23 September 2013

Penghasil Aloevera Terbesar dan Terbaik se-Indonesia

Ada yang tahu daerah mana di Indonesia yang menjadi penghasil aloevera terbesar dan terbaik? Bahkan untuk menemukan aloevera itu semudah menemukan tumpukan kangkung di pasar sayur. Setiap hari pun akan sangat mudah menemukannya. Selain bisa menemukan aloevera yang sangat segar dan baru selesai dipetik dari kebunnya, ada juga makanan dan minuman olahan dari aloevera.

Pontianak-lah tempatnya yang menjadi penghasil aloevera terbesar dan terbaik se-Indonesia. Tanah Pontianak memang cocok sekali digunakan untuk menanam aloevera. Sebenarnya tak perlu menyewakan tanah Kalimantan Barat untuk perusahaan asing yang merusaknya dengan menanam sawit tanpa mempertimbangkan alam sekitar dan kesuburan tanah. Selama banyak uang yang mengalir ke kantong, kebun tersebut akan terus dikembangkan. Padahal dengan menanam aloevera dan membuatnya mendunia juga tak akan kalah menghasilkan dibandingkan kebun kelapa sawit. Belum lagi alam yang rusak karena kebun kelapa sawit milik perusahaan asing.

Ah! menyebalkan menceritakan tentang kebun kelapa sawit itu.

Karena Pontianak menjadi tempat penghasil aloevera terbesar dan terbaik se-Indonesia tentunya banyak orang yang mengolah aloevera menjadi makanan dan minuman yang memiliki nilai jual tinggi. Seperti minuman aloevera yang mirip dengan natadecoco, lalu dodol aloevera, kerupuk aloevera, dan jelly aloevera. Semuanya menjadi makanan khas Pontianak yang banyak dijual di pusat oleh-oleh makanan Pontianak, Kalimantan Barat.


Cari aloevera? Pontianak saja!

Lancang Kuning Berlayar Malam...


Siapa yang ingat potongan lirik lagu Lancang Kuning tersebut? Seingat saya kapal ini mengandung sebuah tragedi yang sangat menyedihkan. Tragedi kematian seorang perempuan yang tak bersalah apa-apa dijadikan tumbal untuk melayarkan kapal Lancang Kuning. Jangan tanyakan bagaimana proses perempuan yang sedang hamil besar itu dikorbankan. Terlalu sadis untuk diceritakan. Tetapi buat yang sudah pernah menonton film hitam putih tentang Kapal Lancang Kuning ini pasti tahu bagaimana menyedihkannya film ini.

Lancang Kuning, kapal yang sangat indah dan megah. Sekarang dibuat miniaturnya untuk dipajang pas terjadinya fenomena Kulminasi selama tiga hari, 21-23 September 2013 di Tugu Khatulistiwa. Saya sendiri tak sengaja datang mengenakan kerudung berwarna kuning dan baju saya juga kuning warnanya. Sangat sesuailah disandingkan dengan Kapal Lancang Kuning ini.

Kapal ini memang sangat indah meskipun terlalu kecil. Warnanya yang kuning cerah dan diterpa cahaya matahari yang menyala membuat warnanya semakin mencolok mata. Siapa pun yang menyaksikan Kulminasi kedua tahun ini pasti melihat miniatur ini yang terpajang di sisi jalan menuju titik equator. Di mana para pengunjung akan menyaksikan bayangan benda-benda yang diletakkan di sana menghilang begitu saja. Tak ada bayangannya.

Bahkan untuk membuktikan posisi matahari sudah sejajar dengan poros bumi, dipasanglah sebuah kaca pembesar dengan seuntai mercon di bawahnya. Ketika matahari benar-benar berada di posisi yang sejajar dengan poros bumi, maka mercon pun langsung terbakar dan meledak. Suasana tegang waktu menghitung mundur mercon tersebut akan terbakar.


Tahun depan harus datang tanggal 23 Maret dan September supaya bisa menyaksikan acara puncaknya yang penuh dengan hiburan. Semoga nanti kapal Lancang Kuningnya lebih besar dari yang ini.

