14 September 2013

Sirup Sunkit dan Plum


Beberapa hari yang lalu saya akhirnya memutuskan untuk membeli sirup yang selama ini hanya saya pegang-pegang di toko langganan saya. Saya suka dengan jeruk. Apalagi di dalam sirup ini jeruknya diawetkan dengan gula dan sudah manis termasuk dengan kulit-kulitnya. Ada pula buah plum di dalamnya. Buah plum yang sejak kecil saya kenal dengan sebuah buah ‘hammoi’.

Membuatnya menjadi minuman yang menyegarkan juga sangat mudah. Cukup mencampurnya dengan air dan es batu. Diaduk hingga larut di dalam air tersebut. Kalau kurang manis bisa tambahkan gula lagi. Manis dan asamnya menjadi satu dan satu hal lagi, sirup ini harum aroma sunkitnya juga sangat khas.

Saya suka sekali mencari-cari potongan kulit jeruk yang terdapat di dalam minuman tersebut. Lalu mengunyahnya. Rasanya manis dan segar. Kalau ditanya buah apa buah favorit saya tentu saja jawabannya buah jeruk dan buah jeruk yang dibuat minuman seperti ini akan menjadi minuman yang sangat saya sukai.

Rahasia Ini Rahasia


Kadang ada hal baik yang ingin sekali kita ceritakan pada seisi dunia. Apalagi kabar tersebut akan mendapat ucapan ‘alhamdulillah’ dari banyak orang. Tapi kadang ada beberapa hal yang harus tetap dirahasiakan saja. Lebih menyenangkan menyimpannya sampai hari yang tepat itu tiba.

Ini rahasia. Saya yang sulit menyimpan rahasia ini harus berusaha menyimpannya rapat-rapat. Setiap kali bibir ini hampir saja menceritakannya pada orang lain, saat itu pula saya harus mengatupkan rapat-rapat. Jangan sampai rahasia ini tersebar ke mana-mana. Hanya orang yang terdekat yang saya berikan kabar indahnya. Karena saya tahu ini rahasia. Rahasia yang terlalu indah untuk diceritakan sekarang.

Jangan disebar. Ini rahasia.

Keranji oh Keranji!


Siapa yang tak tahu buah yang satu ini. Buah yang sudah biasa ditemukan di Kalimantan Barat ini memang sangat istimewa dengan kulitnya yang hitam dan isinya yang berwarna jingga. Tetapi harus hati-hati memilih buah keranji karena ada dua jenis buah ini yang rasanya sangat jauh berbeda.

Ada keranji madu yang manis dan basah dalamnya. Ada pula keranji yang ini, kering lagi asam rasanya. Tetapi buah keranji memang tetap buah yang istimewa karena saat kecil dulu kami, saya dan teman-teman, suka beradu buah keranji. Cara mainnya sangat mudah. Masing-masing memegang keranji andalannya lalu saling mendorong keranjinya ke keranji lawan. Keranji siapa yang pecah duluan, itu kalah. Kemudian pemenangnya boleh memakan keranji yang pecah tersebut.

 

Adu keranji ini memang selalu kami lakukan saat kecil dulu. Yang paling banyak memecahkan keranji lawan tentu akan paling banyak makan keranji. Yang kalah bisa-bisa tak makan keranji sama sekali. Tapi kalau yang diadu adalah keranji yang asam tentu adu tersebut tak begitu seru. Beda cerita kalau yang diadu adalah keranji madu.

Keranji oh keranji!

Di tempat teman-teman buah ini apa namanya? Keranji juga?

Mau Bulan Madu Ke Mana?


Baru saya tahu betapa ribetnya persiapan untuk menikah. Berkas yang harus dipersiapkan. Acara resepsi dan segala macam. Walaupun sebenarnya kalau ditanya saya ingin pernikahan seperti apa? Selama ini saya hanya ingin makan-makannya di panti asuhan jauh dari kemewahan dan buang-buang uang. Bahkan kalau memang ingin lebih simpel lagi, menikah di KUA lalu pulang. Untuk apa lelah dengan beragam acara yang menghabiskan banyak uang.

Memang tradisi resepsi tak dapat terhindarkan dari negeri ini. Akan dianggap aneh oleh orang lain kalau menjalani pernikahan seperti yang selama ini saya pikirkan. Beragam omongan tak enak di belakang akan bermunculan walaupun saya sendiri tak peduli orang mau bicara apa. Toh saya yang menikah. Saya yang menjalaninya. Saya yang kemudian harus kehabisan uang karena biaya resepsinya bukan? Saya juga yang akan ribet dengan segala berkas yang harus dipersiapkan.

