan atau Membuat Ide?

Ada yang bertanya kepada saya cara menemukan ide untuk menulis di blog. Maunya menemukan atau membuatnya saja?


Posted via Blogaway

Langit di Sungai Kapuas

Saat melihat awan yang menggumpal menghiasi langit di atas Sungai Kapuas rasanya sayang tidak mengabadikannya dengan kamera.

Selamat menikmati.


Posted via Blogaway

Menghemat Biaya Tetek-Bengek

Kalau merencanakan pernikahan dan pestanya sekalian biasanya kita akan menemukan hal-hal kecil yang tetap butuh biaya. Awalnya hal kecil ini tak terpikirkan oleh banyak pasangan yang akan menikah. Apalagi biaya yang paling banyak dipikirkan adalah biaya pakaian pengantin dan makanan yang akan disajikan untuk tamu.

Tetapi ketika benar-benar akan melangsungkan pernikahan barulah akan terlihat ada biaya-biaya kecil yang kalau dikumpul-kumpulkan bisa menjadi besar juga.

Satu diantaranya adalah undangan akad nikah. Saya sendiri tak tahu kalau undangan itu ada dua jenis. Undangan resepsi dan undangan khusus untuk akad nikah saja. Memang hanya butuh sedikit tapi kalau tidak bisa diatur dengan baik ini bisa jadi titik-titik penyedot dana untuk pesta pernikahan.

Tetapi kemudahan mencari segala sesuatunya di internet membuat pengantin yang mengurus undangan akad nikahnya sendiri tidak perlu khawatir. Di internet sudah banyak orang yang menyediakan template undangan akad nikah dalam bentuk word yang bisa diedit dengan mudah.

Setelah itu tinggal print sesuai dengan kertas yang diinginkan.


Posted via Blogaway

Mengintip Daftar Menu Warung Seulanga

Ini dia menu dan harganya.


Posted via Blogaway

Mentimun Masak Sop Ikan Lais Salai

Hari ini masaknya istimewa. Namun tetap tidak terlalu banyak belanja. Karena di dalam kulkas sudah ada mentimun dan ikan lais salai saya hanya butuh bumbu untuk memasak sayur dan ikan ini menjadi sayuran yang menyelarakan.

Dua ekor ikan lais salai dan dua mentimun sudah cukup untuk dijadikan semangkok sayur yang menyelerakan. Membuatnya juga tak butuh waktu lama. Lebih lama bagian merebus ikannya supaya menjadi empuk. Karena ikan lais salai memang kering sekali. Jadi tidak nyaman untuk dikunyah apabila tidak dipotong-potong dan direbus terlebih dahulu.

Mentimunnya dipotong sesuai selera. Saat ikan laisnya sudah empuk jangan buang air rebusannya karena bisa digunakan.untuk kuah sayurannya. Bumbunya hanya bumbu racik satu sachet, bawang merah, bawang putih,  cabai hijau, dan daun seledri. Semua bumbu ditumis kecuali bumbu racik kemasan.

Ketika sudah harum masukan mentimun, ikan, dan air rebusan ikan. Tambahkan air kalau kurang. Masukkan bumbu racik. Saya kebetulan menggunakan bumbu racik sayur sop.

Setelah mendidih dan mentimunnya matang angkat dan masukkan dalam mangkok. Sajikan.


Posted via Blogaway

Kari Kambing Warung Seulanga Pontianak

Sudah menjadi kebiasaan saat mau makan dan makanan tersebut jarang saya makan atau bahkan aaru pertama kalinya saya santap akan saya abadikan untuk diunggah ke instagram. Niatnya sih buat cadangan saat kehabisan bahan untuk menulis postingan baru.

Ternyata kali ini ada yang ngences banget sama semangkok Kari Kambing yang kemarin dibeli Putra di Warung Seulanga Jl. Purnama Pontianak. Semoga tidak bosan karena lagi-lagi bahas makanan yang ada di warung ini. Maklum warung ini dekat dengan Radio Volare. Jadinya sering terpilih untuk tempat makan siang atau malam.

