2 Oktober 2013

Write My Blog: Ketika WiGO 4G WiMAX Ngambek

Areyouhreadeeeeh For The Wedding?



Sudah siap menikah? Kamu belum siap kalau belum seperti tulisan di gambar di atas.

Kerambak Sungai Kapuas

Foto oleh Suparman

Untuk memelihara ikan di Sungai Kapuas hanya butuh kerambak. Kerambak ini seperti kamar untuk membatasi pergerakan ikan sehingga ikan tidak bisa keluar dari kerambak dan tidak lari ke sungai. Tidak perlu lahan dan menggali sebuah kolam yang lebar untuk memelihara ikan air tawar. Modal kerambak saja sudah bisa dilakukan.


Di tepian Sungai Kapuas saya sering menemukan banyak sekali kerambak-kerambak milik penduduk setempat yang isinya beragam ikan. Hasilnya bisa dijual atau untuk makan sendiri.

Bunga Lem


Dari banyak bunga barangkali jenis bunga yang satu ini yang paling jarang dikenal orang. Karena memang bunga ini bukan hasil dari pertumbuhan tanaman. Melainkan bentukan dari lem-lem yang digunakan untuk menjilid buku atau skripsi. Saat pertama kali melihat gambarnya saya bingung ini bunga apa.

Dalam kepala saya tentunya menganggap bunga berasal dari tanaman. Ternyata bukan. Melainkan lem dalam arti sebenarnya. Indah ya!

Hang Mui, Singkawang


Pemangkat punya Gunung Gajah yang menjadi tempat sumber air bagi penduduk sekitar. Di Singkawang sendiri punya Hang Mui. Jangan tanya apakah saya pernah datang ke sini atau belum karena memang belum jawabannya. Tapi teman saya sejak kecil sering mandi ke sini.

Melihat gambarnya yang diambil menggunakan kamera ponsel oleh seorang teman (Aan) yang kebetulan datang ke tempat ini membuat saya iri. Airnya benar-benar jernih. Rasanya bisa diminum airnya. Melihatnya dalam bentuk gambar saja sudah sangat menyegarkan. Daerah Singkawang yang memang panas dan banyak pantainya pasti membuat Hang Mui ini menjadi tempat wisata yang menyenangkan untk menyegarkan diri.

Bisa mandi dan mencuci kalau memang mau.

Dijodohkan Oleh Tuhan


Kalau banyak orang bertanya apakah kami menjalin hubungan cinta antara satu sama lain sebelum memutuskan untuk menikah atau sebenarnya dijodohkan. Jawaban yang sudah pasti saya berikan hanya satu. Dijodohkan. Menurut saya memang demikian adanya. Kami berdua sejak awal sudah dijodohkan. Bukan dijodohkan orang tua. Melainkan dijodohkan oleh Tuhan.

Bukankah manusia memang demikian? Setiap manusia yang ada di muka bumi ini sudah ditentukan jodohnya masing-masing. Semuanya Tuhan yang punya rahasia. Kadang kita sendiri akan terkejut dengan jalan yang membawa orang yang selama ini kita tunggu-tunggu, orang yang penuh misteri itu, ternyata jalannya seperti ‘itu’. Jalan yang tak akan pernah kita perkirakan sebelumnya.

Kalau ada yang bertanya, apakah sudah yakin?

Hidup hanya sekali. Buat apa menunda hal yang baik. Semuanya kembali lagi pada dua hati yang akan menjalani kehidupan setelah menikah itu. Kalau keduanya sudah merasakan keyakinan melebihi keraguan yang mengikutinya, lanjutkan saja. Tak ada hal yang benar-benar bisa kita sebut dengan keyakinan 100% bukan?


Buat siapa pun di luar sana yang sudah cukup umurnya untuk menikah. Menikahlah, hilangkan semua keraguan. Karena menikah itu adalah jalan yang indah menuju ibadah yang sebenarnya.

Jilbab Favorit


Sudah lama sekali sejak saya terakhir menuliskan tentang fashion. Kali ini ingin berbagi tentang hijab yang sering saya kenakan untuk aktivitas sehari-hari. Saya paling suka dua hijab saya yang berbahan sama. Sama-sama berbahan karet yang mudah melar dan pas dengan bentuk wajah.. bahannya juga lembut dan tak mudah bergeser.

 

Biasanya saya suka kesulitan menemukan bandana untuk merapikan rambut yang akan saya tutupi dengan hijab. Sering pula harus buru-buru sehingga mau tidak mau kalau tak menemukan bandana yang saya cari, saya langsung mengenakan hijab begitu saja tanpa bandana. Kadang suka geser karena rambut saya di bagian dalam licin dan membuat hijab yang dikenakan menjadi berantakan.

