19 September 2013

Female Borneo Blogger


Saya, Rohani Syawaliah, seorang perempuan yang lahir di tanah Borneo. Berdarah Kalimantan yang pekat. Mengapa saya katakan pekat? Abah saya lahir di Kalimantan Selatan dengan darah Banjar-nya dan Umak saya lahir di Kalimantan Barat dengan darah Tionghoa-Melayu-nya. Jadi darah Kalimantan yang mengalir di dalam tubuh saya memang benar-benar asli. Tak ada campuran dari tanah yang lain.

Saya seorang blogger perempuan yang sekarang berada di Pontianak. Ibukota provinsi Kalimantan Barat yang kaya akan lidah buaya atau aloeveranya. Di sini juga banyak sekali langsat dan durian. Serta beberapa jenis buah musiman lainnya. Meskipun banyak sekali buah musiman yang hadir sepanjang waktu. Untuk membedakan sedang musim atau tidak hanya melihat dari harga yang ditawarkan. Kalau sedang mahal itu artinya sedang tidak musim walaupun buah tersebut ada di pasaran.

Blogger perempuan di Pontianak yang benar-benar aktif menulis tak banyak yang saya kenal. Entah mereka yang tidak suka kopi darat dengan sesama blogger perempuan atau bagaimana saya kurang tahu juga. Namun kalau soal komunitas sendiri saya memang lebih suka sendiri tanpa komunitas apa pun. Tetapi tetap menjaga persahabatan dengan sesama blogger dari borneo.


Kalau sedang mencari blogger perempuan dari Kalimantan Barat yang tinggal di Pontianak jangan segan untuk menghubungi saya. Karena saya orang yang anda cari. Hehehehe…

Cara Ngeblog Buat Si Blogger Pemalas


Buka-buka postingan lama ternyata saya pernah membuat sebuah postingan yang berisikan tentang cara ngeblog buat teman-teman yang dilanda ‘males ngeblog’. Punya blog tapi jarang diisi beda dengan akun social media yang rajin sekali update, tiap lima menit suka cek time line atau balas mention teman di twitter.

Alangkah lucunya kalau ada yang mengatakan dirinya males ngeblog karena tak punya waktu menulis atau tak tahu menuliskan apa di blog sementara akun sosial medianya tak henti-hentinya diupdate. Namun setiap orang tentu punya pilihan masing-masing di dalam hidupnya. Mau ngeblog atau males ngeblog.

Pengen tahu caranya ngeblog buat Si Blogger Pemalas? Cek tulisan ‘Males Ngeblog’ ini, siapa tahu masih bisa dimanfaatkan untuk teman-teman yang sedang males-malesnya ngeblog.

Plum Merah


Beberapa hari yang lalu tak sengaja menemukan buah yang belum pernah saya makan ini di Mitra Mart. Tadinya niatnya hanya beli kentang sama nugget beku. Tetapi saat melihat plum merah yang tak pernah saya cicipi sebelumnya tentunya tak perlu bertanya dua kali apakah saya ingin membelinya atau tidak. Bahkan saya sudah merencanakan untuk membelikan sekilo sebagai oleh-oleh buat Umak dan Abah di kampung.

 
Plum merah rasanya mirip dengan anggur merah tetapi agak berbeda teksturnya. Saya suka rasanya yang manis dan sedikit sekali rasa asamnya.

Walaupun saya tetap paling suka buah jeruk. Sesekali makan buah yang asing seperti ini memang menyenangkan. Entah saya yang kurang sering mampir ke toko buah atau memang buah ini jarang dijual di Pontianak, selama hamper 9 tahun hidup di Pontianak, Kalimantan Barat, hari itu adalah pertama kalinya saya merasakan buah plum merah. Hahahaa…

Masjid Al-Jihad Pontianak





Sudah pernah datang ke Pontianak? Suka mengunjungi masjid-masjid yang ada di sini? Kalau memang kebetulan sedang berada di Pontianak jangan lupa singgah ke masjid yang satu ini. Masjid yang terletak di simpang menuju Radio Volare. Tepat di hadapan Poltabes Pontianak. Berhadapan pula dengan kantor pos di Jalan Sulatn Abdurrahman arah Kota Baru. Berdekatan dengan pusat belanja Mitra Mart.


Pertama kali melihat masjid ini saya pikir ini adalah satu di antara banyak keraton yang ada di Kalimantan Barat. Sebab masjid ini dibangun menggunakan jenis kayu yang sangat sulit dicari sekarang dan harganya sangat mahal. Kayu Belian. Kayu keras dan terbaik untuk mendirikan bangunan. Setiap sisi kita akan melihat bagaimana indahnya masjid kayu ini.