Orang tahu apa dengan kehidupan kita?

Tapi lagi-lagi menikah akan terbentur dengan keinginan dua keluarga. Menikah bukan hanya soal dua kepala. Melainkan dua keluarga yang akan dipersatukan dalam satu ikatan sebuah pernikahan dari dua anak manusia.

Tiba-tiba saja ingin membicarakan soal pernikahan. Ada yang akan menikah?

Mengapa Menghapus Atribusi Blogger, Malu?





Pertanyaan ini muncul di kolom komentar akun facebook pribadi saya. Pertanyaan yang tak pernah terpikirkan oleh saya karena saya tak pernah merasa malu menggunakan blogger sebagai platform yang hingga sekarang tetap yang paling saya sukai. Kemudahan penggunaannya tetap menjadi yang utama dan bagaimana indahnya tulisan dari writer yang bisa saya gunakan dengan spasi, font, dan ukuran yang tak berubah. Sesuai dengan yang saya pilih di aplikasi untuk mengetikkan tulisan tersebut sebelum memasukkannya di blog.

Saya sudah menggunakan platform yang lain sebelumnya dan sangat dikecewakan karena mengubah templatenya tak semudah mengubah template di blogspot. Belum lagi penggunakan huruf untuk tiap postingan. Di blogspot kita dengan menggunakan merapikan kiri kanan tulisan. Mengganti spasi sebuah postingan. Lalu juga setiap font yang digunakan juga tak terbatas. Mau menggunakan 10 jenis font dalam satu postingan juga bisa. Tak ada masalah.

Bahkan di template yang saya gunakan font dalam tulisan ini bukanlah yang sudah diatur secara ‘default’.

Saya bangga menggunakan blogspot sebab ini milik Google. Keamanan yang diberikan oleh Google benar-benar membuat saya merasa nyaman. Saya tidak pernah malu dengan atribusi blogger yang tersedia di blog yang saya gunakan ini. Saya menghilangkannya karena saya tidak ingin atribusi tersebut tidak terlihat indah dan tak bisa dipindah ke tempat yang lebih tepat. Saya ingin menyimpannya di bawah berikut dengan nama saya di dalamnya.

 

Alasan saya menghilangkan atribusi blogger yang muncul secara default adalah karena saya tak ingin ada atribusi blogger ganda di template yang saya gunakan. Bukan karena saya malu.

Kuliner Hemat dan Sehat


Selama ini saya memang selalu membeli makanan di luar rumah. Tidak memasak sendiri di dapur. Karena memang hidup sendirian agak ribet buat masak. Lebih praktis membeli bahkan memakannya langsung di warung makan tersebut. Tapi dengan membeli di luar kuliner tersebut punya harga yang harus dibayar dan belum tentu sehat.

Penambahan penyedap yang barangkali berlebihan atau harga yang tak sesuai dengan makanan yang dijual adalah hal sudah menjadi risiko membeli makanan di luar. Makanya saya lebih senang suatu hari nanti saat sudah punya rumah sendiri dan keluarga kecil, memasak di rumah saja. Menyediakan makanan sehat untuk orang yang saya cintai.

Karena memang memasak sendiri membuat kita bisa menjaga mutu makanan tersebut. Kita tahu bahan apa saja yang ada di dalamnya. Tentunya akan sangat menyenangkan bisa memasak bersama keluarga dan saling bercengkerama. Saya ingat bagaimana menyenangkannya memasak bersama nenek. Bagaimana dia menyuruh saya menumbuk bumbu atau sekadar menjaga api masakan yang sedang dia masak supaya tidak terlalu besar.

Dulu saya akan mendengar suara alu lesung yang sedang digunakan untuk menghaluskan bumbu. Setiap hari. Memang nenek selalu memasak setiap hari. Tak pernah dia melewatkan menyiapkan makanan untuk suami, anak, dan cucunya. Betapa menyenangkannya masa itu. Masa kecil saya bersama keluarga di rumah nenek. Tak ada kenangan yang bisa mengalahkan itu semua.


Saya rindu dengan suara lesung yang bertalu-talu. Harum bumbu yang ditumis. Tawa nenek yang sedang mengupas bawang. Langkah kaki kakek yang pulang dari sawah. Hidup begitu cepat berlalu. Sekarang semua itu tak lagi bisa saya sebut sebagai kehidupan karena sudah masuk dalam kotak kenangan. Kotak yang menjadi penyemangat saya meneruskan kehidupan ini yang masih sendirian.

