4 Oktober 2013

Makan Berdua Cukup 26.500 Saja!


Banyak yang bilang makan di Pontianak itu mahal dan paling tidak mesti siapin 20.000-50.000IDR hanya untuk biaya makan satu orang. Memang itu benar adanya. Banyak sekali warung makan di Pontianak yang menawarkan makanan mereka dengan harga paling tidak 15.000-20.000IDR/porsi lengkap belum termasuk minum. Tapi bukan berarti harus siapin 50.000-100.000IDR hanya untuk makan dua orang. Tidak setiap orang punya banyak uang dan suka menghambur-hamburkan uang hanya untuk biaya makannya bukan? Bahkan ada yang merasa berdosa karena memakan makanan yang terlalu mahal.

Tenang, Tante Hani bisa kasih tahu caranya buat kamu-kamu yang ingin makan dengan biaya irit di Pontianak. Jangan takut hanya dapat air putih dan sepiring nasi hangat. Tanpa kuah, sayur, apalagi lauk. Bisa kok makan lengkap dengan biaya irit asal tahu tempat dan caranya. Kali ini siapkan saja 26.500IDR untuk makan berdua lengkap dengan minumnya tiga gelas. Dua gelas es teh dan satu gelas air putih.

Sayangnya rincian harganya Tante Hani tidak mencatat. Tak apa, Tante Hani masih ingat dengan baik kemarin makan apa saja di warung tersebut. Dua piring nasi putih, seporsi pacri nanas, kalau tidak tahu apa itu pacri nanas bisa klik di sini, dua potong bakwan udang, sebutir telor goreng mata sapi, dan seporsi kentang sambal. Porsi nasinya juga bisa minta agak banyakan kalau memang biasanya makan porsi kuli.


Semuanya hanya 26.500IDR sudah termasuk minumnya. Murah kan? Makanan ini bisa didapatkan di Rumah Makan Rio II di Jalan Merdeka, Pontianak, Kalimantan Barat. Pak Bondan aja bilang makanan di warung ini maknyus, jadi sudah terjamin kelezatannya versi saya dan Pak Bondan. Hahahaha...

Susu ATK dari Mempawah Kalimantan Barat



Suka susu? Mesti coba susu ATK. Susu murni yang diproduksi dan dikemas dengan rapi di Mempawah Kalimantan Barat. Produk lokal dan rasanya tak kalah dengan produk-produk dari luar negeri. Apalagi susunya yang putih. Saya hampir tak merasakan ada gula di dalamnya. Sepertinya memang tawar. Selama ini memang saya sering beli susu ATK yang ada rasa tambahan. Seperti cokelat atau stroberi. Nah susu yang ada tambahan rasa ini agak manis pas saya minum. Pertama kali mencoba yang putih tadi pagi dan ternyata agak tawar.

Seharusnya saya beli susu yang ini sejak awal. Karena saya sendiri kurang suka minuman yang terlalu manis. Harganya satu botol ukuran 330ml dibanderol dengan harga 9.000IDR di warung sebelah Radio Volare. Ada juga yang menjual 8.500IDR bergantung tempatnya masing-masing. Kisarannya memang masih di bawah 10.000IDR.

Saya suka susu ATK pertama karena memang saya pencinta susu dan susu ATK ini buatan warga lokal di Kalimantan Barat. Saya pikir dengan ikut membeli susu ini mendukung produsen susu lokal untuk terus berkembang. Syukur-syukur bisa dijual ke seluruh Indonesia dan dunia.


Suka susu juga?

Pokok Telok



Pokok Telok alias Pohon Telur, ada beberapa tempat yang menyebutnya bunga telur. Ini karena memang pokok telok ini ada bunganya. Jadinya banyak yang menyebutnya demikian. Pokok telok ini adalah hiasan termasuk makanan yang selalu ada di dalam pesta pernikahan. Terutama pernikahan Melayu. Bunganya pun bermacam-macam. Ada yang dari kristal ada pula kertas. Bergantung kemampuan ekonomi masing-masing. Karena tak semua orang bisa membuat pokok telok sehingga banyak yang meminta orang lain membuatkannya. Jumlahnya puluhan untuk satu rangkaian pokok telok.

Di Kabupaten Sambas biasanya pokok telok dipasang ditumpukan nasi ketan manis yang ditutupi dengan kertas aluminium berwarna kuning emas. Ada pula yang membuat pokok telok lebih sederhana. Tidak ada tempat telur dari kawat yang sudah dihiasi sehingga berwarna-warni dengan indahnya. Jadi pokok teloknya dibuat dari lidi yang diberi kertas bunga kemudian telur ayam rebus diberi pewarna luarnya lalu ditusuk hingga menembus ke bagian bawah telur.