Melihat Miniatur Keraton Pontianak dan Meriam Karbit di Tugu Khatulistiwa


Sebelumnya miniature ini tidak ada di TUgu Khatulistiwa. Entah sejak kapan banyak sekali miniature keraton Pontianak dan juga meriam karbit yang memang menjadi cirri khas yang unik milik Pontianak, Kalimantan Barat. Meriam karbit ini sering dimainkan saat bulan puasa dan juga lebaran. Dapat dipastikan dentumannya akan sangat keras dan membahana, bahkan bisa terdengar hingga jarak berkilo-kilo meter. Sebab dimainkan di pinggiran Sungai Kapuas.

Ukuran meriam karbitnya juga tak tanggung-tanggung. Sebesar pohon. Diameternya barangkali bisa mencapai setengah meter dengan panjang lebih dari 4 meter. Bergantung kayu yang digunakan untuk membuat meriam ini. Pada bulan puasa orang di sekitar Gertak Kapuas (Jembatan Kayu Kapuas) akan sibuk sekali membuat meriam untuk menyambut lebaran idul fitri.

Meriam karbit ini menjadi alasan banyak turis mancanegara datang ke Pontianak, Kalimantan Barat. Terutama dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang memang dekat dengan Pontianak. Nah melihat bentuk miniaturnya jadi gemes, sebab meriam karbit yang sebenarnya terlihat perkasa pada bentuk aslinya saat dibuat menjadi miniature seperti ini jadinya lebih lucu.


Ada banyak sekali miniature meriam karbit ini yang dipamerkan di Tugu Khatulistiwa. Untuk masuk ke kawasan Tugu Khatulistiwa tidak dipungut bayaran jadi ini bisa menjadi pilihan wisata yang murah meriah buat yang datang ke Pontianak dengan dana pas-pasan.

Turun 3kg!


Hey kabar gembira buat yang sudah menjalankan OCD walaupun belum maksimal. Masih suka bolong-bolong jendela makannya. Bahkan sering kebobolan. Ini kasus saya sendiri yang sudah 3 minggu menjalankannya. Karena kurang maksimal timbunan lemak di perut masih ada. Tetapi khusus untuk berat badan sendiri sudah berkurang 3kg dari 54 sekarang menjadi 51kg.

Sebenarnya sih tak ada rencana buat menurunkan berat badan. Hanya ingin mengembalikan perut ke bentuk yang lebih baik. Lebih rata dan tidak menggelambir. Kalau memang untuk melangsingkan perut akan membuat tubuh lebih ringan tak ada masalah. Syukur alhamdulillah toh. Padahal saya makannya tidak semuanya makanan sehat. Ada beberapa makanan kurang sehat yang saya makan beberapa kali dalam seminggu.

Tetapi memang semuanya masalah mengatur jam makan saja. Tentu saja jangan rakus saat makan. Buat apa makan banyak-banyak kalau memang tak membutuhkannya? Memang sempat menjadi orang yang suka kalap saat menghadapi makanan karena pernah dibilang terlalu kurus dan kurang menarik sehingga memutuskan untuk menaikkan berat badan. Tak tanggung-tanggung ingin menaikkan sampai 10kg. Sekarang sudah mencapai naik 17kg dibandingkan berat badan beberapa tahun yang lalu. Malah sibuk ingin membuatnya sedikit turun.

Bukannya tidak puas sih tapi merasa kurang sehat saja dengan perut yang sedemikian menggelambirnya. Turun 3kg ini sama sekali tanpa olahraga. Padahal di dalam e-booknya sudah ada panduan olahraga yang tepat untuk mempercepat pembakaran lemak. Tak boleh malas dan jangan rakus sih kuncinya. Pola makannya dijaga dan jangan bolong-bolong-bolong lagi puasa kalorinya.