4 Langkah Membuat Comment Link Bergambar dengan CSS



Ingin mengubah template yang digunakan di blogger atau blogspot supaya lebih personal? Ingin memiliki perbedaan dengan blog orang lain? Menambahkan hal-hal kecil yang tak terdapat di blog orang lain pada umumnya juga bisa kok. Sehingga ada ciri khas pada blog kita. Satu di antaranya adalah dengan menggunakan gambar pada link komentar yang masuk ke blog kita.

Seberapa banyak template yang kita temukan menyediakan comment link yang ada gambarnya. Seperti template yang ini. Ada gambar seperti kotak dialog yang berwarna merah jambu yang ada di sana. Gambarnya sebenarnya bisa menggunakan gambar apa saja yang kita inginkan. Jadi gambar yang saya gunakan ini hanya contoh. Sebuah contoh. Usahakan gambar yang teman-teman gunakan ukurannya kecil, sekitar 30x30px saja. Jangan lebih dari 40px karena ini akan membuat kotak tersebut terlihat mendominasi.

Tentunya hiasan yang mungil akan membuat tampilan blog menjadi lebih indah. Seperti seorang perempuan yang mengenakan jilbab, akan lebih indah jika bros yang digunakan mungil tidak terlampau besar dan mengganggu pemandangan.

Sekarang langkah yang bisa dilakukan untuk mengubahnya adalah sebagai berikut.

1. Buka template dan pilih sesuaikan.

2. Lalu pilih tambahkan CSS.



3. Masukkan kode CSS berikut ini.


4. Simpan.


Apabila ingin mengubah gambar tautan komentar tersebut ganti tautan tersebut dengan tautan gambar yang diinginkan.  Selamat mencoba.

Bicara Soal Menikah


Baru saya tahu betapa ribetnya persiapan untuk menikah. Berkas yang harus dipersiapkan. Acara resepsi dan segala macam. Walaupun sebenarnya kalau ditanya saya ingin pernikahan seperti apa? Selama ini saya hanya ingin makan-makannya di panti asuhan jauh dari kemewahan dan buang-buang uang. Bahkan kalau memang ingin lebih simpel lagi, menikah di KUA lalu pulang. Untuk apa lelah dengan beragam acara yang menghabiskan banyak uang.

Memang tradisi resepsi tak dapat terhindarkan dari negeri ini. Akan dianggap aneh oleh orang lain kalau menjalani pernikahan seperti yang selama ini saya pikirkan. Beragam omongan tak enak di belakang akan bermunculan walaupun saya sendiri tak peduli orang mau bicara apa. Toh saya yang menikah. Saya yang menjalaninya. Saya yang kemudian harus kehabisan uang karena biaya resepsinya bukan? Saya juga yang akan ribet dengan segala berkas yang harus dipersiapkan.

Orang tahu apa dengan kehidupan kita?

Tapi lagi-lagi menikah akan terbentur dengan keinginan dua keluarga. Menikah bukan hanya soal dua kepala. Melainkan dua keluarga yang akan dipersatukan dalam satu ikatan sebuah pernikahan dari dua anak manusia.

Tiba-tiba saja ingin membicarakan soal pernikahan. Ada yang akan menikah?

4 Langkah Menghapus Atribusi Blogger dengan CSS


Menemukan atribusi blogger dan ingin menghapusnya? Tenang tulisan ini adalah memberikan cara menghapus atau menghilangkan atribusi blogger dari template kita dengan cara yang sangat mudah. Benar-benar mudah menghapus atribusi blogger apabila kita menemukan kode yang benar.

Ketika mengedit template di blogger alias blogspot tentu template yang kita gunakan ada bagian atribusinya. Atribusi blogger. Semacam penanda bahwa blog yang kita miliki tersebut adalah blog yang dibuat di blogspot. Kadang yang menyulitkan adalah menginstall template lalu atribusi tersebut tidak bisa digerakkan ke bagian bawah sehingga mengganggu tata letak blog kita.


Saat ingin menghapusnya dan menekan bagian ‘edit’ blogger juga secara otomatis telah menghilangkan bagian untuk menghapusnya sehingga atribusi ini tak bisa dihapus secara mudah oleh blogger. Tapi tentu saja ada kode CSS yang bisa kita gunakan untuk menghapus walaupun sebenarnya lebih pada menyembunyikan.

Cara menghapus atribusi blogger tersebut juga sangat mudah tinggal mengikuti 4 langkah menghapus atribusi blogger berikut ini.


1.  Buka template dan pilih sesuaikan





2.  Pilih ‘tingkat lanjut’ dan tambahkan CSS




3.  Masukkan kode CSS berikut ini

4.  Simpan perubahan


Selesai. Mudah bukan?
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design