Waktu kecil bagian inilah yang paling saya suka. Sehabis menyantap makanan yang disiapkan untuk tamu yang hadir, saya harap-harap cemas apakah nanti Aki pulang dari Tarup akan mendapatkan sebuah telur rebus yang berhias ini. Menjadi kebanggaan sendiri waktu itu bisa membawa pulang telur dari rumah pengantin. Meskipun telurnya tertusuk lidi. Seingat saya lidi yang digunakan bukan lidi dari daun pohon kelapa. Melainkan dari daun nipah karena memang lidinya lebih besar, panjang dan kuat.


Di pesta pernikahan kampung kalian ada apa aja?


Rokok Daun Nipah


Rokok daun nipah adalah satu di antara banyak jenis rokok di dunia ini yang saya kenal. Bahkan lazim bagi kami, saat anak-anak untuk merokok dengan daun ini selama tidak ditambahkan tembakau di dalam daun tersebut. Jadi kami hanya merokok menggunakan daun yang disulut dengan bara apa dari tungku ibu-ibu yang sedang sibuk memasak untuk kenduri. Rokok daun nipah bukan jenis rokok yang dikonsumsi banyak orang. Biasanya nenek-nenek tua yang suka makan sirih dan nyugi.

Jadi ingat masa-msa suka merokok dengan daun ini. Daun nipah sendiri yang digunakan buat rokok itu sudah dikeringkan dan harganya murah sekali di pasaran. Dengan uang 1.000 perak dulu bisa mendapatkan seikat daun ini yang sudah dipotong seukuran batangan rokok pada umumnya.

Daun nipah yang buat rokok ini memang digunakan untuk mengganti kertas rokok yang bisa juga untuk merokok dengan tembakau. Tembakau yang digunakan juga ada beberapa jenis. Waktu masih bekerja di Toko Sudi Mampir di kampung saya, ada dua jenis tembakau yang kami sediakan. Tembakau timbang dan tembakau tepek (baca: tepe'). Tembakau timbang ini seperti tembakau curah. Bisa beli seberat yang kita inginkan. Sedangkan tembakau tepek adalah tembakau yang sudah ada ukurannya. Dicetak pipih dan memanjang. Betepek-tepek istilah Jawai-nya.

Anak-anak diizinkan menggunakan daun nipah untuk merokok memang karena daunnya cepat terbakar habis kalau tak ada tembakau di dalamnya. Melihat nenek-nenek yang hobi merokok dengan daun nipah juga lucu sekali. Karena rokoknya akan kurus-kurus. Supaya irit biasanya nenek-nenek ini akan menggunakan sedikit saja tembakau untuk rokoknya.


Kamu pernah merokok dengan daun nipah kering?

Nyugi

Nyugi adalah satu dari banyak kegiatan yang dilakukan oleh nenek-nenek di kampung saya. Tak semua nenek-nenek terbiasa nyugi. Barangkali nyugi itu berasal dari kata 'nyuci gigi'. Karena memang kegiatan ini tujuannya untuk membersihkan gigi. Nyugi ini adalah kegiatan menggumpalkan tembakau sehingga membulat lalu menggosokkannya ke seluruh gigi yang ada di dalam mulut. Ada perempuan yang tak mau merokok tapi sudah ketagihan dengan tembakau akan memilih untuk menyugi saja. Manfaatnya? Jangan tanyakan pada saya karena nenek saya sendiri tidak nyugi.

Kalau sudah nyugi dapat dipastikan juga perempuan ini nyirih. Alias makan sirih. Makan sirih ini supaya lebih nikmat, ini hanya tebakan saya, tidak tahu apakah benar-benar nikmat atau hanya kebiasaan yang sulit ditinggalkan, ditambahkan pula kapur, pinang, dan gambir. Kalau sudah tak punya gigi, nenek-nenek yang suka nyirih akan membawa sebuah bambu yang bisa dimasukkan dalam dompet sirihnya. Bambu ini dipasangkan dengan besi yang ujungnya tajam dan pipih. Mirip dengan alat untuk membuat lubang pada kayu. Alat pahat.

Bambu ini digunakan sebagai tempat untuk memotong-motong sirih yang sudah disatukan dengan 'bumbu'-nya. Gambir, kapur, dan biji pinang. Kemudian pahat sirih ini akan keluar masuk batang bambu kecil yang sudah terisi oleh daun sirih. Setelah halus bagian bawah bambu bisa didorong ke atas untuk mengeluarkan sirih yang sudah halus tadi. Siap untuk dinikmati. Tapi saya sendiri tidak pernah makan sirih selengkap itu. Kalau hanya mengunyah daun sirih segar dan membuangnya karena pedas itu sering saya lakukan waktu sekolah dasar.