Hingga saat ini masjid ini masih digunakan oleh banyak orang untuk salat. Apalagi letaknya yang strategis di tengah kota yang ramai dan jalanan yang sering macet. Membuat banyak orang yang ingin beristirahat sejenak bisa salat di sini sebelum melanjutkan perjalanan kembali.

 

Saat bulan puasa kemarin juga masjid ini ramai sekali jemaahnya. Ada acara buka puasa bersama dilanjutkan dengan salat taraweh berjamaah.

Mampir ke sini ya!

Bola-Bola Ikan Gulai


Diri saya yang kecil dulu kalau diminta memilih dua menu, ikan goreng dan ikan gulai tentu lebih suka dengan ikan goreng. Saya tak tahu alasan pasti mengapa anak-anak lebih suka makanan yang digoreng dibandingkan yang digulai. Ada yang sudah melakukan penelitian tentang ini?

Walaupun saya kurang suka dengan ikan yang dimasak gulai bukan berarti saya menolak makan ikan yang dimasak gulai. Kalau sekarang sih tidak ada masalah. Mau ikan gulai atau goreng tetap suka. Pokoknya segala jenis ikan saya suka. Jadi waktu kecil dulu saya tetap makan ikan yang dimasak gulai kalau memang tak ada pilihan lauk yang lain. Maklum Uwan biasanya hanya menyediakan satu atau dua jenis lauk dan lebih sering hanya ada ikan gulai, sayur, dan sambal.

Ada yang menarik yang saya lakukan dengan ikan gulai yang harus saya makan dengan nasi yang sudah saya basahi dengan kuah ikan gulai tersebut. Saya tidak suka dengan ikan gulai tetapi saya selalu suka mengambil kuahnya dan membuat nasi saya berenang di dalam piring. Ikan gulai bagian saya akan saya lepaskan dari tulang lalu saya bulat-bulatkan sebesar jempol lalu saya susun di pinggiran piring.


Saat akan makan sesuap nasi saya akan mencomot satu bola ikan gulai tersebut dan memasukkannya ke mulut. Nasi yang banjir oleh kuah juga ikut masuk ke mulut saya. Saya lakukan berulang-ulang sampai nasi di dalam piring saya habis dan saya kenyang.

Sepiring Kentang Goreng dan Nugget Berbentuk Hati



Beberapa hari yang lalu singgah berbelanja di Mitra Mart dekat masjid Al-Jihad, Pontianak. Simpang kantor pos. Pasti tahu dong dengan masjid yang satu ini. Masjid yang sangat unik dan nanti akan saya ceritakan selengkapnya di postingan yang berbeda. Nah saat singgah di Mitra Mart yang pertama ingin saya beli tentu saja kentang goreng dan nugget. Meskipun tergolong makanan yang kurang sehat saya pikir menggorengnya di rumah setidaknya mengurangi unsure tidak sehatnya karena kita tahu minyak goreng apa yang kita gunakan untuk menggoreng kentang dan nugget tersebut.

Sesekali memakan makanan yang kurang sehat tentunya tak begitu masalah bukan? Apalagi jika sedang kepengen banget makan makanan yang satu ini. Saya sampai lupa kapan terakhir kalinya saya makan kentang dan nugget goreng. Soalnya sudah jarang sekali mampir ke tempat makan yang menyediakan dua menu ini. Biasanya saya memang makan di warung sebelah Radio Volare yang menjual gorengan tempe dan Garang Asem.

Ini pertama kalinya saya membeli nugget beku. Kapan-kapan harus belajar cara membuatnya nih biar bisa bikin nugget yang lebih sehat dan terjamin kualitasnya. Saya memilih kentang yang dipotong berbentuk gerigi pinggirannya dan juga nugget berbentuk hati.

Saat menggorengnya saya lebih memilih menggorengnya dengan api kecil. Memang jadinya butuh waktu lebih lama tetapi kentang dan nugget yang tadinya beku benar-benar bisa matang dengan sempurna dan tidak terasa keras seperti yang saya makan di beberapa tempat makan yang menyediakan menu ini. Terutama nuggetnya. Ada tempat-tempat yang barangkali ingin nuggetnya lebih cepat matang sehingga menggunakan api yang besar saat menggorengnya. Jadinya luarnya cepat matang tapi dalamnya masih beku. Nuggetnya jadi keras dan mentah deh.

Suka kentang dan nugget juga?

Indomie Kuah Favorit

Tentu saja ini bukan postingan berbayar atau sedang mempromosikan mie instant yang satu ini. Tetapi kalau boleh jujur sih memang hingga hari ini indomie tetap mie instant yang paling enak menurut lidah saya. Selalu saja indomie menjadi pilihan utama kalau ingin membeli mie instant. Tetapi saya punya cara sendiri untuk menyajikan mie instant yang satu ini. Terutama mie instant kuah.