Jadi kemarin itu entah gara-gara lapar berat atau salah fokus, saya menyatakan gambar makanan yang saya unggah tersebut adalah kari ayam. Padahal itu jelas-jelas kari kambing. Putra memang suka sekali dengan kambing. Jadinya saat akan makan siang kemarin dia memutuskan untuk memilih kari kambing dan sepiring nasi.

Harganya 30.000IDR. Sudah termasuk nasi. Kalau mau minuman yang istimewa tentu saja teh tarik akan menjadi pilihan yang tepat. Selamat makan siang.


Posted via Blogaway

Ungkep Daging Ayam

Biasanya harus menumbuk bumbu yang takarannya menggunakan ukuran kira-kira. Kalau sekarang bumbu sudah banyak yang dijual dalam kemasan. Tinggal digunakan sesuai selera. Apalagi buat yang masih belajar masak, kayak saya. Tetapi tak bisa masak bukan berarti menghindari kegiatan masak-memasak bukan?

Untuk mengungkep ayam sebelum digoreng atau dimasak dengan cara yang lain sekarang sangat gampang. Tinggal larutkan bumbu dalam air sesuai kebutuhan. Terus daging ayam yang sudah dibersihkan tinggal dimasukkan dalam larutan tersebut. Supaya bumbu meresap saya menggunakan api yang kecil untuk mengungkepnya.

Sambil menunggu air habis dan daging empuk, daging ayam diaduk-aduk supaya bumbu merata. Ketika air sudah hampir habis matikan api kompor dan daging ayam siap diolah sesuai keinginan kita. Daging ayam yang diungkep selain jadi lebih empuk, juga menghilangkan bau ayam yang kurang sedap.

Gampang kan?


Posted via Blogaway

Sirup Sengkit dan Manisan Kiamboi

Di Pontianak ada sirup yang sangat khas yang dijual di toko.oleh-oleh yang ada di Jalan Pattimura. Sudah lama sebenarnya ingin membeli sirup ini, namanya Sirup Sengkit. Isinya jeruk sengkit yang diawetkan dengan gula sehingga menjadi manis dan asem-asem. Diawetkan termasuk dengan kulit-kulitnya. Saya paling suka mengunyah kulit jeruk sengkit yang tebal dan sudah manis ini.

Cara membuatnya menjadi minuman yang menyegarkan juga gampang. Siapkan air gula dan larutkan sirup sengkit dengan air. Campurkan dengan manisan kiamboi yang bisa dibeli terpisah dengan harga murah. Di dalam sirup yang dikemas dengan toples ini ada buah plum yang bisa ikut dimasukkan dalam sirup yang sudah larut dalam air.

Kalau dirasa manisnya sudah pas bisa langsung dinikmati dengan menambahkan es batu atau kalau ingin menikmatinya nanti bisa masukkan air sirup yang siap diminum dalam botol dan simpan di kulkas. Biar bisa dinikmati saat waktunya pas.


Posted via Blogaway

Belanja Sama Abang Tukang Sayur

Hey Abang Tukang Sayur, mari-mari sini, aku mau beliiii...

Pagi ini, belum mandi, teriak-teriak manggil tukang sayur yang lewat depan rumah. Sebenarnya sudah keburu lewat. Jadi mau tidak mau menunggu beliau ini balik arah depan rumah yang sebentar lagi saya tempati. Tempati dan semoga tidak akan pindah ke lain rumah termasuk ke lain hati. Rasanya sudah nyaman saja di rumah baru ini.

Kembali lagi ngomongin Abang Tukang Sayur yang akhirnya balik arah dan kembali melewati rumah kami. Padahal tadinya ada rencana buat belanja di pasar sehabis mandi. Tapi buat apa repot-repot kalau ada Abang Tukang Sayur? Selain menghemat waktu ini juga bagian dari membantu perekonomian keluarga sang Abang Tukang Sayur.

Banyak juga yang saya beli. Daging ayam 17.000IDR, bawang merah, bawang putih, cabai hijau, bumbu, daun seledri, dan daun bawang. Kebetulan di kulkas di rumah masih ada mentimun, terong, dan ikan lais salai.

Total belanja 33.000IDR. Saatnya memasak. :3


Posted via Blogaway
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design