 

Kalau hijab yang satu ini memang tidak mudah geser dan bentuknya akan tetap seperti ini. Meskipun dikenakan tanpa bandana. Bahkan saat makan pun tidak akan bergeser, padahal rahang kita akan bergerak untuk mengunyah.

 


Satunya lagi warnanya hitam, selain yang warnanya abu-abu ini. Bahannya sama-sama begini karena memang kebetulan dibeli bersamaan. Sengaja membeli hijab polos seperti ini sehingga mudah dipadankan dengan atasan atau bawahan yang memiliki motif.

Ini Batik Tidayuku, Mana Batikmu?


Selamat Hari Batik Nasional. Hari Batik Nasional jatuh pada tanggal 2 Oktober. Hari ini. Sudah mengenakan batik untuk merayakan Hari Batik Nasional? Jangan tanya mengapa hari ini ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional sejak tahun 2009 lalu. Juga jangan kira saya mengenakan Batik Tidayu untuk merayakan Hari Batik Nasional.

Batik bagi saya sendiri adalah jenis pakaian yang bisa dikenakan saat formal dan nonformal. Tak ada masalah jika kita menghadiri sebuah acara dan memutuskan untuk mengenakan batik di sana. Setiap tempat di Indonesia punya corak batiknya sendiri-sendiri. Tentu saja nama batiknya juga beragam. Begitu juga dengan batik yang ada di Pontianak, Kalimantan Barat.

Mengikuti perkembangan zaman, batik juga mulai berkembang motifnya. Khususnya untuk batik yang ada di Pontianak, Kalimantan Barat. Batik Tidayu namanya. Saya sendiri tidak tahu sejak kapan batik dengan motif campuran seperti ini dikembangkan. Tetapi yang jelas motif tiga etnisnya sangat menarik dan sangat berbeda dengan motif batik pada umumnya yang kita temukan. Karena lazimnya batik identik dengan motif dari Jawa.

 

Beberapa bulan yang lalu saat saya mengenakan batik ini diacara Asean Blogger Festival Indonesia 2013 di Solo, memang Batik Tidayu yang saya kenakan menjadi satu-satunya batik yang memiliki tiga nuansa etnis di dalamnya. Tidayu, berasal dari potongan suku kata dalam kata Tionghoa, Dayak, dan Melayu. Motifnya menggambarkan kipas dari Tionghoa, tameng dari Dayak, dan bunga pucuk rebung dari Melayu.

Ini Batik Tidayuku, mana batikmu? Akhir kata selamat merayakan Hari Batik Nasional.

Jual Sepeda Motor Satria F


Sebuah sepeda motor yang jarang digunakan karena saya sendiri sudah terbiasa menggunakan matic dan Scoopy memang jauh lebih mudah dikendalikan dibandingkan sepeda motor dengan kompleng begini. Apalagi kebetulan ini bukan sepeda motor saya. Cuma beberapa minggu terakhir tersimpan di rumah saya, di Kantor Radio Volare. Sebab rencananya mau dijual.






Harganya 16 juta saja. Hubungi 085213626011 untuk informasi lebih lanjut.

Apa yang Harus Saya Tulis?


Hari ini ternyata saya harus termenung mencoba mengumpulkan ide-ide yang seharusnya saya tuliskan. Banyak hal yang menyita waktu dan pikiran. Bahkan tenaga ikut terkuras di dalamnya sehingga mau tak mau ada hal-hal yang harus dihilangkan sejenak dari kepala. Tapi saya tak mau kalah dengan tantangan yang sudah saya buat di blog ini. Rugi rasanya kalah sama diri sendiri. Hari ini saya akhirnya memutuskan untuk menuliskan tentang ‘apa yang harus saya tulis?’. Hahahaha…

Mengapa saya menuliskannya? Alasan klasik. Karena saya tak tahu harus menuliskan apa lagi di blog ini. Tapi saya tak mau berhenti setelah menjalani tantangannya dan tak ada masalah selama beberapa bulan. Sejak Maret-September, saya masih bisa konsisten menulis setiap hari sesuai dengan urutan bulan. Kali ini 10 tulisan sehari harus diselesaikan. Tentunya paling tidak saya harus memikirkannya sehari sebelumnya dan menyiapkan ide-ide cadangan sebelum menghadapi deadline. Ketinggalan beberapa tulisan juga harus segera digenapkan.


Apa yang harus saya tuliskan di blog? Gampangnya sih memang menuliskan tentang travel dan kuliner seperti biasa. Tapi tak setiap hari saya makan di luar lagi bahkan kadang tak jarang saya langsung menyantap semua makanan di depan saya karena terlalu lapar dan lupa mengabadikannya dengan kamera. Maklum ketika lapar mengalahkan segalanya, tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali memasukkan makanan ke dalam mulut.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design