Dari banyak varian indomie kuah yang paling saya suka adalah mie kuah kaldu ayam. Sebab varian yang satu ini yang paling sedikit bumbunya sehingga paling gampang buat dimodifikasi dengan bumbu tambahan. Selain penambahan telur yang paling umum ditambahkan orang lain dalam mie instant yang akan dinikmati, saya paling suka menambahkan bawang merah dan putih goreng berserta dengan minyaknya.

Indomie kuah yang paling enak diberi tambahan bawang goreng adalah mie kaldu menurut saya. Tak dapat dibayangkan lagi bagaimana nikmatnya menyantap indomie kuah kaldu dengan taburan bawang goreng dan tambahan minyak dari sisa penggorengan bawang tersebut. Harum, hangat, dan menyelerakan.


Biasanya mie kaldu kuah ini saya nikmati pula dengan sepiring nasi hangat. Kalau kamu sukanya mie instant dimasak dengan cara apa?

Sayur Campur


Ada kentang, kacang panjang, kol, dan tempe. Sebenarnya tak ada rumus mentok untuk membuat sayuran campur seperti ini. Ada yang menggunakan wortel atau sayuran lainnya. Selama bisa dijadikan campuran orang dengan bebas saja mencampurkannya ke dalam masakan ‘sayur campur’. Suka tahu? Juga bisa dipotong dadu dan dimasukkan ke dalamnya.

Sayuran campur seperti ini biasanya saya temukan di kenduri pernikahan di kampung atau rumah makan Melayu. Ciri khasnya adalah kuahnya yang berwarna kuning kemerahan dan memiliki santan. Kebetulan saya sendiri belum pernah memasaknya jadi tidak tahu bumbu apa saja yang digunakan di dalamnya. Tetapi kalau memang ingin memasak bahan-bahan yang ada di kulkas yang sudah lama tersimpan dan bingung mau dimasak menjadi apa tak ada salahnya berkreasi dan membuatnya menjadi sayuran campur.

Meskipun sayuran di dalamnya bercampur masakan yang ini beda dengan Cap Cay yang memang terdiri dari beberapa jenis sayuran. Kalau Cap Cay mirip dengan tumis beda dengan ‘sayur campur’ ini, mirip dengan kuah ayam masak merah. Ini menjadi pe-er bagi saya yang harus bisa memasak dengan kreatif di rumah saat resmi menjadi istri seseorang.

Masak yuk!

Make It Personal


Setiap manusia dilahirkan dengan keunikannya masing-masing. Itu sebabnya sebuah tulisan yang personal bukan copy paste akan memiliki keistimewaan sendiri di mata pembacanya. Ada hal-hal yang sulit untuk dijelaskan oleh pembaca ketika menemukan sebuah tulisan. Ada ‘warna’ dan ‘rasa’ yang membedakan antara sebuah tulisan dengan tulisan lainnya.

Sebenarnya kita tidak perlu mencoba menjadi orang lain atau meniru gaya menulis dari orang yang menurut kita baik. Belajar dari tulisan orang lain memang perlu tetapi menemukan sisi personal kita sendiri jauh lebih penting. Karena ada hal-hal yang menjadi titik poin yang berbeda antara satu penulis dengan penulis lainnya. Seperti kita yang diminta duduk di pinggir sebuah danau dan diminta menceritakan tentang danau tersebut.

Selalu aka nada bedanya antara tulisan kita dengan orang lain. Ada yang memperhatikan danau tersebut dari sisi keindahannya. Bisa jadi ada yang melihat pada kemungkinan ikan-ikan yang ada di dalam danau tersebut. Setiap orang punya sudut pandang berbeda meskipun sedang menceritakan sesuatu hal yang sama. Bahkan berada di tempat yang sama saat menuliskannya.

Inilah ‘rasa’. Kita bisa memasak makanan yang sama, menggunakan bumbu yang serupa, tetapi cara kita menyajikannya, dan tangan yang digunakan berlainan. Ini akan membuat makanan tersebut memiliki rasa yang tidak akan sama. Inilah yang harus dipelajari seorang penulis untuk membuat tulisan yang dia hasilkan lebih memberikan rasa tentang dirinya. Saat orang membaca kata demi kata orang akan sadar tulisan itu milik siapa sebenarnya.

Semua orang bisa saja mengambil tulisan kita dari blog, lalu memajangnya di blog mereka. Kemudian mengubah kata-katanya. Tetapi satu hal yang tidak akan pernah bisa orang lain curi. Kemampuan kita untuk menuliskan hal tersebut dengan ‘rasa’ yang menunjukkan cirri khas kita tentunya adalah hal yang tidak akan pernah bisa diambil oleh siapa pun.

Selamat menulis. Just make it personal!
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design