Di dinding samping kiri rumah nenek yang tidak menempel dengan rumah orang lain memang banyak ditumbuhi daun sirih. Sehingga saya dengan mudah mengambilnya dan memasukkannya ke dalam mulut. Hahahaha...

iPhone 5S Gold Gratis, Mau?


Selama ini saya sendiri tak pernah punya barang dari merek apel tergigit ini. Harganya yang terlalu mahal buat kantong saya yang membuat saya urung membeli barang-barang produk mereka. Suka mikir kalau beli barang semahal itu apa nggak mendingan uangnya dikasih ke orang tua saja? Kapan lagi kan bisa berbagi dengan orang tua sendiri.

Nah beda cerita kalau dapatnya secara gratis. Tadinya tak tahu keluaran terbaru produk Iphone apa lagi, tetapi gara-gara baca info soal gratisannya jadi langsung tertarik deh. Apalagi cara mendapatkannya hanya dengan mendaftar secara gratis di Gila Diskon. Jadinya langsung klik aja mendaftar. Soalnya mendaftarnya juga gratis. Sedang online facebook atau twitter? Lebih mudah lagi proses pendaftarannya. Cukup klik pendaftaran untuk facebook.

Konfirmasi pendaftarannya juga mudah. Buat yang daftar menggunakan akun media sosial tinggal menambahkan password saja di dalam akunnya karena tadinya masuk menggunakan akun facebook atau twitter.


Mau dapat iPhone 5S Gold? Klik di sini.

Template Terakhir


Ada rencana ke arah sana sih. Belum sempat mengganti ternyata sudah ada yang mengatakan templatenya kurang menarik. Maklumlah blog perempuan. Suasana hari yang mudah berubah ikut memberikan pengaruh pula pada template yang diinginkan. Sebenarnya tak ingin lagi menggunakan template gratisan. Ingin menggunakan template yang premium atau yang dibuat sendiri. Setidaknya menggunakan sedikit tambahan CSS bisa membuat tampilan blog ini berbeda dengan blog lain yang juga menggunakan template yang sederhana.

Tetapi mengganti template takutnya membuat orang lain pangling dengan tampilannya. Jadi ada rencana untuk menggunakan satu template lagi sebagai pengganti template yang ini. Template terakhir. Tentu saja bukan template gratisan seperti yang sekarang digunakan. Pengennya sih template yang sederhana tapi tetap memberikan kemudahan pada pembacanya untuk berkeliling di dalamnya dan mencari tulisan apa saja yang ingin dia baca.


Template terakhir ini yang belum muncul sama sekali di kepala. Bagaimana bentuk template yang ideal untuk sebuah blog yang sekarang masih terus dibangun untuk terus menghadirkan tempat-tempat yang bisa dikunjungi dan makanan yang bisa dicicipi. Memang berkat bantuan seseorang blog ini jadi lebih punya arah dan tema untuk seterusnya. Maafkanlah beberapa tulisan yang tak ada kaitannya dengan traveling dan kuliner. Karena blogger juga manusia.

Blogger Juga Manusia


Halah maksudnya menggunakan judul itu apa coba? Sebenarnya kali ini butuh lebih banyak ide untuk dituliskan. Karena Oktober masih panjang dan harus menulis 10 tulisan sehari. Membuat sedikit ketar-ketir. Apalagi sempat ketinggalan dua hari yang akhirnya membuat tulisan lebih untuk mengisi kekosongan satu tulisan dalam dua hari tersebut. Maklum masih terjebak dengan bulan September dan belum bergerak ke bulan Oktober. Sehingga tulisan sebelumnya hanya berjumlah 9 padahal sudah Oktober.

Itulah yang ingin saya ceritakan. Bahwa blogger juga manusia. Tempatnya salah dan lupa. Ada beberapa hal yang diingat ada pula yang dilupakan atau dipinggirkan ke sudut ingatan karena menganggapnya tidak mendesak untuk selalu diingat.

Tapi yang dilupakan sejenak bukan karena hal tersebut kurang penting. Biasanya karena kurang mendesak saja. Semua hal, mau kecil atau besar, tentunya penting dan ada manfaatnya untuk dilakukan. Blogger juga manusia. Bisa berdosa dan beramal untuk orang di sekitarnya. Kalau memang saya dan blog ini ada salah dengan siapa pun di luar sana saya memohon maaf dengan segala kerendahan hati untuk segala ampunan dari orang-orang yang merasa sudah tersakiti. Secara langsung maupun tidak.