Jadi teringat dengan Matt, travel blogger abadi yang mengatakan bahwa musuh terbesar manusia adalah gula. Racun yang sangat manis. Padahal terlalu banyak mengosumsi gula tidak baik untuk tubuh kita sendiri. Bahkan kalau ingat soal gula saya sendiri pernah naik kadar gula darahnya hanya gara-gara kebanyakan makan nasi. Sebulan penuh diminta untuk mengurangi asupan gula supaya gula darahnya normal kembali.

Sekarang sih sudah normal. Tetapi semenjak saat itu saya mulai mengurangi tingkat manis minuman yang saya minum. Bahkan kalau bisa minumannya air putih saja.


Kamu sudah menerapkan OCD? Bagaimana? Turun berapa kg?

Begitu Pendeknya Waktu


Rasanya sekarang dikejar-kejar oleh waktu. Banyak hal yang harus disiapkan dan sama sekali masih kebingungan bagaimana cara menyelesaikannya. Bahkan masih antara percaya dan tidak bahwa ini benar-benar terjadi. Semuanya bagai mimpi. Terjadi begitu saja. Melesat melebihi pemikiran yang penuh logika.


Menghitung 39 hari lagi menuju hari akan terjadinya sebuah langkah besar dalam kehidupan saya. Antara tidak sabar, ingin cepat selesai, tetapi juga bingung menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Sekarang mulai berpikir, apakah akan terkejar semuanya?

Selamat Datang di Kawasan Tanpa Bayangan


Ketika kita datang ke Tugu Khatulistiwa di Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 21-23 Maret atau 21-23 September kita akan menemukan banner panjang yang bertuliskan ‘Selamat Datang di Kawasan Tanpa Bayangan’. Pemasangan banner ini bukan tanpa alasan. Memang benar-benar seperti itu adanya. Kawasan Tugu Khatulistiwa, di titik poros bumi, saat posisi matahari sejajar dengan titik tersebut, bayangan yang berada di tempat tersebut akan menghilang.

Saat itu semuanya akan sejajar dan membuat bayangan jadi tak ada. Menarik bukan? Fenomena alam ini terjadi setiap bulan Maret dan September, selalu ada setiap tahunnya. Pada hari terakhir acaranya lebih meriah lagi dengan banyaknya hiburan yang disajikan untuk pengunjung. Orang yang datang juga bisa minum atau makan di warung-warung yang berjejer di dalam kawasan Tugu Khatulistiwa.


Untuk menghindari cuaca yang terlalu panas, sambil menunggu Kulminasi terjadi bisa masuk ke Gedung Tugu Khatulistiwa dan melihat-lihat segala yang ada di sana dan tentu saja berfoto dengan Tugu Khatulistiwanya.

Puncak Kulminasi


Hari ini, saat matahari tepat berada di atas kepala tadi siang, adalah puncak acara fenomena kulminasi yang dirayakan oleh Kota Pontianak. Fenomena yang selalu terjadi di Pontianak dua kali dalam setahun. 21-23 Maret dan 21-23 September. Meskipun hari ini saya tidak datang, saya sudah menyaksikan kulminasi yang terjadi tanggal 22 September kemarin.

Tanggal 23 September menjadi puncak acara fenomena kulminasi ini sebab pada hari ini semua acara akan digelar dengan meriahnya. Beda dengan kemarin yang masih terhitung gladi bersih. Meskipun ada sajian tarian dan nyanyian namun masih berada pada tahap latihan. Tak apalah, sebab setidaknya sudah melihat bersama bagaimana kulminasi itu terjadi.

Tahun depan saya harus datang tanggal 23 Maret untuk melihat fenomena ini. Ramai sekali yang datang untuk acara yang kemarin padahal cuaca sedemikian panasnya. Matahari sangat terang. Begitulah kulminasi. Fenomena yang terjadi saat posisi matahari sejajar dengan poros bumi. Sehingga bayangan akan menghilang saat benda berada di titik equator. Untuk benda yang bentuknya lurus seperti pipa akan lebih kelihatan. Bayangannya benar-benar tidak ada.


Tarian dan nyanyian melayu akan disajikan untuk menghibur pengunjung yang menunggu detik-detik puncak Kulminasi. Kalau ketinggalan kulminasi tahun 2013 datang ke Pontianak tahun depan ya!

Ngeblog Sambil Siaran


Setiap minggu ada dua jadwal siaran saya yang menghabiskan waktu sampai 4 jam. Kalau sudah bertemu dengan dua jadwal ini, untuk menghilangkan rasa bosan saya akan mengisi waktu-waktu lagu sedang diputar dengan menuliskan seluruh postingan yang akan saya jadwalkan pada hari tersebut. Itu sebabnya hari Senin dan Kamis tulisan akan mulai terbit di atas pukul 10 pagi. Berbeda dengan hari-hari lainnya yang sudah saya siapkan tengah malam atau dini hari sehingga bisa terbit lebih awal.

Itu menyenangkannya bekerja di Radio Volare. Tak ada larangan untuk membuka sosial media atau blog. Selama siaran tidak terganggu tak ada masalah dengan menulis untuk blog sambil bersiaran. Apalagi saat bersiaran banyak sekali inspirasi yang datang sebab saya harus bersiaran sambil membaca banyak informasi setiap kali akan mengudara.

Ngeblog itu bisa dikatakan hobi yang saya lakukan disela-sela waktu luang tetapi juga menjadi pekerjaan utama yang saya lakoni untuk mendapatkan penghasilan. Sudah banyak artikel yang saya tuliskan di blog ini tentang cara menghasilkan uang dari blog. Selama kita tetap berbagi meskipun tak ada penghasilan yang kita dapatkan saat menuliskan sebuah artikel setiap harinya.

Ngeblog sambil siaran itu sangat menyenangkan karena bisa menulis sambil mendengarkan lagu-lagu yang harus saya putar. Jadi tak ada ceritanya kehilangan mood untuk menulis. Apalagi saat tak ada yang memesan lagu untuk diputarkan, jadinya bisa memutar lagu favorit saya lebih banyak diantara lagu-lagu wajib yang harus saya putar selama program tersebut mengudara.


Buat penyiar lainnya, suka ngeblog sambil siaran juga?

Akhirnya Kumenemukanmu


Entahlah ini benar-benar nyata atau aku sedang bermimpi. Kalau memang ini memang mimpi, artinya mimpi yang sangat panjang dan terlalu nyata untuk disebut sebagai mimpi. Bagaimana tidak? Tiba-tiba Tuhan mengirimkan kamu ke muka bumi ini ke hadapanku. Bisakah kukatakan akhirnya kumenemukanmu?

Kamu yang diciptakan sebagai pemilik tulang rusuk yang menjelma menjadi diriku. Sebentar lagi, semuanya akan menjadi halal antara kita berdua. Antara genggaman tanganku dan genggaman tanganmu. Kamu yang pertama kali membuat hatiku sesak dan hangat. Rasanya sangat menyenangkan meskipun dadaku sedemikian penuh. Perutku pun serasa dipenuhi kupu-kupu yang berterbangan dengan riangnya.

Apakah ini yang sebenarnya cinta? Tak pernah kumerasa sedemikian hangatnya hati ini. Saat pertama kali melihatmu tak ada getaran yang kurasakan. Sama sekali jauh dari kepikiran bahwa kita akan menikah pada akhirnya, mengikat janji setia di hadapan Tuhan dan semesta alam.

Begitu singkat semuanya berjalan dan langkah kita dipertemukan di persimpangan yang sempat melukai kita sebelumnya. Kamu dan aku yang pernah terluka karena cinta. Jatuh dan akhirnya bangkit kembali. Lalu perlahan-lahan mengobati rasa sakit yang mendera. Kita yang sempat menyerah dan rasanya memang tak akan menemukan orang yang akan menerima diri kita yang lalu, hari ini, dan yang akan datang.

Kamu tak bisa menebak akan seperti apa aku nantinya sebagai istrimu di masa depan tetapi kita mempertaruhakn segala yang kita punya hanya untuk bersama. Menjalani kehidupan sebagai dua raga dan satu cinta.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design