Blogger juga manusia.

Mengganti Font


Mengetik secara offline di writer atau open office memang membuat saya dengan mudah menemukan font yang lucu yang bisa digunakan untuk setiap postingan. Bahkan mau menggunakan banyak font di dalam satu postingan juga bisa. Tak ada masalah. Selama suka dan siap mengeditnya. Tetapi karena alasan kerapihan saya lebih suka menggunakan satu font saja untuk setiap postingan. Sempat suka sekali dengan font Segoe Print yang selama ini saya gunakan sejak beberapa bulan yang lalu. Entah mengapa tulisan yang serupa dengan tulisan tangan itu terlihat cantik sekali untuk dimasukkan dalam postingan. Ternyata tak disangka tulisan tersebut tak semua orang bisa melihatnya dengan baik.

Sebenarnya sudah tahu sih kalau Arial itu font yang enak untuk dibaca, seperti Times New Roman. Paling baik menggunakan Times New Roman sepertinya. Sebab itu yang paling standar digunakan orang untuk menerima tulisan. Sayangnya tak ingin tampilan blognya menjadi terlalu standar sehingga mengubah font untuk postingan di dalam blog dengan cara memilih font yang ada di aplikasi menulis di komputer. Bertemulah dengan Segoe Print, Garamond, Comic Sans, dan masih banyak lagi.

Kali ini ingin lebih menyamankan pembaca dengan menggunakan Arial Narrow saja. Kalau tak ada perubahan suasana hati barangkali akan terus menggunakannya. Ingin mengedit postingan yang menggunakan tulisan Segoe Print dan memilih Arial saja tetapi sepertinya akan butuh waktu yang lumayan panjang ya. Hahahaha... nanti bisa dialokasikan waktunya untuk itu. Mungkin saat dipingit sebelum jadi pengantin itu bisa dilakukan. Daripada bosan di rumah bukan?


Bagaimana sekarang? Sudah nyaman membacanya?

Miskinkan dan Potong Jari Akil Mochtar?


Siapa sih warga Kalimantan Barat yang tak kenal dengan Akil Mochtar? Jauh sebelum Akil Mochtar ini sempat membuat Kalimantan Barat bangga, karena beliau menjadi Ketua MK walaupun pada akhirnya sempat tertangkap tangan menerima suap, saya sendiri lebih hapal dengan wakil presiden Indonesia yang ke-9. Ingat nama Hamzah Haz? Wuih waktu itu saya masih di kampung dan masih tak hal tentang siapa saja pejabat negara ini kecuali presiden dan wakilnya.

Entah mengapa wakil presiden banyak yang lebih bersinar dibandingkan presidennya sendiri. Di mata saya sih. Saya lebih suka wakilnya presiden kita, Tri Sutrisno, terus suka Pak Habibie juga, sempat suka banget juga sama Jusuf Kalla. Tapi dibanding mereka semua Hamzah Haz yang paling memberikan kebanggaan tersendiri. Seorang warga Kalimantan Barat jadi wakil presiden negara. Apa tak bangga?

Akil Mochtar ini saya kenal sejak saya di Pontianak dan sebenarnya masih kenalan dosen saya yang akhirnya sekarang juga jadi pejabat. Rekam jejaknya saya tidak begitu mengikuti karena saya lebih suka mengikuti jejak dosen saya yang sekarang masih menjadi pejabat instansi negara yang tak akan saya sebutkan namanya.

Tetapi sebenarnya yang saya tahu dari Akil Mochtar ini, tanpa suap pun dia sudah memiliki harta lebih dari cukup untuk kehidupannya. Dia punya banyak ikan arwana di Kapuas Hulu sana. Banyak warga Kapuas Hulu yang memang membuka usaha memelihara ikan ini dan mendulang banyak rupiah. Karena memang minat pada ikan ini masih banyak dan bahkan sudah menembus pasar dunia.

Satu hal yang lucu saat sebelum dirinya ditangkap terkait kasus suap ini, dia pernah mengatakan bahwa koruptor seharusnya dimiskinkan dan dipotong jarinya. Saya setuju sekali dengan apa yang dia katakan. Koruptor ketakutannya adalah kemiskinan. Dengan memberikan kemiskinan pada mereka ini akan menjadi pelajaran penting buat orang yang ingin menjadi pelaku berikutnya.


Ah, Akil Mochtar, seandainya tidak ada kasus ini, dirimu akan menjadi orang Kalimantan Barat berikutnya yang membuat kami bangga.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design